Your Angle My Heart

Your Angle My Heart
22


__ADS_3

SATU TAHUN KEMUDIAN


Satu tahun sudah berlalu kisah kelam bagi seorang gadis belia yatim piatu..Alina Haya,hidup harus terus berlanjut..itulah kata-kata penyemangat yang selalu ia dengar dari dua orang wanita paruh baya yang telah mengangkatnya menjadi anak,wanita yang baginya adalah malaikat penyelamat yang Tuhan kirim untuk nya


Kehadiran dua wanita paruh baya itu bagaikan sebuah cahaya yang datang saat kegelapan sedang melanda dan bagaikan hujan yang datang saat kemarau melanda,sungguh Alina bersyukur Tuhan masih mengirimkan dua wanita berhati Malaikat itu untuk nya


" Terkadang Takdir memang menjatuhkan air mata dan menghapus senyuman,sehingga menimbulkan kekecewaan,tapi skenario Tuhan jangan pernah kita ragukan...


Kita memang bisa melihat yang terjadi saat ini,namun Tuhan mempertimbangkan hingga ujung waktu yang tak kita ketahui....


Hidup akan sangat indah apabila kita mampu dan mau mengiklaskan selayaknya yang terjadi,berat memang...sangat sulit bahkan..karena kita hanya bisa berencana tapi ketetapanNyalah yang akan terjadi,karena hanya Dia (Tuhan) lah yang tau segala yang terbaik untuk kita"


Kata penyemangat dan nasehat itulah yang hampir setiap hari ia dengar dari seorang psikolog tempat ia melakukan terapi mental,ya...Alina memang harus menjalani rawat jalan hampir tiga bulan dengan salah satu psikiater terbaik salah satu rumah sakit terbaik di jakarta,bulan pertama ia malah harus dirawat intensif oleh dokter syaraf dan psikolog karena mentalnya benar-benar terguncang dan ia benar-benar takut dan histeris saat bertemu dengan pria asing,hanya tuan Alexander lawan jenis yang bisa bicara dekat dengan nya


Tapi..seiring berjalannya waktu dan dibantu oleh tenaga medis yang cukup profesional serta dukungan kuat dari nyonya Suci,nyonya Miranda dan tuan Alexander dan kedua putra beliau akhirnya disinilah ia,dikampus milik salah satu sahabat nyonya Suci,sudah hampit satu tahun Alina menjadi mahasiswi di kampus yang cukup Elite itu,ia mengambil jurusan Ahli gizi,,kasih sayang dari keluarga Alexander membuat ia bagaikan seorang Ratu diistana mereka


" Morning..Beb...makin cantik aja deh" Sapa seorang gadis cantik saat baru tiba disalah satu bangku taman kampus mereka


" Morning.. Thanks.." jawab gadis berhijab dengan senyuman teduh nya


" Baca mulu..ga bosen? " ledek Alisa sahabat terbaiknya,bukan berarti ia tak punya sahabat lainnya,punya..ia masih memiliki dua sahabat lagi, Mira dan Fiza..dua sahabat sejak kecilnya yang juga melanjutkan study mereka di jakarta,tapi sayang mereka beda jurusan,Alisa si gadis yang sedikit bar-bar itulah yang kebetulan satu jurusan dengannya


" Baca itu jembatannya Ilmu Lisa.." jawaban pasti,lembut dan singkat itulah yang selalu sicantik Alisa dengar dari sahabat berhijabnya itu


" Kalau jembatan untuk menuju hati kedua kakak tampan kamu itu yang mana?" tanya Alisa genit,masalahnya ia sangat mengagumi kedua kakak laki-laki Alina yang sayang nya terlalu cuek dan dingin


" Jembatan Ancol....." ledek Alina disertai tawa renyah nya,membuat sang sahabat ccemberut


" Ga lucu...ga sekalian aja jembatan Siratalmustaqin" jawab nya ketus


" Kalau yang itu jembatan bagi orang Muslim menuju Syurga,ga bisa di Nego lagi itu sayang" jawab Alina lembut


