Your Angle My Heart

Your Angle My Heart
35


__ADS_3

Di mobil ..selama dalam perjalanan Raffa di cecar begitu banyak pertanyaan oleh sang mama,membuat Raffa merasa sangat pusing dengan ribuan pertanyaan secara bertubi-tubi dari sang mama yang merasa curiga dengan gelagat Raffa maupun Alina,membuat Raffa akhirnya terpaksa harus menceritakan yang sebenarnya


" Jadi itu beneran gadis cantik yang fotonya banyak kamu simpan itu? Tu kan mama ga mungkin salah liat tadi,mama itu udah hafal banget dengan wajah gadis itu,hampir setiap hari mama liat foto dia yang ada di nakas kamar dan di meja ruang kerja kamu" omel sang mama


" Tapi dia minta aku buat jangan deketin dia ma,katanya seseorang ngancam dia,tapi siapa ya ma?" heran Raffa


" Kamu udah tanya ke dia siapa orang itu? kenapa kamu ga bilang dari tadi ? Biar mama yang tanya ke dia dan minta agar dia mau jadi menantu mama" ucap sang mama geram karena sang putra terlambat mengakui kebenarannya


" Masalahnya dia juga ga tau siapa orang itu,katanya seorang laki-laki dan baru kemaren mereka bertemu lagi setelah satu tahun lalu orang itu mengancam nya dan ternyata itulah penyebabnya dia ga jadi ngelanjutin beasiswanya ke singapura dan berakhir di jakarta" cerita Raffa lagi


" Trus di sini dia ngapain? Kuliah atau kerja? Dan kamu sempat tanya alamatnya ga? Biar nanti mama yang temui dia" tanya sang mama lagi


" Raffa ga sempat tanya apapun ma,wajahnya bahkan langsung berubah sendu pas dia ingat Raffa dan langsung mohon agar Raffa jangan mengenal nya lagi,Raffa yakin dia dalam tekanan seseorang ma,tapi siapa orang itu? Dia cuma bilang dia disini bersama keluarga angkatnya dan keluarga angkatnya juga terancam" jelas Raffa membuat sang mama geram


" Ya Tuhan . ..kenapa harus serumit ini sih..? " keluh sang mama


" Raffa juga bingung ga tau harus gimana ma,sulit untuk Raffa ngelupain dia,tapi liat dia seperti tertekan gitu Raffa juga nga tega ma" ucal Raffa prustasi


" Kamu yang sabar ya sayang,cobalah selidiki pelan-pelan dan cari tau dimana dia tinggal,kuliah atau kerja,cobalah berusaha dengan yakin,gadis seperti dia pantas di perjuangkan,namun jika semua nya ga sesuai dengan yang kita harapkan maka belajarlah untuk ikhlas dan yakinlah Tuhan lebih tau apa yang terbaik untuk Umat Nya" nasehat sang mama


" Akan Raffa coba seperti apa kata mama,,walau Raffa yakin berat ma untuk Raffa lepasin dia,tapi Raffa janji andai ga bersama Raffa bisa buat dia bahagia dan aman maka Raffa akan jauhi dia ma,itu janji Raffa" jawab Raffa memutuskan


" Mama percaya kamu bisa sayang,mama yakin itu..anak mama hebat dan kuat,kamu harus ingat bahwa Cinta ga harus memiliki,terkadang perasaan yang kita kira cinta ternyata sebuah Obsesi karena ketertarikan kita akan parasnya,dan terkadang tanpa kita sadari kebahagiaan kita. Sesungguhnya ada bersama orang yang terasa biasa saja bagi kita,saran mama cobalah buka hati kamu untuk orang yang memberikan perhatian khusus pada kamu" nasehat sang mama lagi


" Raffa akan coba ma,tapi maksud mama Raffa harus coba buat buka hati itu pada siapa ma? Jangan bilang pada Tika" curiga Raffa


" Lalu kalau Tika kenapa? Ada yang salah dengan dia? Dia cantik,baik,lemah lembut,sopan,pintar juga,dan mandiri walaupun dia berasal dari keluarga berada tapi sikap nya dewasa dan ga manja" jawab sang mama santai


