Your Angle My Heart

Your Angle My Heart
15


__ADS_3

Jakarta...


"Kamu udah atur semua jadwal saya Nik? Ingat saya mau kamu bawa wanita itu kehadapan saya,bagaimanapun caranya saya ga mau tau dan satu lagi kosongkan jadwal saya untuk hari itu" Ucap Gabriel pada Niko


" Sudah siap semua tuan muda,besok siang kita sudah berada di Batam,bertepatan dengan kedatangan nona itu tiba di Batam sekitr pukul empat sore" jawab Niko menjelaskan


" Bagus ...pasti sangat menyenagkan bermain-main dengan nya" jawab Gabriel dengan seringai dibibirnya,membuat Niko merinding membayangkan kekejaman apa yang akan Gabriel lakukan pada Gadis belia itu,Gabriel bahkan tidak mau mendengar apapun tentang gadis itu sehingga ia tidak mengizinkan Niko membaca tentang profil gadis itu,melihat fotonya saja Gabriel tak berminat


******


Dikotanya Alina baru saja selesai mengemasi barang- barang nya kedalam sebuah koper,tak lupa semua dokumen pentingnya ia susun rapi dalam tas punggung miliknya,bersama dengan laptop kesayangannya,hadiah terakhir dari Fatur,abang tersayangnya


" Al..kamu disana hati-hati ya,kami pasti bakalan kangen banget sama kamu" ucap Mira sedih


" Jangan lupa sering-sering kabari kami" tambah fiza dengan wajah tak kalah sendu dari Mira


" Insya Allah...kalian doakan yang terbaik ya untuk Al,kalian juga yang serius kuliahnya jangan asyik pacaran mulu" jawab Alina mencoba tak menunjukkan kesedihannya


" Ia buk Ustazh...pacaran itu termasuk salah satu penyemangat Alina...kamu mana tau,makanya coba sekali pacaran biar tau rasanya" jawab Mira dan fiza kompak


" Kalau lagi manis-manis nya aja bilang sebagai penyemangat,coba kalau udah putus..patah deh tu hati,jangankan nafsu belajar,nafsu makan aja bisa hilang,mending langsung nikah aja kalau udah nemu yang cocok,baru deh pacaran,kalian taukan pacaran sebelum halal itu dilarang oleh agama kita,kenapa? Karena itu mendekatkan kita dengan ZINA..ingat Allah melarang keras Umat Nya mendekati ZINA" nasehat Alina pada kedua sahabat gesrek nya


Mira dan fiza hanya bisa nyegir kuda,menampilkan gigi rapi mereka saat Alina menasehati mereka,beberapa teman mereka yang lain tertawa geli dengan tingkah konyol kedua sahabat Alina itu,ketika bersama Alina mereka memang sangat sering menadapatkan beberapa ilmu penting tentang Agama,gadis cantik itu tak pernah bosan untuk selalu mengingatkan teman-temannya agar menjauhi hal-hal yang betbau negatif,hanya saja mereka heran mengapa kedua sahabatnya tidak seperti Alina,sungguh mereka berbanding terbalik


" Sudah Isya...kita Sholat dulu yuk,baru nanti kita jalan bareng,Al teraktir kalian makan bakso" ucap Alina pada semua teman-temannya,ya mereka datang ke rumah Alina untuk mengucapkan selamat jalan pada gadis cantik itu


" Siiip..." jawab mereka kompak,semuanya langsung mempersiapkan diri untuk melaksanakan Shalat setelah berwudhu,beberapa dari teman Alina yang non muslim memilih menunggu mereka seraya memankan ponselnya


Selesai Shalat Alina dan yang lainnya langsung berjalan menuju salah satu tempat yang menjadi pusat kuliner,mereka memutuskan berjalan kaki karena memang letak rumah Alina yang tak terlalu jauh dengan pusat kota itu,hanya membutuhkan waktu 15 menit saja mereka sudah sampai di salah satu temapat yang menyediakan beraneka macam jajanan khas pinggir jalan


Semuanya sangat antusias menghabiskan bakso mereka sambil becanda bersama,hingga tak terasa malam semakin larut,beberapa dari mereka izin pulang,sedangkan beberapa lainnya memutuskan untuk menginap di kediaman Alina,mereka ingin menghabiskna waktu besama sebagai perpisahan


