
Gabriel membalikkan tubuhnya setelah menutup kembali pintu kamarnya,fokusnya kembali pada sosok Alina yang masih belum sadarkan diri,tapi ia sedikit tenang karena darah dari hidung Alina ga lagi keluar dan nafas gadis itu juga tampak normal
Gabriel menghampiri ranjang itu lagi,entah dorongan dari mana,dalam sekejab ia sudah mengecup singkat bibir ranum Alina,perlahan Gabriel mendekatkan wajahnya seraya memejamkan matanya,dengan jantung yang nyaris meledak keluar ia mengecup beberapa tempat di leher jenjang Alina hingga turun ke dada dan meninggalkan beberapa Kiss mark disana,terakhir Gabriel mengecup lama kening dan mata Alina,ia tersenyum saat membuka matanya dan melihat hasil karya nya
Lagi Gabriel memejamkan matanya, tujuannya harus tercapai walaupun tidak semuanya,perlahan tangan nya menurunkan resleting dress Alina,menanggalkan baju gadis cantik itu,melepas setiap benang yang ada di tubuh Alina,tubuhnya menegang saat tangan nya tanpa sengaja menyentuh kulit halus Alina,setelah selesai,Gabriel langsung menutup seluruh tubuh Alina dengan selimut,baru setelahnya ia kembali membuka matanya
" Huffff...sempurna...begini lebih baik,aku ga tau kamu benar-benar masih suci atau tidak,aku hanya tidak ingin merasa bersalah karena menodai mu jika kamu benar-benar masih suci" ucap Gabriel pada gadis yang bahkan masih belum sadarkan diri
" Shiiit.. Dia benar-benar membuatku menginginkannya,sadar Gabriel jangan sampai kamu benar-benar tergoda" batin gabriel melawan
Dengan langkah cepat ia menuju kamar mandi,sepertinya ia harus menuntaskan sesuatu yang sejak tadi harus ia tahan,sungguh Gabriel tidak menyangka ia bisa se begxxx itu saat bersama gadis yang bahkan masih sangat bocil menurutnya,sementara selama ini ia selalu di kelilingi berbagai model wanita cantik dan seksi pastinya,tapi tak sedikitpun tubuhnya merespon,tapi malam ini,ia benar-benar merasakan tersiksa menahan hasxxt yang tak bisa tersalurkan
Setengah jam kemudian Gabriel keluar dari kamar mandinya,ia langsung menuju walk in closet,memakai setelan formalnya,karena ia yakin saat tiba di negara xxxx ia akan langsung ke lokasi dan pasti tidak memiliki waktu untuk menuju apartemennya
Gabriel menghampiri sofa mengambil jam mahal miliknya dan melingkarkan di tangannya,matanya kembali fokus menatap ranjang,Gabriel mengambil cek yang selalu tersedia dalam tas kecil miliknya,menuliskan nominal yang cukup fantastis disana,setelah selesai ia mendekati ranjang,meletakkan cek tersebut diatas nakas beserta beberapa lembar uang cash dan sebuah kartu kredit,tak lupa ia menyelipkan sepucuk surat,Gabriel mendekati ranjang dan mengecup dalam kening Alina," SORRY" satu kata itu mewakili seluruh isi hatinya,ia juga ga tau mengapa harus melakukan itu pada wanita yang telah ia janjikan sebuah kebencian,ia berlaku selayak nya suami yang akan pergi meninggalkan istri tercintanya
Dengan langkah berat Gabriel meninggalkan kamar itu,meninggalkan gadis yang ia sakiti tanpa gadis itu tau apa salahnya,tanpa Gabriel sadari ia berhasil menorehkan luka begitu dalam dan trauma yang berkepanjangan pada gadis itu,dan luka itulah yang pada akhirnya membuat seorang Gabriel Alvaro Altop merasakan porak poranda dalam hatinya,dan hari-hari nya seakan hancur,mengambil semua kenyamanan tidurnya,hingga setiap malam ia harus bergelut dengan insomnia dan mimpi buruknya
