
Waktu berlalu memang begitu cepat,tanpa terasa tiga bulan sudah Gabriel menjalankan kantor pusat GA group di ibu kota,ia juga masi harus bertanggung jawab atas beberapa usaha keluarga sang mama yang bergerak di bidang fashion dan perhotelan,sedangkan perusaan milik keluarga Altop bergerak dibidang kesehatan,pendidikan retail dan penerbangan
Keberadaan Gabriel di indonesia juga di ketahui Alina,tapi gadis itu merasa sedikit lebih tenang karena Gabriel hampir tak pernah menemuinya,terhitung baru tiga kali pria tampan itu menemui Alina sejak tiga bulan terakhir keberadaan nya di jakarta,Alina mengira mungkin Gabriel sudah mulai percaya bahwa ia dan Raffa benar tak pernah memiliki hubungan khusus dan mungkin tak akan pernah
Gabriel seakan sengaja membatasi pertemuan mereka,ia bahkan sudah membatalkan niat awalnya membawa Alina tinggal di mansion pribadi miliknya yang ia buat di sebuah pulau pribadi,walau mansion tersebut sudah 100 % selesai dan siap dihuni,akan tetapi Gabriel membiarkan mansion itu kosong,hanya para pelayan yang ia tugaskan memebersihkan dan merawat mansion yang ia bangun begitu kokoh,mewah nan indah,mansion impiannya.. ,para pekerja di mansion itu tinggal di paviliun yang terletak tepat di belakang mansion
Gabriel juga berencana mencoba menerima keberadaan Cika yang hampir setiap hari mendatangi mansion keluarga Altop,bahkan akhir-akhir ini gadis cantik yang berprofesi sebagai model itu mulai berani mendatangi Gabriel saat di kantor,dengan alasan mengantar makan siang,terlebih gadis itu mendapat tanggapan positif dari nyonya Miranda yang tak lain ibu dari Gabriel
" Morning..." Sapa Cika ramah di barengi sebuah senyuman cantik nan manis seorang Cika Adiputra,putri seorang pembisnis yang bergerak dibidang percetakan dan memiliki beberapa stasiun TV,ia memasuki ruangan Gabriel tanpa rasa canggung lagi,walau Gabriel belum pernah bersikap hangat padanya,tapi pria tampan itu juga belum pernah mengusirnya dari ruangan itu atau berkata kasar padanya,dan itu sudah sangat cukup bagi Cika
" Morning.." jawab Gabriel dingin,tangan nya lincah menari diatas kyboard laptop milik nya,tatapannya tetap fokus pada layar benda pipih yang menunjukkan angka-angka yang terlihat berbentuk grafik
" Aku bawain kamu sarapan nih..kata tante kamu berangkat sangat pagi dan tak sempat sarapan" Cika memberitahu,tangan lentiknya cekatan membuka paperbag yang berisi makanan breakfast khas kesukaan pria tampan di hadapannya itu
" Seharusnya lo ga perlu repot-repot,gue bisa minta ke Niko buat pesan aja" jawab Gabriel masih fokus menatap laptopnya
" Ga repot kok,sekalian lewat dan kebetulan tante bilang kamu udah di kantor,aku akan ada penandatanganan kontrak dengan Altop Group,searah juga kan dengan kantor kamu" jawab Cika lembut,senyuman tak luntur dari wajah gadis cantik itu
Gabriel tak menjawab lagi,ia hanya mengangguk mengerti,ternyata gadis cantik itu kembali bekerja sama dengan brand sang mama,yang bergelut dibidang fashion dan klinik kecantikan yang sebenarnya juga berada di bawah tanggung jawab nya saat ini,tapi ia masih menyerahkan semua keputusan pada sang mama,karena menurutnya sang mama masih mampu,terlebih sang mama dibantu oleh beberapa asisten yang kompeten dan bisa di percaya
" Di makan dong El..keburu dingin ga enak lho" pinta Cika lembut,membuat Gabriel menghentikan gerakan jarinya di atas keyboard dan menatap gadis yang ia tau sangat menggilainya sejak mereka dimasa putih biru dulu
" Ok" jawab Gabriel singkat seraya menarik dalam nafasnya dan menghembuskannya perlahan,terpaksa ia mengalah dan mematuhi wanita yang tak mampu menggetarkan hatinya walau sedikitpun itu,saat seperti ini wajah Alina lah yang muncul di pelupuk matanya,terkadang ia sempat berharap Alina akan datang membawakannya bekal seperti yang Cika lakukan,Gabriel menggeleng samar saat bayangan yang menurutnya konyol itu muncul
