
Alina memasuki kelas nya dengan wajah lesu,membuat Alissa menatapnya dengan tatapan tanda tanya,sahabatnya itu bukan nya iba melihat wajah cemberut gadis cantik itu,ia malah merasa gemas melihat bibir gadis itu mengerucut bak anak taman kanak-kanak
" Kenapa kok mukanya ditekuk gitu? " tanya Alessa lembut,ia sudah mulai paham sahabat labil nya itu tak akan bicara jika tanya dengan nada kasar
" Abang Dave tu...dicariin ga tau kemana" Adu Alina geram,ia menjatuhkan tubuh nya di kursi tepat di samping Alessa seraya merebahkan kepalanya di meja
" Emang dirumah ga ketemu? Ga ke kampus bareng? Kok pagi-pagi udah kangen aja?" tanya Alessa heran dengan jawaban sang sahabat,karena biasanya pria tampan yang ia anggab sebagai kekasih halunya itu sangat jarang mengizinkan Alina ke kampus seorang diri,kecuali saat ia ada kepentingan mendadak atau jadwal kuliah mereka yang berbeda
Alina tak menjawab,ia hanya menggeleng seraya masih menelungkupkan wajahnya di atas lengannya,lagi pula apa yang harus ia jawab? Menjawab jujur bahwa mereka tak tinggal serumah lagi? Itu mustahil memgingat ia harus merahasiakan status nya saat ini,tapi sampai kapan? Sungguh Alina merasa hidupnya semakin rumit saja
" Marahan?" tanya Alessa lagi memastikan setelah mendapat gelengan dari sang sahabat dan lagi-lagi gadis itu menggeleng
" Trus....? Kenapa? Bukannya dia ga pernah bisa marah sama kamu,tinggal di chat aja ko repot banget sih?" tanya Alessa lagi
" Ga di balas...Abang pasti marah deh" jawab Alina sedikit bergumam,ia bingung bagaimana cara menjawab pertanyaan Alessa,haruskah ia berbohong lagi seperti pada Maya?,lalu nanti saat istirahat pasti Mira dan Fiza juga bertanya hal yang sama dan mempertanyakan tentang nya yang tanpa kabar hampir dua minggu ini
" Ya udah sih,ntar dirumah juga bisa di samperi langsung orang nya,ga pulang kerumah juga dia? Atau kamunya yang ga pulang?" tanya Alessa heran dengan kegalauan sahabatnya itu,pasalnya mereka satu rumah,lalu kenapa serasa sangat sulit untuk bertemu
Lagi- lagi hanya di jawab dengan gelengan kepala oleh Alina,membuat Alessa geram dan membiarkan gadis cantik itu melanjutkan kegalauannya,Alessa mengarahkan kamera ponselnya ke arah sang sahabat lalu memotretnya dan mengirimkan pada Mira dan Fiza agar mereka tau bahwa gadis yang mereka dan ia khawatirkan sudah kembali ke kampus pagi ini
" Sa..kalau misalnya kamu tiba-tiba di ajakin nikah gimana? Tapi kamu ga kenal orang itu?" tanya Alina tiba-tiba
" Nomong apaan sih..emang nya dimana ada kejadian orang ga kenal tapi menikah? Minimal antar keluarga ada yang kenal,contohnya kayak orang-orang yang menikah karena perjodohan..tapi itu semua ada pengecualian juga sih" jawab Alessa asal
" Apa?" tanya Alina polos
" Ya kalau yang ngajakin good looking plus good rekening aku mah ga akan nolak walaupun dia mafia sekalipun" jawab Alessa semangat
__ADS_1
" Tapi ntar deh...kenapa kamu tiba-tiba nanya sesuatu yang aneh gitu?" tanya Alessa yang baru menyadari bahwa pertanyaan sang sahabat sedikit aneh
" Pengen nanya aja,emang kamu ga takut kalau nanti orang itu jahat? Trus kamu mau ga kalau di ajakin nikah sama orang yang pernah nyakitin kamu?" jawab Alina seraya kembali bertanya sesuatu yang menurut Alessa semakin aneh
