Your Angle My Heart

Your Angle My Heart
46


__ADS_3

Hari yang sangat dinanti Alessa tiba juga,sejak pagi ia sudah sangat tak sabar segera kekampus dan menyelesaikan pelajaran hari ini secepat mungkin,ia sangat ingin mendengar cerita Alina tentang semua yang ia dengar kemarin saat ia tak sengaja menjemput Alina ke ruangan Raffa


" Mau ngomong penting apaan sih sampai harus mojok kaya gini?" tanya Mira penasaran dan di angguki setuju oleh Fiza,sedangkan Alina hanya terdiam saat kedua sahabatnya itu sampai,Alessa tampak mengusap lembut lengan Alina


" Duduk aja dulu sih,belum juga duduk udah pada ngomel" jawab Alessa geram,ia tau Mira dan Fiza pasti sangat khawatir


Tanpa menjawab kedua gadis cantik itu duduk diatas rerumputan tepat dihadapan Aliana dan Alessa,mereka sedang berada di pinggiran danau yang terdapat di area taman belakang kampus,Alina memilih tempat itu karena Dinda mengatakan bahwa ia tak diberi izin oleh Gabriel untuk pergi bersama ketiga sahabatnya


" Kalau kamu belum siap untuk cerita...jangan di paksa beb" ucap Alessa lembut seraya mengusap punggung Alina,ia tak ingin membebani Alina


" Ada apa sih? Kamu kenapa baby...? " tanya Mira dan Fiza bersamaan,wajah keduanya tampak sangat khawatir


" Aya takut..." jawab Alina lirih nyaris tak terdengar


" Takut apa Al? Kamu ga percaya sama kami?" tanya Fiza lembut


" Aya takut kalian akan jauhi Aya kalau tau seperti apa Aya sekarang,Aya bukan sahabat kalian yang dulu,Aya sudah kotor...Aya malu" jawab Alina lirih dengan mata berkaca-kaca,


" Apapun masalah kamu dan siapapun kamu sekarang,kamu tetap sahabat kami Alina,bagi kami kamu itu tetap sahabat kebanggaan kami,cerita ke kami Al..apa yang kamu sembunyikan dari kami" jawab Mira lembut,dan di angguki oleh Fiza,sedangkan Alessa hanya menjadi pendengar


" Satu tahun lalu saat meberangkatan Aya ke singapura........" Alina mulai menceritakan semuanya dari awal hingga pada akirnya ia harus dirawat oleh psikiater secara intens selama tiga bulan dan masih terus berlanjut rawat jalan hingga hari ini,ia juga menceritakan awal mula ai menjadi putri angkat di keluarga Alexander,membuat ketiga sahabatnya tak mampu menahan air mata mereka


" Tapi itu udah satu tahun yang lalu Al..bahkan lebih,lupakan Al..mulai hidup kamu lebih baik lagi,jangan nyerah,apalagi sekarang ada keluarga yang udah nadiin kamu putri di keluarga mereka" Bujuk Mira dan Fiza memberi semangat pada sang sahabat


" Tapi..." Ucap Alina ragu,ia sangat malu dan enggan mengatakan bahwa dirinya sudah menikah,walau itu hanya pernikahan siri,tapi ia masih sangat muda


" Tapi apalagi Al..?" Tanya Fiza geram,sedang Alina masih menunduk


" Cerita Al..siapa tau kita ada solusinya" bujuk Alessa tenang


" Aya sudah menikah...dengan dia" jawab Alina polos,hal itu membuat ketiga sahabatnya menganga,jika fiza dan Mira terkejut karena dua hal yaitu Alina sudah menikah dan dengan pria yang menyakitinya,sedangkan Alessa tak menyangka jika yanng mrnikahi Aliana menikahi Alina adalah pria jahat yang menyakiti sahabatnya itu


Ketiga gadis dihadapan Alina membekap mulut mereka dengan mata melotot sempurna,ketiganya langsung mengingat kejadian saat di kantin kampus,tiba-tiba Alina pingsan setelah bertemu dengan putra dari pemilik kampus