Pagi menjelang,menyisakan embun pagi yang menyejukkan dengan udara segar,sejak setelah Shalat Subuh tadi Alina sudah bersiap untuk keberangkatannya,para temannya juga sudah kembali ke rumah mereka masing-masing,yang pastinya setelah bercuap-cuap haru dengan Alina dan kini Alina sedang menunggu Taksi yang menjemputnya dan akan mengantarkannya ke Bandara


Alina harus menempuh perjalanan sekitar 5 sampai dengan 6 jam untuk sampai ke bandara,sehingga memaksa Alina untuk berangkat pagi dari kotanya


*******


Di jakrta...tapatnya di mansion keluarga Altop,Gabriel sedang sarapan dengan kedua orang tuanya dan juga Cantika,mereka tampak mengobrol di sela-sela makan mereka


" Kamu balik lagi ke new york atau akan menetap disini El?" tanya sang mama


" El belum tau ma,yang pastinya El berencana ngelanjutin S2 di sana atau mungkin di Inggris" jawab Gabriel


" Kenapa mesti disana? Universitas disini atau di singapore ga kalah bagus juga kok" protes mama Miranda


" El masih nyaman disana ma" jawab Gabriel singkat


" Dia lebih suka dan nyaman jauh dari kita ma,biar bisa bebas ke club dan main perempuan" ucap tuan Alvaro,sedangkan Gabriel ia terlihat tidak berminat untuk menjawab


" Jangan terlalu sering minum Alkohol El,ga baik untuk kesehatan bahkan bisa mengakibatkan kemandulan,apalagi main perempuan,kamu ga takut kena penyakit aneh-aneh,ingat putra mama cuma kamu El,besar harapan mama sama kamu" nasehat mama Miranda lembut


" El jarang banget minum ko ma,cuma kalau lagi suntuk aja,mama ga usah mikir yang aneh-aneh deh,El ga selera ma sama perempuan-perempuan murahan itu" jawab Gabriel seraya menatap sang mama


" Lo aja hobynya gonta ganti cewek El,kok maunya dapet cewek baik-baik,ogah mereka sama lo" ledek Cantika memecah ketegangan

__ADS_1


" Cowok biasa gonta ganti cewek Mbak,namanya juga nyari yang terbaik diantara yang baik,emang sahabat lo itu yang matanya ketutup ga bisa liat cewek cantik dan baik disisinya" jawab Gabriel santai membuat Cantika langsung terdiam


" El bener semua laki-laki pasti mencari yang terbaik diantara yang baik untuk jadi pendamping hidupnya,ibu dari anak-anak nya kelak,dan ya...Alina memang lebih segalanya dri aku" batin cantika


" Jadi kapan kamu kembali ke sana?" tanya mama Miranda


" Dua atau tiga hari lagi,El harus ke singapore dulu buat mastiin keseluruhan pembangunan Word Medika dua" jawab Gabriel pasti


" Ya sudah kamu hati-hati ya,mama sama papa mungkin besok atau lusa akan ke singapore juga" jawab sang mama


Sarapan pun kembali berlanjut,semuanya menikmati menu yang disiapkan sendiri oleh mama Miranda,setiap semua keluarga berkumpul mama Miranda memang selalu berusaha untuk membuat hidangan sendiri untuk orang-orang tersayangnya ,maka itu Gabriel sangat mengagumi sang mama yang selalu setia pada sang suami dan juga sangat menyayagi Gabriel,sehingga membuat Gabriel berharap akan mendapatkan pendamping wanita yang penyagang seperti mamanya


*****


" Sudah kamu urus semuanya Nik? Jam berapa kita berangkat?" tanya Gabriel pada Niko setelah mereka mengikuti rapat para dewan direksi,kedua nya sedang menuju salah satu restoran mewah untuk melakukan meeting


" Sudah tuan,tapi...sepertinya anda harus ke singapore terlebih dahulu" jawab Niko sedikit ragu


" Ada apa?" tanya Gabriel


" Tuan Roland sedang berada di singapore,beliau meminta bertemu untuk membahas kerja sama kita tentang alat-alat medis yang akan kita butuhkan di Word Medika dua,bagaimana tuan?"jawab Niko menjelaskan