Gabriel keluar dari kamar yang langsung di sambut oleh Niko yang juga sudah tampak siap untuk melakukan perjalanan meŕeka,sesaat Gabriel mengedarkan pandangannya dan menatap tajam Alex dan lala,gadis cantik itu sudah bergabung sejak satu jam yang lalu bersama satu orang temannya yang juga wanita
" Kalian jaga tempat ini samapi dia bangun dan meninggalkan tempat ini,jangan pernah tinggalkan tempat ini jika dia masih berada disini dan jangan biarkan satu orang pun masuk ke kamar saya termasuk kalian" peringatan tegas Gabriel pada Alex dan para bawahannya
" Baik tuan muda" jawab Alex tegas dan juga di angguki oleh lala beserta temannya,tanda mereka memahami apa yang Gabriel perintahkan
" Niko...periksa kembali semua CCTV yang ada di pant house ini dan pastikan semuanya aktif,sambungkan langsung ke handphone saya" perintah Gabriel
" Yang di kamar anda juga tuan muda" tanya Niko seakan tak yakin
" Ya" jawab Gabriel singkat,membuat mata Niko membulat sempurna,pasalnya masih ada Alina di kamar itu
" Ya Tuhan...apakah tuan muda benar-benar sudah...." batin Niko membuat ia sepontan membekap mulutnya dengan kedua tangannya
__ADS_1
"Tapi tuan ada nona..." tanya niko ragu
" Pikiranmu jangan terlalu jauh Niko...lakukan saja perintah saya kalau ga mau bonus kamu saya hilangkan bulan ini" jawab Gabriel santai
" Baik Bos" secepat kilat Niko menjawab,ia tau segila apa bos mudanya itu yang tak pernah main-main dengan ucapannya,bahkan lebih sadis dari sang big bos..tuan Alvaro Altop
Gabriel dan Niko meninggalkan pant house hotel xxxxx menuju negara xxxx,Alex dan lala tampak asyik bercanda ria beserta beberapa teman mereka lainnya,tak seorangpun dari mereka yang berani mendekati kamar Gabriel,meski pada kenyataannya mereka sangat ingin tau tentang keadaan Alina,gadis yang terpaksa mereka culik dan di bawa ke tempat itu
Pagi menjelang,cahaya mentari mulai menghangatkan bumi,dikamar mewah sebuah hotel tampak sinar mentari mulai masuk sedikit demi sedikit dari sela-sela tirai yang selalu menjuntai indah menambahkan kesan mewah pada kamar itu
Alina sedikit terganggu dengan bayangan sang surya,matanya perlahan terbuka setelah mengerjab beberapa kali,ia belum menyadari dimana kini dirinya berada,ingatannya belum sepenuhnya kembali
"Issshhh..." ringis Alina pelan saat ia ingin mendudukkan tubuhnya,Alina memijit pelan pelipisnya yang terasa berdenyut dan kepalanya terasa pusing
" Ya Allah...dimana Aya...?"batin Alina dengan mata melotot saat ia menyadari dirinya masih berada di tempat asing,sedikit demi sedikit memorinya mulai bekeja memutar kembali ingatan tentang kejadian semalam saat ia berhadapan dengan seseorang
" Astaghfirullah ya Allah" batin Alina dengan ekspresi terkejut saat mengingat semalam hijab nya terlepas,dan rasa terkejutnya semakin bertambah saat ia menyadari tubuhnya sudah tak memakai sehelai benangpun,hanya selimut putih yang menutupi tubuh polosnya
