
Alina melangkah anggun memasuki gerbang sebuah masjid,di lengan nya membawa sebuah buket bungan indah,wajah cantik nya memancarkan senyuman indah berseri,secerah sinar mentari pagi itu
Mata indah Alina menyusuri sekitar masjid mencari keberadaan ketiga sahabatnya yang kabarnya telah hadir lebih dulu ke masjid itu,dari jauh ia bisa melihat seorang pria gagah dengan jas melekat pas ditubih atletisnya tengah berdiri menatap kearah nya disertai sebuah senyuman
" Ayo..mengapa kamu terlambat?" Ujar pria berjas putih,disertai senyuman hangat
Alina mengangguk patuh " Maaf ...dijalan sangat macet,kalian yang akan menikah tapi mengapa Aya yang gugup.." ucap Alina lirih
" Karena kebebasan mu didepan mata" jawab Raffa yakin" Apakah kamu bahagia?" tanya Raffa lembut saat melihat senyuman indah Alina
" Umm...sangat bahagia,tapi mungkin akan lebih bahagia kalau abang sama mbak Kamila bisa pertahankan pernikahan ini" jawab Alina tulus,ia memang belum pernah bertemu dengan wanita baik yang mau menerima tawaran dari Raffa
" Aku akan selalu siap melakukan apapun asal kamu bahagia" jawab Raffa pasti,hatinya perih saat mendengar harapan Alina,tak sedikitpun kah gadis itu terpikat padanya?
" Terimakasih sudah mau berkorban untuk Aya,tapi andai bisa,Aya berharap pernikahan ini tidak akan berakhir,karena sesungguhnya Allah sangat membenci perceraian,namun hati memang tak dapat di paksakan tapi mencoba itu juga tak rugi,Aya yakin mbak itu pasti gadis baik bahkan lebih baik dari Aya" ucap Alina sendu,kata-kata nya penuh doa,membuat Raffa terharu
" Saya tak bisa berjanji,tapi akan saya coba,andai tak bisa...apakah masih ada kesempatan untuk saya memperjuangkan kamu? saat statusmu singel nanti?" tanya Raffa terus terang,ia tak lagi ingin mencintai dalam diam seperti yang sudah lalu
Alina tak menjawab ia hanya tersenyum lembut " Aya ga mau kembali di tuduh pelakor" jawab Alina kemudian dengan senyuman lucu,ia melangkah lebih cepat saat melihat ketiga sahabatnya sedang duduk mendampingi seorang gadis cantik berhijab yang tak lain adalah wanita yang dibayar oleh Raffa agar mau dinikahi sementara secara siri
Kamila...seorang gadis cantik yang sedang menempuh pendidikan akhirnya di fakultas kedokteran yayasan milik keluarga Altop,tepatnya satu kampus dengan Alina dan ketiga sahabatnya,Kamila sedang masa koas,ia kepepet biaya operasi sang ibu yang dinyatakan memderita kangker serviks,kehidupan keluarganya yang sederhana tak mungkin sanggub membiayai operasi sang ibu,sehingga ia bertemu dengan Raffa dan memerima tawaran dokter tampan itu
Kamila kuliah melalui jalur beasiswa,ayahnya hanya seorang OB di Altop Group,makanya ia bisa mendapatkan rekomendasi beasiswa khusus dari Altop group,ia menerima tawaran Raffa karena Raffa berjanji akan menanggung segala biaya perawatan ibunya selamanya,walaupun masa kontrak mereka selesai,Kamila sampai sangat penasaran seperti apa wujud gadis yang dicintai Raffa sehingga rela berkorban sampai sejauh itu dan harus memgeluarkan dana yang sangat besar
Ya Raffa memang berterus terang alasan ia harus menikah sementara karena itu adalah syarat agar ia bisa membebaskan wanita yang ia cintai dari tawanan seseorang dan alasan yang sama juga Kamila dengar dari tiga gadis cantik yang menemaninya saat ini yang mengaku sebagai sahabat dari gadis yang dicintai Raffa,mereka juga bercerita bahwa pernah menawarkan salah satu dari mereka namun Raffa menolak dengan alasan mereka adalah sahabat Alina dan juga masih sangat muda
