
Di Rumah Sakit
" Kamu sudah sadar sayang..?" tanya nyonya Suci pada gadis cantik yang telah ia anggab sebagai putri kandungnya sejak setahun lalu,wajah khawatir wanita paruh baya itu begitu kentara, bagaimana beliau tidak khawatir..beliau memdapatkan kabar dari salah satu putranya bahwa gadis yang telah keluarga beliau ikrarkan sebagai putri bungsu di
rumah mereka sedang berada di ruang Unit gawat darurat karena pingsan,beliau yang kebetulan sedang mengajar disalah satu kampus langsung meminta izin pada para mahasiswa untuk meninggalkan mereka
" Mama...ma...Aya takut ma..tolong Aya..tolong bawa Aya sejauh mungkin ma..pleasee" pinta Alina pada sang mama dengan wajah memohonnya,rasanya ia tak sanggup untuk sekedar bersuara,tubuhnya tampak bergetar,wajah dan bibirnya juga sangat pucat,sungguh terlihat jelas ketakutan yang sedang ia rasakan,membuat sang mama merasa sangat sedih dan terpukul
" Sayang...tenang ...ada mama,ada papa dan ada abang-abang kamu nak,kamu ga sendiri sayang dan kamu ga perlu takut,ceritakan sama mama apa yang terjadi nak? " bujuk nyonya Suci lembut seraya memeluk erat tubuh sang putri,tangan halus beliau tetus mengusap lembut punggung gadis cantik itu
" Aya takut ma...Aya ga mau ketemu orang itu lagi,pleasee tolongin Aya ma.." pinta Alina masih dengan wajah pucat nya,pipi putih mulusnya dipenuhi oleh air mata yang terus berdesakan Keluar tanpa bisa ia cegah,sungguh itu pemandangan yang sangat menyakitkan bagi nyonya Suci,hal yang sama juga di rasakan oleh Gerald dan Dave,kedua abang beradik itu hanya memperhatikan dari sofa ruangan VVIP itu
Dave lah orang yang paling merasa sakit saat melihat gadis yang ia cintai itu terlihat sangat menyedihkan,andai ia tau siapa pria yang yang dulu telah menyakiti Alina,akan ia beri pelajaran yang setimpal,tapi sayang gadis itu bahkan tidak tau apapun tentang orang itu
" Kamu akan baik- baik saja ...aku janji" ucap Dave lembut seraya melangkah mendekati bankar Alina,ia mengusap lembut puncak kepala Alina yang tertutup hijab,tatapannya begitu teduh menatap gadis pujaannya,hal itu tak luput dari perhatian Gerald,ada rasa yang seperti tercubit di sudut hatinya,tapi ia tahan dan coba hilangkan,ia sangat menyayangi Dave dan juga Alina,ia ingin melihat keduanya bahagia,harapannya adik dan adik angkatnya itu akan berjodoh dan ia rela mengalah,terlebib Alina tampak sangat akrab dan nyaman bersama Dave,sedangkan dengan dirinya sangat tampak bahwa gadis itu seperti canggung
Tanpa mereka semua sadari sepasang mata indah nan teduh sedang menyaksikan dan mendengarkan semua interaksi di ruangan itu dari pintu yang kebetulan tidak tertutup rapat,mungkin para sahabat Alina dan Maya kurang rapat menutup pintu saat tadi mereka memutuskan untuk pulang karena memang sudah hampir sore
" Sayang....ya ampun kamu ga pa pa kan sayang...? " tanya nyonya Miranda saat memasuki ruangan rawat Alina,beliau sudah beberapa menit berdiri didepan pintu,ya wanita yang melihat dan mendengar semuanya adalah nyonya Miranda,sejujurnya beliau sangat terluka melihat gadis tak bersalah itu harus mengalami kejadian menyakitkan seperti itu
" Tante..Aya-Aya takut tan.." jawab Alina yang langsung membalas pelukan super hangat wanita lemah lembut nan cantik itu,entah mengapa Alina merasa sangat nyaman bersama wanita paruh baya itu,persis seperti saat ai bersama nyonya Suci sang ibu angkatnya,kedau wanita paruh baya itu memberikannya kenyamanan yang sama seperti Almarhumah sang Umi
" Ga ada yang perlu kamu takutkan nak..ada mama,papa,,mama Suci, papa Alexander dan saudara kamu yang lain sayang..kami akan jaga kamu..ok" bujuk nyonya Miranda lembut yang dijawab anggukan pelan Alina,beliau selalu meminta agar Alina memanggilnya mama
" Sekarang kamu istirahat ya,tenangkan dirimu,lupakan kejadian itu,kamu berhak bahagia sayang...atau kamu mau kita konsultasi ke dokter LN?" tanya nyonya Miranda,beliau sangat berharab Alina menerima tawaran beliau untuk berobat ke luar negeri
" Ngak tante...disini saja Al sudah merasa lebih baik ko,mungkin tadi Al kecapean gara-gara kelamaan di toko buku,jadinya gini deh" jawab Alina berusaha untuk tampak tenang,ia ga mau membuat orang-orang baik itu khawatir dan ia juga ga mau memberitahukan bahwa ia bertemu dengan orang yang telah menyakitinya itu
