
Berbeda lagi suana di kediaman keluarga Alexander...Dave tampak sedang membujuk sang adik yang tak lain adalah Alina agar mau mendampinginya dalam penyambutan saat kedatangan tamu penting di kampus mereka nantinya,sedangkan Alina tidak menginginkan itu dan ia menyarankan Alessa saja yang melakukan itu,menjadi pendamping Dave saat melakukan penyambutan bersama Rektor dan para pihak kampus lainnya
" Dek...mau ya..ya..ya..pleaseee..kamu baik deh,mau ya jadi pendamping Abang kamu yang tampan ini,katanya sayang.." bujuk Dave masih belum menyerah setelah hampir dua hari berturut-turut membujuk adik cantik nya
" Aya males Bang..malu.." jawab Alina beralasan
" Ma ...liat ni Bang Dave maksa" adu Alina pada nyonya Suci,wanita yang telah menjadikan nya putri di keluarga Alexander,tepatnya mama kandung dari Dave dan Gerald,hanya saja Alina tak terlalu dekat dengan dokter muda nan tampan itu
" Mana ada maksa,aku itu maunya kamu yang pertama di kenal oleh tamu itu dan disitu juga akan ada pemilik dari yayasan kampus itu" jawab Dave serius
" Tapi Aya ga mau Bang..." jawab Alina yakin
" Jangan dipaksa Dave kalau Aya ga mau,lo bisa ajak Maya seperti biasanya,kalian juga sudah biasa bareng" sela Gerald tiba-tiba yang kebetulan malam itu pulang ke kediaman kedua orang tuanya,mereka semua sedang bersantai di ruang keluarga,ia memang selalu melarang Dave saat ingin mengajak Alina ke berbagai acara yang terbilang cukup terbuka,sebagai seorang dokter Gerald sedikit tau bahwa gadis yang sudah menjadi adiknya itu belum dinyatakan sembuh 100% dari traumanya tethadap orang asing,terlebih jika orang asing yang ia temui. Berwajah Eropa,entah apa penyebabnya? Mungkin orang yang pernah berbuat kejam padanya satu tahun lalu seorang bule,itu jawaban yang doktet berikan saat Gerald menanyakan hal itu
" Tu dengerin" ucap Alian senang,karena tindakan Gerald membelanya,walaupun Alina tidak terlalu dekat dengan pria dingin itu,tapi tak dipungkiri Alina bisa merasakan bahwa Gerarld perhatian dan sayang padanya,walaupun sangat jarang diantara keduanya terlibat obrolan,Gerald hanya akan menyapa Alina dengan pertanyaan atau peringatan serta perintah penting saja,berbeda dengan Dave yang secara terang-terangan menunjukkan rasa sayangnya pada gadis cantik itu
" Ga maksa Bang..belain aja terus" jawab Dave geram,sedangkan Gerald tampak tidak perduli dengan jawaban Dave
" Memangnya apa yang buat kamu ga mau sayang?" tanya nyonya Suci mencoba mendamaikan ketiga putra putrinya yang tampak akan berdebat,walaupun perdebatan mereka tidak serius,yang bahkan lebih sering didominasi oleh Dave
" Malu ma..apalagi kata temen-temen ga cuma pemiliknya aja yang datang tapi putranya juga,Aya rasanya insecure kalau ketemu putra nya yang katanya jenius banget ma"jawab Alina jujur walau tak semuanya
" Kenapa harus malu,kamu juga pintar dan kamu pernah jadi Duta wisata dan pastinya sering bertemu dengan orang-orang seperti mereka,dan juga anak dari pemilik yayasan kampus kalian itu sahabatnya Abang kamu lho" ucap Nyonya Suci
" Ah ia ya ma..tapi apa si kulkas itu ikutan ke acara gituan,biasanya dia itu kan paling males ke acara terbuka dan rame gitu,apalagi dipastikan ada banyak cewek nantinya" sela Dave baru ingat bahwa salah satu sahabat sang Abang adalah putra pemilik yayasan itu
" Mama kurang tau juga sih,tapi kata papa kamu acara itu gagasan dari dia,karena dia berencana mendirikan kampus yang sama di salah satu negara Eropa dan akan berdampingan dengan rumah sakit miliknya" jawab nyonya Suci sesuai dengan yang beliau tau
" Beneran pa? Makin gila ya bisnis nya,bisa-bisa Abang yang bakal dipindahkan buat jadi pimpinan disana nantinya" ucap Dave merasa salut
