Your Angle My Heart

Your Angle My Heart
61


__ADS_3

Malam pun tiba,beberapa kali Alina meminta agar diizinkan pulang dengan berbagai alasan,namun sayang sang mama angkat tak mengizinkannya,seakan tak memberinya celah bahkan hanya sekedar untuk mengingat tempat tinggalnya,tadi setelah acara memilih baju,nyonya Miranda mengajak Alina,Cantika dan Kanaya untuk melakukan perawatan yang sengaja beliau undang untuk datang ke mansion itu,hingga kini tiba saatnya makan malam


Tok tok tok....


" Non Tika..ditunggu di meja makan" ucap salah satu Art setelah mengetuk pintu kamar Cantika


" Ia mbok..sebentar lagi kami turun" jawab Cantika dari dalam kamar nya


" Yuk turun..sebelum kena omel aunty" ajak Cantika pada Kanaya dan Alina setelah ia selesai mengaplikasikan make up tipis di wajah cantik nya


Alina dan Kanaya mengangguk seraya bangkit dari sofa yang terdapat di kamar Cantika,ketiganya menuruni tangga seraya mengobrol ringan,lebih tepatnya Cantika yang tampak semangat bercerita dan memberitahukan beberapa hal tentang Raffa pada Kanaya,wanita yang ia tau berstatus sebagai istri dari sahabatnya itu,walau hatinya sakit,tapi Cantika berusaha ikhlas


" Naya kamu mau tau ga rahasia terbesar nya Raffa dua tahun lalu?" tanya Cantika iseng


" Apa mbak?" tanya Kanaya penasaran,usia kanaya dua tahun di bawah Cantika dan Raffa,itu artinya gadis itu dua tahun di atas Gabriel dan enam tahun di atas Alina,membuat Alina merasa sangat canggung pada mereka semua


" Hampir dua tahun lalu Raffa pernah jatuh cinta pada seorang gadis,dan jatuhcintanya dalam banget,untung nya dia bisa move on dan nikah sama kamu" jawab Cantika jujur,ia ingin Kanaya bisa meraih hati Raffa


" Sampai sekarang masih mbak..tapi aku ga marah,karena memang kami bertemu setelah mas Raffa lebih dulu mengenal gadis itu" jawab Kanaya santai


" Kamu ga ingin tau siapa gadis itu?" tanya Cantika iseng


" Alina kan mbak?atau ada yang lain? mas Raffa memperkanalkan kami sebelum Ijab Qabul dan mengatakan siapa Alina untuk nya,bahkan jauh sebelum hari pernikahan kami mas Raffa udah jujur mbak" jawab Kanaya apa adanya,namun ia tak mengatakan kejujuran tentang perjanjian pra nikahnya dengan Raffa dan juga tak mengatakan bahwa Alina sudah menikah


Alina tersenyum canggung,sedangkan Cantika melotot tak percaya,sampai-sampai gadis yang berprofesi sebagai dokter itu menghentikan langkahnya dan menatap kedua gadis yang bersamanya itu


" Serius? Tapi kamu hebat..pas ketenu gini bisa bersikap biasa aja,partahankan itu dan juga pernikahanmu " puji Cantika


" Aku percaya...karena Alina pernah berkata bahwa ia dan Mas Raffa tak pernah terlibat hubungan apapun selain pernah sama-sama menjadi relawan dan aku bangga karena wanita yang pernah bahkan mungkin masih suamiku cintai ternyata wanita yang sangat baik"jawab Kanaya tulus


Cantika mengangguk setuju dan merangkul bahu kedua gadis bersamanya itu,ia bahagia dan lega walau Raffa tak bersamanya tapi Raffa bersama wanita yang ia yakini baik,terlebih keduanya berhijab


" Ayo sini..duh para gadis ini selalu kelamaan dan-dan nya" ucap nyonya Miranda girang saat melihat ketiga wanita muda itu memasuki ruang makan


" Pa... lihat deh siapa yang datang" ucap nyonya Miranda ceria,sekilas mata beliau melirik sang putra yang tampak asyik dengan ponselnya,sehingga tak menyadari siapa yang sang mama maksud


