Your Angle My Heart

Your Angle My Heart
40


__ADS_3

" Sampai kapan kamu menjadi istri rahasia dia?" tanya Dave singkat,karena yang kedua orang tuanya tau dan katakan bahwa Gabriel menikahi Alina secara siri


" Aya- Aya ga tau bang...kami belum pernah bertemu atau bicara setelah pernikahan malam itu,Aya ga tau dia kemana dan dimana sekarang" jawab Alina jujur dan membuat Dave sedikit merasa lega,,yang artinya gadis kesayangannya belum disentuh oleh teman masa kecilnya dan sahabat baik kaka laki-laki nya


" Dia sedang tak berada di indonesia,dia kembali ke Eropa,karena bisnis milik nya berada di sana,dan katanya dia juga sedang menyelesaikan S2 nya di negara itu,Kamu tinggal dimana? Kata Abang kamu ga tinggal di semua apertemen keluarganya atau pant house hotel milik keluarganya,apa kamu tinggal di mansion kedua orang tuanya?" tanya Dave lagi,ia sangat penasaran karena sudah beberapa kali keluarganya melakukan pelacakan tapi tak bisa mendapatkan alamat tempat tinggal Alina


" Sepertinya di apartemen deh,Aya juga ga tau,karena pagi ini baru pertama kali Aya keluar dari tempat itu,tapi kami menggunakan lift khusus dan langsung ke basement,ga melewati lobby..Abang kenal dia atau keluarganya?" tanya Alina penasaran,bagaimanapun ia ingin tau siapa pria yang telah menikahinya itu


" Sejak kecil kami tumbuh bersama,keluarganya yang paling berjasa menolong papa sama mama,termasuk keluarga besar mama,itu sebabnya mama atau papa ga bisa ngelakuin apapun malam itu untuk mencegah pernikahan itu,yang kami pertanyakan kenapa tiba-tiba dia nikahi kamu,apa ada sesuatu di antara kalian? Karena setau kami antara keluarganya atau dia dan kami belum pernah terjadi perselisihan walau sekecil apapun" ucap Dave sedikit bercerita


Alina tak menjawab,ia hanya terdiam seraya menunduk dalam,lidah nya terasa kelu untuk bercerita apa yang pernah terjadi antara dirinya dengan pria yang sedang mereka bicarakan


Melihat Alina diam,Dave tak lagi menanyakan apapun,ia tau adik angkatnya itu belum siap untuk bercerita" Tapi kamu jangan pernah mencoba mencari tau tentang dia,mereka bukan orang sembarangan,pengaruh mereka sangat besar,cukup jaga diri kamu baik-baik aja dan usahakan jangan pernah jatuh cinta padanya,karena bisa saja kamu bukan wanita impiannya" tambah Dave mengingatkan Alina,ia sangat berharap gadis yang ia cintai itu akan segera lepas dari Gabriel


" Tapi Aya takut sama dia bang...ga bisakah abang bawa Aya pergi jauh sejauh-jauh nya dari dia? Dia sangat egois dan arogan,kata-katanya sangat pedas persis seperti bon cabe" keluh Alina sendu namun juga lucu,membuat Dave menarik sedikit sudut bibirnya


" Kenapa harus takut? Bukannya dia itu sangat tampan?" ledek Dave,ia sadar ....bagaimanapun ia ingin Alina merasa sedikit bahagia saat bersamanya


" Untuk apa tampan kalau egois" jawab Alina ketus


" Aku ga mungkin bawa kamu kabur dari dia,bukan aku ga sayang kamu ...justru aku sangat sayang sama kamu" jawab Dave lirih


" Trus kenapa ?" tanya Alina lugu


" Pertama kamu istri dia..kedua diamemiliki kekuasaan,bukan aku takut dengan kedua hal itu,tapi aku takut aku ga bisa penuhi semua kebutuhan kamu,apalagi untuk membahagiakan kamu,aku belum memiliki penghasilan untuk biaya kita hidup" jawab Dave sendu


" Kenapa abang bilang gitu? Pernikahan kami hanya pernikahan siri,jadi dia ga bisa nuntut abang,dan untuk kebutuhan ....Aya bisa hidup sederhana seperti saat sama Abi dan Umi dulu,abang ga perlu khawartir..Aya bisa bahagia walau tanpa harta berlimpah,yang penting abang sayang sama Aya selamanya,walau suatu saat abang akan menikah dengan seseorang" ucap Alina sendu,ia tak menyadari akhir dari ucapannya membuat semangat Dave serasa down seketika