" Gitu dong" sorak Cika kegirangan,ia merasa sangat bahagia dan merasa sangat di hargai saat Gabriel menerima pemberiannya
Sedangkan Gabriel tampak cuek,ia memakan lahap bekal yang Cika bawa,karena memang gadis itu tau makanan dan minuman apa yang pemuda itu sukai saat sarapan,bagaimana Cika tidak tau..sejak SMP gadis cantik itu tak henti mencari tau tentang apa saja yang disukai dan tak disukai Gabriel
Fokus keduanya teralihkan saat terdengar suara ketukan dari balik pintu besar ruangan tersebut dan pintu terbuka tanpa menunggu izin dari sang pemilik ruangan,Gabriel mendongakkan wajah nya menatap ke arah pintu,sedangkan Cika mendengus kesal merasa momen romantisnya terganggu,terlebih yang muncul ketiga pria yang menurutnya sangat tengil,siapa lagi kalau bukan ketiga sahabat Gabriel,Gerald,Ethan dan Rayhan,yang merupakan para cowok famous saat mereka sekolah dulu,juga idola dari kedua sahabatnya yaitu Sasa dan Feli
" Sorry bro mengganggu ...kita-kita ga tau lo kedatangan tamu special" Ledek Ethan seraya mendudukkan dirinya di sofa empuk ruangan mewah sang CEO,pria somplak itu tersenyum tengil
Rayhan tersenyum, meledek sang sahabat yang ia tau sejak dulu tak merespon Cika,sedangkan Gerald tampak menatap tajam sang sahabat,bagaimanapun ia tak terima jika Gabriel menduakan Alina yang notaben nya telah menjadi adiknya,walau hanya adik angkat namun Gabriel sangat tak terima jika Alina tersakiti,terlebih ia pernah jatuh cinta pada gadis cantik itu
Gabriel tak menjawab ucapan Ethan,ia tau ketiga sahabatnya itu tidak mungkin tidak diberi tau oleh sekretarisnya tentang keberadaan Cika di ruangan nya,namun ia merasa lega karena tak harus berduaan di ruangan nya dengan Cika,entah mengapa ia merasa seperti seorang suami yang sedang selingkuh,padahal pernikahannya dengan Alina sangat jelas hanya sementara
__ADS_1
" Ada apa?" tanya Gabriel cuek,ia kembali fokus pada layar laptop nya,membuat ketiga sahabatnya menggeleng
" Lo lupa siang ini kita meeting bahas masalah rumah sakit lo yang di negara xxxxx,persediaan segala fasilitasnya dan penentuan siapa yang bakal jadi direktur disana,sekalian kita nentuin grand openingnya" Jawab Rayhan geram dengan sahabatnya yang sok sibuk itu
" Oh gue-" ucapan Gabriel terpotong oleh ucapan menohok Gerald
" Dia sekarang emang pelupa,mungkin kalau ko pada nanya statusnya aja bisa-bisa dia bilang dia udah punya BINI bukan single,kalian ga nikah diam-diam kan Cika? Seperti nikah siri gitu" ucap Gerald menohok,keduanya saling menatap tajam penuh makna
" Hahahhaah.....gokil lo Rald" ucap Ethan dan Rayhan bersamaan,keduanya tertawa terbahak-bahak
" Ga lucu Rald" jawab Gabriel singkat
" Kalian udah teserfasi tempat?"tanya Gabriel lagi,ia merapikan meja kerjanya,seraya meraih alat komunikasi yang langsung terhubung dengan sang sekretaris
" Udah..resto baru,lagi viral banget..katanya sih menunya lengkap,japanes,indo,western juga ada" jawab Rayhan seraya berjalan menuju kulkas diruangan itu dan mengambil beberapa minuman kaleng,namun fokus nya tertuju pada beberapa kotak susu yang berwarna pink
" Wah....Sejak kapan pak CEO suka minum susu rasa strawberry ? tanya Rayhan meledek,membuat yang lain melongo,sedangkan Gabriel terdiam seribu bahasa,ia merutuki kekonyolannya yang meminta pada sang sekretaris menyediakan susu rasa kesukaan Alina di kulkas diruangan nya itu,sedangkan ia tau...gadis cantik itu tidak akan mungkin datang ke kantornya,terlebih keruangan pribadinya itu
" I-itu..punya seseorang, kalo lo mau minum aja,ga penting juga" Jawab Gabriel kembali ke mode coolnya
" Lah...kok gue,****** lo" bantah Ethan geram,ia sampai mematikan game online nya
" Sini in..buat gue...gue suka semua yang menyangkut dengan yang suka rasa strawberry" potong Gerald menyela perdebatan Rayhan dan Ethan,ia juga menyindir Gabriel,ia sengaja ingin melihat reaksi Gabriel saat dirinya mengatakan menyukai semua yang berkaitan dengan yang menyukai strawberry yang ia tau itu adalah salah satu minuman faforit Alina sang adik angkat yang kini menjadi istri sementara Gabriel sang sahabat