" Kamu datang nak?" sapa tuan Alvaro lembut saat Alina mendekat dan meraih punggung tangan pria paruh baya itu dan menciumnya takzim


" Assalammulaikum Pa...maaf baru bisa berkunjung sekarang" ucap Alina lirih,membuat tuan Alvaro mengangguk seraya mengusap lembut puncak kepala Alina yang terbungkus hijab


Suara lembut Alina mengalihkan atensi seseorang dari layar ponsel ditangan nya, dan sontak benda pipih seribu umat itu terlepas dari genggamannya,bibirnya terdiam tanpa kata dengan mata melotot nyaris keluar


" Aya..." satu kata singkat itu meluncur dari bibir seksinya,sedangkan kedua orang tuanya tersenyum smirk


Alina mengangguk sopan saat matanya menatap kesamping tepatnya kearah pria dingin itu duduk


" Tuan muda" sapa Alina sopan seraya menunduk,sebisa mungkin ia akan berusaha menunjukkan bahwa mereka benar-benar tak saling kenal


" El ..ituloh kamu disapa sama Alina...dia Alina ...putri angkat mama,udah mau punya istri masih aja bengong liat cewek cantik" tegur sang mama meledek


" Ya...duduk" jawab Gabriel dingin seraya memerintahkan Alina duduk tepat di sisinya,Gabriel bahkan tak menjawab ocehan sang mama,melirik pun tidak

__ADS_1


" Ayo duduk...Alina.. Kamu duduk di sebelah El ya" ucap nyonya Miranda semakin iseng


" Tuh..bocil bau minyak telon yang nabrak lo di bandara lima tahun lalu" bisik Cantika tepat di telinga Gabriel saat ia akan melewati pemuda tampan itu


Gabriel diam,sekilas ia melirik Alina yang tampak sangat gugup dan bergetar,Sedangkan yang lain tampak biasa saja tanpa rasa curiga walau sedikitpun,berbeda dengan Gabriel yang tampak gelisah


" Kamu kenapa El?" tanya nyonya Miranda saat melihat Gabriel gelisah


" Ga ada ma,kenapa emang nya?" jawab Gabriel seraya balik bertanya


" Mama perhatikan kamu seperti kurang fokus gitu" jawab nyonya Miranda memastikan,sedangkan Alina terdiam seraya menunduk,ia seakan berada di posisi serba salah


" Mama tu kelelahan makanya salah lihat" jawan Gabriel beralasan


" Em...mungkin juga ya" jawab nyonya Miranda asal,beliau tak ingin berdebat dengan sang putra yang beliau tau sedang menyimpan rahasia yang sangat besar


Makan malam berlangsung hidmat hingga selesai dan dilanjutkan dengan mengobrol sesaat,walau awalnya menolak namun akhirnya Raffa menerima permintaan sang nyonya Miranda agar mereka semua menginap di kediaman beliau


" Ok..semuanya selamat malam,kalian lanjutkan saja ngobrol nya,tante udah ngantuk, Alina...kamar kamu udah di siapkan di lantai dua ya,disebelah kamar Tika dan untuk Raffa dan Naya kalian pilih aja kamar yang mana,semuanya udah di siapkan oleh bibi" ucap nyonya Miranda ramah


" Ia tante.."


" Ia ma..." jawab Alina,Raffa dan kanaya bersamaan


" Tika jangan lupa tunjukkan kamar mereka" perintah nyonya Miranda lagi pada sang ponakan


" Siap aunty" jawab Cantika yakin,sementara Gabriel tampak diam seakan tak peduli,diam-diam Kanaya memperhatikan Gabriel yang sesekali tampak curi pandang pada Alina


"Mbak...boleh Aya istirahat duluan?" tanya Alina pada Cantika


" Biar diantar bibi aja Tik..kamu ajak Alina aja ke kamar nya,dia pasti lelah" jawab Raffa perhatian,membuat Gabriel mengepalkan tangannya dan lagi Kanaya melihat itu tanpa sengaja