" 90 % nya sih seperti itu kabarnya,mengingat Ethan dan Rayhan bukan di bidang kesehatan" jawab Tuan Alexander apa adanya
" Ia Bang..?" tanya Dave pada Gerald
" Hem" jawab Gerald singkat,membuat Dave mencebikkan bibirnya mendengar jawaban sang abang
" Berarti di acara itu lusa beneran bakal ada Gabriel? Tuan muda Altop?" tanya Dave meyakinkan
__ADS_1
" Kabarnya sih gitu,Abang kamu yang lebih tau,mereka kan sahabat" jawab tuan Alexander seraya melirik pada sang putra sulung yang tampak sedang asyik dengan gawai nya
" Kak..??" panggil Dave pada Gerald dengan sebuah tanda tanya
" Kemungkinan ia,belum ketemu juga sama orang nya" jawab Gerald
" Udah di jakarta dia?" tanya Dave
" Tadi sore" jawab Gerald lagi
" Aku keluar ya...lo Dave ingat jangan paksa Aya " ucap Gerald seraya bangkit dari duduknya
" Ia...ia ...siapa juga yang maksa adik kesayangan lo itu" jawab Dave sewot yang dibalas dengan tatap maut sang Abang bersamaan dengan Alina
" Mau kemana kamu Rald?" tanya nyonya Suci
" Ngumpul ma bareng El juga" jawab Gerald apa adanya,karena memang ia baru saja mendapat Chat dari para sahabatnya pada ngajakin ngumpul
"" Hati-hati Rald..dan ingat jangan keseringan nongkrong di club,masa ia ahli kesehatan nongkrongnya di tempat yang nyata-nyata ga sehat" ingat nyonya Suci pada sang putra
" Cuma nongkrong doank juga ma" jawab Gerald santai
" Namanya juga perkumpulan orang serba Good ma...good looking and good rekening" ledek Dave
" Diem lo bocah" jawab Gerald
" Ye...umur gue cuma beda setahun aja mah sama Gabriel...kebetulan aja dia lebih beruntung dari gue,dikasi otak super cerdas jadinya sering lompat kelas dan berujung sahabatan sama kalian dan satu lagi keberuntungan dia cewek-cewek pada lupa diri kalau udah liat dia didukung dengan dompetnya no limit" bantah Dave cepat,Gerald ga merespon,ia langsung melangkah menuju pintu utama,sedangkan Alina dan kedua orang tua mereka hanya menyaksikan saja
" Kan emang kalian semua sahabatan sejak kecil,kamunya aja lebih suka main sama Maya dan Mika" ucap nyonya Suci mengingatkan,yang dibalas cengiran oleh Dave,Mika adalah adik Dave yang sudah meninggal karena kecelakaan, Mika berusia dua tahun di bawahnya dan satu tahun lebih tua dari Alina
" Emang Bang Dave punya sahabat dekat lain selain mbak Maya ma?" tanya Alina kepo
" Punya sayang..namanya Rayhan,Ethan dan Gabriel yang juga sahabat dekat Gerald,tapi karena mereka semua sangat sibuk jadinya sekarang jarang banget ngumpul,apalagi yang namanya Gabriel..dia termasuk salah satu pembisnis muda yang paling sukses dan disegani di dunia para pengusaha,,usianya baru memasuki 21 tahun,tapi dia sudah memiliki beberapa bisnis di tambah lagi beberapaa bisnis dari keluarganya yang ia pegang saat ini,salah satu usaha pribadi miliknya ya itu rumah sakit yang di pimpin oleh Gerald" jawab nyonya Suci sedikit menceritakan
" Hebat ya ma,pasti keluarga nya bangga banget ya" jawab Alina tulus
" Ya. ...pasti,apalagi dia anak tunggal" jawab nyonya Suci lagi
__ADS_1
" Tajir banget dek...gimana berminat ketemu orang nya langsung ga? " ledek Dave pada Alina
" Gak...takut ga pe de ketemu orang nyaris sempurna gitu" jawab Alian polos
" Kalau kamu ga minat jangan di paksa,lagi pula itu bukan kewajiban kamu,kan ada para pihak kampus dan para mahasiswa yang mengikuti organisasi di kampus" ucap nyonya Suci tenang
" Ia ma" jawab Alina patuh