Gabriel tak merespon,sekuat tenaga ia menahan kekesalannya pada Gerald,andai bukan sahabat...sudah pasti akan ia hadiahi bogem mentah di wajah tampan sang sahabat
" El...aku pamit deh ya,kamu juga akan keluar sama mereka" ucap Cika lembut,ia tersenyum cantik pada ketiga sahabat Gabriel
" Ok...thanks sarapannya,lain kali ga perlu repot-repot" jawab Gabriel santai
" Ga repot kok,yang lain...gue duluan ya..by" jawab Cika dengan wajah ramah nya
" Oh ok...by Cika" jawab Ethan semangat,ia memang sedikit menaruh hati pada gadis cantik itu,tapi ia tau gadis itu sangat menggilai Gabriel sahabatnya,sedangkan yang lain hanya mengangguk
Setelah kepergian Cika,Gabriel dan ketiga sahabatnya juga memutuskan keluar bareng menuju tempat yang Rayhan sebut,Gabriel meminta Niko menghandle semua pekerjaannya sampai sore nanti,ia dan ketiga sahabatnya berencana nongkrong bareng,sekedar mencari hiburan akhir pekan,melepas penat
__ADS_1
" Gue bareng kalian aja" ucap Gabriel saat mereka berjalan di lobby GA group dan kekuar menuju parkiran
" Mobil mewah lo mana? Udah miskin lo?" ledek Ethan
" Males nyetir gue,males pake supir juga,Niko sibuk" jawab Gabriel santai,ia melangkah menuju mobil Rayhan,karena hanya mobil itu yang terlihat dan ternyata ketiga sahabatnya juga datang dengan satu mobil
" Cih...udah kayak baru putus cinta trus Gamon lo" kedek Ethan lagi,keempat pria tampan penuh pesona itu memasuki mobil mewah milik Rayhan yang dikemudikan oleh pemiliknya sendiri,Ethan duduk di depan disamping kemudi,Gabriel memilih dibelakang dan berakhir bersama Gerald
Mobil mewah milik Rayhan melaju dengan kecepan sedang membelah jalanan ibu kota menuju salah satu resto mewah yang sedang Viral,yang ternyata milik mamanya Raffa yang rencananya akan bekerja sama dengan keluarga Ethan
" Lo seriusan punya hubungan lagi sama Cika?" tanya Rayhan seraya fokus menyetir,ia cukup penasaran melihat kedekatan Gabriel sahabatnya dengan gadis cantik itu
" Sejak kapan gue pernah ada hubungan sama dia,ni baru rencana mau nyoba" jawab Gabriel tenang,matanya fokus pada Emael yang masuk di ponselnya
" Trus dulu itu?" tanya Ethan juga penasaran
" Temen" jawab Gabriel masih santai,Ethan dan Rayhan mengangguk seakan paham
" Lepasin dulu yang satu baru raih yang lain" ucap Gerald ambigu,cukup menimbulkan pertanyaan bagi Ethan dan Rayhan,namun tidak untuk Gabriel
" Pasti..lo tenang aja...jangan lupa bilang ke Dave buat bawa dia jauh dari hidup gue" jawab Gabriel cool,tanpa ia tau Gerald mengepalkan tangannya disisi tubuhnya
" Pasti...dan gue jamin lo ga akan pernah bisa liat dia lagi bahkan sampai kapanpun" jawab Gerald tajam
Deg.....jantung dan hati Gabriel terasa sesak dan sakit,seakan sebuah batu besar menimpanya baru saja,rasanya aliran darahnya terhenti saat mendengar jawaban Gerald yang terlihat sangat serius
" Lo berdua ngomongin siapa sih? Kok kayak serius banget?" tanya Ethan penasaran
" Bukan siapa-siapa" jawab Gabriel dan Gerald bersamaan
" Rald.. Adik lo yang cantik itu apa kabarnya? Boleh ga gue coba deketi?" tanya Ethan tiba-tiba terbayang wajah cantik Alina
" Alina...? Adik angkat gue? Dave serius sama dia,mungkin selesai wisuda Dave bakal lamar dia sama bokap nyokap kami dan rencananya Dave bakal bawa dia jauh dari jakarta" jawab Gerald santai
" Wah telat gue,gila ya si Dave,diem-diem seleranya tinggi banget,cocok sih secara dia anak baik-baik ga kaya kita suka ke labing,cocok mah mereka,cuma lucu aja dia harus ngelamar calon bininya ke bonyok nya sendiri,kalau di film tu nudulnya..* Mertuaku orang tuaku*" ucap Ethan kocak
__ADS_1
Gerald tersenyum mendengar ocehan Ethan,sedangkan Gabriel mengepalkan tangannya,wajahnya helas terlihat menahan emosi,hal itu membuat Gerald puas dan ia berjanji akan membuktikan ucapannya jika sampai Gabriel benar-bebar menceraikan Alina atau menduakan gadis cantik itu