" Kita ga akan pernah bisa tau sifat orang ke kita kalau kita belum kenal lebih dekat sama orang itu,lagian dia ngajakin nikah kan? Bukannya itu artinya dia gentle banget sebagai cowok? Tapi kalau sama orang yang pernah nyakitin kita sih aku mikir dulu deh dan tergantung atas dasar apa dia nyakiti kita dan nyakiti yang gimana? ada unsur salah pahamnya atau ga?, kalau aku pribadi sih gitu,emang kenapa sih...?" tanya Alessa setelah menjawab pertanyaan Alina dan ia semakin heran dengan pertanyaan random sang sahabat
" Mau tau aja untuk pengalaman..ya udah sih ga usah dipikirin...." jawab Alina
" Aneh deh kamu,dua minggu ga ngampus sekalinya ngampus aneh,makin yakin nih akunya ..pasti kamu jadi linglung gara-gara kejadian di kantin itu yang berhasil menggemparkan seisi kampus" jawab Alessa asal
" Apaan?" tanya Alina heran,pasalnya ia belum tau bahwa yang menggendong dan membawanya ke rumah sakit adalah pria yang sangat ingin ia hindari,walau pria itu kini telah menjadi suaminya
" Kamu ga tau seisi kampus histeris gara-gara liat kamu di gendong sama anak pemilik kampus ini,bukannya cuma tajir tapi wajah sama bodynya bikin hampir semua wanita berfantasi liar kalau liat dia,dan kamu ....kamu nyata dalam dekapan nya siang itu " cerita Alessa begitu menggebu,sedangkan Alina membelalakkan matanya saat tau kenyataannya
" Ja-jadi bukan bang Dave atau Abang yang bawa Al ke rumah sakit?" tanya Alina seakan tak terima dan tak percaya,Abang yang ia maksud adalah Gerald,pasalnya ada Dave dan Gerald di dekatnya saat itu
" T--trus gimana dong? Pasti mereka mikirnya yang aneh-aneh deh,malu kan jadinya" jawab Alina lesu,sungguh ia sangat bingung dengan kehidupannya sekarang
" Apanya? Pemikiran mereka? Cuekin aja kali...kamu cuma perlu hati- hati sama model yang kabarnya pacar nya sejak SMA dulu,katanya sih model tu mahasiswi tingkat akhir di kampus ini,tapi kayaknya kamu ga perlu takut deh" jawab Alessa santai
" Kenapa?" tanya Alina penasaran
" Kan emang bukan rahasia lagi kalau tuan muda keluarga Altop itu Casannova...wanitanya banyak dimana-mana,biasalah ...namanya juga orang lahir di benua Eropa,dibesarkan di indonesia trus ngelanjutin sekolahnya di negara luar yang bisa dikatakan negara bebas" jawab Alessa santai
DEG
Biasa bagi Alessa namun tak biasa untuk Alina,entah mengapa ada rasa sakit di ulu hatinya dan sesak di dadanya,bagaimanapun pria itu kini suami nya,namun dengan segera Alina menepis semua rasa itu,ia harus sadar bahwa dirinya hanya wanita yang dinikahi pria itu karena suatu alasan,Alina masih mengingat ucapan yang Gabriel katakan padanya beberapa jam sebelum pernikahan mereka" lo ga perlu mikir terlalu jauh tentang pernikahan kita ini,gue nikahi lo cuma sekedar pernikahan di atas kertas dan akan berakhir saat gue ngerasa sudah waktunya,jadi lo jangan pernah ikut campur dengan urusan gue,ingat lo cuma istri di atas kertas" dan kata-kata itu bagai ajimat yang selalu terngiang di ingatan Alina
__ADS_1
Dan hari ini ia kembali mengetahui satu fakta lagi bahwa pria yang menjadikannya istri di atas kertas itu ternyata seorang pria yang memiliki banyak wanita, maka dari itu,secara bersamaan Alina merasa jijik saat ia mengingat bahwa dirinya pernah disentuh oleh pria itu,pria yang pasti sudah pernah menyentuh banyak wanita dan itu artinya dirinya adalah wanita yang kesekian kali yang pria itu sentuh