" Mana sih Alina kok lama?" ucap Alessa tak tenang,masalahnya Raffa belum mau masuk jika Alina belum datang
" Apa jangan-jangan dia ga dikasi izin ya sama pria arogan itu?" tambah Fiza khawatir
" Tadi bilangnya udah OTW kok" jawab Mira santai
" Nah itu dia" tunjuk Mira antusias saat melihat Alina melangkah masuk yang tampak Raffa berjalan dibelakang nya
__ADS_1
Kamila terpaku ditempatnya,tatapannya terfokus pada satu titik yaitu wajah cantik nan teduh Alina,gadis yang menggunakan gamis syar'i itu berjalan begitu anggunnya dengan senyuman yang sangat lembut
" Ya Tuhan...Secantik itu wanita yang dicintai calon suami hamba...? Lalu apalah hamba..? Bagaimana bisa hamba mewujudkan permintaan nya dan ketiga sahabatnya ini? Pantas jika dokter Raffa rela berkorban sampai seperti ini" monolog Kamila dalam hati
Lidahnya terasa kelu hanya sekedar untuk bertanya itukah wanita yang sedang mereka tunggu? benarkah ia seorang tawanan? Sedangkan penampilannya bak seorang putri bangsawan
" Assalammulaikum ... " sapa Alina dengan sebuah ucapan salam
" Waalaikum salam" jawab keempat wanita didepanya dengan senyuman
" Ini untuk mbak Mila...semoga suka,maaf cuma kasi ini,lain waktu Aya usahain kasih yang lebih berharga" ucap Alina tulus,ia menyerahkan buket bunga yang ia bawa tadi disertai senyuman sangat tulus,tanpa ragu Alina memeluk Kamila saat gadis itu menyambut buket darinya
" Terimakasih..ini sangat indah,persis seperti yang memberikannya,ternyata kamu sangat cantik,pantas saja dokter Raffa sangat mencintai kamu" jawab Kamila tulus,walau ada sisi miris dihatinya karena pria yang akan menikahinya sangat mencintai wanita lain
" Semua wanita pasti cantik mbak,dan cinta itu akan menjadi milik mbak nantinya,karena Allah yang membolak-balikkan hati manusia,Aya mohon berusahalah mempertahankan pernikahan mbak" jawab Alina tenang
Kamila bisa melihat ketulusan diwajah gadis belia yang berada di hadapan nya saat ini,walau ia dan Raffa hanya orang asing dan tak saling mencintai akan tetapi ia tulus melantunkan kata Amin dalam hati atas semua doa tulus Alina,Kamila percaya semua itu Allah yang telah mengaturnya,Jodoh,Rizky dan maut itu adalah rahasia Tuhan dan kita tak bisa menduga-duga
Pernikahan berlangsung sangat hikmat,suara bariton Raffa menggema saat mengucapkan Ijab Qabul atas nama Putri Kamila Hadi,dengan satu tarikan nafas Raffa berhasil menciptakan sebuah hubungan baru dengan seorang gadis yang belum memiliki tempat sedikitpun dihatinya
Suasana haru kental terasa, walau itu hanya pernikahan bersyarat namun Kamila tetap menitikkan air matanya saat statusnya telah berubah menjadi seorang istri,istri dari dokter yang kabarnya sangat dingin dan tegas
" Selamat ya mbak...SAMAWA" ucap Alina tulus diikuti ketiga sahabatnya
" Selamat juga atas kebebasan mu,semoga kamu bahagia selalu" jawab Kamila juga tulus
"Amiin.." Alina menjawab singkat
Kamila dan Raffa menyalami seorang pria paruh baya yang diketahui adalah ayah dari kamika sebab pria paruh baya itulah yang tadi berjabat tangan dengan Raffa
Alina sampai hampir meneteskan air matanya saat melihat momen mengharukan itu,ingatannya kembali pada beberapa bulan lalu saat ia menikah,tak terasa ternyata sudah hampir satu tahun ia menyandang status ssorang istri dari seorang pria yang bahkan nama nya pun Alina tak tau,apalagi alamat,status dan keluarga pria itu
