Your Angle My Heart

Your Angle My Heart
41


__ADS_3

Dua bulan penuh sudah Alina menjalani statusnya sebagai istri rahasia Gabriel,tapi mereka belum pernah bertemu atau bicara secara langsung,pria tamapn itu tak pernah menghubunginya,semua peraturan ia sampaikan pada Dinda yang ditugaskan menjadi Asisten pribadi Alina,Gabriel tak pernah menerima bantahan apapun dari Alina,ia memenuhi semua kebutuhan Alina dan benar-benar menjadikan Alina layaknya istri yang sangat disayangi,walau pada kenyataannya Alina hanya dijadikan istri diatas kertas,Alina bak istri simpanan


Alina selalu berusaha mematuhi semua peraturan yang dibuat oleh Gabriel,ia hidup bagaikan burung dalam sebuah sangkar emas,mewah namun tak merasakan kehangat sebuah keluarga apalagi bahagia,keseharian Alina hanya ia habiskan bersama para pekerja di apartemen tempat tinggalnya itu,Alina tak lagi diizinkan bekerja dan berkunjung ke kediaman Alexander,akan tetapi sesekali Gabriel mulai mengizinkan Alina jalan bareng ketiga sahabatnya walaupun ia selalu menentukan waktunya,sikap posesif Gabriel seakan-akan ia sangat menyayangi dan melindungi Alina


Sabar...Allah tidak pernah mengatakan bahwa jalan hidup akan mudah.Tapi...Dia mengatakan" Aku( Allah) akan selalu bersama dengan mereka yang selalu bersabar"


Ikhlas ..Jadilah orang yang paling ikhlas,,bukan hanya sekedar baik.sebab..dalam kebaikan belum tentu ada keikhlasan,tapi orang yang ikhlas Insya Allah sudah apsti baik.


Bersyukur....Tidak ada penderitaan yang akan abadi,tak ada kebahagiaan yang abadi kecuali bagi orang yang pandai bersyukur,maka selamanya ia akan merasakan kebahagiaan.


Kata-kata bijak itu yang selalu Alina jadikan penguat ia dalam menjalani hari-harinya yang terasa hampa,Alina mengalihkan kebosananya dengan menghabiskan banyak waktunya didalam kamar,ia memfokuskan dirinya dengan ibadah dan belajar agar ia bisa lulus secepat mungkin dan segera meninggalkan ibu kota saat Gabriel telah membebaskannya nanti


Dimansion keluarga Altop Gabriel baru saja menginjakkan kakinya,ia baru tiba dari salah satu negara tempat ia mengembangkan bisnisnya,wajah lelah jelas terlihat diwajah tampannya,ia memasuki pintu utama yang langsung disambut oleh beberapa Art,Gabriel pulang ke mansion karena permintaan sang mama,walau entah mengapa hati kecilnya sangat ingin langsung ke Apartemen rahasianya,tapi untuk menghindari kecurigaan sang mama dan juga ia menghindari bertemu dengan Alina dalam keadaan dirinya yang sangat lelah


Karena Gabriel yakin saat ia dan Alina bertemu pasti akan terjadi perdebatan dan ia takut ia tak sanggup mengontrol emosinya dan berujung dengan ia akan berkata arogan dan bertindak kasar pada gadis cantik yang kini berstatus istri rahasia nya itu,walau selama dua bulan pernikahan mereka Dinda yang Gabriel perintahkan untuk menjadi asisten pribadi sang istri belum pernah melaporkan bahwa sang nyonya mudanya itu menyatakan keberatan tentang semua peraturan yang Gabriel buat untuk dirinya,bahkan Dinda melaporkan bahwa Alina menuruti semua peraturan dari Gabriel,,hal itu justru membuat Gabriel marasa penasaran mengapa ada wanita sepenurut istrinya


" Kamu sudah sampai sayang...." tanya nyonya Miranda lembut saat melihat sang putra tersayangnya menghampiri beliau yang sedang menata makanan di meja makan


" Ia ma...Cup.." jawab Gabriel seraya memberikan sebuah kecupan sayang di pipi wanita yang paling ia sayangi itu,Gabriel sedikit lesu saat mmelihat ada seorang gadis cantik yang sudah sangat ia kenal berada di ruang makan itu bersama sang mama


" Duduk El kamu pasti lelah" ucap gadis cantik itu perhatian


" Thank's...gue ke kamar dulu,gerah..mau bersih-bersih badan dulu" jawab Gabriel sedikit cuek,membuat sang mama menggeleng melihat sikap dingin Gabriel pada gadis cantik itu,hal itulah yang membuat sang mama sedikit sangsi ingin mengenalkan Gabriel pada gadis pilihan beliau