" kamu kenapa by...?" tanya Alessa heran saat melihat Alina menggidikkan bahunya dengan ekspressi jijik yang sangat kentara
" Geli aja ngebayangi pria yang punya banyak wanita,apalagi mengingat gaya hidup mereka yang terkenal dengan pergaulan bebasnya" jawan Alina jujur walau tak sepenuh nya
Obrolan keduanya terhenti saat seorang dosen muda nan tampan memasuki kelas mereka,Alina sampai terkesiap saat melihat pria yang kini berdiri tegap di podium kelasnya,pria yang katanya seorang dosen pengganti,,ingin rasanya Alina bersembunyi walau dibawah meja sekalipun
" Pagi semuanya..masih ingat sayabukan...saya yang menggantikan prof..Danu sampai beberapa bulan kedepan,saya paling tidak suka mahasiswa yang tidak menghargai waktu dan malas mengerjakan tugas,jadi untuk kedepannya tolong kerja samanya" ucap Raffa tegas dengan suara baritonnya,ini pertemuan kudua Raffa denga para mahasiswa dikelas Alina
Bisik-bisik terdengar begitu jelas di telinga Alina,ucapan memuja dari para mahasiswi begitu nyata,walau jelas pria yang mereka kagumi itu terlihat sangat killer sebagai dosen,ditambah dengan Alessa yang tak kalah histerisnya dari para teman sekelas mereka yang lain,membuat Alina merasa semakin lesu
Tak ada yang menyadari bahwa sesungguhnya mata dosen tampan itu terus terfokus pada gadis cantik yang tampak sedikit gelisah,Raffa bisa menyembunyikan tatapan nya dari balik kaca matanya,ia merasa sangat bahagia karena gadis yang menjadi alasannya menerima tawaran sang paman untuk menggantikan beliau sementara kini ada didepaan matanya,tidak seperti beberapa hari yang lalu,yang dikabarkan bahwa gadis cantik itu kurang sehat
Raffa mulai memaanggil satu per satu nama mahasiswa di kelas itu,mengabsen mereka dengan teliti yang disambut dengan jawaban cantik ala anak muda
" Alessa bianca Jacob.." panggil Raffa
" Yes Sir..." jawab Alessa mendayu dengan suara lembutnya khas gadis penggoda,membuat Alina menggeleng melihat tingkah absurd sahabat somplaknya itu
" Alina Haya..." panggil Raffa lagi
" Sa-saya...prof. Ups so-sorry...Sir" jawab Alina gugup seraya menutup mulutnya dengan kedua tangannya,tingkah gugup Alina terlihat lucu dimata para teman sekelasnya hingga membuat mereka tertawa yang dibalas dengan cengiran malu oleh Alina
Sedangkan Raffa tak menunjukkan reaksi apapun,ia masih mempertahankan wajah dinginnya,walau dalam hati ia juga sangat gemas melihat tingkah gadis polos yang mampu mencuri hatinya itu,sehingga membuat seorang Raffa jatuh cinta sejatuh-jatuh nya pada gadis muda berhijab itu
Raffa melanjutkan tugasnya memberi materi pada para mahasiswa sesuai didang yang ia gantikan,sesekali matanya mencuri pandang Alina hingga beberapa kali tatapan mereka bersirobok,tapi tampak jelas Alina sangat menghindarinya dan Raffa menyadari itu,Raffa sampai berfikir apa kurangnya dirinya hingga tak sedikitpun gadis cantik itu memberinya kesempatan walau hanya untuk menjelaskan perasaannya
__ADS_1
Sedangkan Alina semakin merasa tertekan dengan semua yang ia hadapi akhir-akhir ini,ia merasa hari-hari nya semakin rumit saja,bagaimana bisa pria yang menjadi penyebab kesalahpahaman nya dengan orang yang tak ia kenal dan berujung kini menjadi suaminya justru kini berada di lingkupnya yang otomatis mereka pasti akan sering bertemu," Tuhan.....pertanda apalagi ini..?" keluh Alina dalam hatinya