
Kini Cantika dan Raffa sudah keluar dari kamar dan sedang menuruni tangga secara bersama
" Lo beneran suka sama Alina?" tanya Cantika dengan suara yang ia buat senormal mungkin
" Mungkin ....apakah ini bisa dibilang suka atau hanya sekedar obsesi,yang gue tau gue sangat mengagumi dia,dan jujur sejak pertama gue liat dia beberapa tahun lalu di bandara Batam gue ga bisa ngelupain wajah dia" jawab Raffa jujur membuat cantika tercengang
" Maksud lo beberapa tahun...? Kalian pernah ketemu sebelumnya?" tanya Cantika heran,pasalnya Alina tidak sama sekali menunjukkan bahwa ia pernah bertemu dengan Raffa
" Hemm...pas waktu gue sama tante Miranda jemput lo sama El di bandara Batam,waktu El pindah ke singapore,dia ketinggalan rombongan dan hampir ketinggalan pesawat" jelas Raffa mengingatkan Cantika
" Maksud lo cewek yang nabrak El? Cewek yang El bilang bocil bau minyak telon?" tanya Cantika seakan tak percaya
" Mungkin.." jawab Raffa santai,keduanya sudah berada di ruang makan yang tampak sudah tersaji beberapa menu kesukaan Raffa yang pasti sang mama yang menyiapkannya,sedangkan Cantika ia terus berusaha menutupi kesedihannya
" Kalian sudah datang? Yuk kita langsung makan aja,papanya Raffa sedang keluar negeri" ucap mamanya Raffa saat melihat kedatangan Cantika dan sang putra
" Wah...pasti ini tante yang masakin ya..? Jadi ga sabar pengen nyobain" canda Cantika
" Kamu bisa aja,makan yang banyak ya" jawab nyonya Siska mamanya Raffa
" Siap tante" jawab Cantika ceria,membuat Raffa dan sang mama menggeleng seraya tersenyum melihat tingkah Cantika
Raffa tampak melahab makananya dengan santai dan seruis,sesekali mereka mengobrol karena mamanya Raffa bertanya tentang pengalaman mereka saat berada di sumatra menjadi relawan,memang sejak kembali ke jakarta dua minggu lalu Cantika belum pernah mengunjungi nyonya siska,Raffa tampak sumringah saat Cantika menceritakan tentang Alina,membuat Cantika sedikit merasa cemburu
" Lo kuat Cantika...ikhlaskan dia,dia sahabat lo bukan kekasih lo,selamanya akan terus seperti itu,jangan rusak persahabatan kalian yang udah bertahun-tahun cuma karena cinta lo ke dia" monolog Cantika dalam hati
Selesai makan Cantika langsung izin pulang,rasanya ia sudah tidak tahan lagi ingin menumpahkan air matanya sebanyak-banyak nya dan itu benar ia lakukan,ia menangis sejadi-jadinya saat sudah berada di dalam mobilnya,Cantika memutuskan pulang ke apartemennya,ia tidak mungkin pulang ke Mansion sang paman dengan mata sembab sehabis menangis,ia tidak mau orang lain tau bahwa ia sedang patah hati
Flashback of
******
Satu minggu sudah Gabriel berada di jakarta,kini ia sedang berada di Apartemen pribadi miliknya,karena lembur ia tidak pulang ke Mansion keluarganya,Gabriel memang sedang sangat sibuk karena pembangunan rumah sakitnya yang di singapore sudah mencapai 90 persen maka itu ia harus mulai mempersiapkan segala fasilitas lainnya
Tok...tok..tok
Terdengar suara ketukan pada pintu ruang kerjanya,membuat fokus Gabriel sedikit teralihkan sesaat dan ia tau siapa yang datang
" Masuk" perintahnya singkat
" Tuan ini laporan yang anda minta" ucap Niko seraya meletakkan sebuah amplop besar berwarna coklat dan berhasil mengalihkan fokusnya dari layar laptopnya
" Bacakan" perintah Gabriel dengan gaya bossie nya dan langsung di angguki oleh niko
Niko mulai membacakan setiap detail yang terdapat pada laporan yang ia dapatkan dari orang suruhannya,mulai dari Cantika berada di sumatra sampai kepulangan gadis itu dua minggu yang lalu hingga kemarin sore,tidak ada yang ia lewatkan sedikitpun
" Sudah tuan..baru itu yang kami dapatkan" ucap Niko melaorkan
" Jadi maksudnya Mas Raffa menyukai seseorang di Sumatra atau bahkan mungkin mereka sudah menjalin hubungan gitu..?" tanya Gabriel segelah terdiam sesaat
" Sepertinya seperti itu tuan" jawab Niko pelan
__ADS_1
" Siapa perempuan itu? " tanya Gabriel lagi,ia sedikit penasaran seperi apa gadis yang disukai Raffa
" Namanya Alina Haya..dia juga salah satu anggota relawan setempat" jawab Niko
" Selidiki siapa perempuan itu" perintah Gabriel lagi
" Baik tuan" jawab Niko patuh