__ADS_1


Kata-kata terakhir yang Alina ucapkan seakan menegaskan bahwa tak sedikitpun gadis cantik itu memiliki perasaan lebih padanya selain sebagai seorang kaka laki-laki,lalu apakah hal itu juga sama pada Gerald? Karena Dave tau dan yakin kaka laki-laki nya itu juga menyukai gadis yang telah menjadi adik angkat mereka,entah pada siapa hati gadis ini akan berlabuh pada akhirnya nanti


" Terlibat dengan keluarga dia ga akan segampang yang kamu bayangkan Aya..mereka bahkan bisa mem Blacklis semua akses untuk kita,baik itu menyangkut pekerjaan atau yang lainnya,bahkan untuk keluar dari kota ini saja kemungkinan itu akan sulit,mereka bisa saja melakukan pemblokiran di bandara,stasiun atau terminal, bisa kamu bayangkan kan sebesar apa pengaruh keluarga mereka" jawab Dave pasti


" Maaf Aya ga tau,ga sebarusnya Aya maksa abang,karena pada akhirnya pasti akan menyulitkan papa,mama dan bang Gerald,Aya akan coba bertahan sampai dia lepasin Aya" jawab Alina lirih


" Bersabarlah...kasi aku waktu tiga bulan lagi,setelah aku wisuda nanti kita akan pikirkan caranya,kita akan tinggalkan kota ini" jawab Dave pasti


" Tapi Aya juga ga mau ninggalin papa sama mama,mereka pasti akan khawatir dan karir keluarga kita dipastikan akan terancam hancur bang,Aya ga mau itu terjadi" jawab Alina tanpa ragu,kristal bening mengalir dipipi mulus nya,ia tak kuasa membayangkan jika sampai keluarga Alexander hancur hanya karena dirinya,bagaimanapun ia harus tau balas budi kebaikan mereka selama ini,maka inilah saat nya ia membalas kebaikan yang telah mereka berikan


Obrolan mereka terhenti saat handphone Dave berbunyi,sebuah notif pesan masuk disertakan sebuah foto,yang tak lain adalah foto ia bersama Alina saat ini,Dave mengeratkan genggamannya saat ia membaca pesan tepat dibawah foto itu


" Jauhi dia...kalau lo mau dai kembali tanpa gue sentuh...ingat saat ini gue punya hak sepenuhnya atas diri dia, gue bebas mau sentuh dia kapan pun"


Rahang Dave mmengeras membayangkan gadis yang ia cintai dijamah pria lain,walau pada kenyataannya pria itu adalah suami gadis nya,sungguh hati Dave terasa sesak hanya dengan membayangkan itu semua,andai ia tau itu semua akan terjadi ...sungguh ia tak akan mengizinkan gadis cantik itu datang kekampus hari itu


" Aya balik ke kelas ya bang...lima menit lagi jam istirahatnya selesai" ucap Alina meminta izin dan menyadarkan Dave dari lamunannya


Alina menjawab dengan anggukan kecil disertai senyuman tipis,ia melangkah meninggalkan Dave yang mengatakan masih ingin ditaman itu,walau dengan hati terpaksa Alina menyusuri koridor kampus,dengan langkah beratnya ia menuju kelas tempat ia menimba ilmu selama satu tahun ini,Alina tetap berusaha membalas senyuman dan sapaan dari teman-teman kampusnya yang kebetulan berpapasan dengannya,andai saja ia tak mengingat ujian semester didepan mata,maka ia akan mengajukan izin untuk beberapa minggu agar ia merasa lebih tenang


" Udah kangen-kangenan nya ?" tanya Alessa sedikit meledek sahabat cantiknya


Alina tak menjawab,ia hanya mengangguk disertai sebuah senyuman tipis,membuat Alessa menggeleng


" Heran deh ..tinggal serumah kok masih bisanya susah ketemu trus berakhir kangen,kayak pasangan LDR aja" ledek Alessa lagi


" Rindu itu berat Sa kalau kata Dilan" jawab Alina singkat dengan sebuah candaan konyol membuat Alessa gemas

__ADS_1


" Up 2 U " jawab Alessa no koment,ia ga tau harus komen apa tentang sahabatnya itu yang menurutnya konyol tapi juga lucu karena terlalu polos