" Oh ok..kami duluan ya..dan lo El..jangan begadang,besok hari bersejarah buat lo" ucap Cantika mengingatkan sang sepupu tersayang


" Hem..." jawab Gabriel dingin,tanpa mengucapkan apapun lagi,ia langsung berdiri dan melangkah meninggalkan yang lain di ruang keluarga mansion itu


Sedangkan Alina dan Cantika berjalan dibelakang nya,hingga ketiganya hilang dibalik pintu kamar mereka masing-masing,hal yang sama juga dilakukan Raffa dan Kanaya,keduanya memutuskan untuk istirahat walau terasa canggung sebab ini pertama kalinya mereka tidur dalam satu kamar


" Istirahatlah...Saya akan tidur di sofa" ucap Raffa setelah keduanya berada dalam kamar,Kanaya mengangguk patuh


Di kamar yang berbeda,tepatnya di kamar Alina...ia gelisah tak menentu,matanya seakan tak ingin terpejam,sedangkan waktu sudah lewat tengah malam dan tiba-tiba Alina merasa sangat haus


Alina memutuskan keluar dari kamarnya untuk mengambil air putih,perlahan ia menuruni tangga seraya memperhatikan keadaan sekitar. Yang tampak sepi dengan pencahayaan temaran


Sampai di ruang makan Alina meraih sebuah gelas dan menuang air putih yang terdapat dalam sebuah teko kaca yang terletak di atas meja,Alina duduk dan meminum air nya,merasa cukup ia bangun dan kembali mengisi air lagi ke dalam gelasnya untuk ia bawa ke kamar


Alina membalikkan badannya dan betapa terkejutnya saat ia menabrak dada bidang seseorang hingga air yang berada dalam gelas yang ia pegang tumpah dan membasahi piyamanya juga baju pria itu


Aaaaaammph


Dengan cepat Gabriel membekap mulut Alina yang spontan akan berteriak,sebelah tangan nya merengkuh pinggang ramping Alina,sehingga mengikis jarak antara mereka

__ADS_1


" Hust..kamu bisa membangunkan seisi mansion ini" bisik Gabriel tepat di depan wajah Alina,hindung mancung mereka nyaris bersentuhan


Mata indah Alina mengerjab seakan mengisyaratkan ia paham,dan Gabriel melepas bekapan tangannya di bibir indah sang istri,tatapan keduanya bertemu dan terpaku beberapa saat hingga Alina memutuskan pandangan itu


" Maaf.. saya tidak sengaja menabrak anda tuan..permisi" ucap Alina seraya menunduk,ia sedikit bergeser ke kanan dan ingin segera melanjutkan langkahnya,tapi dengan cepat Gabriel mencegahnya


" Sejak kapan kamu kenal mama?" tanya Gabriel


" Lebih dari satu setengah tahun lalu,tepatnya pagi setelah saya dinodai oleh seseorang" jawab Alina dingin,hatinya masih nyeri saat ingatan itu muncul


" Kita perlu bicara.." pinta Gabriel


" Ga ada lagi yang perlu kita bicarakan tuan...saya mohon...lepaskan saya besok setelah pernikahan anda selesai,atau sebelum pernikahan itu dimulai" jawab Alina pasti


" Mengapa kamu ga bilang ke mama bahwa kita sudah menikah?" tanya Gabriel


" Untuk apa? Untuk merusak hati kedua orang tua anda dan berharap pernikahan anda besok batal? Saya belum lupa dengan posisi saya tuan dan saya sadar siapa diri saya" jawab Alina lemah


" Posisi kamu adalah nona muda di mansion ini dan kamu adalah istri saya,itulah kamu " jawab Gabriel tenang


Alina menggeleng seraya tersenyum perih,air matanya lolos membasahi pipi mulus nya,Alina berbalik menatap wajah tampan Gabriel,ia tersenyum dengan air mata terus mengalir,matanya menatap tepat di bola mata kebiruan milik Gabriel