Niko masih berdiri menunggu perintah selanjutnya dari sang bos" kalau tidak ada lagi saya izin tuan" ucap Niko setelah lama menunggu
" Kamu selesaikan semua ini,saya ingin keluar" jawab Gabriel memerintahkan,membuat Niko mengurungkan niatnya untuk keluar
" Baik tuan" patuh Niko,ia tidak mungkin berani membantah setelah melihat wajah sang bos yang tampak sangat tidak bersahabat
Gabriel keluar dari apartemennya,ia melajukan mobilnya menuju Apartemen Cantika,karena ia tau Cantika tidak berada di mansion,Gabriel tau karena sebelumnya ia sudah menelfon ke mansion terlebih dahulu menanyakan keberadaan sang kaka sepupu,ia melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata
Sekitar 20 menit ia melajukan mobilnya dan harus berhadapan dengan kemacetan,akhirnya Gabriel tiba di loby apartemen milik Cantika,ia langsung memasuki lift dan menekan angka tujuannya,saat sudah sampai dan lift sudah terbuka,Gabriel langsung menuju unit sang sepupu dengan langkah besarnya,ia langsung menekan beberapa digit sandi yang memang sudah ia ketahui dan pintupun berhasil terbuka
Gabriel melangkah perlahan menyusuri apartemen milik Cantika dan ia tidak menemukan gadis cantik itu di ruang tamu atau di dapur,dan Gabriel yakin pasti Cantika berada di kamarnya,dan benar saja saat Gabriel menuju kamar ia bisa melihat pintu kamar tersebut tidak tertutup rapat
Sampai di depan pintu Gabriel dapat melihat Cantika yang masih tertidur di atas ranjang quinn size miliknya,perlahan Gabriel masuk setelah beberapa kali memanggil Cantika namun tidak ada jawaban,Gabriel berfikir mungkin Cantika sangat nyenyak karena terlalu kelelahan,tapi ternyata salah,Gabriel melihat sebuah botol obat yang ia tau itu adalah obat insomnia,sejak kapan kakak sepupunya mengalami itu? Yang ia tau Cantika tidak pernah bermasalah dengan kesehatan atau pola tidurnya
Namun sesaat kemudian Gabriel paham saat melihat beberapa foto wanita yang terletak di atas nakas dan juga Gabriel dapat mslihat wajah Cantika yang sembab disetai dengan adanya jejak air mata di pipi mulus Cantika,Gabriel langsung meremas kuat salah satu foto yang tadi sempat ia pegang dan belum sempat ia lihat wajah dalam foto tersebut,wajahnya tampak menahan emosi dengan rahang yang mengeras
" Siapapun lo..gue pastikan hidup lo akan hancur dan lo harus membayar air mata kaka gue" Batin Gabriel pada foto yang berada dalam genggamannya,ia sama sekali tidak berniat untuk melihat wajah dalam foto itu
Gabriel langsung meninggalkan apartemen Cantika karena ia tidak mau tidur Cantika terganggu,ia kembali menuju apartemennya dan hanya dalam waktu 20 menit kini ia sudah kembali berada di apartemen miliknya dan langsung menuju ruang kerjanya
Suara pintu yang sangat keras karena Gabriel mendorongnya dengan sangat kasar dan mampu membuat Niko sangat terkejut
" Tu-tuan.." ucap niko lirih sedikit gugup
" Cari tau semua tentang wanita itu dan bawa dia kehadapan saya" Perintah Gabriel dengan nada emosi
" Sudah tuan,tapi-tapi dia bukan orang sini tuan,dia di sumatra" jawab Niko cepat
" Aku ga terima alasan apapun yang aku mau dia ada di hadapanku" jawab Gabriel final
" Baik tuan, Segera saya usahakan" nawab Niko cepat
"Secepatnya" perintah Gabriel lagi
" Baik tuan" jawab lagi Niko
Gabriel memejamkan matanya seraya menyandarkan kepalanya di sofa,ia memijit pelan pelipisnya yang sedikit terasa berdenyut,tapi sesaat kemudia matanya kembali terbuka saat mendengar suara Niko
" Tuan ..menurut laporan nona itu mendapatkan beasiswa ke singapore dan akan berangkat tiga hari lagi melalui pulau Batam" ucap Niko setelah menapatkan info dari anak buahnya
" Menarik..kita tunggu dia di Batam,atur keberangkatan saya dan pastikan hari itu juga kita berada di pulau itu ,bawa dia ke pant house hotel xxcx,agar dia tau dengan siapa ia bemain" jawab Gabriel dingin
" Baik tuan" lagi-lagi hanya kata baik yang keluar dari mulutnya walaupun ia merasa ragu apakah ia mampu mencelakai gadis itu,karena dari profil yang ia baca gadis itu sangat baik dan juga cantik,terlebih ia bisa melihat bahwa gadis itu adalah gadis berhijab
