
" Selamat ya bro...atas kelulusan dan nilai terbaik lo" Ucap Gabriel dingin seraya mengarahkan tangan nya tepat di depan Dave
" Thanks..." jawab Dave tak kalah dingin,ia menyambut uluran tangan Gabriel dengan tangan kanan nya,sementara tangan kirinya masih setia mengusap lembut punggung Alina yang masih sesegukan dalam dekapan nya,keduanya memberikan tatapan tajam,seakan mengatakan bahwa peperangan dimulai
" Lepaskan istri gue" ucap Gabriel dengan suara mendesis,kedua tangan nya terkepal erat
" Sayang...suami kamu datang" bisik Dave ditelinga Alina namun masih bisa didengar yang lain,membuat Alina tersadar dan menjauhkan dirinya dari Dave,membuat Dave tersenyum miris
Deg...
Ada suatu yang tak nyaman dalam diri Gabriel saat pria lain memanggil Alina sayang...jantung nya memburu seakan meminta keluar dari tempatnya,cemburukah ia? Namun hatinya menolak menerima
" Suami sementara lebih tepat nya" tambah Dave tiba-tiba,membuat wajah Gabriel semakin memerah menahan emosi
" Maaf tuan...tolong jaga bicara Anda" ucap Niko tegas terdengar mengintimidasi,asisten pribadi Gabriel itu bahkan lebih dingin dari sang majikan ,ia tau emosi sang tuan muda sudah di ambang batas dan siap meledak
" Pembicaraan saya yang mana yang harus saya jaga? bukankah itu memang kenyataannya?" tanya Dave semakin berani,tatapannya jelas menantang Gabriel
Buugh....
Satu bogeman mentah mendarat indah tepat di wajah tampan Dave,membuat pria ber Toga itu nyaris terhuyung ke belakang,Dave meringis seraya meraba bibirnya yang sedikit robek,siapa lagi pelakunya jika bukan Gabriel Alvaro Altop,membuat nyonya Suci,Alina dan Maya sangat terkejut,ketiga wanita beda usia itu membekap mulut mereka agar tak berteriak,mata ketiganya melotot sempurna,mata indah Alina terlihat meneteskan bening kristalnnya,ia menggeleng kuat
" Dave..." suara serta usapan lembut nyonya Suci menghentikan gerak Dave yang akan melakukan hal yang sama pada Gabriel,beliau menggelengkan kepala saat Dave akan membalas perlakuan pria yang notaben nya adalah sahabat Gerald
" Tuan..." lirih Alina tercekat saat mata sayunya menatap wajah Gabriel yang balas menatapnya dingin,api Kemarahan jelas terpancar dari tatapan mengintimidasi khas seorang Gabriel Alvaro Altop,membuat nyali Alina ciut seketika
Tanpa mengucapkan satu katapun Gabriel membalikkan badannya melangkah meninggalkan keluarga Alexander diikuti Niko di belakang nya,sedangkan tuan Alexander dan Gerald masih terdiam tanpa kata,keduanya seakan tak percaya sang putra tunggal keluarga Altop bisa melakukan hal itu di depan publik,untung tak ada yang melihat kejadian yang memang terjadi begitu cepat itu
" Abang..." lirih Alina cepat meraih wajah Dave,mengusap lembut dengan tisu basah yang ia keluarkan dari dalam tas nya,sedangkan yang lain masih terdiam mencerna apa yang baru terjadi di hadapan mereka
Sikap Dave yang sedikit aneh pada Alina,kemarahan Gabriel dan ketakutan Alina saat melihat Gabriel,serta panggilan tuan yang keluar dari bibir mungil gadis cantik itu
" Aku ga pa pa,kamu ga perlu khawatir" ucap Dave lembut,tangan nya meraih tangan Alina yang sedang mengusap ujung bibirnya dengan tisu,menggenggam erat tangan mungil yang terasa sangat dingin dan bergetar itu,Dave tau gadis cantik nya sedang panik dan takut
" Maaf.." lirih Alina lagi dengan tatapan mengiba,mata sendunya menatap nanar pada bibir Dave
" Kamu ga salah sayang...aku yang salah meluk istri orang sembarangan" jawab Dave mencoba melucu,walau hatinya sakit saat mengatakan itu,membuat Alina menatapnya horor dan dibalas senyùman tanpa dosa oleh Dave
Sedangkan Maya mengerjabkan matanya berulang kali seraya mengusap telinganya,menyadarkan dirinya guna memastikan bahwa penglihatan dan pendengarannya tidak salah,Alina...gadis yang ia tau masih sangat muda itu sudah menikah? Dan suaminya pria muda yang baru saja menghadiahi Dave bogem mentah itu?