" Saya akan menemuinya,kamu urus wanita itu dan ingat saat selesai saya akan langsug ke Batam


" Baik tuan akan saya urus semuanya" jawab Niko


" Dan pastikan wanita itu bisa kalian dapatkan" jawab Gabriel tegas


" Baik tuan muda,saya sendiri yang akan turun tangan" patuh Niko


*****


Di salah satu Bandara di Sumatra,Alina baru saja melakukan Boarding pass ,ia memutuskan untuk mencari makan siang,ia memilih menu food corn untuk mengisi perutnya siang ini,ia masih punya waktu hampir dua jam lagi untuk penerbangannya jika memang tidak terkendala suatu hal,dan Alina berdoa agar perjalanan nya dipermudah dan lancar dan ia juga masih harus melanjutkan perjalanannya ke singapore dengan menggunakan jalur laut,Alina sengaja melakukan itu agar ia bisa menikmati perjalanannya


Dan akhirnya waktu yang ditentukan pun tiba,sesuai dengan apa yang tertulis dalam tiket,Alina dan beberapa calon penumpang lainnya berjalan menuju pesawat dan kini pesawat yang membawa nereka mulai Take of,tak lupa doa singkat Alina bacakan


Sedangkan di singapore Niko dan sang tuan mudanya baru saja turun dari jet pribadi,baru setelahnya Niko akan melanjutkan perjalanannya menuju pulau Batam melalui jalur laut,karena sang tuan mudanya yang harus menemui salah satu Klien pentingnya


" Saya akan langsung ke Batam tuan" lapor Niko pada Gabriel


" Hemm...lakukan sebaik mungkin dan ingat jangan sampai berurusan dengan siapapun" peringat dari Gabriel


" Siap tuan...permisi" ucap Niko patuh


Tak terasa akhirnya pesawat yang membawa Alina dan para penumpang lainnya tiba di bandara Hangnadim pulau Batam,Alina mengucapkan rasa Syukur atas kelancaran penerbangan nya,ia memutuskan untuk beristirahat sejenak di kursi tunggu yang berada di bandara,baru selanjutnya ia akan melanjutkan menuju salah satu pelabuhan untuk menyeberang ke singapore


Ini kedangan nya yang ketiga kalinya ke kota industri itu,setelah empat tahun yang lalu,sejenak terlintas di ingatan Alina pada insiden saat ia menabrak seseorang dan berakhir dalam dekapan orang tersebut,membuat Alina tersenyum kecut


Hal yang sama juga terjadi pada Niko,ia baru saja menginjakkan kakinya di bandara Hangnadim setelah tadi Alex menjemputnya di pelabuhan


" Sudah kalian lakukan seperti yang saya perintahkan?" tanya Niko pada Alex


" Sudah bos,di sini saya menempatkan beberapa orang,hanya saja mereka tidak memakai baju seragam,agar tidak terlalu mencolok sehingga menimbulkan kecurigaan" jawab Alex pasti


" Pastikan jangan sampai salah sasaran" Niko mengingatkan

__ADS_1


" Target sudab dalam jangkauan Bos,Lala sedang bersamanya" jawab Alex pasti


" Bagus...ingat jangan sampai menyakiti atau bahkan melukainya,cukup bawa dia ke pant house hotel xxxx" ucap Niko


" Baik bos.." Alex menjawab cepat


Niko dan Alex berjalan memasuki bandara,keduanya tampak mengawasi salah satu anggota mereka yang bernama Lala,mereka memutuskan untuk duduk di salah satu kursi yang tak terlalu jauh


" Nunggu jemputan?" tanya seorang wanita cantik yang kini duduk berjarak satu bangku dengan Alina


" Eh ..ngak kak cuma lagi istirahat sebentar,sekalian mau pesan taksi" jawab Alina apa adanya,ia juga menurunkan masker yang tadi menutupi sebagian dari wajahnya


" Mau pulang ke mana? Saya sedang menunggu taksi pesanan saya,siapa tau aja kita searah" tanya lagi wanita cantik itu yang tak lain adalah lala