__ADS_1
" Kita akan lihat apakah dia masih sanggup melanjutkan pendidikannya atau bahkan hidupnya setelah hari itu" ucap Gabriel dingin dan terasa mengerikan
" Tuhan apa yang akan terjadi pada gadis itu,aku mohon lindungilah dia jika memang ia tidak bersalah" pinta Niko dalam doa sesaatnya itu
Bos dan asisten itu sama-sama terdiam dengan pikiran masing-masing,kalau boleh jujur Niko sangat takut jika sampai Gabriel berbuat sesuatu yang diluar dugaan,karena Niko tau siapa Gabriel,diluaran ia memang sangat terkenal dengan gelar Casannova nya,tapi tidak ada yang tau bahwa tidak ada satupun dari wanita itu yang ia sentuh,tapi ini...? Gabriel meminta Niko membawa gadis yang belum mereka kenal itu ke pant house pribadinya,hal yang belum pernah Gabriel lakukan pada wanita manapun
Apakah Gabriel akan menyekap wanita muda itu..? Sungguh Niko tidak bisa menebak apa yang akan Gabriel lakukan,yang Niko tau gadis muda yang bahkan usianya belum genap tujuh belas tahun itu memiliki wajah yang sangat cantik dan teduh,dengan tubuh yang sangat proprsional,ia juga gadis yang memiliki segudang prestasi
********
Di rumah sakit Word Medika
Cantika baru saja sampai di rumah sakit dan duduk sesaat untuk mengistirahatkan tubuhnya,ia sedikit kesiangan karena baru bisa tertidur setelah shalat subuh
" Tumben lo telat" tanya Raffa pada sahabat cantiknya saat ia memasuki ruangan Cantika,itu keduakalinya Raffa mencari Cantika ke ruangannya,ia ingin mengajak Cantika sarapan di kantin seraya mencurahkan kegundahannya
"Kesiangan gue..gara-gara nonton drakor" alasan Cantika agar Raffa ga curiga saat melihat matanya yang masih sedikit sembab
" Masih hoby aja lo nonton film anak remaja itu,heran gue,gantengan gue juga kemana-mana sama mereka" ucap Raffa yang ga habis pikir bahwa sahabat cantiknya itu masih saja tergila-gila dengan artis negeri ginseng itu
" Lo yakin ga lagi mimpi? Ganteng doang tapi pengecut untuk apa? " ledek Cantika karena Raffa yang tampak galau setelah pulang dari sumatra
" Gue bukan pengecut ka...tapi gue ga mau gegabah yang malah bisa bikin dia ilfiel sama gue nantinya" jawab Raffa yakin
" Ngambil foto seorang gadis secara diam-diam apa jadinya kalau bukan pengecut?" ledek Cantika lagi
" Itu sebagai dokumentasi,kantin yuk laper gue belum sarapan" ajak Raffa
" Modus" jawab Cantika seraya bangkit dri duduknya dan melangkah keluar dari ruangannya dan juga diikuti oleh Raffa di belakangnya
Keduanya berjalan beriringan menuju kantin,banyak pasang mata yang menatap kagum pada keduanya,mereka mengira bahwa Raffa dan Cantika memang menjalin hubungan special dan menurut mereka kedua dokter muda itu adalah pasangan yang sangat serasi
" Lo yakin ga mau telfon dia? Ditikung orang nyesel lo" tanya Cantika pada sahabatnya saat keduanya sudah berada di kantin
" Belum ada nyali gue.." jawab Raffa jujur,entah mengapa ia seperti seorang pengecut saat membayangkan wajah Alina,nyalinya seakan menciut membayangkan penolakan dari Alina
" Takut di tolak lo? Belum juga di coba Raff..masa udah nyerah,malu gue punya sahabat cemen kayak lo, makanya lo jangan suka nolak cewek,kena karma kan lo" ledek Cantika dengan senyuman remehnya
" Dia beda ka...coba kalau dia bar-bar kayak lo" jawab Raffa santai
" Lo bilang apa? bar-bar? Gue?,enak aja lo kalo ngomong,gue lemah lembut gini,gue ada info tentang dia" ucap Cantika
" Apa?" tanya Raffa penasaran
" Lusa dia berangkat ke singapore,dia ngelanjutin studynya disana" ucap Cantika apa adanya,ia sudah bertekad untuk melupakan cintanya untuk Raffa
" Serius lo? Kok lo tau?" tanya Raffa berbinar
" Gue ada beberapa kali ngecat dia" jawab Cantika
Raffa tersenyum sumringah,matanya tampak berbinar,rona bahagia jelas terlihat di wajah tampannya,membuat Cantika tersenyum getir dengan hati yang nyeri,sungguh dadanya sangat sesak,tapi ia juga bahagia melihat orang ya ia cintai bahagia,itulah arti cinta yang sesungguhnya menurut Cantika
__ADS_1
" Lo bisa Cantika...lo kuat,Tuhan ciptain dia bukan bual lo,Tuhan pasti juga udah siapkan seseorang yang lebih tepat buat lo,hanya saja Tuhan belum mempertemukan kalian,bukankah cinta ga harus memiliki? Persahabat kalian lebih penting" batin Cantika pilu