Your Angle My Heart

Your Angle My Heart
49


__ADS_3

Di lain tempat..ketiga sahabat Alina sedang mati-matian membujuk gadis cantik itu agar mau ikut bersama mereka mencicipi resto baru yang katanya sedang sangat Viral,satu bulan terakhir dan saat pertemuan terakhir mereka bulan lalu Gabriel mengatakan membebaskan Alina melakukan kegiatan apapun,ia ga akan ikut campur,hanya sana Gabriel belum melepaskan ikatan antara mereka


" Ayok dong by...tempatnya ibdah banget,mau ya" bujuk Mira lembut


" Katanya disana juga sering dijadikan tempat berkumpul para pria tampan dan mapan lho,siapa tau ntar kamu dapet cadangan buat calon pengganti suami kulkas kamu itu,trus kami juga ketemu calon imam disana" ucap Alessa genit


" Aya capek loh" jawab Alina malas


" Kamu ga perlu ngapa-ngapain baby..cukup duduk manis di mobil trus nyampe deh" jawab Fiza geram


" Ya udah deh" pasrah Alina akhirnya,ia sudah sangat bosan mendengar ocehan ketiga sahabatnya sejak seminggu terakhir ini


" Yeee...gitu dong,ok mari kita lets go girl" sorak Alessa girang


Keempat gadis cantik itu berjalan menuju mobil Alessa dan masuk bersama,mobil yang dikendarai oleh Mira itu melaju membelah jalanan irbu kota,diikuti mobil Dinda asisten sekaligus pengawal Alina


Akhirnya setelah dua puluh menit berada di jalan menghadapi kemacetan,mobil yang dikemudikan oleh Mira itu memasuki lokasi parkiran yang tampak dipenuhi oleh berbagai merk mobil mewah,mereka tiba resto yang ternyata benar terlihat sangat mewah dan indah


Alina tersenyum bahagia saat matanya menangkap pemandangan yang menurutnya sangat indah,sebuah taman yang disiram oleh huhan buatan,sungguh membuat Alina berdecak kagum,taman itu bagai taman impiannya jika suatu saat ia memiliki rumah


" Subhanallah...ucap Alina lirih,tangan indah terulur menadah air yang tampak jatuh membasahi taman kecil itu,jari lentik Alina menyentuh lembut beberaoa jenis bunga ditaman itu,tanpa ada yang menyadari dibalik dinding kaca yang menyemprotkan air itu adalah salah satu ruang vvip yang sedikit privat,ruagan yang dibatasi dendan sedikit dinding skat dengan anyaman bambu,membuat para pengunjung merasakan seakan sedang berada di pegunungan


Dan tanpa disadari,setiap tingkah lucu Alina tak lepas dari pandangan empat pasang mata pria tampan yang sedang menunggu menu pesanan mereka,keempatnya seakan terhipnotis dengan senyuman super manis nan cantik nya Alina



Tak dipungkiri kehadiran keempat gadis cantik itu cujup menyita perhatian,terlebih Alina yang hanya menggunakan dress polos sederhana dan hijab instan,hal itu justru membuat wajahnya tampak sangat chubby bak anak kecil dan entah mengapa Gabriel tak menyukai pemandangan itu


" Bukannya barusan itu adik lo ya Rald? gila ya cantik nya alami banget" ucap Ethan heboh


" Ya...Alina bareng sahabat-sahabatnya" jawab Gerald santai,biar bagaimanapun ia bahagia bisa melihat Alina tersenyum seperti tadi,sebuah senyuman indah yang bahkan mungkin belum pernah ia lihat dari sejak pertama ia mengenal gadis cantik itu


" Kalo dapetin dia udah pasti susah,gue salah satu sahabatnya aja,belum punya nyali gede gue buat deketin cewek berhijab kayak doi,gue masih brengsek" ucap Rayhan dramatis


" Nyadar juga lo kalau lo itu brengsek" ledek Ethan


" Tapi ga lebih brengsek dari lo" ledek Rayhan membalas,membuat Ethan memberenggut kesal,sahabatnya itu terlalu jujur


Obrolan unfaedah mereka terhenti saat seorang pramusaji datang seraya mendorong troli yang berisikan beberapa jenis menu pesanan para pria tampan tersebut


" Silahkan tuan-tuan" ucap seorang pramusaji wanita seraya menunduk hormat

__ADS_1


Keempat pria tampan itu mulai mencicipi pesanan mereka yang tampak menggugah selera,keempatnya kembali mengobrol membahas rencana kerja sama mereka yang selanjutnya,obrolan yang tadi sempat terhenti akibat kehadiran sosok gadis cantik di luar ruangan mereka