Untuk Alessa ...Alina tak cuma sekedar sahabat, tapi juga bagaikan seorang adik,terlebih ia tak memiliki saudara perempuan dan usia Alina satu tahun dibawah nya,tapi bagi Mira dan Fiza melihat sifat manja dan polos Alina adalah suatu hal yang biasa,karena mereka sudah saling berteman bahkan menjadi sahabat sejak sekolah Dasar dan mereka selalu menyebut Alina bayi atau gadis kecil


Ditaman Dave masih memikirkan apa yang harus ia lakukan, bahkan kini ia dan Alina berada dalam pengawasan Gabriel,haruskah ia mengatakan semuanya pada kedua orang tua Gabriel,tapi karir keluarganya menjadi taruhannya dan ia tau pria muda itu tak pernah main-main dengan ucapannya,terlebih Gabriel sudah mengingatkan pada tuan Alexander dan sang istri untuk merahasiakan pernikahannya dari siapapun kecuali Dave dan Gerald,lalu apa yang bisa Dave lakukan ? Sungguh Dave dalam dilema


Dilain tempat lagi,tepatnya di salah satu ruangan dosen di kampus itu,Raffa ..juga sedang memandangi sebuah foto yang masuk di pesan chat nya beberapa hari lalu membuat ia resah dan sakit bersamaan,sebuah foto yang menampakkan Alina memakai dress muslimah berwarna putih dipadukan dengan hijab yang senada


Tampak jelas saat itu Alina sedang berada di sebuah Masjid sedang mencium punggung tangan seorang pria yang artinya gadis cantik itu baru saja dinikahi oleh seseorang,diperjelas dengan sebuah vidio saat dengan lantang pria itu menguccapkan kata-kata ijab atas nama Alina di depan penghulu,,sungguh hati Raffa serasa hancur,harapannya seakan sirna


" Lupakan dia...wanita yang sudah bersuami"


itulah kata-kata singkat yang muncul setelah dua pesan itu dan berhasil meruntuhkan harapan Raffa untuk mengejar gadis impiannya,tapi hati kecilnya mengatakan bahwa pernikahan itu bukanlah keinginan Alina dan Raffa bertekad ia akan bertanya langsung pada Alina bagaimanapun caranya


Waktu berputar begitu cepat,hingga siang terlewati dan sore menjelang,Alina dan Alessa serta teman yang lainnya baru mrnyelesaikan mata kuliah terakhir mereka,hal yang sama juga berlaku pada Mira dan Fiza,membuat keempat gadis cantik kembali dipertemukan di parkiran dan mereka terlibat obrolan sesaat


" Bay..sayang...gue duluan ya" ucap Alessa dari dalam mobilnya seraya melaju meninggalkan parkiran,awalnya ia menawarkan mengantarkan Alina ke kediaman Alexander,tapi dengan cepat Alina menolak dengan cara sehalus mungkin,bagaimana mungkin Alina menerima tawaran Alessa jika ia sudah tak lagi pulang ke kediaman Alexander seperti yang mereka tau


" Bay...hati-hati cinta" balas Mira centil,sedangkan Alina dan Fiza hanya tersenyum seraya melambaikan tangan mereka,Alina memutuskan menemani Mira dan Fiza menunggu taksi pesanan mereka datang,ia beralasan bahwa dirinya pulang bersama Dave


" Kamu yakin kamu ga sedang ada masalah Al?" tanya Mira menyelidik


" Yakin" Jawab Alina sedikit kaku,masalahnya kedua sahabatnya itu termasuk sulit untuk di bohongi


" Tapi wajah kamu bilang beda...kami tunggu kapanpun kamu mau cerita" tambah Mira lagi


"Thanks" jawab Alina singkat,bagaimanapun kerasnya ia berusaha terlihat baik-baik saja tetap akan sangat sulit bila pada Mira dan Fiza,mereka sudah bersama sejak usia anak-anak,begitupun dengan Alina yang akan tau saat kedua sahabat nya itu sedang dalam masalah

__ADS_1


Mira dan Fiza sudah meninggalkan parkiran kampus dengan taksi pesanan mereka,baru setelahnya Dinda mendekat dan mengajak Alina unruk segera memasuki mobil nya dan mobil itu bergerak meninggalkan parkiran kampus menuju apartemen


" Tuan muda berpesan bahwa nona tak di izinkan lagi bekerja atau keluar dari apartenen selain ke kampus,apapun yang nona butuhkan katakan saja langsung pada saya" ucap Dinda pada Alina


__ADS_2