" Masuk yuk..sepuluh menit lagi prof tampan kamu masuk" Ajak Alina pada Alisa

__ADS_1


" Tapi KILLER " jawab Alisa cemberut,keduanya berjalan menuju ruangan belajar mereka diselingi dengan canda tawa,keduanya menjadi pusat perhatian banyak pasang mata,bagaimana tidak dua gadis cantik itu adalah famouse nya kampus itu,jika Alisa adalah Brand Ambassadornya kampus itu,Alina adalah Duta persahabatan untuk seluruh Mahasiswa indonesia,bahkan ia sedang di gadang-gadangkan akann dicalonkan sebagai salah satu peserta pemilihan Duta wisata untuk Indonesia


" Al..kamu tau ga kabarnya bulan depan kampus kita bakal kedatangan tamu luar negeri lho,mereka mau promosiin program beasiswa untuk program Magister di Oxford University bagi mahasiswa yang berprestasi dan hebatnya lagi yang ngadain itu anak dari pemilik yayasan ini,katanya sih dia lukusan Oxford gitu dan sekarang sedang lanjut S2 nya disana juga,dan katanya orang nya masih muda banget Al,hebat ya Beb.." cerita Alissa semangat


" Minggu lalu Al ada sih dengar dari papa dan mama dirumah,tapi kata mereka Al ga boleh kuliah sejauh itu,lagian Abang Gerald dan bang Dave juga ga setuju,memangnya kamu mau ikutan nyoba buat kuliah ke sana?" tanya Alina


" Ga Al...takut ga kuat otak kecil aku ini,disini aja sering ngandelin otak kamu,trus kalau disana aku harus ngandelin otak siapa coba?,kita cukup jadi penonton aja pas orang-orang hebat itu datang nanti" jawab Alissa


" Ia..pasti bangga ya bisa ketemu orang-orang jenius seperti mereka" jawab Alina antusias


" Jadi penasaran gimana wajah mereka ya,kira-kira keningnya pada berkerut ga ya ?" sambung Alissa


" Kok berkerut...maksudnya?" tanya Alina ga paham


" Ya kan secara mereka tu pasti mikir terus makanya pinter" kawab Alissa konyol


" Konyol banget sih kamu ini" protes Alina pada sahabat somplak nya itu,sedangkan yang di protes hanya menunjukkan cengiran tak berdosanya


" Tapi kan Al..katanya nih ya,anak dari pemilik yayasan kita ini...wajah nya..beuh...cakep banget,bule-bule indo gimana gitu lho,ga ada obat deh pokoknya dan hebat nya lagi doi itu adalah salah satu pembisnis termuda di dunia,tapi sayangnya kata orang-orang doi dingin banget dan ya...Arogan gitu plus play boy" curhat Alissa


" Tapi aku rela deh Al kalau jadi korban play boy nya dia,apalagi jadi pendamping hidupnya,cuma dijadikan simpanannya juga aku rela Al,udah lah tajir...cakepnya ga kw-kw,anak tunggal lagi" ucap Alissa menghayal


" Hust...mulut nya itu,impian kok jadi simpanan,kamu itu cantik dan dari keluarga terpandang,pasti ga sulit buat kamu dekatin dia atau mungkin yang mendekati seperti dia" ucap Alina


" Kok dekati dia Al,dekati Abang tamvan kamu aja aku ga mampu Al,padahal loh aku ini speak istri idaman banget loh" jawab Alissa penuh percaya diri,sedangkan Alina hanya tersenyum seraya menggeleng


Keduanya memasuki kelas mereka dan. Memilih tempat duduk dekat jendela,itu adalah kebbiasaan kedua gadis cantik itu,jika Alina memilih dekat jendela agar ia merasa nyaman saat melihat lalu lalang teman kampusnya dan juga bisa menatap bunga-bunga di taman kampus,sedangkan Alissa ia katanya biar bisa liat COGAN