" Ya sudah..kamu istirahat sana,jangan tidur larut,nanti kamu sakit dan jangan lupa minum obat kamu sebelum tidur" ucap nyonya Suci mengingatkan,beliau tau jika Alina ga minum obat dari dokternya maka ia akan bermimpi buruk saat malam,untung nya setelah satu tahun obat yang harus Alina konsumsi sudah semakin berkurang,ia hanya mengkonsumsi obat tidur agar tidurnya nyenyak,sesekali saja ia mengkonsumsi penenang saat ia merasa gelisah dan rasa takutnya muncul saat bertemu dengan lawan jenis,terlebih dengan pria yang berwajah sedikit kebule-bulean,karena Alina ingat pria yang melecehkan nya berwajah kebule-bulean yang terlihat mencolok
" Ia ma.." jawab Alina patuh seraya langsung bangun dari duduknya,mencium sekilas pipi wanita yang sudah ia anggap sebagai ibu kandung nya,walaupun posisi sang Umi tak akan tergantikan di hatinya, walaupun tak pernah ia ingkari bahwa kebaikan keluarga Alexander benar-benar membuat Alina serasa kembali memiliki keluarga dan bertambah satu kakak laki-laki lagi untuk nya
" Dek ....tunggu, main tinggal aja" teriak Dave seraya berlari kecil mengikuti Alina menaiki tangga menuju kamar mereka masing-masing,membuat tuan Alexander dan sang istri menggeleng melihat tingkah sang putra bungsu mereka,kehadiran Alina benar-benar membuat nya kembali ceria
" Mama seneng banget pa liat Dave udah kembali seperti dulu lagi,ceria dan usil" ungkap nyonya Suci pada sang suami
" Kehadiran anak itu memang benar-benar memberikan aura positif untuk siapa saja" jawaban tulus tuan Alexander dan langsung di angguki setuju oleh sang istri
Keduanya kembali melanjutkan obrolan mereka,pasangan paruh baya yang terlihat selalnu dan saling sangat menyayangi,sependapat dan sangat jarang melakukan perdebatan terlebih masalah anak atau keuangan,karena perekonomian keluarga mereka terbilang cukup baik dan juga kedua putranya belum pernah berlaku diluar batas wajar
Waktu yang menunjukkan semakin malam membuat pasangan paruh baya itu juga memutuskan kembali ke kamar mereka untuk beristirahat, pasangan paruh baya itu merasakan kebahagiaan yang luar biasa jika mengingat putra mereka semakin tampak sangat ceria
Sedangkan didalam kamar yang berbeda Alina sedang melakukan rutinitas seperti perintah sa ng mama Alina langsung beristirahat setelah menyiapkan perlengkapan untuk kuliahnya esok pagi karena Alina termasuk gadis yang sangat disiplin
Berbeda dengan Dave...tiba di kamarnya ia langsung menghubungi sang sahabat baik nya yang kebetulan juga anggota BEM ,keduanya bercerita sangat Asyik sampai pada akhirnya keduanya tertidur dengan masing-masing hand phone mereka masih aktif dan menyala,itu adalah salah satu kebiasaan mereka,tanpa Dave sadari kebiasaan itu telah membuat sang sahabat jatuh cinta padanya
*******
Di tempat yang berbeda,Gerald dan ketiga sahabatnya sedang asyik mengobrol berbagai hal,beberapa wanita cantik nan seksi tampak setia menemani mereka malam ini,bahkan Ethan sudah membuat janji one nigh stand dengan salah satu dari para wanita itu
" Tumben lo mau ikutan di acara kampus lusa? Biasanya lo selalu ga suka sama acara yang terlalu terbuka kayak gitu" tanya Gerald pada Gabriel
" Bokap maksa,katanya sekalian ngumumin bahwa pihak yayasan akan memberikan kesempatan beasiswa sampai S2 bagi para mahasiswa/wi beprestasi dan tes nya juga akan dilakukan secara terbuka bagi siapapun yang ingin mencobanya" jawab Gabriel
" Kita-kita juga ikutan,itung-itung liatin cewek cantìk dan lo juga wajib ikutan tanpa bantahan" sela Ethan cepat
" Kalau gue senggang" jawab Gerald santai
__ADS_1
Keempat pemuda tampan itu melanjutkan obrolan random mereka,,sebelum pada akhirnya masing-masing memutuskan untuk pergi dari club itu,ada yang kembali ke rumah atau apartemen dan ada juga yang memutuskan menuju hotel yang telah ia booking untuk mencari kenikmatan bersama salah satu wanita yang bersama mereka saat di club.