" Senyamannya kamu aja sayang,yang terpenting sekarang kamu istirahat aja dulu ya" jawab nyonya Miranda lembut,berusaha membujuk gadis yang beliau idam-idamkan menjadi menantu di keluarga beliau,sesungguhnya nyonya Miranda sangat tak tega melihat keadaan Alina seperti itu,tapi apa daya sang suami bersikeras mempertemukan keduanya
" Iya tan ...terimakasih dan maaf merepotkan" jawab Alina sungkan,ia merasa sangat merepotkan orang-orang disekitarnya
" Bisakah kamu panggil wanita tua ini mama sayang...jangan tante..? Kamu putri mama jadi jangan pernah merasa merepotkan,mama tidak memintamu untuk tinggal berama mama karena mama takut kamu tidak bisa berhubungan baik dengan putra mama,selain dingin dia juga sedikit Arogan dan kamu pasti akan sangat kesepian di mansion" ucap nyonya Miranda menjelaskan
" Akan saya coba tan eh m- ma.." jawab kikuk Alina dengan wajah tak enak karena permohonan dari nyonya Miranda
__ADS_1
" Mama tunggu ya..udah sini bobok biar mama temanin ya" ajak nyonya Miranda lembut dan diangguki oleh Alina
Nyonya Miranda mengusap lembut punggung dan kepala Alina yang tertutup hijab instan yang nyonya Suci pakaikan,menggantikan hijab fasmina yang tadi Alina pakai saat kekampus,berlahan tampak mata Alina mulai terpejam dan tak lama terdengar suara dengkuran halus dari bibir indah nan seksinya
Nyonya Miranda menghentikan usapannya di punggung dan kepala Alina,sesaat ia menatap lekat wajah cantik namun sendu milik gadis cantik tanpa polesan itu,beliau sangat menyesali apa yang terjadi antara sang putra dengan gadis polos itu,tapi di satu sisi beliau juga berfikir mungkinkah ini jalan takdir untuk mempertemukan beliau serta yang lainnya dengan gadis itu,bahkan beliau juga berharap bahwa ini juga jalan takdir sang putra berjodoh dengan gadis impian beliau sejak pertama bertemu beberapa tahun lalu
Entah karena terlalu lelah dengan rasa takutnya atau mungkin pengaruh dari suntikan obat penenang dari sang dokter sehingga membuat gadis cantik itu begitu mudah terlelap dan tampak sangat pulas seakan ia tidak sedang memikirkan dan mengalami apapun
Nyonya Miranda melanjutkan mengobrol dengan sang sahabat,Gerald sudah meninggalkan ruangan itu karena ia harus kekampus,ia sedang melanjutkan studynya yang mengambil gelar specialis,sedangkan Dave memutuskan pulang kerumah untuk membersihkan badannya dan mengambil perlengkapan yang ia butuhkan untuk menemani sang mama menjaga Alina di rumah sakit
******
Di sebuah salon mewah
" Cik....pangeran idaman lo di indo ya?" tanya sahabatnya yang tak lain Feli
" Hem" jawab singkat Cika dengan mata terpejam,ia sedang menikmati pijatan lembut para ahli salon itu,ketiga gadis cantik nan molek itu sedang melakukan perawatan dan spa di salah satu salon terbaik di ibu kota,salon yang sekelas dengan salon langganan para Artis papan atas
" Tumben lo ga sibuk nyamperi si tuan muda tamvan..?" tanya Sasa sedikit penasaran,karena biasanya sahabat cantiknya itu selalu sangat sangat antusias setiap kali kabar tentang keberadaan sang pujaan hati
" Memang ya kalau calon nyonya seorang sultan itu harus selalu perfect" jawab sasa dan langsung di angguki setuju oleh Feli
" Lo bener banget sa dan gue setuju,kalau Cika jadi nyonya Gabriel...pasti kita bisa shopping fashion brandid pake kartu ajaib nya" komentar Feli cepat dan diacungi jempol oleh Sasa
" Lo berdua tenang aja,jangankan shopping..keliling Eropa juga gue bolehin tau kalau untuk sahabat terbaik gue" jawab Cika pasti,gadis cantik itu memang sejak pertama mereka bersahabat selalu royal untuk kedua sahabatnya dan memang keluarganya lebih terpandang dari kedua sahabatnya
Cika adalah putri semata mayang seorang pengusaha dealer berbagai merk mobil mewah,sang mami adalah seorang desainer ternama yang juga bekerjasama dengan perusahaan Altop yang bergerak dibidang fashion,sedangkan Sasa adalah putri dari seorang pejabat pemerintahan dan sang ibu memiliki beberapa toko bunga dan Feli adalah putri dari seorang perwira polri dan ibunya memiliki usaha gerabah dan beberapa kerajinan lainnya
******
Di gedung ALT group