Siapa tak mengenal Gabriel Alvaro Altop,pria muda,tampan,berkharisma,di gosipkan dikelilingi begitu banyak wanita dan putra dari seorang raja bisnis,pewaris keluarga Altop..benarkah pria itu suami Alina..gadis yang ia yakini sangat dicintai oleh Dave,gadis yatim piatu yang diangkat menjadi putri di keluarga Alexander? Benarkah Maya tidak sedang bermimpi?lalu apa maksud dari ucapan Dave yang mengatalan Istri sementara?, sungguh Maya seakan dilema dengan apa yang ia lihat dan dengar baru saja
" Abang...masih aja bercanda" geram Alina tangan mungilnya refleks memukul lengan Dave,membuat yang lain tersenyum,mata indah Alina menatap sesaat kearah Maya,ia yakin gadis itu mendengar semuanya
__ADS_1
" Kamu ga perlu khawatir,cepat atau lambat Maya pasti akan tau juga dan aku jamin ia bisa jaga rahasia ini" ucap Dave yang paham dengan tatapan kegelisahan Alina
" Dave bener..kamu tenang aja,aku ga ada hak buat cerita ke siapa pun menyangkut masalah pribadi kamu atau siapapun" ucap Maya menimpali menenangkan Alina dan keluarga Dave seraya melangkah menghampiri Dave sang sahabat
" Congratulation for you" ucap Maya disertai senyuman manis,gadis manis berlesung pipi itu selalu bisa tampil ceria di hadapan Dave,ia mampu dengan rapat menutupi perasaan nya pada pria yang telah menjadi sahabatnya itu
" To" jawab singkat Dave seraya menarik sang sahabat dalam pelukan nya,membuat mata Alina melotot,berulang kali ia mengatakan pada Dave dan Maya bahwa mereka bukan Muhrim
" Abang...bukan Muhrim" geram Alina dengan suara nyaris berteriak,membuat Dave dan Maya langsung melepaskan pelukan mereka dan tersenyum
" Takut banget sih abang nya direbut" ledek Maya seraya mencubit gemas hidung mancung Alina,membuat gadis cantik itu memberengut,,membuat yang lain tertawa gemas,mereka seakan melupakan kejadian menegangkan beberapa menit yang lalu
" Bungkus aja bawa pulang ...jelek juga " jawab Alina lucu,membuat yang lain kembali tertawa,sedangkan Dave melotot tak terima
" Kamu ya.." geram Dave seraya merangkul pundak Alina ,tanpa ada yang menyadari Gerald menarik sudut bibirnya melihat tingkah kedua adik nya
Sejenak mereka melupakan segala masalah yang mereka hadapi,keluarga Alexander dan keluarga Maya memutuskan mencari restoran guna merayakan kelulusan Dave dan Maya,mereka melakukan lunc bersama tanpa ada rasa canggung,terlebih papa Maya yang seorang perwira TNI terlihat sudah sangat dekat dengan keluarga Dave,karena sang mama juga seorang dokter sama seperti nyonya Suci,hanya saja mamanya Maya seorang dokter Obgyn
Dilain tempat...
Prannngg..
" Brengsek...akhhh" suara amukan serta pecahan barang yang jatuh kelantai terdengar menggema di salah satu pant house hotel millik keluarga Altop yang terletak tak jauh dari kampus milik mereka
" Tu-tuan ...nyonya menghubungi saya meminta agar anda pulang ke mansion malam ini" ucap Niko dari balik pintu
" Saya sudah katakan tinggalkan saya sendiri disini Niko...apa kamu tuli? " marah Gabriel dari dalam kamar,ia tidak perduli dengan berita yang sang asisten sampaikan
" Ta-tapi tuan.." ucap Niko ragu
" Pergi ke kantor kerjakan tugasmu Niko...atau kamu mau saya pecat sekarang juga hah?" marah Gabriel dengan suara semakin menggema
" Ba-baik tuan,jika anda lapar saya sudah memesankan makan siang untuk anda" jawab Niko memgalah
Hening tak ada jawaban apapun dari mulut pedas sang bos" saya pergi tuan" ucap Niko lagi,ia melangkah meninggalkan kamar sang tuan muda menuju pintu keluar seraya menghibungi orang kepercayaan nya untuk terus mengawasi sang tuan muda dan berjaga di depan pant house tersebut
"Segera Laporkan pada saya jika tuan muda pergi atau terjadi sesuatu di dalam" Niko menginhatkan lagi pada salah satu bodyguard yang berdiri tegak di depan pintu itu
" Baik " jawab nya tegas seraya menundukkan kepalanya menberi hormat,bagaimanapun Niko adalah asisten pribadi sang tuan muda dan mereka merasa harus menghormatinya juga
Niko meninggalkan hotel tersebut,ia menuju kantor pusat GA group,sangat banyak pekerjaan yang harus ia selesaikan,beberapa meeting harus ia tanganai menggantikan sang tuan muda,belum lagi ia harus mencari alasan pada nyonya dan tuan besar Altop kemana Gabriel karena tak bisa dihubungi