Tapi Alina juga sedih dan merasa sangat berdosa telah mendukung rencana Raffa yang terkesan mempermainkan ikatan suci pernikahan,Alina juga merasa dirinya sangat egois karena nya harus ada lagi wanita yang menikah tanpa cinta,walau ia tau Kamila menerima tawaran Raffa mutlak demi uang dan tanpa paksaan,berbeda dengan dirinya yang tau apa tujuan dari pria yang memaksanya menikah
" Ini vidio nya,kamu mau kirim sendiri ke orang itu atau saya yang mengirimnya?" tanya Raffa pada Alina,ia bahkan tampak tak peduli dengan Kamila yang masih berada di sisinya
__ADS_1
" Abang kirim ke no Aya aja ya,nanti biar Aya yang tunjukin ke dia,atau terserah abang aja" jawab Alina sopan,ia sedikit cannggung karena sejak ayah dari Kamila melihatnya beliau seakan tak ingin berpaling,hingga pada akhirnya beliau bicara
" Maaf nona..apakah kita pernah bertemu? Apakah nona sudah menikah? Maaf kalau saya lancang" tanya tuan Hadi ayah dari Kamila
" Saya...su-" ucapan Alina langsung terpotong oleh suara Alessa
" Al...foto yuk" ajak Alessa ceria,membuat Alina tak melanjutkan jawabannya
" Maaf pak saya tinggal sebentar" ucap Alina sungkan
" Ia non silahkan" jawab pria paruh baya itu sopan
Alina melangkah mendekati ketiga sahabatnya yang pada sedang sangat eksis membuat foto candit seakan merekalah sang mempelai
" Ayah kenapa kok liatin nya seperti itu? itu dia calon istri dokter Raffa yang ditawan orang" tanya Kamila setelah kepergian Alina dan ia juga mengatakan siapa Alina,karena sang ayah juga tau tentang perjanjian Kamila dan Raffa
" Kok ayah kayak ga asing ya liat nya,tapi kayak foto pernikahan gitu,beneran mirip banget...apa mata ayah yang salah ya" jawab tuan Hadi bingung antara yakin dan tidak
" Mungkin cuma mirip ..Alina memang sudah menikah,tapi sebagai istri tawanan seseorang karena ada kesalah pahaman antara orang itu dan dokter Raffa,jadi ga mungkin kan kalau pria itu memajang atau menyimpan foto pernikahannya dengan Alina,pernikahannya juga siri yah" jawab Kamila jujur
" Kasihan ya..padahal sepertinya orang nya baik,masih muda lagi,tapi kok kayak bukan tawanan ya" jawab tuan Hadi lagi
" Sepertinya si baik yah,baru mau 18 yah usia nya,yang nikahi dia sepertinya bukan orang sembarangan yah,dia bahkan difasilitasi sangat mewah,itusih dari cerita para sahabatnya itu" jawab Kamila lagi
" Owalah....masih muda banget to ndok,beda Empat tahun dibawah kamu,masih sekolah dong ya dia?" jawab tuan Hadi iba
" Udah kuliah yah,sama dengan Mila di yayan Altop,dia fakuktas Gizi katanya,kata sahabatnya dia pinter dan banyak prestasi nya yah" jelas Kamila membuat sang ayah mengangguk-angguk
" Semoga dia dan kamu bahagia nak,walau nanti kamu harus pisah sama dokter itu ayah harap kamu ikhlas karena itu memang sudah perjanjian awal dan kamu jangan ingkar" nasehat dan doa dari ayah Kamila
" Amiin yah ....tapi Alina bilang dia berharap Mila mau berusaha pertahankan pernikahan ini yah,tapi ayah jangan khawatir Mila ga akan lupa janji Mila ke dokter Raffa,Mila akan sebisa mungkin untuk ga libatkan perasaan dalam pernikahan ini" jawab Kamila patuh
" Bagus...kita harus tau diri dimana tempat yang pantas untuk kita nak,jangan berharap terlalu tinggi" peringatan dari ayah Kamila
" Iya yah Mila tau" jawab Kamila patuh,matanya menatap Alina dan ketiga sahabatnya yang tampak canti-cantik sedang berfoto selfie,ia merasa minder melihat penampilan keempat gadis itu yang tampak jelas dari kalangan diatas nya,tampak dari barang-barang yang mereka pakai semua barang bermerk
__ADS_1