" Siapa pria berengxxx itu Al?" tanya Mira geram,wajah nya tampak penuh emosi


" Aya ga tau namanya,ga kenal keluarganya bahkan apa Agamanya pun Aya ga tau,yang Aya tau ia berwajah Eropa,tapi ia pasih berbahasa indonesia" Alina menjawab seraya sedikit membayangkan wahah tampan sang suami saat pertemuan terakhir mereka kemarin pagi,membuat semburat merah muncul di pipi gadis cantik itu

__ADS_1


" Lalu dimana kamu saat ia menikahi kamu ?,apakah kamu ga bertanya padanya" tanya Fiza seakan frustasi


" Aya ada di ruagan yang sepertinya disediakan khusus untuk pengantin wanita saat ada pernikahan di Masjid itu,setelah selesai Aya baru di panggil untuk bertukar cin-cin dan menandatangani beberapa lemabar berkas" cerita Alina pada ketiga sahabatnya


" Bukankah pernikahan kalian adalah hanya pernikahan siri? Lalu mengapa ada penandatanganan berkas,trus apa tadi? tukar cincin? Mana cin-cin pernikahan kamu?" tanya Alessa yang tak kalah penasarannya


" Kata mama walau pernikahan siri pasti ada beberapa berkas yang dimintai tanda tangan,hanya saja tak tercatat di negara,cin-cin nya ada ini" Alina menjawab polos seraya menunjukkan sebuah cin-cin yang sangat indah yang yang ia jadikan Bandul pada kalung yang melingkar indah di leher putih nya


" Astaga.....Alina...indah banget cin-cin nya,kamu tau cin-cin ini harga nya sangat gila,bahkan hampir melebihi harga mobil sport termahal di Eropa..trus kenapa ga kamu pakai?" tanya heboh Alessa,ia yang juga putri dari seorang pengusaha sedikit banyak tau tentang perhiasan


" Ya Allah ....itu barang asli kan? Cantik banget" komentar Mira dan Fiza bersamaan,ketiga sahabatnya itu dibuat terngaga dengan keindahan cin-cin pernikahan Alina


" Aya takut hilang dan dia juga bilang bahwa Aya harus merahasiakan pernikahan kami dari semua orang,hanya keluarga Alexander aja yang tau" Alina menjawab sendu


" Trus hubungan nya dengan Sir Raffa apa Al? Kenapa kemarin kalian bahas tentang pernikahan kamu dengan dosen pengganti itu?" Tanya Alessa penasaran


" Jadi kamu udah tau Sa tentang pernikahan Alina?" tanya Mira ciriga


"Kemarin ga sengaja dengar pembicaraan Alina sama Sir Raffa,makanya dia mau cerita ke kita,kalau ga pasti masih dirahasiakan" jawab Alessa santai


" Maksudnya?" tanya Alessa bingung,sedangkan Mira dan Fiza mulai paham,mereka kembali mengingat bahwa mereka dan Raffa pernah bertemu saat menjadi relawan di desa neneknya Alina


" Aya dan dokter Raffa......" Alina menceritakan semuanya,tentang pertemuan pertama di bandara dengan Raffa,pertemuan kedua di tempat bencana Alam dan berakhir yang ternyata Raffa menyukainya dan diam-diam banyak menyimpan foto-foto nya saat di daerah bencana,hingga berakhir wanita yang mencintai Raffa salah paham pada Alina sehingga membuat saudara laki-laki dari wanita itu menyakiti Alina


" Tapi siapa wanita itu Al?" tanya Mira tiba-tiba


" Bukankah dokter cantik itu pacar nya dokter Raffa ya?" sambung Fiza heran,ia masih mengingat ada seorang dokter cantik dan baik yang tampak sangat dekat dengan Raffa


" Aya juga ga tau,siapa wanita itu,tentang dokter Tika...katanya mereka sahabat sejak SMP,dan itu doktet Tika sendiri pernah cerita ke Aya" jawab Alina seraya mengingat beberapa cerita Cantika pada Alina tentang hubungannya dengan Raffa


" Trus sekarang perasaan kamu ke suami kamu itu gimana?" tanya Mira tiba-tiba setelah tadi mereka terdiam sesaat


" Perasaan gimana maksud nya?" tanya Alina polos


" Ya perasaan di hati kamu Alina...kalian ni kan dah nikah dan tinnggal satu atap kan? Atau mungkin udah unboxing juga,perasaan kamu pas deket sama dia gimana, dia bukan laki-laki tua kan?" tanya Mira lagi


