Your Angle My Heart

Your Angle My Heart
9


__ADS_3

Di Jakarta beberapa tim medis termasuk Raffa da Cantika tampak sudah sangat siap dengan bebagai alat serta obat-obatan yang dipastikan dibutuhkan oleh para korban bencana Alam,tim relawan dan pihak rumah sakit juga bekerja sama dengan pemerintah dan mereka akan di berangkatkan pagi ini,itulah jadwal yang mereka dapatkan


" Lo yakin mau ikutan ke lokasi Tik..?,kabarnya daerah itu para penduduknya sedikit fanatik terlebih untuk orang luar seperti kita dan juga kritis tentang Agama" tanya Raffa pada sahabatnya


" Gue yakin Raff...gue tau kok walaupun gue belum pernah kesana tapi sesekali gue juga pernah kali searching di internet tentang daerah ujung sumatra itu,lo tenang aja semalem gue udah siapin baju yang cukup sopan untuk gue pakai selama disana dan gue ga akan aneh-aneh deh disana" jawab Cantika pada sang sahabat yang memang sangat menyayanginya


" Ok gue percaya sama lo,tapi lo harus inget jangan jauh-jauh dari gue" pesan Raffa tegas setelah menyetujui keputusan sahabat cantiknya itu


" Siap pak Bos" jawab cantika bahagia karena Raffa sangat memperhatikan dirinya,bagaimana mungkin bisa ia tidak jatuh cinta pada sahabatnya itu,selain wajah Raffa yang juga memang cukup tampan didukung dengan tubuh yang proporsional


Raffa dan Cantika diantarkan langsung oleh Gerald ke bandara,sahabat dari adik sepupunya Cantika itu memang terbilang dekat juga dengan Raffa dan Cantika,terlebih sekarang mereka sama-sama bernaung di rumah sakit milik Gabriel dan dipimpin oleh Gerarld,Cantika dan Raffa tidak masalah dan mereka juga tidak merasa iri,terkebih Gabriel juga sudah mengatakan rencananya yang akan membangun rumah sakit yang sama di Singapura,sehingga membuat Raffa dan Cantika memilih yang disingapura nantinya,dan Gabriel hampir membuktikannya karena rumah sakitnya di singapura sudah hampir selesai dibangun


" Lo berdua hati-hati ya Mbak...Mas..kalau terjadi sesuatu langsung kabari gue dan semoga semuanya lancar dan baik-baik aja" ucap Gerald pada Raffa dan Cantika saat mereka sudah di Bandara

__ADS_1


" Ok..lo tenang aja" jawab kompak Raffa dan Cantika


Raffa,Cantika bersama tim lainnya meninggalkan Bandara,mereka melakukan penerbangan di jam pagi dan diperkirakan akan tiba di lokasi sekitar lewat tengah hari siang nanti,tim mereka di antarkan langsung dengan pesawat pribadi keluarga Altop dan itu atas permintaan Cantika dan juga disetujui langsung oleh Gabriel dan juga kedua orang tuanya


Dan disinilah mereka sekarang ...disebuah kota kecil yang cukul Asri,setelah tadi menempuh perjalanan sekitar lima jam dari Bandara menggunakan jalur darat,untuk tiba di lokasi bencana mereka masih harus menempuh perjalanan sekitar tiga jam lagi atau lebih dan juga menggunakan jalur darat,saat ini mereka sedang mendengarkan sedikit nasehat tentang kebijakan adat setempat agar nantinya mereka tidak terkejut atau merasa asing dan akan lebih memudahkan mereka untuk berinteraksi dengan para penduduk setempat dan kota kecil tersebut adalah kota tempat tinggal Alina


Menjelang sore tim Raffa dan yang lainnya diberangkatkan ke lokasi bencana dan diperkirakan mereka akan tiba setelah Ashar atau mungkin menjelang Maghrib waktu setempat,saat tiba mereka langsung disambut hangat oleh teman relawan lainnya dan juga beberapa tetua didesa tersebut,berharap tamu mereka akan merasa nyaman beberapa hari berada di desa itu dan dapat memberikan pelayanan terbaik untuk para korban


