Your Angle My Heart

Your Angle My Heart
57


__ADS_3

Satu minggu sudah berlalu setelah pembicaraan Gabriel dan Alina di apartemen,keduanya tak saling bertemu sampai akhir pekan,Alina juga tak bertanya apapun pada Dinda, asisten yang ditugaskan oleh Gabriel untuk mengawasi Alina dan menyiapkan segala kebutuhan gadis cantik itu


" Kamu yakin ga mau ikutan kita mendaki ke puncak? Minggu ini kita free lho di kampus" tanya Alessa pada Alina saat keduanya sedang menunggu Fiza dan Mira disalah satu resto ala jepang,mereka baru selesai mengikuti ujian semester dan keempatnya merencanakan nonton bareng


" Hem...Aya ga berani minta izin sama manusia kulkas itu,seminggu terakhir ini sepertinya dia ga pernah datang ke apartemen,tapi sepertinya bodyguard nya bertambah deh" jawab Alina lesu


" Hahaha....Dosa loh bilang suami manusia kulkas,tampan gitu" ledek Alessa jahil


" Biasa aja juga,yang ada arogan gitu,suka banget ngatur-ngatur" omel Alina cemberut


" Kalau yang kayak gitu kamu bilang biasa aja...trus gimana yang luar biasanya? Namanya juga dari lahir dia itu udah punya asisten,ya udah hal biasa kali buat merintah orang dan ga mau di bantah,sikap seperti itu umum nya sudah mendarah daging bagi orang-orang seperti mereka" jawab Alessa santai


" Terserah kamu deh...capek mikirin orang seperti kulkas empat pintu itu" jawab Alina geram


" Cie.....yang udah mulai mikirin, ada bau-bau aroma jatuh cinta nih" ledek Fiza tiba-tiba duduk disamping Alina,fiza dan Mira baru tiba


" Mana ada..siapa juga yang mau jatuh cinta sama pohon pisang itu" jawab Alina asal


" Maksudnya?" tanya ketiga sahabatnya gagal faham


" Ya pohon pisang...punya jantung tapi ga punya hati" jawab Alina kesal


" Hahahahaha...sumpah jahat banget tau ga kamu,ngatain suami sendiri gitu,durhaka lho" ucap Mira menasehati namun sarat dengan ledekan


" Udah deh ga usah bahas orang itu lagi,jadi nonton ga?" omel Alina yang justru terlihat imut di mata ketiga sahabatnya


" Jadi donk cantik...ulu-ulu adik cantik ngambek" ledek Fiza


" Enak aja adik,kuliah kita aja satu tingkat" bantah Alina tak terima di panggil adik


" Hello...sekolah dan kuliah kita emang selalu satu tingkat,itu karena emang kamu paling beruntung,rapi jangan lupa kalau umur kamu itu bahkan baru menginjak 18 tahun BOCIL.." jawab Fiza semakin gencar meledek Alina,membuat gadis cantik itu cemberut


Mira dan Alessa tertawa puas melihat kekalahan si cantik Alina,masalahnya hanya perdebatan itu yang bisa membuat gadis cantik berhijab itu terdiam dan kalah,karena memang ia yang berusia paling muda diantara ketiga sahabatnya


Keempatnya mulai bergerak meninggalkan resto tersebut,beriringan berjalan menuju dimana latak tempat untuk membeli tiket nonton,Alessa,Fiza dan Mira sengaja memilih film bergenre romantis,agar si cantik Alina bisa melihat seperti apa pasangan romantis


Tanpa mereka sadari sejak Alina dan Alessa memasuki restoran dua pasang mata melihat dan terus mengawasi mereka dan sialnya keduanya mendengar pembicaraan mereka,jika yang satunya tertawa puas berbeda dengan yang satu lagi,ia harus menahan ekspresi geram nya saat mmendengar sang istri menyebutkan nama panggilan untuk nya


" Ternyata adik gue punya panggilan khusus untuk lo " ledek Gerald puas


" Diem lo" jawab Gabriel geram

__ADS_1


" Hahaha...lo kan udah mau nikah lagi nih ya,jadi kapan lo lepasin adik gue?" tanya Gerald meledek Gabriel


" Lo...kalau bukan karena lagi meeting..udah gue seret adik lo itu pulang dan gue buat hamil secepatnya" jawab Gabriel santai