" Ya Allah...apa yang terjadi ....? Ampuni hamba ya Allah yang terlalu lemah" batin Alina lagi seraya menangis tersedu,air matanya membasahi seluruh pipi mulusnya,ia menggeleng kuat meratapi keadaannya saat ini
Tubuh Alina bergetar,ia menangis sejadi-jadinya saat melihat tubuhnya di depan cermin,walaupun ia belum pernah pacaran atau dekat dengan lawan jenis,tapi ia adalah gadis yang cukup cerdas dan sedikit banyak nya ia tau bahwa tanda merah yang berada di leher dan dadanya itu adakah kiss mark seseorang,membuat Alina merasa sangat jijik pada tubuhnya sendiri
Alina mengusap kuat seluruh tubuhnya dengan sabun,ia berharap semua tanda itu hilang,walau pada kenyataannya malah semakin membuat tubuhnya tampak memerah,merasa sia-sia Alina menyudahi aksinya,ia meraih sebuah jubah mandi setelah menyelesaikan mandinya,tak lupa ia membungkus rambutnya dengan handuk kecil
Dengan langkah sedikit ragu,Alina keluar dari kamar mandi,matanya menelisik setiap sudut ruangan kamar itu,ia baru menyadari betapa mewahnya kamar itu,tapi ia sangat ingin kekuar secepatnya dari kamar mewah itu,walaupun ia tidak mengenal siapa pria yang berbicara dengannya semalam,tapi ia yakin pria itu pasti bukan orang sembarangan,karena sanggup menyewa kamar hotel semewah itu,tanpa terpikirkan oleh Alina bahwa pria yang berdebat dengan nya semalam adalah putra tunggal dari pemilik hotel tersebut
Alina menghampiri kopernya untuk mengambil pakaiannya,setelah dapat ia kembali ke kamar mandi untuk berpakaian,lagi ia menangis saat melihat tubuhnya di depan cermin,ia sungguh membenci tanda itu,andai bunuh diri tidak dilarang dalam Agama,bisa dipastikan ia akan memilih jalan itu
Setelah selesai Alina langsung keluar dari kamar mandi,ia harus melaksanakan kewajiban dua rakaat nya,talat memang...tapi itu lebih baik daripada tidak sama sekali,Alina tampak khusyuk dengan ibadahnya,tak lupa ia memanjatkan Doa sebagaimana kebiasaannya saat setelah Shalat
"Ya Allah...ampunilah segala dosaku dan dosa kedua orang tuaku serta kakak ku,terimalah mereka disisimu dan lapangkanlah kubur mereka,Ya Allah hamba tau hamba bukan umat Mu yang taat,tapi hamba Mohon...kuatkan hamba dalam menghadapi masalah ini ,hamba percaya tidak akan Engkau memberikan ujian diluar batas kemanpuan kami ya Allah,ampuni dosa orang yang telah melakukan semua ini pada hamba,jika memang hamba pernah melakukan kesalahan padanya hamba mohon...bukakanlah pintu hatinya agar bersedia memaafkan kesalahan hamba padanya dan jika ini memang jalan yang Engkau tuliskan untuk hamba,maka hamba Ikhlas dan hamba mohon...kuat kan lah hamba serta bimbing lah selalu hamba di jalan Mu...ya Allah....Amiiiin ya Rabbal Alamin...." doa Alina pilu,ia berharap orang itu baik-baik saja,walau pada kenyataannya ia hancur se hancur-hancurnya
__ADS_1
Selesai Shalat Alina melipat dan menyimpan kembali perlengkapan Shalatnya,Alina menggulung tinggi rambutnya dan memakai hijab instan miliknya, Alina memilih untuk segera pergi meninggalkan kamar mewah itu
Namun saat Alina ingin mengambil tas sandang miliknya,matanya melihat secarik kertas yang berbentuk surat,karena ia yakin itu untuk nya maka dengan tangan yang masih sedikit bergetar ia meraih surat itu agar bisa membacanya
"Four you...