Hingga malam menjelang Raffa dan yang lainnya sudah terlihat berbaur dan lumayan akrab,mereka tampak kompak makan malam bersama di posko relawan dengan saling bercanda dan juga berbagi cerita dan pengalaman,Cantika yang memang seorang psikolog paling sering menjadi sasaran para relawan lain yang bertanya banyak hal tentang karakter teman mereka yang lain dan direspon dengan sangat baik oleh Cantika


" Jadi mereka masih pelajar?" tanya Cantika pada Widia ditengah-tengah obrolan mereka


" Ya...ada sekitar 15 anggota tim kami yang masih pelajar,lima diantaranya cewek dan selebihnya cowok,mereka semuanya sudah kelas 12 dan dari sekolah yang berbeda,hanya beberapa orang yang satu sekolah" jawab widia apa adanya

__ADS_1


" Mereka hebat ya,masih sangat muda tapi jiwa sosial mereka sangat kuat,biasanya remaja seusia mereka lebih senang menghabiskan waktu mereka buat nongkrong,tapi mereka malah rela bercapek-capek ria demi menolong orang lain" puji Cantika tulus


" Ya begitulah mereka,kami sendiri juga salut dengan keputusan mereka,kalau kami tanya mereka selalu jawab setelah lulus sekolah mau jadi anggota dewan makanya mulai sekarang harus kampanye supaya dikenal,itu jawaban konyol mereka" cerita Widia lucu


" Benarkah? Lucu deh mereka,tapi yang cewek kok cuma empat satunya lagi mana? Bukankah tadi katanya lima ya?" tanya Cantika heran saat memperhatikan teman-teman Mira


" Oh ada namanya Alina...kalau di tim dia akrab di panggil baby,kebetulan tadi pagi dia izin pulang karena ia harus kesekolah buat ngambil kartu peserta Ujian dan mau nyiapin seragam nya juga katanya" jawab widia lagi


" Oh ia ya mereka sudah hampir mengikuti Ujian Akhir ya" jawab Cantika


" Ya minggu depan,dan kebanyakan dari mereka akan kuliah ke luar daerah ini,bahkan ada yang keluar negeri,hampir semua dari mereka pelajar berprestasi dan mendapatkan beasiswa,seperti si baby...dia akan kuliah di singapura,bisa dikatakan dia paling berprestasi diantara teman nya yang lain" cerita Widia


" Hebat ya mereka,tidak hanya pintar aja tapi juga bersosial tinggi,sungguh generasi muda yang patut untuk di contoh,tidak seperti di kota-kota besar,para anak muda lebih suka menghabiskan waktu mereka ditempat nongkrong,club,mall,cafe ,bioskop atau sekedar bermain gedjet dirumah,walaupun ga semuanya sih tapi kebanyakan gitu" ucap Cantika semakin mengagumi para remaja tersebut

__ADS_1


" Syukurnya mereka tidak seperti itu,entah mungkin karena mereka bukan dari kalangan berada atau karena mungkin tempat yang Dokter sebutkan tadi tidak ada di kota kami,atau mungkin memang mereka yang bersosial tinggi,karena beberapa dari mereka juga ada yang berasal dari keluarga berada dan untuk tempat nongkrong seperti cafe juga lumayan banyak di kota kami" jawab Widia apa adanya


Mereka terus larut dalam obrolan terlebih saat beberapa teman yang lainnya sudah ikutan bergabung dan ngopi bareng membuat mereka semua seakan lupa waktu yang menunjukkan bahwa malam semakin larut,walaupun pada akhirnya beberapa dari mereka memutuskan untuk masuk ke tenda dan beristirahat,tapi beberapa dari mereka juga ada yang selalu standby sebagai jaga-jaga saat tiba-tiba mereka dibutuhkan dan Urgent.


__ADS_2