
Tepat saat Gabriel tiba di meja akad..sedikit keriuhan terjadi dengan datangnya salah satu orang kepercayaan keluarga Altop,bagaimana tidak heboh...orang tersebut menyampaikan berita yang cukup menegangkan,yaitu berita yang mengatakan bahwa sang mempelai wanita dan keluarganya hilang saat di perjalanan menuju kediaman keluarga Altop
" Kamu sudah pastikan berita itu akurat jon?" tanya tuan Alvaro tenang
" Sudah tuan dan sangat akurat" Jawab Joni salah satu bodyguard kepercayaan tuan Alvaro
" Bagaimana ini ma?" tanya tuan Alvaro pada sang istri,sebuah senyuman smirk muncul di bibir pria paruh baya itu
" Kita ga mungkinkan batalin acara ini,papa malu ma sama tamu kita" ucap tuan Alvaro lagi
" Kenapa harus malu..lagi pula ini tertutup,batalkan saja" ucap Gabriel menyela ucapan sang papa
" Pernikahan akan tetap dilaksanakan,mama akan pikirkan caranya" jawab nyonya Miranda santai
" Bagaimana bisa ma...mempelai wanitanya tidak hadir" ucap Gabriel membujuk sang mama
" Banyak wanita lain,kamu cukup ikuti perkataan mama" jawab nyonya Miranda tenang,membuat sang putra melotot dengan jawaban sang mama
" Mama mau obral aku ?oh Good ini bukan mimpi kan? Tanya Gabriel tak menyangka
" Demi nama baik keluarga ini Cika ga keberatan bantu tan" ucap Cika tiba-tiba,gadis cantik itu berdiri tepat di samping Cantika yang tampak menunjukkan raut tak sukanya pada gadis model itu
" Oh...tante rasa kamu ga harus berkorban demi nama baik keluarga ini sayang,kamu tenang aja kami masih bisa mengatasinya" jawab nyonya Miranda lembut
" Duduklah di mejamu Boy..ucapkan nama ini dalam ijab Qabul mu nanti dan maharnya kamu tentukan saja" ucap nyonya Miranda santai seraya menyerahkan selembar kertas pada sang putra
Degggg
Jantung Gabriel berdetak cepat saat membaca nama yang sang mama tuliskan di kertas itu,haruskah ia bahagia?
" Ma.." ucap Gabriel pelan seraya menatap bingung sang mama
" Kenapa? Ada yang salah dengan nama itu? Kamu single dan dia juga single,mama rasa ga ada salahnya " jawab nyonya Miranda santai,sedangkan sang suami sangat ingin terbahak melihat wajah sang putra
Tanpa mengucapkan sepatah katapun lagi,Gabriel melangkah lebar menuju meja akad,ia duduk di kursi yang sudah di sediakan dan setelah sedikit berbincang singkat dengan sang penghulu,yang tak lain adalah membahas tentang mahar yang membuat beberapa orang tercengang saat mengetahui nya dan ijab Qabul itu terjadi,untuk yang kedua kalinya
" Bagaimana para saksi...Sah?" tanya penghulu
" SAH...." kata itu kompak tetdengar menggema di area taman samping kediaman keluarga Altop
" Ayok sayang kita turun" ajak nyonya Suci pada gadis cantik yang sejak tadi duduk diam di depan cermin kamar yang ia tempati
" Ia ma..udah mau di muai ya" jawab Alina lembut,ia terus berusaha tersenyum dan melangkah mengikuti sang mama angkat
Kehadirannya di area taman langsung menjadi pusat perhatian membuat Alina merasa risih diperhatikan banyak pasang mata,berbagai bisik-bisik terdengar menimbulkan banyak pertanyaan di benak gadis cantik itu
" Oh ternyata ini menantu keluarga Altop? Cantik sekali..pantas saja tuan muda itu tak ingin di publis
__ADS_1
" Bukankah saat bertunangan sang wanita tak berhijab?