" Shiiit.." umpat El seraya memukul meja kerjanya dan menyandarkan punggung nya di sandaran kursi kebesarannya,pikirannya kacau sehingga ia tidak bisa fokus pada pekerjaan nya,Gabriel sedang melihat beberapa rancangan untuk pembangunan kampus milik yayasan keluarga nya
" Apa kira-kira tu bocil udah sadar ya? ..nga mungkin banget kalau tiba-tiba gue nelfon mereka nanya perkemmbangannya....duh ngapain juga mikirin hal ga penting sih,pengganggu"monolog Gabriel dalam hatinya,ia seakan larut dengan lamunanya sampai-sampai ia tidak menyadari seseorang telah memasuki ruangan kerja milik nya
__ADS_1
" Apa yang sedang kamu pikirkan boy?" tanya tuan Alvaro yang sudah berada di depan meja Gabriel,suara bariton sang papa mengejutkan Gabriel
" Papa...bikin kaget aja deh,tiba-tiba masuk" ucap Gabriel bernada protes
" Kamu itu kebanyakan melamun makanya ga nyadar papa masuk dan udah disini dari tadi" jawab iseng tuan Altop,walau apda kenyataannya sang putra memang tak menyadari kedatangan beliau,dan beliau yakin ada sesuatu yang sangat mengganggu pikirannya
" Mana ada El ngelamun,tadi itu cuma lagi fokus sama rencana kita aja" jawab Gabriel meyakinkan
" Yakin kamu ga sedang mikirin yang lain..? Salah satu wanita koleksimu mungkin" ledek tuan Alvaro pada sang putra,beliau yakin bahwa sang putra sudah bertemu dengan gadis yang ia cari selama hampir satu tahun ini,hadis yang telah ia sakiti secara sadar atau tidak
"Wanita Koleksi apaan sih pa,ga ada yang kayak gitu dan mereka itu bukan siapa-siapa,mereka hanya fatner doang ga lebih" jawab Gabriel menolak tuduhan sang papa
" Fatner kerja atau fatner penghangat ranjang kamu?" tanya tuan Alvaro terdengar sedikit serius
" Fatner kerja pa,kan orang tua mereka semua itu rekan bisnis papa dan aku,papa ga usah aneh-aneh deh nuduh aku bawa mereka ke ranjang aku,emangnya ranjang hotel apa bisa ditiduri banyak orang" protes Gabriel
" Papa ga nuduh..curiga boleh dong,berarti kalau diranjang hotel boleh gonta ganti wanita? Ranjang Hotel mana aja yang sudah pernah kamu bawa wanita ?.. Batam? Bali?jakarta? Singapore? Inggris atau yang di Dubay dan Italia?" jawab tuan Alvaro santai
" Pa...gapernah El bawa mereka semua ke situ"' kecuali dia pa...bocil itu...cuma dia wanita satu-satu nya yang sudah pernah tidur di ranjang El..' batin Gabriel,ia menjawab geram tuduhan sang papa,0 karena yang ia katakan benar,belum pernah satu wanita pun yang ia izinkan mendatangi area pribadinya,ia paling menjaga privasinya,hanya si gadis malang itu yang pernah tidur diatas salah satu ranjang pribadi nya
"Ok..papa coba percaya,tapi kalau suatu saat tau kamu pernah bawa wanita ke salah satu tempat itu...papa akan buat perhitungan sama kamu dan kamu harus bertanggung jawab" jawab tegas sang papa,membuat Gabriel sedikit gelisah,ia mengusap kasar wajahnya
" Ok...aku akan langsung nikahi tu cewek,itu pertanggungjawaban yang papa maksud?" jawab Gabriel berusaha menutupi kegugupannya
" Kamu yakin wanita itu akan bersedia kamu nikahi..? Siapa tau dia akan anggab kamu hanya masa lalu atau hanya teman sesaat" ledek tuan Alvaro
DEG...
Entah mengapa ada seperti rasa tak nyaman saat sang papa mengatakan bahwa wanita yang pernah ia bawa ke salah satu hotel mereka hanya akan menganggab nya masa lalu atau teman sesaat,walau pada kenyataannya ialah yang membawa paksa wanita itu,bukan atas keinginan bersama
" Emang ada wanita yang sanggub menolak pesona putra tuan Alvaro Altop? Aku rasa ga akan ada deh pa" jawabnya sombong
" Papa ga yakin ada...tapi saat wanita itu ada kamu ga akan frustasi,putus asa atau bahkan patah hati dan gagal mov on sehingga berujung ga bisa nerima wanita lain" sindir tuan Alvaro,pasalnya beliau dan sang istri sudah tau dari cerita Niko yang beliau ancam untuk menceritakan yang sebenarnya cerita tentang Gabriel dan gadis yang benama Alina di batam,dan dengan sangat terpaksa Niko menceritakan semuanya
Tuan Alvaro langsung berbalik keluar dari ruangan sang putra sebelum Gabriel menjawab ucapan beliau,membuat Gabriel menarik dalam nafas nya,ia sedikit tercubit dengan ucapan sang papa,'apakah papa tau sesuatu dan sedang menyumpahi ku?..." tanya Gabriel dalam hati
__ADS_1