Siapapun kamu dan apapun hubungan mu dengan dokter Raffa maka akhiri,jauhi dia sejauh mungkin,tinggalkan kota ini dan jangan pernah kamu menginjakkan kaki mu ke singapore,jika kamu patuh maka hidupmu akan aman,jika kamu membantah maka bersiaplah...karena aku bisa melakukan lebih dari yang semalam ku lakukan padamu,ingat itu...pilihan ada di tangan mu
Ambil uang,cek serta kartu kredit itu, gunakan untuk kebutuhan kamu, anggap itu sebagai bayaran kamu untuk yang semalam,jadi aku tidak merasa berhutang pada siapapun,kurasa itu lebih dari cukup"
from....G.A.A
Singkat memang surat yang Gabriel tuliskan,bahkan sangat padat dan jelas,namun surat itu sanggup membangkitkan Emosi seorang Alina Hayya,wanita yang selama ini selalu di kenal sebagai wanita yang sangat sopan,lemah lembut,cerdas dan pastinya memiliki kesabaran yang luar biasa
Dengan wajah memerah dan mata berkaca-kaca Alina meremas kuat kertas yang berada di genggamannya itu,andai orang itu ada di hadapannya sudah di pastikan bahwa kertas itu sudah ia daratkan di wajah pria itu,pria tampan dengan sejuta pesona,bahkan Alina sendiri mengakui ketampanan Gabriel,walaupun ia mampu menutupi rasa kagumnya akan ketampanan pria yang bahkan ia belum tau siapa namanya
" Jadi kamu menganggabku seperti seorang wanita malam? Ya Allah sungguh hinakah hamba di mata orang itu? Siapa sebenarnya dia ya Allah? Hamba mohon jangan lagi pernah Engkau pertemukan hamba dengan nya" mohon Alina dalam hatinya dengan air mata yang terus mengalir deras membasahi pipi mulus nya
" Abi...Ummi...Abang...Aya pengen ikut kalian,kenapa Aya di tinggal sendiri seperti ini,Aya ga tau harus cerita dan ngadu ke siapa,Tolong doakan agar Aya kuat" monolog nya lagi saat akan keluar dati kamar itu
Setelah meraih semua yang terdapat di atas nakas itu,tak lupa juga tas sandang milik nya,Alina melangkah menuju pintu dan membukanya secara perlahan,ia keluar seraya menyeret koper milik nya,tatapannya langsung tertuju pada empat orang yang berada di ruangan itu,yang ia yakini berprofesi sebagai bodyguard,terlihat dari bajunya yang serba hitam
" No- nona su-sudah bangun..? Mau sarapan apa biar kami siapkan?" tanya Alex sedikit gugup saat ditatap datar oleh Alina
" Terimakasih atas tawaran anda tuan,tapi sepertinya saya tidak butuh kebaikan dari orang-orang munafik seperti kalian,yang saya butuhkan hanya satu....biarkan saya pergi dari NERAKA ini" jawab Alina lantang
" Tapi...nona..tuan muda berpesan agar memberikan anda makan sebelum anda pergi" jawab Alex
" Oh...ternyata yang bersama saya semalam adalah seorang TUAN MUDA ? Iya? Sayang sekali bahkan kelakuannya layak disebut berandal,tolong Anda kembalikan semua ini pada tuan muda anda,karena saya tidak butuh" ucap Alina tegas
" Ta-tapi nona" gugup Alex,ia ga menyangka gadis berwajah sangat polos itu mampu mengeluarkan kata-kata yang cukup pedas
__ADS_1
Alina terlihat tidak perduli saat Alex menjawab,ia memutuskan untuk langsung meninggalkan tempat kelam untuk nya,tapi sebelum benar-benar pergi Alina kembali melihat kearah Alex
"Satu lagi,tolong katakan pada tuan kalian,saya bulan pexxxxr,jadi ga perlu memberikan saya kompensasi,cukup biarkan saya pergi sejauh mungkin " Peringat Alina pada Alex yang dijawab dengan anggukan kepala,walaupun jelas tampak keraguan di wajahnya