" Gue tunggu lo buktiin ucapan lo barusan" tantang Gabriel


Keduanya sibuk saling berbisik,membuat Niko heran dengan sang bos yang tampak tak serius menjalankan meeting mereka,padahal klien yang mereka hadapi berasal dari luar negeri dan di dampingi oleh orang tua dari tunangan sang tuan muda dan karena alasan itu pula Niko tak memberitahukan Gabriel tentang keberadaan Alina


Tanpa Niko tau bahwa sang tuan muda dan Gerald telah melihat Alina sejak pertama mereka memasuki resto tersebut,Alina dan Alessa tak melihat mereka karena mereka menggunkan privat room yang setengah dari dindingnya adalah kaca,namun para pengunjung masih bisa mendengar pembicaraan dari meja sebelah mereka jika memang sengaja ingin mendengarnya


" Bagaimana Gabriel..apakah anda tertarik dengan penawaran dari kami? Atau jika anda merasa persentase nya kurang memuaskan akan kami coba ulangi" tanya sang klien sopan dengan menggunakan bahasa inggris,usia nya memang lebih tua dari Gabriel..tapi siapa yang tidak tau sepak terjang seorang Gabriel Alvaro Altop....pengusaha muda dengan segudang prestasi,kejam dan tanpa ampun,sang pewaris Altop Group


" Bagaimana tuan?" tanya Niko dengan suara sedikit lebih tinggi karena melihat sang tuan muda yang sepertinya sedang tidak fokus,sedangkan Gerald tersenyum puas saat melihat fokus Gabriel terbagi yang disebabkan oleh si cantik Alina


" Hah...em..menurut anda tuan Gerald..? Saya akan ACC jika menurut anda cocok,terlebih ini menyangkut rumah sakit yang kebetulan bukan bidang saya" tanya Gabriel melenpar jawaban pasa Gerald dengan alasan itu semua adalah bagian Gerald,membuat Gerald tersenyum meledek dan Gabriel sangat tau itu


" Saya 50 % setuju dan 50 % nya lagi saya serahkan pada anda tuan Gabriel atau asisten anda tuan Niko" jawab Gerald serius,bagaimanapun itu menyangkut bisnis ia tak mungkin bertindak gegabah


Niko melirik Gabriel sesaat dan ia mengangguk mengerti akan jawaban Gerald dan Gabriel,yang mana sang tuan muda sedang tidak fokus dan disinilah ia harus sigap mengambil keputusan yang terkadang membuat kepalanya seakan ingin meledak


Setelah meminta waktu beberapa menit akhirnya Niko memutuskan sependapat dengan Gerald, tanpa membantah Gabriel menandarangani kontrak setelah membaca dan saling setuju dengan beberapa persyaratan dan perjanjian yang saling menguntungkan,setelah mendapatkan kesepakatan dan meeting selesai,semuanya memutuskan untuk mengakhiri pertemuan mereka setelah menyantap beberapa menu


****


" Kenapa pilih film nya yang ada adegan seperti itu? Ish malu tau liatnya" oceh Alina seraya menutup lagi matanya


" Biasa aja kali,cuma adegan kissing doang juga,bukan adegan ran-jang..lagian kalo pun ada adegan gituan ga masalah buat kamu,udah punya suami juga,kami yang single aja B aja liat nya" jawab Alessa jahil


" Apaan sih ..." jawab Alina cemberut,pipi putihnya bersemu merah,ia menggeleng pelan saat bayangan Gabriel mencuri ci-u-man pertamanya dan saat Gabriel mengukung nya di balkon,ia sampai mengusap pelan tengkuknya yang serasa merinding


Dua jam waktu yang mereka habiskan untuk menonton film ber genre romantis itu,film dari negeri ginseng yang di gilai hampir seluruh remaja bahkan orang dewasa khususnya para kaum wanita,keempat gadis cantik itu memutuskan keluar paling akhir karena mereka tak ingin berdesakan


" Besoj-besok kalau film nya seperti itu lagi Aya males nonton" omel Alina menggerutu seraya melangkag keluar mengikuti ketiga sahabatnya


" Ya ampun cantik .....tutup mata juga pas adegan gituan,makanya lain kali coba liat dan hayati,pasti deh seru" jawab Fiza kocak