" Ga ada perasaan apapun kecuali takut dan malu,kami ga tinggal sama,bahkan kami jarang ketemu,setelah hampir tiga bulan pernikahan baru dua hari yang lalu dia datang ke apartemen tempat Aya di tinggal dan dari kemarin siang kamu ga ketemu lagi,usianya sepertinya seusia abang Dave atau lebih muda,tapi dia sangat Arogan,kejam dan sombong,Aya ga suka liat dia" Jawab Alina memberenggut

__ADS_1


" Itu artinya kalian belum pernah bobok bareng..? Setelah kejadian itu?" tanya Alessa penasaran,tingkat kepo ketiga sahabatnya semakin bertambah akibat terlalu penasaran


" Ga...mana ada bobok bareng,kan pernikahan nya cuma sementara kata kakak itu,kalau dokter Raffa sudah menikah maka kami akan berpisah" jawab Alina


" Maksudnya dokter Raffa harus nikah sama saudara wanitanya ? Trus kalau mereka ga nikah-nikah gimana?" tanya Fiza bingung


"Dia pernah bilang kalau dia ga percaya Aya ga ada hubungan apapun dengan dokter Raffa,tapi dia ga percaya,dia baru akan percaya kalau dokter Raffa menikah" jawab Alina lesu


" Jadi itu syaratnya dari dia agar kamu bisa bebas? Trus dokter Raffa sudah ada keputusannya?" tanya Alessa bingung


" Itu dia...dokter Raffa sudah tau kemarin,tapi dia juga bingung katanya mau nikah sama siapa, ga mungkin ada wanita yang mau dinikahi sementara dan ga mungkin juga kita mempermainkan pernikahan" jawab Alina serius


Keempat gadis cantik itu terdiam dengan pikiran masing- masing,ketiga sahabat Alina bingung memikirkan bagaimana caranya menolong sahabat mereka yang terjerat masalah yang begitu rumit dan menggadaikan masadepannya


Mira sempat berfikir konyol dengan mengajak Raffa menikah siri sementara,tapi apakah Raffa akan bersedia,pria bergelar dokter itu memiliki wajah tampan dan kedudukannya juga mapan,apakah ia mau menikah dengan gadis yang ia tau hanya seorang mahasiswa,terlebih Raffa tak memcintainya


" Bagaimana kalau kita temui dokter Raffa dan kita coba bicara cari solusi,atau jika perlu kita tawarkan diri kita buat nikah sementara sampai Alina bebas" ide Fizza tiba-tiba membuat yang lain melotot sempurn


" Fiza bener..aku tadi juga mikirnya gitu" jawab Mira jujur


" Tapi Aya ga mau ngorbanin kalian dalam masalah ini,masalahnya terlalu rumit,kalau nanti setelah menikah dokter Raffa minta haknya sebagai suami ke kalian gimana?" ucap Alina


" Ya kasih aja kali...toh juga dokter Raffa itu good looking and good rekening,idaman para ciwi-ciwi pastinya" jawab Mira dan Fiza kompak


" Aku ga ikutan ya,cinta aku itu udah mentok ke Abang nya Aya" ucap Alessa tanpa malu-malu


" Yang mana?" tanya Mira meledek


" Yang dokter paling cool dan tamvan itu" jawab Alessa cengengesan


" Dasar labil" ledek Fiza


" Biarin...mumpung masih bisa milih" kawab Alessa sombong


" Ye...kalau ia dipilih" ledek Mira membuat Alessa cemberut dan membuat Alina dan Fiza tertawa terbahak-bahak melihat wajah manyunnya Alessa


" Ya udah deh..kalian ga usah pusing- pusing mikirin masalah Aya itu,bulan depan ujian kan,kita ujian aja dulu yang bener,yakin aja Tuhan pasti akan kasi yang terbaik buat Umat nya,Aya yakin pasti akan ada jalan nantinya,apakah itu cepar atau lambat ...yang penting kita sabar aja" putus Alina menenangkan ketiga sahabtnya,walau ia sendiri sangat gelisah

__ADS_1


__ADS_2