Sedangkan di balik dinding ruangan mereka keempat cewek cantik sedang asyik mengobrol seraya menunggu pesanan mereka,dinding yang hanya di beri pembatas sebatas leher orang dewasa itu bisa mendengar obrolan dari meja disebelahnya


" By...gimana kabar paksu kamu? Masih jarang ketemu?" tanya Mira pada Alina


" Ga tau..dia kan ga pernah nelfon Aya,bahkan kami ga pernah saling tukar no ponsel,lagian juga kan kami udah satu bulan ga ketemu" jawab Alina jujur,ia memang tak menutupi lagi dari sahabatnya cerita tentang hubungannya dengan Gabriel


" Kamu udah nanya kapan dia bakal talak kamu? Ini udah 6 bulan loh By..?" tanya Fiza lagi


" Aya ga berani lagi nanya,takut dia marah kayak beberapa bulan lalu,katanya dia minta hak nya kalau Aya terus menerus minta cerai" jawab Alina polos


" Ya kasi aja,gampang kan..lagian ga rugi juga kali bobo bareng pangeran tamvan" ledek Alessa genit


" Tampan apaan..? Kayak pohon pisang ia" jawab Alina santai


" Maksudnya?" tanya ketiga sahabatnya penasaran


" Pohon pisang...punya jantung ga punya hati,trus dingin banget lagi" jawab lagi Alina membuat ketiga sahabatnya tertawa terbahak-bahak


Tanpa mereka sadari orang yang menjadi topik mereka berada tepat di meja sebelah yang berbatas dinding pembatas dan mendengarkan semua obrolan mereka


Gabriel mendengus geram mendengar julukan batang pisang dari Alina,sedangkan Gerald ingin tertawa sekencang-kencang nya,ethan dan Rayhan tak kalah geli saat mendengar obrolan fulgar keempat wanita yang berada di ruangan sebelah mereka


" Belum ada arenanya,lagian siapa juga coba yang mau bobo sama cowok dingin trus arogan gitu,udah itu otoriter banget lagi" jawab Alina santai,ia jelas menggunjing sang suami


"Tapi kan TAJIR by...kamu aja di kasi kartu ajaib" jawab Fiza lagi


" Emang setiap orang udah pasti bahagia cuma dengan kartu ajaib gitu ? Aya malah belum pernah pakai kartu itu,Aya itu pengen nya Nikah satu kali seumur hidup,sama cowok yang tulus bisa nerima Aya dan sayang Aya,sikap nya hangat dan lembut,bukan dengan pria kaya raya yang ga ada waktu untuk istri,banyak selingkuhan,trus kita cuma di jadiin istri pajangan atau istri di atas kertas doang" jelas Alina lembut


Ucapan Alina yang seakan sedang curhat itu terdengar jelas oleh Gabriel dan ke tiga sahabatnya,Rayhan dan Ethan sampai terdiam menganga mendengar sebuah harapan indah dari seorang wanita,sebuah harapan sederhana namun cukup bermakna,dan mereka juga merasa iba pada wanita itu karena sudah menikah namun tak bahagia


Sedangkan Gerald memejamkan matanya membayangkan wajah sendu Alina saat mengucapkan semua itu, ternyata hal yang sama juga Gabriel lakukan,ia seakan merasakan sakit pada ulu hatinya saat mendengar harapan sederhana Alina,tanpa sadar Gabriel meremas kuat dadanya yang terasa sesak


" Keren ya tu cewek,dari suaranya pasti orang nya cantik" ucap Ethan pelan,ia dan Rayhan belum tau yang duduk di ruangan sebelah mereka adalah gadis yang tadi ia lihat


" Bukan cuma cantik..dia baik,lemah lembut,pintar,tubuhnya terjaga dari pendangan lapar para pria,dia wanita yang nnyaris sempurna" jawab Gerald tanpa memerdulikan tatapan marah dari Gabriel


" Sok tau lo" bantah Ethan,sedangkan Rayhan menatap curiga Gerald


" Gue tau hampir semua tentang dia,dia gadis polos yang dipaksa menikah sementara dengan seseorang,dia...dia Alina adik angkat gue" Jawab Gerald tanpa ragu,membuat kedua bola mata Ethan dan Rayhan melotot sempurna

__ADS_1


" Ma-maksud lo?" tanya Ethan seraya menunjuk ke arah samping


" Ya.. Alina bareng ketiga sahabatnya yang duduk di sebelah" jawab Gerald lagi tanpa ragu


" Huuffft....terdengar helaan nafas begitu berat dari bibir tipis Ethan dan bibir seksi Rayhan,keduanya tak menyangka akan mendengar kabar mengejutkan tentang Alina dari Gerald


" Trus...??" tanya Rayhan semakin penasaran


" Akan segera bercerai dan adik gue janda,tapi lo berdua jangan pada seneng dulu,karena Dave udah selangkah lebih maju" jawab Gerald pasti dan lagi-lagi membangunkan emosi Gabriel