" Kok cuek banget sih El..? Cika dari sore loh disini bantuin mama,di hargai sedikit dong" tegur sang mama,beliau ga tega melihat Cika yang dicueki oleh sang putra,walaupun gadis cantik yang berprofesi sebagai model itu bukanlah menantu impian beliau tapi beliau tetap bersikap baik selama gadis itu masih menunjukkan kesoapanannya di hadapan beliau,terlebih jika gadis itu pilihan sang putra maka beliau akan berusaha menerima gadis manapun yang menjadi pilihan sang putra


" Papa belum pulang ma?" tanya Gabriel,pria tampan itu sengaja mengalihkan pembicaraannya dengan menanyakan sang papa pada nyonya Miranda,entah mengapa ia merasa enggan meladeni Cika yang sudah ia tau menginginkan dirinya bahkan sejak mereka remaja dulu


" Lagi di jalan mungkin,tadi katanya udah mau pulang" jawab nyonya Miranda,beliau tak lagi mengomentari sikap sang putra terhadap Cika,karena beliau tau seperti apa sang putra yang sangat tidak pandai berbasa basi


" Ya udah ..El mau ke kamar" ucap Gabriel melangkah meninggalkan ruang mekan


" Jangan lupa langsung turun ya sayang,kita makan malam bareng papa juga" ucap sang mama mengingatkan sang putra

__ADS_1


Gabriel menghentikan langkahnya dan berbalik melihat sang mama " Ok" hanya kata- kata singkat itu yang pria tampan itu ucapkan,hati dan pikiranya berada di tempat lain,ia seakan tak tenang,entah apa penyebabnya dan ia sangat membemci perasaan yang menurutnya aneh itu


Sang mama menggeleng melihat sikap dingin sang putra" dasar kanebo kering..mama doain kamu bakalan bucin sama istri kamu" ucap sang mama spontan dan sontak menghentikan langkah Gabriel


Deg


Jantung Gabriel berdetak kencang saat mendengar ucapan sang mama yang lebih seperti sedang menyumpahinya dan Gabriel tidak ingin jika sampai ia jatuh cinta pada gadis yang kini telah menjadi istrinya,jika sebelumnya ia memikirkan gadis itu ia menyimpulkan bahwa itu hanya sebuab obsesi karena kecantikan gadis itu,tapi apakah ia mengakui bahwa gadis itu memang cantik dan sangat menarik? bahkan Gabriel pun tak tau


" Itu cuma dalam mimpi ma" jawab Gabriel datar,membuat sang mama tertawa sekaligus geram dengan sikap sang putra


" Dasar play boy kamu" omel sang mama


Gabriel tak menjawab,ia hanya menggelengkan kepalanya menghindari kegugupan nya yang tiba-tiba muncul karena ucapan sang mama,ia belum siap menerima kemarahan sang mama jika tau ia memiliki istri rahasia dan sementara


Sampai di kamar Gabriel langsung menuju kamar mandi mewah miliknya,ia mengguyur tubuh atletisnya dibawah shower setelah melepas pakaiannya,merasa sudah lebih segar Gabriel menyudahi mandinya,ia meraih salah satu handuk yang terssusun rapi di rak kaca khusus handuk dan badrobe


Saat keluar dari kamar mandi ia melihat handphonenya yang tampak ada sebuah notife pesan yang ternyata dari Dinda yang menyampaikan laporan rutin nya tentang sang nona muda,difoto itu tampak Alina sedang berada di pantai,Alina dan beberapa temanya mendapatkan tugas memberikan penyuluhan tentang pentingnya makanan bergizi untuk balita dan mereka mendapatkan lokasi di pemukiman pesisir



" Barani sekali kamu memamerkan kulit mu seperti itu?" umpat Gabriel geram, ia bertingkah layaknya pria yang sedang cemburu pada wanitanya


Gabriel menghempaskan handphone nya dan langsung menuju walk in closet,ia harus segera turun karena sang mama sudah berpesan agar mereka makan malam bersama,walaupun sebenarnya ia malas karena kehadiran Cika di mansion itu,tapi ia tak terlalu peduli selama gadis cantik itu tak mengganggu privasinya


Gabriel turun dan langsung menuju ruang makan,tampak semuanya sudah duduk rapi termasuk sang papa yang bahkan sudah berganti pakaian dengan baju santai rumahan,ia lansung menghampiri meja makan dan duduk di tempat yang memang tempat nya sejak dulu


Semuanya langsung memulai makan malam dengan dilayani beberapa maid khusus yang memang bertugas sebagai chef dan bertanggung jawab di meja makan,sedangkan tuan Altop dilayani langsung oleh sang istri


" Bagaimana perkembangan pembangunan Rumah sakit kamu yang baru boy?" tanya tuan Altop membuka obrolan di sela-sela makan malam mereka


