
" Kok lama?" tanya Alessa khawatir,ia menatap curiga wajah sang sahabat yang tampak sembab,ingatannya kembali pada sepuluh menit yang lalu saat ia berjalan menuju toilet berniat menyusul Alina yang menurutnya sudah lumayan lama,nanun ia harus dihentikan oleh Gerald dan melarang nya ke toilet
" Alina baik-baik aja,lo ga perlu susul dia" ucap Gerald dingin,kedua tangannya berada dalam saku celananya
" Ta-tapi Mas..." jawab Alessa gugup,ia sampai memanggil Gerald mas,seperti saat ia berkhayal bersama pria tampan berprofesi dokter itu,sungguh Alessa tak menyangka akan bertemu Gerald di tempat itu dan bicara
" Alina sedang bicara hal sangat pribadi dengan seseorang,sebentar lagi selesai" ucap Gerald lagi
" Tapi..." Alessa masih merasa khawatir dan enggan kembali sebelum melihat dan memastikan bahwa sahabatnya itu baik-baik saja
" Husst" ucap Gerald saat Alessa akan berteriak setelah gerald sedikit menggeser tubuh tegab nya sehingga menampakkan Alina yang sedang berada dalam dekapan seorang pria,sayang sekali ia tak bisa melihat wajah pria itu yang tampak sedang mengecup puncak kepala Alina
" I-itu..?" tunjuk Alessa gugup dan shock
" Mereka sedang menyelesaikan masalah rumah tangga mereka" ucap Gerald tenang dan dengan cepat menarik Alessa di lengan bajunya,membuat Alessa berdecak kesal * dasar tidak romantis,,genggam tangan kek* batin Alessa geram
Alessa dan Gerald meninggalkan koridor toilet dan kembali ke meja mereka masing-masing tanpa mengucapkan satu katapun pada sahabat mereka masing-masing,keduanya terdiam menunggu sang pemeran utama yang berhasil membuat keduanya terkejut
" A-Aya..ta-tadi ketemu dia.." jawab Alina sesenggukan seraya menghambur memeluk Alessa,membuat Mira dan Fiza sangat terkejut dan ikut menenangkan Alina
" Trus...? dia apain kamu hem? Nyakitin kamu?" tanya Mira lembut seraya mengusap-usap punggung Alina yang bergetar,kepala nya menggeleng mendengar pertanyaan Mira
" Aya takut...Aya-Aya takut kalau dia beneran nerima tantangan Aya.." jawab Alina seraya sesenggukan
" Tantangan apa? Coba cerita,kita cari solusi bareng" jawab Fiza menimpali
" Bu-buat ngasih hak dia,Aya takut.." jawab Alina polos membuat ketiga sahabatnya melotot sempurna
" Apa...?" pekik ketiga sahabat Alina
Sedangkan di ruangan sebelah,Gabriel mengusap kasar wajahnya dan meremas kuat rambutnya,kepalanya terasa berdenyut,ia tak menyangka hormon pria nya akan langsung muncul saat bersentuhan dengan gadis itu,membuat ia frustasi,ia juga lucu sekaligus kasihan saat mendengar ucapan Alina pada sahabatnya baru saja,ternyata istrinya itu benar-benar sangat polos
Sedangkan Gerald tampak tersenyum meledek saat mata Gabriel sesaat menatap ke arah nya,dan Gabriel tau pasti sahabatnya itu sedang meledeknya
Gabriel berfikir beruntung kah ia atau malah sebuah ujian yang harus ia hadapi karena ternyata ia menikahi seorang gadis yang bahkan masih sangat polos,Gabriel mengusap bibirnya yang terasa masih sangat manis saat ia merasakan bibir ranum sang istri,ia juga yakin itu cixxxx pertama sang istri
Gabriel meraba dadanya merasakan debaran yang masih sangat terasa,ia mulai bimbang dengan perasaannya pada Alina,keyakinannya untuk melepaskan gadis itu seakan sirna saat tadi telinganya mendengar satu minggu lagi janji yang ia ucapkan harus ia tepati dan satu minggu lagi waktu yang ia punya untuk melihat gadis cantik itu,lalu setelahnya mereka akan benar-benar menjadi orang asing tanpa ikatan apapun atau bahkan mungkin mereka tak akan pernah bertemu lagi sesuai yang Gerald ucapkan tadi
__ADS_1
Acara makan siang yang diharapkan bisa mengurangi penat,malah membuat dua insan merasakan kegelisahan yang luar biasa,Alina gelisah menyesali ucapannya pada Gabriel,sedangkan Gabriel gelisah memikirkan waktu satu minggu lagi yang Alina ucapkan,Gabriel bertekad harus mencari tau dengan siapa Raffa menikah dan ia harus bisa membatalkan pernikahan itu jika Raffa melakukannya hanya demi kebebasan Alina