" Sungguh wanita beruntung bisa. Mendapatkan putra tunggal keluarga konglomerat ini
" Ini wanita penggantinya? Cantik juga sih
Bermacam komentar Alina dengar,ia masih terus melangkah mengikuti langkah sang mama angkat,dan kini berdiri tepat di depan meja yang ia tau akan digunakan untuk ijab Qabul,Alina belum tau bahwa acara yang ia kira baru akan dimulai itu sudah selesai
" Cium tangan siami anda nona...sungguh pasangan serasi,cantik dan tampan" ucap sang penghulu membuat Alina kebingungan
" Ia suami anda di sebelah anda dan sialhkan cium punggung tangannya sebagai tanda anda mengawali bakti anda padanya" tambah sang penghulu lagi saat melihat Alina masih diam dengan wajah penuh tanda tanya
" Sayang...cium punggung tangan suamimu nak" perintah nyonya Miranda lembut,membuat Alina tersadar
Ia melihat kesamping yang tampak Gabriel tengah menatapnya intens,membuat gadis cantik itu sedikit salah tingkah
" Ma..." ucap Alina pelan sarat akan pertanyaan pada wanita paruh baya disamping nya yang beestatus mertuanya itu
" Mana mungkin mama menikahkan pria yang sudah beristri dengan wanita lain,terlebih wanita licik seperti itu" ucap nyonya Miranda santai
Alina kembali melihat ke arah sang suami,perlahan ia megulurkan tangannya dan meraih tangan kekar itu,mengecupnya hikmar,tanpa terasa buliran bening menetes membasahi punggung tangan itu,hati keduanya menghangat
Gabriel juga melakukan bagiannya yaitu mengecup kening sang istri,lama dan dalam ciuman yang Gabriel labuhkan di kening gadis berhijab itu,hatinya kembali menghangat,lagi Alina menikkan air matanya,wajah Almarhum kedua orang tuanya dan sang abang muncul di hadapannya,seakan mereka ikut menyaksikan pernikahan yang ia sendiri belum paham,mengapa malah ia yang jadi pengantin wanitanya
" Jangan terlalu lama tuan muda,nanti bisa di lanjutkan lagi di kamar,sekarang saatnya memohon restu pada kedua orang tua" tegur sang penghulu yang merasa lucu melihat kejadian unik hari ini
Dehem Gabriel terlihat sedikit salah tingkah,mereka tak perlu menandatangani berkas apapun karena memang pada dasarnya pasangan muda itu memang sudah menikah
Gabriel dan Alina bangkit dari duduk mereka dan menghampiri pasangan paruh baya yang tampak terharu dengan proses pernikahan yang baru saja terjadi
Keduanya kini berada dalam dekapan hangat sang nyonya besar keluarga Altop itu" Kalian tega menyembunyikan pernikahan kalian dari mama" ucap nyonya Miranda geram
" Maaf ma" jawab Alina lirih
" Tidak...kamu tidak salah sayang...tapi putra mama ini yang sudah menyakiti kamu,kamu boleh mengusirnya dari mansion baru kalian jika dia macam-macam,mansion itu adalah mahar yang ia berikan untuk mu" ucap nyonya Miranda lembut
Alina tak menjawab,ia hanya memgangguk pelan,hatinya masih tak percaya bahwa ia sudah dua kali menikah dan dengan pria yang sama,sungguh ia bagai dipermainkan oleh takdir
Acara siang itu berlangsung cukup hangat,jalinan kekeluargaan di keluarga Altop sungguh tampak dekat,tak jauh berbeda dengan sikap mereka dengan tamu lainnya,semuanya terlihat sangat nyaman dan menikmati acara yang cukup tertutup itu
" Boy...bawa istri mu ke kamar,dia pasti lelah..semalaman ga bisa tidur membayangkan suminya akan menikahi wanita lain" ucap tuan Alvaro pada sang putra yang berhasil membuat Alina tertunduk malu
Blussshhhh
Pipi putih bersih itu tampak memerah karena malu,Gabriel tersenyum melihat sang istri yang tampak meremat kuat kedua sisi gaun putih berbahan brokat itu
Tanpa mengucapkan sepatah katapun Gabriel meraih lembut tangan Alina dan menariknya pelan mengisyaratkan untuk ikut dengan nya,keduanya melangkah memasuki mansion,menaiki tangga dan menuju kamar sang tuan muda
__ADS_1
Dari sudut kolam renang tampak seseorang menatap sendu pasangan muda itu,matanya ber kaca-kaca,ia merosotkan tubuhnya pada sandaran kursi yang terdapat di taman pinggir kolam,hingga seseorang menghampirinya dan mengusap lembut lengannya