" Ma...dia sahabat Raffa...bahkan dari kami masih remaja kami tumbuh bersama ma,apa mungkin Raffa bisa jatuh cinta sama dia? Apalagi sampai menjadi sepasang kekasih atau menjadi suami istri,apa ga setiap hari kami akan berdebat dengan perbedaan pendapat kami " jawab Raffa frustasi

__ADS_1


" Justru itu lebih mudah,kalian udah saling menal banget,udah tau karakter masing-masing dan udah paham hoby masing-masing sampai makanan faforit kalian aja sudah saling hafal,jadi pasti gampang banget buat kalian untuk menjalani kehidupan bersama kalian" jawab sang mama enteng


" Trus Raffa harus panggil dia..sayang,baby,honey atau sweety..? Geli ma..biasanya tiap ketemu berantem mulu,kok tiba-tiba harus berubah jadi romantis" jawab Raffa membuat sang mama merasa lucu dan tergelak


" Itu pasti sayang dan dia akan panggil kamu Hubby atau sayang" jawab sang mama meledek,membuat Raffa menggeleng


" Ga usah yang aneh-aneh deh ma,Raffa ga mau kalau karena coba-coba malah berujung bikin Tika sedih dan kecewa ma,Raffa ga tega liat dia kecewa sama Raffa,bagi Raffa hubungan persahabatan kami lebih indah ma dan sayang kalau di ganti menjadi hubungan yang lain" jawab Raffa tulus,entah mengapa perasaannya seakan ga bisa mengubah status hubungannya dengan Cantika,padahal sahabatnya itu sangat memenuhi kriteria wanita idaman dijadikan pendamping masa depan


" Terserah kamu deh,mama akan terima siapapun yang akan menjadi pilihan wanita masadepanmu,yang terpenting dia wanita baik--baik dan berakhlak baik juga" jawab sang mama pasti


" Raffa janji akan berusaha mencari menantu untuk mama yang bisa membahagiakan dan membanggakan nama besar keluarga" ucap Raffa


" Amiiiin" jawab sang mama singkat


Perjalanan Raffa dan mamanya akhirnya dipenuhi deangan obrolan hangat,Raffa memang gergolong dalam anak yang patuh pada orang tua,sejak kecil ia belum pernah mengecewakan kedua orang tuanya,begitupun dengan kedua orang tuanya yang selalu mendukung apa yang ingin sang putra lakukan ,setelah menyelidiki dan memberikan masukan maka kedua orang tua Raffa akan memberikan dukungan penuh jika memang itu baik menurut mereka


Di Klinik


Alina masih terdiam di tempat semula,pikirannya melayang ke satu tahun yang lalu saat masa-masa ia bahagia bersama kedua orang tua kandung dan kaka laki-lakinya,ia tak pernah menduga bahwa hidupnya akan serumit sekarang,membuat Alina tiba-tiba merasa ketakutan yang luar biasa,wajah dankedua tangan nya tampak bercucuran keringat,serta tubuh nya mulai bergetar,Alina lupa meminum obatnya pagi ini


Gabrial yang tadinya terdiam di depan layar laptop yang menampilkan hasil rekaman CCTV tiba-tiba dibuat terkejut dan panik saat Niko mengatakan sesuatu seraya menunjukkan layar didepannya dan melihat sesuatu yang beda terjadi pada Alina


" Dimana wanita suruhan mu tadi Nik?" tanya Gabriel panik seraya bangun dari duduknya,ia berlari dengan sangat kencang keluar dari ruangan itu dan menuju lantai bawah klinik sang mama,Gabriel merasa langkah nya sangat lama mencapai Lobby tunggu klinik itu,entah mengapa ia merasa ga rela jika tiba-tiba Alina pingsan dan akan di gendonng orang lain,ia seakan tak rela jika sampai gadis cantik itu di sentuh orang lain dan Gabriel merasa hanya dia yang berhak menyentuh gadis itu


Greb..