Dalam kegalauannya yang sudah berjalan lima hari itu,Gabrie dibuat pusing dengan tuntutan sang mama yang tiba-tiba memintanya segera menikah,dan sang mama menyarankan Cika sebagai pilihan,karena Gabriel menolak ajakan sang mama untuk mengenalkannya dengan gadis pilihan sang mama,tapi..bagaimana mungkin ..? Ia bahkan tak pernah merasakan perasaan apapun pada gadis cantik itu
" Mama mau dua bulan lagi kamu menikahi Cika..kalian sudah cukup dekat" ucap sang mama tegas
" Ma...aku ga ada hubungan apapun dengan dia,dari dulu maupun sekarang dan selamanya,aku punya pilihan sendiri,bahkan usia ku belum genap 22 tahun ma.." jawab Gabriel frustasi
" Mana? Mana wanita pilihan kamu?para wanita yang sering kamu pamerkan di setiap menghadiri acara para rekan bisnis mu itu? Para wanita penggila uang itu?mereka yang kamu maksud? Atau ada yang lain? Bawa kehadapan mama baru mama percaya" tantang sang mama,membuat Gabriel frustasi
Gabriel tidak tau jika sang mama sudah mengetahui bahwa ia sudah menikahi Alina secara paksa,wanita paruh baya itu tau karena sang sahabat yang tak lain nyonya Suci,ibu angkat Alina memberitahu nya,beliau sudah tak sanggub lagi merahasiakan hal itu dan berharap nyonya Miranda bisa membantu membebaskan Alina,sebab nyonya Suci sudah tau seperti apa hubungan Alina dan Gabriel dari sahabat Gadis cantik itu
Gabriel mengusap kasar wajah nya, setelah kejadian di resto itu keduanya sangat jarang bertemu karena Alina selalu menghindarinya dan Gabriel tak mau memaksanya,terlebih ia harus menghadapi sang mama yang tiba-tiba bertingkah aneh yaitu memintanya segera menikah
Gabriel berencana akan menemui Alina dan mengajak gadis itu bicara empat mata tentang hubungan pernikahan mereka,mengingat pernikahan Raffa hanya beberapa hari lagi,Gabriel sedang berusaha mencari tau dengan siapa Raffa akan menikah
Di kediaman Alexander
Tampak keluarga itu sedang sibuk membenahi penampilan masing-masing,,kecuali Gerald...putra sulung keluarga Alexander itu bahkan sudah berada di rumah sakit sejak pagi-pagi sekali tadi,ia harus melakukan bedah pada pasien darurat
Dan tenyata Alina memyanggupinnya,ia sangat antusias saat Dave memintanya agar hadir di acara wisudanya dan Alina berjanji akan datang,hal itu membuat hati Dave membuncah bahagia,harapannya meraih hati gadis itu kembali tumbuh
Alina tampil cantik dengan batik berkombinasi kebaya berwarna hitam,tak lupa sebuah tas sandang melengkapi penampilannya,dengan tubuh idealnya ia melangkah anggun menggunakan hills sehingga menambah kesan anggun pada dirinya
Kedatangan Alina sedikit menyedot perhatian,gadis cantik itu terlambat beberapa menit saat acara akan dibuka,ia duduk tepat di samping sang mama,mata lentik indah nya menatap kagum pada sang Abang,Dave yang pertama kali dipanggil karena menjadi lulusan terbaik di fakultasnya,tanpa Alina sadari sepasang mata elang sejak tadi menatapnya penuh dengan kilat amarah
Gabriel melihat kadatangan Alina yang tampil begitu cantik menghadiri wisuda pria yang memgaguminya,tangan Gabriel terkepal kuat dengan rahang mengeras,masalahnya gadis itu pergi tanpa meminta izinnya terlebih dahulu,entah karena ia yang terlalu banyak pikiran hingga ia lupa bahwa bibirnya pernah berkata bahwa Alina ia bebaskan melakukan apapun tanpa membuka status nya
Acara berjalan sangat lancar,para wisudawan dan wisudawati telah terpanggil seluruhnya dan menerima gelar mereka,suasana suka cita tampak jelas saat para keluarga mengucapkan kata selamat atas kelulusan mereka,hal yang sama juga berlaku pada keluarga Alexander,semuanya tampak sangat bahagia dan bangga putra bungsu keluarga itu menorehkan prestasi yang cukup memuaskan
"Selamat ya sayang...kamu terbaik,kalian putra-putra terbaik mama" ucap nyonya Suci haru,beliau memeluk hangat sang putra