" Dasar tuan muda merepotkan...coba ga cari masalah sama tu bocil,ga ginikan jadinya,kena kutukan kali ya sama tu bocil,entahlah bikin pusing aja mereka,udah nikah juga..cinta tinggal bilang..gitu aja susah amat,jatuh cinta sama istri sendiri juga,huh dasar orang-orang aneh" omel Niko sendiri dalam taksi yang ia tumpangi,ia tak membawa mobil Gabriel karena takutnya sang tuan mudanya yang tengah galau berat itu akan pergi
__ADS_1
" Nona bocil juga...kenapa sih kok kaya ga ada tertariknya gitu sama tuan muda yang segitu tamapannya? Tajir juga,apa nona ga tau kalau suaminya itu begitu digilai hampir semua wanita di seluruh negara?" tambah Niko lagi,ia seakan sedang mengomel sendiri,membuat sang supir taksi kebingungan
" Maaf..tuan berbicara dengan saya?" tanya supir taksi paruh baya itu
" Tidak,fokus dengan setir mu" jawab Niko dingin,membuat sang sopir taksi terdiam kaku
" Maaf tuan tujuan anda?" tanya sopir taksi itu,ia terpaksa bertanya
" GA Group" jawab Niko dingin,pemuda tampan itu mulai fokus pada macebook di tangan nya,ia harus melihat jadwal apa saja yang harus ia wakilkan karena mood sang bos yang tiba-tiba buruk
Taksi yang membawa Niko memasuki gerbang megah perusahaan yang baru beberapa bulan berdiri gagah di kawasan elite ibu kota,perusahaan berlogo GA group dengan lambang sayap burung itu tampak megah dengan dinding hampir keseluruhan di dominasi oleh kaca,gedung yang tak terlalu jauh dengan rumah sakit milik nya
Niko benar-benar sangat sibuk menggantikan Gabriel,belum lagi ia harus memeriksa beberapa berkas penting yang harus selesai hari itu juga,ia memang pintar..tapi rasanya tak se genius sang tuan mudanya yang selalu tampak sangat tenang dalam menyelesaikan segala urusan bisnisnya,namun mengapa untuk urusan hati sang tuan muda sepertinya sangat bodoh
Sedangkan di hotel Gabriel memutuskan keluar dari pant house miliknya,dengan gaya sedikit berantakan ia melajukan mobilnya ke sebuah club malam setelah menghubungi salah satu sahabatnya
Kedatangan Gabriel cukup mengejutkan Rayhan dan Ethan,masalahnya Gabriel tampak sangat kacau dengan kemeja tanpa dasi dan jas,rambutnya tampak acak-acakan,sungguh bukan kebiasaan seorang Gabriel Alvaro Altop yang terkenal sangat menjaga penampilannya
" lo kenapa bro..?" tanya Ethan heran
Gabriel tak menjawab,ia mendudukkan bokong nya di salah satu sofa ruangan VVIP club mahal tersebut,dengan cepat Gabriel menyambar gelas yang berisi anggur merah koleksi terbaik club tersebut,minuman haram dengan harga bahkan mencapai puluhan juta per botol nya
" Ada masalah apa? Masalah dengan bokap nyokap lo?" tanya Rayhan yang mulai risih melihat cara minum Gabriel yang tampak tak wajar,pasal nya sahabatnya itu tak terbiasa dengan minuman alkohol
" Masalah wanita..." jawab seseorang yang baru datang dan langsung bergabung bersama ketiga sahabatnya,siapa lagi kalau bukan Gerald,ia di hubungi oleh Rayhan saat melihat kekacauan Gabriel,karena biasanya Gabriel lebih terbuka dengan Gerald
" Diem lo" bentak Gabriel marah,sedangkan Gerald tersenyum menyeringai
" Terus terang aja kalau ga mau di rebut orang" ledek Gerald lagi,membuat Gabriel menatap tajam sang sahabat
" Gue bunuh siapapun yang berani ambil milik gue,termasuk adik lo" jawab Gabriel cepat
" Tiga hari lagi dia udah bukan siapa-siapa lo lagi" jawab Gerald masih tenang,sementara Rayhan dan Ethan tampak bingung dengan pembicaraan kedua sahabat mereka
" Sampai kapan pun dia tetap milik gue" Jawab Gabriel setengah sadar,pria paling muda dari ketiga sahabatnya itu terkulai tak sadarkan diri,membuat Gerald terpaksa menghubungi Niko agar segera menjemput tuan mudanya
" Dasar ...udah paling bocil,paling keras kepala" ucap Gabriel membenarkan posisi Gabriel agar tubuhnya tak sakit
" Sebenarnya ada apa sih bro?" tanya Ethan heran
" Biasa baru pertama jatuh cinta,tapi gengsi" jawab Gerald santai,ia meraih satu botol air mineral menenggaknya setelah membuka segel tutup botol tersebut
" Perempuan mana sampai bisa bikin si arogan ini galau?" tanya Rayhan ikut penasaran
__ADS_1
" Ntar juga lo pada tau sendiri,gue ga ada hak buat ngomong,itu privasi seseorang,cepat atau lambat dia pasti cerita" jawab Gerald santai,ia menatap wajah Gabriel,hatinya bimbang membayangkan perasaan Dave yang pasti akan sakit jika benar Alina menjadi milik Gabriel