" Sudah 80 persen pa" jawab Gabriel singkat setelah ia menelan makanan nya


" Kapan rencanaya kamu akan memindahkan kantor pusat mu ke jakarta? Papa udah mau pensiun " Tanya tuan Altop

__ADS_1


" Secepatnya pa..papa belum terlalu tua mengapa cepat sekali ingin pensiun?" jawab Gabriel seraya bertanya


" Di negara barat hidup mu terlalu bebas,berita tentang skandal mu semakin hebat,papa ga mau kalau kerurunan keluarga Altop terlahir dari wanita sembarangan,papa tak akan pensiun jika kamu mau menikah secepatnya dan memberikan kami cucu" jawab tuan Altop santai


" Aku hanya menikmati masa muda ku pa,papa ga perlu khawatir...ga akan ada wanita yang datang mengatakan bahwa aku menghamilinya, berita itu hanya olahan dari orang-orang yang tak bertanggung jawab,untuk menikah dan memberikan papa cucu...akan aku pikirkan pa,cari istri itu ga mudah pa,ga kayak milih baju di butik" jawab Gabriel tenang


" Tapi wanita yang kamu tiduri secara paksa ada kan?" ucap tuan Altop ambigu


" Emang ada pa wanita yang mampu menolak putra papa ini" jawab Gabriel sombong,walau pada awalnya ia sedikit terkejut dengan ucapan sarkas sang papa tapi dengan cepat ia mampu menutupi keterkejutannya dan menunjukkan wajah dinginnya,bisa diakui Gabriel adalah pembisnis handal yang bisa memanipulasi ekpresi wajahnya,tapi tidak untuk sang papa yang tak kalah jenius dari nya,ekspresi wajah yang Gabriel tunjukkan membuat sang papa tersenyum penuh arti


" Semoga saja seperti itu,tapi kamu jangan sampai depresi kalau nanti tiba-tiba ada wanita yang benar-benar menolak kamu secara terang-terangan" ucap nyonya Miranda menimpali


" Mama tenang aja ...karena aku hanya akan mencintai wanita pilihan mama,wanita yang mama dan papa pilih untuk melahirkan penerus keluarga Altop" jawab Gabriel santai


" Kamu yakin dengan ucapan kamu? Bagaimana kalau wanita pilihan mama jauh dari kriteria wanita idaman kamu? atau jauh berbeda dengan para mantan-mantan kamu itu? Misalnya wanita berhijab dan berpenampilan tertutup" tanya nyonya Miranda mengintimidasi


" Up 2 U mom" jawab Gabriel singkat,tiba-tiba pikirannya kembali tertuju pada sang istri sementara nya yang berpenampilan ssperti yang sang mama tuturkan barusan,seangkan Cika tampak terdiam


Obrolan mereka terhenti saat terdengar deringan dari qandphone milik Gabriel yang ia letakkan di atas meja tepat di depannya


Gabriel meraih ponselnya karena ia penasaran saat melihat nama Dinda yang muncul pada notife tersebut,ia yakin wanita yang berprofesi sebagai pengawal,supir sekaligus asisten pribadi Alina itu mengirimkan sebuah foto yang berhasil membuat mata Gabriel melotot sempurna dan membaut ia tersedak oleh makanan nya,hal itu membuat seisi meja makan itu terkejut dan sang mama panik melihat putra tersayang nya tersedak parah



Shiit ..


Umpat Gabriel spontan saat melihat foto yang dikirimkan oleh Dinda,sebuah foto yang menunjukkan Alina tertidur di meja belajarnya,bukan itu yang membuat ia tersedak,tapi tampilan Alina malam ini,Alina menggunakan tshirt lengan pendek dan celana hot pants,rambutnya tergerai indah ke samping sehingga menampakkan tengkuknya yang seputih salju,belum pernah Dinda mengirimkan foto Alina tanpa hijab apalagi berpenampilan seksi seperti itu


" Nona ketiduran tuan...dan belum makan malam"


Itulah pesan singkat yang Dinda kirimkan,Gabriel tak membalasnya,ia meletakkan kembali ponselnya dan ingin segera mengakhiri makannya,tanpa ia sadari seisi meja tengah menatap penasaran pada nya


" Siapa yang mengirimmu pesan sampai kamu seterkejut itu? Salah satu wanita koleksi mu?" tanya sang mama curiga,sedangkan sang papa tersenyum seraya menggeleng mengingat tentang berita skandal sang putra

__ADS_1


" Temen ma...nagajakin nongkrong" jawab Gabriel santai,sedangkan Cika hanya diam,ia sempat melihat isi pesan di ponsel Gabriel yang menunjukkan foto seorang wanita,tapi sayang wajah nya tak nampak,karena saat Gabriel tersedak Cika lah yang memberikan Gabriel air putih


__ADS_2