Tak menolak,pria itu menegadahkan wajahnya menatap langit,sekuat tenaga ia menahan agar air matanya tak tumpah,ia laki-laki ...tak lucu jika harus menangis dihadapan orang lain
" Jika menagis bisa menghapus namanya..maka menangislah" ucap lembut seorang gadis manis di sampingnya
" Andai gue tau mencintai akan sesakit ini...rasanya gue ga akan pernah ingin mengenal kata itu,gue jatuh cinta sama dia sejak pertama gue liat dia di rumah sakit waktu itu Mir..." ucap lirih Dave seraya menunduk
" Gue percaya Dave..dia cantik..pake banget ...belajarlah ikhlas Dave" jawab Mira pelan,ia juga bingung apa yang harus ia katakan
" Kenapa dia harus jadi milik sahabat abang gue Mir...? Boleh gue egois dan rebut dia?" tanya Dave seakan putus asa
" Kalau lo sampe ngelakuin itu...berarti lo bukan cinta..tapi obsesi..cinta ga akan merusak dan akan egois Dave,cinta yang sesungguhnya itu ikhlas ...ikhlas melihat orang yang kita cintai bahagia" jelas Mira menjawab
" Tapi dia ga mencintai El " jawab Gabreil gelisah
" Cinta atau tidak,sekarang hubungan antara mereka sudah semakin kuat,jangan menjadi pengecut dengan merusak pernikahan seseorang,kecuali dia sendiri yang datang meminta untuk di bawa pergi" jawab Mira bijak
Dave terdiam,sahabatnya itu memang sangat bijak dan dewasa dalam menghadapi masalah dan memberi nasehat serta memberikan solusi,sosok gadis yang sangat bijaksana dan mandiri,mungkin karena ia terlahir dari keluarga militer,sehingga ia dituntut untuk dewasa karena harus sering jauh dari orang tuanya
Sedangkan di sudut taman yang tak jauh dari tempat Dave dan Mira,tampak seorang gadis cantik memandang tak suka pada pasangan muda yang baru saja meninggalkan tempat itu,khusus nya pada sang wanita,ia tersenyum smirk dengan berbagai rencana dalam benaknya,entah apa yang sedang gadis cantik itu rencanakan,membuat kedua sahabatnya curiga
" Lo ga lagi rencanain sesuatu kan Cik?" tanya salah satu sahabatnya
" Kita liat aja sampai kapan bocil itu sanggub bertahan di samping El" jawab Cika seraya tersenyum smirk
" Tapi sepertinya El bisa nerima dia" ucap sasa yakin,membuat Cika menatap tak suka pada sahabatnya itu
" Dia itu cuma bocil yang bersatus sebagai wanita pengganti " jawab Cika sinis
Kedua sahabatnya tak mengomentari apapun lagi,keduanya hanya menggedikkan bahu mereka tanda tak ingin ikut campur dan mereka memutuskan untuk izin undur diri pada sang pemilik rumah
Hal yang sama juga di lakukan oleh ketiga sahabat Gabriel..Ethan,Rayhan dan Gerald memutuskan untuk kembali ke aktifitas mereka,mengingat waktu masih cukup siang untuk pulang dan beristirahat,karena memang acara yang disiapkan hanya makan siang bersama setelah acara sakralnya,walau masih banyak keluarga mereka yang terlihat masih saling bercengkrama
" Aunty...kenapa milih Alina..? bukan Cika,bukankah aunty tau El dan Cika sudah lebih lama kenal di bandingkan dengan Alina?" tanya Cantika penasaran
" Karena Alina memang istrinya anak nakal itu,masa ia aunty mau menikahkan suami orang dengan wanita lain" jawab nyonya Miranda santai
" Jadi aunty....?" tanya Cantika terkejut,ia tak melanjutkan ucapannya
" Kamu pikir aunty melepaskan anak nakal itu tanpa pengawasan? Walau sempat kecolongan dua kali,dia memang cukup licik" jawab nyonya Miranda
" Maaf aunty...itu semua terjadi karena aku" ucap Cantika lirih dengan nada penuh rasa bersalah
" Kamu ga salah sayang,El terlalu menyayangi mu dan aunty bahagia kalian saling menyayangi walau sebatas sepupu dan mungkin kalau bukan karena kejadian itu aunty ga akan mendapatkan menantu idaman aunty itu" ucap nyonya Miranda santai
Kedua orang tua Cantika tertawa seraya menggeleng mendengar pembicaran sang anak dengan tantenya,mereka tak terkejut karena sang putri sudah lebih dulu menelfon mereka dan menceritakan semuanya seraya menangis sesegukan saat pasangan paruh baya itu baru saja tiba dan mereka yakin putri mereka juga sangat menyayangi adik sepupunya itu
__ADS_1