" Thank mom" jawab Dave seraya membalas dekapan wanita tersayangnya
" Selamat boy...kamu membanggakan,kalian kebanggaan papa" ucapan selamat khas lelaki tuan Alexander lontarkan untuk sang putra disertai tepukan di pundaknya
" Tetimakasih untuk kerja keras papa demi kami" jawab Dave haru
__ADS_1
" Selamat...lo hebat" ucap Gerald haru,walau ia datang terlambat namun tak terlambat untuk memgucapkan kata selamat untuk sang adik
" Thanks bro...gue memang hebat" jawab Dave sombong,membuat sang abang langsung menghadiahinya bogem mentah di lengannya,keduanya ber tos ria dan berpelukan khas para anak muda
Kini giliran gadis cantik yang sejak tadi mengusik fokus Dave,ia seakan terhipnotis karena kecantikannya" Abang ...selamat ya,sukses selalu,abang hebat" ucap Alina tulus seraya menyerahkan sebuah kotak hadiah yang membuat semuanya penasaran
" Thanks..udah hadir disini,aku bahagia kamu datang...boleh dibuka sekarang?" tanya Dave seraya mengangkat kotak ditangannya setelah mengucapkan terimakasih,suara nya begitu lembut pada sang adik angkat
" Heemm" Alina mengangguk dengan senyuman malu khas dirinya,membuat tangan Dave refleks terangkat dan mengusap kepalanya yang terbungkus hijab
Dave membuka kotak berwarna coklat yang tak terbungkus khusus,hanya terikat sebuah pita berwarna hitam,bibir Dave terangkat saat melihat isinya,sebuah dasi berwarna maroon bermotif garis-garis dan sebuah pulpen berukirkan inisail "A" nama awal Alina juga Dave
" Maaf cuma itu" lirih Alina saat melihat Dave hanya diam memandangi isi hadiah dari nya,pria itu belum mengucapkan satu kata pun
" Ini lebih dari cukup...aku akan menjaganya sebaik yang aku bisa" Dave menjawab seraya menatap mata teduh Alina yang tampak berkaca-kaca
" Boleh aku minta satu hadiah lagi dari kamu?" tanya Dave ragu disertai wajah memohon
" Apa..?" tanya Alina penasaran
" Boleh aku peluk kamu...sebentar saja,please" jawab Dave masih dengan wajah memohon
" Ta-tapi..." ucapan Alina terpotong
" Jangan di paksa jika itu sulit" ucap Dave sendu,sedangkan tuan Alexander,nyonya Suci dan Gerald masih terkejut dengan permintaan Dave pada Alina,berbeda lagi dengan Maya,gadis yang berstatus sahabat Dave itu langsung terdiam kaku saat ia mendengar permintaan Dave pada Alina
Awalnya Maya menghampiri Dave ingin mengucapkan selamat,mereka wisuda secara bersama,sehingga Maya harus bersama keluarganya terlebih dahulu,langkah Maya terhenti,seluruh aliran darahnya seakan terhenti, bahkan jantung nya seakan tak lagi berdetak,sehebat itukah Dave mencintai Alina?
" Abang...." panggil Alina sendu seraya berhambur memeluk tubuh atletis milik Dave,Alina menyusupkan wajahnya di dada bidang Dave,menumpahkan semua tangisnya yang ia tahan selama ini,hingga membuat gadis itu sesenggukan,sejenak ia ingin melupakan bahwa ia dan Dave bukan Muhrim atau Mahram yang halal bersentuhan seintim itu,tapi ia sangat merindukan almarhum abang nya yang seakan ia menemukan nya dalam diri Dave
Semua terkejut termasuk Maya yang juga tau bahwa keduanya bukanlah saudara kandung dan biasanya Alina juga sangat menjaga batasan hubungan antara dirinya dan Dave,ia juga menjelaskan alasannya membatasi yaitu karena mereka bukan saudara kandung dan mereka halal menikah
Sedangkan Gabriel langsung mengepalkan tangannya kuat dengan nafas memburu,,wajah nya semerah tomat" Shiit" maki Gabriel geram,mengalihkah fokus Niko dari macbook ditangan nya
" Sabar tuan..banyak wartawan,selain citra anda buruk mereka juga akan terus mencari tau siapa nona muda dan hubungannya dengan anda,jika anda menghampirri nona ditempat seperti resmi seperti ini"Cegah niko cepat saat melihat Gabriel akan melangkah menuju keluarga Alexander
" Kamu cukup diam" jawab Gabriel dingin seraya melanjutkan langkah nya mendekati keluarga Alexander berkumpul
__ADS_1