" Saya mau ke pelabuhan penyeberangan ke singapore kak,kalau kakak mau kemana?" jawab Alina jujur seraya balik bertanya


" Wah...kebetulan sekali,kita searah bahkan bahkan satu tujuan,saya juga akan ke singapore,bagaimana kalau kamu bareng saya aja ?,sebentar lagi taksi pesanan saya akan sampai" bujuk lala


" Apakah tidak akan mengganggu kakak?" tanya Alina


" Tidak sama sekali,saya hanya berdua dengan sepupu saya,dia bisa duduk di samping supir dan kita berdua di belakang,bagaimana?" jawab lala meyakinkan


" Baik lah,tapi nanti saya juga akan bayar tarik taksinya ya" jawab Alina


" Ga masalah,senyamannya kamu saja" jawab lala dengan sebuah senyuman manis,tanpa Alina tau ia sedang di awasi oleh beberapa orang anggota Alex


" Yuk...jemputan kita sudah di depan" ajak seorang pria yang tiba-tiba menghampiri mereka,orang itu adalah Niko,ia langsung bergerak cepat saat sudah memastikan bahwa sasarannya sudah benar


" Oh...sudah datang ya,Ayo...." ucapan lala terhenti seraya menatap Alina


" Alina...nama saya Alina kak" ucap Alina memberitahukan namanya


" Oh..ya Alina....kita bahkan belum berkenalan,aku lala..ayo Alina,jemputan kita sudah datang" ajak lala lembut,walaupun ia seorang wanita yang berprofesi sebagai bodyguard tapi ia harus bersikap lembut pada gadis yang kini berada di hadapannya


" Biar saya bawa koper anda nona" ucap Niko saat melihat Alina akan melangkah seraya menarik kopernya


" Eh...pa pa pa pak..biar Al bawa sendiri aja" tolak Alina sopan,Alina sangat canggung saat melihat wajah Niko yang dingin serta menggunakan pakaian foermal


" Apa? Barusan dia manggil gue apa? Pak? Setua itu gue dimata nih bocah" batin Niko,sedangkan Lala ia berusaha menahan tawanya saat melihat ekspresi terkejut dan wajah masam Niko setelah mendengar panggilan dari Alina


Ketiganya langsung berjalan menuju lobby bandara,Niko langsung menuju sebuah mobil Alfath yang tampak terparkir di depan bandara,Alina merasa heran saat Lala membawanya menuju mobil tersebut,membuat Lala langsung mengerti


" Itu mobil teman sepupu saya,kita ga jadi naik taksi ternyata,kamu ga masalah kan Alina?" tanya Lala lembut


" Ga papa kak" jawab Alina lirih,walaupun sebenarnya ia sedikit kurang nyaman,terlebih saat melihat seorang pria berbadan tegap dengan pakaian khas pengawal langsung membukakan pintu mobil tersebut untuk nya dan Lala,namun demikian Alina tetal memasuki mobil tersebut walaupun dengan perasaan berdebar,ia berharap semoga semuanya akan baik-baik saja


Tapi semuanya tidak seperti yang ia harapkan,saat tiba-tiba Lala langsung membekap mulut Alina dengan sebuah saputangan sehingga membuat gadis cantik itu langsung terkulai tak sadarkan diri,dengan sangat hati-hati Lala langsung mendudukkan Alina di sampingnya


" Siapa gadis kecil ini Bos? Dia sangat cantik" tanya Lala penasaran,masalahnya ini misi pertama Mereka melakukan penculikan pada seorang gadis kecil yang ia belum pernah tau siapa Alina


" Jangan bilang lo naksir nona itu,kalian sejenis" ledek Alex untuk Lala,sebab wanita tangguh itu belum pernah menunjukka ia memiliki pasangan


" Brexxxxxk lo, gue masih normal ya,lo kira gue belok" omel Lala pada Alex


" Sebenarnya siapa gadis itu bos? Apa dia calon nona muda? Kenapa kita harus menculiknya?" tanya Alex yang ternyata juga penasaran

__ADS_1


" Siapapun dia itu bukan urusan kita,yang terpenting jalankan tugas kita dengan sempurna" Jawab Niko pasti


__ADS_2