" Andai saya mengatakan ....saya sangat ingin menikah satu kali seumur hidup saya dan saya tak ingin di madu...apakah anda akan membatalkan pernikahan anda besok tuan Gabriel Alvaro Altop?" tanya Alina dengan suara bergetar


Gabriel tak menjawab,ia menatap lekat wajah cantik Alina yang sembab,membuat Alina tersenyum getir,hatinya memang belum bisa menerima Gabriel...tapi ada sisi hatinya yang juga sakit jika harus di madu


" Anda tak perlu menjawab...karena saya sudah tau jawaban apa yang akan anda berikan" ucap Alina lagi,tapi lagi-lagi Gabriel tak menjawab,matanya juga tak beralih dari wajah cantik sang istri


Cup....


Dengan satu gerakan bi-bir keduanya menyatu sempurna,perlahan Gabriel menahan tengkuk Alina dan sebelah tangannya merengkuh pinggang ramping Alina hingga tubuh keduanya menempel tanpa jarak


Dengan sangat lembut Gabriel me- lu mat bibir merah muda Alina hingga beberapa menit,membuat Alina ngos-ngosan saat tautan keduanya terlepas,Gabriel menyatukan kening mereka,sedangkan Alina masih diam terpaku,kedua tangan nya berada di dada bidang sang suami


" Bibir ini terlalu banyak bicara..." ucap Gabriel seraya mengusap bibir basah Alina dengan ibu jarinya


" Sudah aku katakan tunggu aku datang untuk menjelaskan semuanya,beri aku waktu bocil" tambah Gabriel dingin


Alina tak menjawab,ia sedikit meronta agar Gabriel melepas nya dan itu berhasil,membuat Alina berjalan meninggalkan Gabriel di ruangan itu,tanpa mereka sadari beberapa pasang mata menyaksikan dari arah yang berbeda,ada yang tersenyum simpul dan ada beberapa yang terkejut bahkan tampak shock,seperti salah satu Art yang tak sengaja melihat adegan live itu


" Sepertinya diantara mereka pernah ada hubungan" ucap Kanaya lirih,kebetulan ia haus dan ingin minum,Raffa juga merasakan hal yang sama hingga keduanya memutuskan ke dapur


" Sepertinya lebih dari itu" jawab Raffa ambigu,ia mulai sidikit menemukan jawaban teka-teki tentang siapa pria yang menikahi Alina


Keduanya melanjukan tujuan mereka setelah melihat Gabriel juga sudah meninggalkan ruangan itu,sedang kan dari balik tembok Cantika memegang dadanya seakan tak percaya dengan apa yang baru saja ia lihat


Sidingin Gabriel Alvaro Altop men-cium begitu panas seorang gadis berhijab yang ia tau tak pernah mau didekati laki-laki,apakah segitu parahnya pesona adik sepupunya itu hingga membuat seorang Alina Haya tampak tak bisa berkutik? Tapi itu juga mustahil


Sedangkan di salah satu kamar,pasangan paruh baya tampak sedang duduk dengan wajah yang tampak terkejut" Pa...mama udah yakin kalau diantara mereka sudah mulai saling mencintai,terlebih putra kita itu,dia terkena karmanya telah jatuh cinta pada gadis yang ia sakiti" ucap nyonya Miranda senang


" Papa rasa juga seperti itu ma,Alina pasti bimbang antara cinta dan benci" jawab tuan Alvaro yakin

__ADS_1


" Makannya itu,kalau ga cepat kita satukan mereka,bisa-bisa berujung pisah,karena Alina masih membencinya,terlebih keduanya sama-sama keras kepala" jawab nyonya Miranda


Tuan Alvaro mengangguk setuju,sebab beliau yakin sang putra tidak akan baik-baik saja jika sampai Alina benar-benar meninggalkannya,beliau bisa melihat Gabriel tampak semakin dingin sejak sang mama memaksanya bertunangan dengan putri rekan bisnis mereka yang mereka tau sangat licik dan besok mereka akan mengungkap siapa keluaga dari tunangan Gabriel saat ini,orang yang sudah berani-berani merugikan perusahaan mereka hingga hampir triliunan


__ADS_2