Gabriel langsung memeluk tubuh ramping Alina saat tiba di lobby dan melihat Alina yang sudah berdiri dengan tubuh bergetar,mendekapnya erat dan merasakan bagaimana tubuh bergetar Alina disertai sebuah isakan lirih nyaris tak terdengar


" Aby...Umi...tolong Aya ....Aya lelah menghadapi mereka Mi...Aya mau ikut Umi..tolong jemput Aya...pleasee" lirih Alina sendu dan Gabriel dapat merasakan kemeja mahalnya basah dengan airmata gadis cantik itu

__ADS_1


"Sorry..." ucap Gabriel lirih,ia juga ga tau untuk apa mengatakaan maaf pada gadis itu,padahal sejak awal Gabriel merasa dirinya tak bersalah,adegan itu mengundang perhatian orang-orang yang ada di tempat itu,khususnya para pekerja klinik yang mengetahui siapa Gabriel,yang tak lain adalah putra sematawayang sang nyonya,terlebih saat melihat Gabriel yang menggendong Alina ala bridal style saat tiba-tiba gadis cantik yang memang sudah mencuri perhatian mereka sejak pertama datang karena kecantikannya itu pingsan dalam pelukan Gabriel



Gabriel merasakan sesuatu yang beda saat merasakan Alina membalas pelukan nya dengan erat,ada debaran aneh di jantungnya dan darahnya serasa berdesir,hal yang belum pernah ia rasakan pada wanita lain,ini yang ketiga kalinya ia merasakan itu dan pada gadis yang sama,gadis yang menabrak nya dibandara,gadis yang ia culik dan tawan di hotelnya dan gadis yang kini bersamanya dalam dekapannya ,walau Gabriel tau saat ini Alina belum menyadari siapa yang ia peluk oleh nya dan memeluknya,tapi Gabriel seolah tak perduli dengan semua itu


" Lakukan seperti biasanya Nik" perintah Gabriel pada sang asisten saat ia akan melangkah menuju mobil nya dengan mendekap Alina dan membawanya menuju mobil


" Baik tuan muda" jawab Niko yang memang sudah paham apa yang harus ia lakukan,yaitu memastikan semua kejadian itu tak tersebar luas dan mengamankan CCTV agar tidak di ketahui oleh nyonya Miranda,Niko memang selalu bergerak cepat dan selalu tau apa yang sang tuan muda ingin kan


" Kita ke Apartenen" perintah Gabriel pada sang supir pribadi


" Baik tuan" jawab sang supir tanpa membantah,sang supir tau Niko sedang membereskan semua kehebohan yang terjadi di klinik itu dan asisten dari bos muda nya itu pasti akan menyusul nantinya


Mobil mewah Gabriel melaju kencang menuju apartemen pribadi milik nya,ia menatap kembali wajah pucat Alina yang lagi-lagi berada dalam dekapannya dan dalam keadaan pingsan dan ketakutan


Mobil Gabriel berhenti di Basement khusus yang langsung menuju lift untuk menuju unit milik nya,Gabriel langsung turun dan membawa Alina memasuki lift dan disusul oleh Niko yang ternyata juga sudah menyusulnya,Niko langsung menekan angka tujuan sang tuan muda


" Anda yakin mau membawa nona ke sini tuan? Apakah nona tidak akan semakin histeris saat nona sadar nanti?" tanya Niko khawatir


" Obat yang saya minta sudah kamu beli?" tanya Gabriel,ia tak menjawab pertanyaan asistennya


" Sudah tuan..ini" jawab Niko seraya menunjukkan sebuah botol obat yang masih tersegel yang ia keluarkan dari dalam saku jas nya


Gabriel melangkah keluar saat lift berhenti di lantai yang ia tuju,ini adalah apartemen baru nya yang ia desain khusus dengan sangat mewah dan elegant,apartemenya terletak di lantai paling atas gedung megah itu,Gabriel membeli apartemen itu dari salah satu temannya saat kuliah di inggris dan memesannya secara khusus,ia sengaja tak mengambil di salah satu apartemen milik keluarganya karena pasti mereka akan tau,ini adalah salah satu aset rahasia miliknya pribadi



Tiba disebuah kamar,Gabriel langsung membaringkan tubuh indah Alina di atas kasur king size di kamar itu,setelah menyelimutinya dan menyetel suhu ryangan pada mesin pendingin,Gabriel menninggalkan Gadis cantik itu,bisa bahaya untuk jantungnya yang terus berdebar saat berdekatan dengan gadis itu.

__ADS_1


__ADS_2