" Gue toilet bentar" ucap Gabriel langsung bangun dan melangkah meninggalkan meja dan ruangan itu,langkah nya menuju toilet


Sekilas Gabriel melirik ruangan Alina dan ketiga sahabatnya,tanpa Gabriel tau ternyata Alina juga ke toilet tepat setelah pria tampan itu melewati ruangannya dan Alina juga tak mengetahui bahwa Gabriel juga berada di resto tersebut


Alina tersentak kaget... nyaris berteriak saat sebuah tangan kekar menariknya kebalik tembok dekat toilet saat Alina baru keluar dari toilet,kencangnya tarikan itu membuat tubuh ramping Alina menabrak dada bidang seseorang dan berada dalam dekapan orang tersebut


" Astaghfirullah...ya. Allah" lirih Alina,ingatannya kembali pada kejadian beberapa tahun lalu saat ia menabrak seseorang dan juga berada dalam dekapan orang itu,terlebih Aroma tubuh itu sama membuat Alina cepat membuka matanya dan mendongak


Mata bulat indah Alina terbeliak dengan mulut menganga,bibir indah nya bergetar saat melihat sosok yang kini tengah mendekapnya,wajah mereka nyaris tak berjarak,Gabriel menunduk menatap intens pahatan indah di wajah sang istri


" Tu-tu...." Ucapan Alina terpotong oleh tindakan tiba-tiba Gabriel


" Mppphhh" Alina memberontak seraya mendorong kuat dada bidang Gabriel saat tiba-tiba pria tampan itu menempelkan bibirnya tepat di atas bibir indah nya, jantung Alina seakan berhenti berdetak,tubuhnya seakan lemah bak jelly,ia bahkan nyaris tak sanggub lagi menopang berat tubuh nya


Gabriel melxxx lembut bibir Alina,sebelah tangannya merengkuh pinggang ramping sang istri,tangan satunya menekan kuat leher belakang Alina,membuat gadis cantik itu tak mampu melepaskan dirinya dari pria yang berstatus suami sementaranya itu


Gabriel melepaskan tautan bibir nya saat merasakan pipinya basah dan merasakan Alina kesulitan,ia menatap intens wajah cantik Alina yang dipenuhi air mata,tubuh gadis itu bergetar hebat


Plakkk.....


Satu tamparan kuat mendarat tepat di wajah tampan Gabriel saat pria itu ingin kembali meraih Alina dalam dekapannya,ia terdiam saat mata keduanya masih saling tatap,tatapan yang sulit di artikan,hanya mereka yang tau apa yang ada dalam hati dan pikiran keduanya


" Satu minggu lagi...tepati janji anda" ucap Alina singkat seraya berbalik akan meninggalkan Gabriel yang masih diam terpaku,otak cerdasnya mencerna ucspan sang istri, namun langkah Alina terhenti saat pergelangan tangannya kembali di cekal oleh Gabriel


" Tidak akan sebelum-.." ucapan Gabriel terpotong


" Sebelum apa? Sebelum dokter Raffa menikah...? minggu depan hari jum' at tapat pukul 9 pagi..di masjid yang sama..saya menunggu anda mengucapkan talak untuk saya,dan hari itu adalah hari pernikahan dokter Raffa" ucap Alina dingin


" Tapi-" lagi-lagi ucapan Gabriel terpotong


" Tapi apa? Atau ada lagi yang anda inginkan dari saya? Oh. ..hak anda sebagai suami...ia? Jika itu,maka lakukan secepatnya,tentukan kapan dan dimana,saya akan datang..lebih cepat lebih baik,agar diantara kita tak lagi memiliki urusan " ucap Alina semakin dingin,membuat Gabriel menggenggam kuat tangannya dan tanpa sengaja ia juga memperkuat cengkraman tangannya di pergelangan Alina,membuat gadis cantik itu meringis kesakitan

__ADS_1


Tanpa berkata lagi,Gabriel menyentak kuat cengkraman nya di tangan Alina dan menarik gadis itu dalam dekapan hangat nya,tanpa ia sadari ia mengecup begitu dalam puncak kepala Alina yang tertutup hijab,ia membenamkan wajah Alina di dada bidang nya,tanpa terasa air matanya keluar


Alina tak lagi memberontak,entah mengapa ia merasa sangat nyaman saat berada dalam dekapan pria itu,rasa takutnya sedikit berkurang,entah karena pengaruh obatnya atau dirinya yang yang mulai bisa mengiklaskan kejadian antara mereka,Alina dan Gabriel tak menyadari jika Gerald melihat dan mendengar semuanya dan Gerald dapat menebak apa yang keduanya rasakan saat ini


__ADS_2