" Dosa tau nonton kayak gituan" Protes Alina lagi


" Dikit juga.." Jawab Mira disertai cengiran


" Udah deh ga usah cemberut gitu,kalau pingin tinggal praktekin juga" jawab Alessa santai

__ADS_1


" Sa...ish apaan sih" geram Alina seraya menghentakkan kakinya


" Kan emang bener,tinggal kamu ajakin aja tu si babang tamvan...trus minta tu di ajari,doi apsti mahir,secara wanitanya ba-n-yak" ucap Alessa terbata dan refleks menghentikan langkah nya,diikuti oleh Fiza dan Mira,membuat Alina menabrak punggung mereka,karena gadis itu berjalan seraya menunduk


Dugg


" Aw...iish apaan sih,berenti sembarangan,jadi nabrakkan" omel Alina geram,ia mengusap kening dan hidung mancung nya,ia belum mwnyadari ketiga sahabatnya yang berdiri kaku karena di hadapan mereka ada seseorang


" Jangan racuni fikiran istri saya dengan film seperti itu" ucap dingin pria yang tak lain adalah Gabriel


" I-ia tuan..maaf" jawab Alessa,Fiza dan Mira kompak,sedangkan Alina masih belum menyadari kehadiran orang tersebut


" Kok berenti sih?" tanya Alina heran,namun matanya nyaris melotot saat melihat siapa yang kini berdiri di hadapannya,Alina meremas kuat kedua sisi dress nya


" Ikut aku" ajak Gabriel pelan namun tegas


" Ga mau,saya pulang bareng Mbak Dinda aja" jawab Alina menolak,membuat Fabriel geram


Grebbb


Tanpa bersuara Gabriel langsung mengangkat tubuh ramping Alina ala bridal style,membuat Alina meronta dan memukuli dada bidang nya,sedangkan ketiga sahabat Alina hanya diam terpaku melihat sang sahabat di bawa paksa oleh sang tuan muda,Niko mengikuti seraya membawa tas kerja sang tuan muda,Gerald menggeleng melihat aksi konyol sang sahabat,ia baru paham mengapa Gabriel meminta pada Niko untuk membelikannya topi dan masker,ternyata untuk menutupi wajahnya dari publik


" Tuan lepasin..." protes Alina dalam dekapan sang tuan muda


" Diam atau aku cium kamu di sini" jawab Gabriel dingin dan sukses membuat Alina bungkam,ia menyembunyikan wajahnya ke dada bidang sang suami


Sampai di parkiran Gabriel langsung menuju mobil miliknya yang sudah di bukakan pintunya oleh Niko,sedangkan sang supir tampak sedikit bingung saat melihat sang tuan muda menutup wajahnya dengan topi dan masker,terlebih melihat sedang menggendong seorang wanita berhijab


" Kalo pengen lo minta baik-baim ma adik gue,jangan lo paksa" ledek Gerald santai saat akan menuju mobil miliknya dan meninggalkan Gabriel yang membatalkan memasuki mobilnya saat mendengar ucapan Gerald


" Brengsek lo" umpat Gabriel geram,ia mendudukkan Alina dan memasangkan seal belt,baru setelahnya ia menutup pintu dan berhalan cepat menuju pintu sebelahnya,kini keduanya duduk bersisian di kursi penumpang


" Jalan pak" perintah Niko pada supir paruh baya itu


" I- ia tuan" jawab sang supir gugup,matanya melirik sesaat ke kursi belakang melalui spion dalam mobil,ia melihat gadis berhijab yang memiliki wajah sangat cantik


Sedangkan Gabriel tampak langsung fokus pada layar ponselnya saat merasakan benda pipih itu bergetar,menandakan ada yang menghubunginya


" Langsung ke apartemen Nik" perintah Gabriel pada Niko yang dijawab anggukan patuh pemuda itu


" Baik tuan" jawab Niko patuh

__ADS_1


" Kita ke apartemen xxxxx di jalan xxcxc pak,,langsung ke lobby belakang" ucap Niko memberitahukan alamat tujuan pada sang supir


" Baik tuan" jawab sopir tersebut patuh,dalam hati ia sangat penasaran siapakah wanita cantik tersebut,mengapa sang tuan muda terlihat sangat perhatian,sedangkan sang tuan muda sudah bertunangan dan sebentar lagi akan menikah


__ADS_2