******


" Lo kenapa sih El...? Gue perhatiin beberapa bulan ini lo seneng banget nginap di pant house hotel uncle yang di Batam" tanya Cantika pada sang adik sepupu,keduanya baru saja selesai makan siang di salah satu restoran di singapore


" Lagi nyaman di sana aja " jawab Gabriel singkat,ia menyesap kopinya

__ADS_1


" Itu bukan jawaban El..gue tau lo,atau jangan-jangan lo nyimpen seseorang ya disana?" tanya Cantika penasaran


" Ga usah mulai deh..gue masih nyari seseorang" jawab Gabriel singkat


" Heran deh,gak lo gak Raffa sama aja,sibuk nyari seseorang,apa kalian para cowok kalau udah jatuh cinta itu ga bisa move on? Raffa jatuh cinta sama baby sejak pertama mereka ketemu,trus lo jatuh cinta sama siapa?" tanya Cantika heran


" Gue-gue..terus inget sama cewek bocil yang nabrak gue du Bandara batam beberapa tahun lalu" jawab Gabriel jujur


" Astaga El...lo juga nyari tu cewek? Raffa juga nyari dia,dia cewek yang Raffa suka waktu kami jadi relawan di sumatra,kami ketemu dia lagi dan Raffa cerita semuanya ke gue" jawab Cantika jujur


DEG


" Maksud lo?" tanya Gabriel,sedangkan Niko hanya menjadi pendengar,sebab ia ga tau dengan tragedi Gabriel di tabrak oleh seorang remaja


" Ya itu cewek yang li bikang bocil bau minyak telon...Raffa yang nolongin dia pas hampir ketinggalan pesawat,tapi pas kami ketemu lagi dia ga inget sama Raffa,trus lo kan ga luat mukanya waktu itu, kok bisa?" tanya Cantika penasaran


" Matanya...tatapan matanya indah banget,gue suka,trus apa sahabat lo itu udah tau dimana dia?" tanya Gabriel memastikan


" Belum..dia beneran menghilang,no ponselnya ga aktif lagi,ga cuma matanya yang indah El..wajahnya juga cantik banget,dimata gue dia itu..speak bidadari banget" jawab Cantika lesu


Glek


Rasanya Gabriel susah untuk sekedar menghembuskan nafasnya,tenggorokannya tercekat dan lidahnya terasa kelu,gadis itu..? Gadis itukah juga yang telah ia sakiti hingga benar--benar menghilang,beberapa kali ia memerintahkan Niko untuk mencari gadis itu,tapi hasilnya nihil


" Mata itu...kamu..? Benarkah itu kamu? Bertahun aku coba lupakan,tapi kenapa kehadiranmu disaat tidak tepat,kehadiranmu menyakiti salah satu wanita kesayanganku,dia...wanita malam itu..tapi mengapa tatapan kalian berbeda? Mengapa hanya aroma tubuh kamu yang tak bisa aku lupakan?"


Ribuan tanda tanya bermunculan dalam benak seorang Gabriel,benarkah wanita malam itu wanita yang sama dengan wanita beberapa tahun lalu? Hatinya sungguh gundah,tangisan permohonan gadis itu di kamar pant house nya masih terngiang ditekinganya,tatapan memohonnya nasih melekat di bayangannya dan tatapan kaget serta takut gadis dibandara itu terus menari dipelupuk matanya


" El..El..lo ga papa kan?" tanya Cantika bingung melihat sang adik yang tampak melamun


" Hah...gak apa,udah selesai kan? Yuk..gue anter ke Rumah sakit,gue mau langsung ke Batam" jawab Gabriel cepat


" Yakin lo ga apa?gue bisa balik sendiri kalau lo buru-buru " tanya Alina memastikan

__ADS_1


" Gue free" jawab Gabriel singkat,ketiganya segera meninggalkan restoran tersebut setelah Niko melakukan pembayaran sesuai bill


__ADS_2