Your Angle My Heart

Your Angle My Heart
56


__ADS_3

" Apa yang ingin kamu bicarakan? Dinda mengatakan kamu ingin bicara dengan saya" ucap Gabriel dingin seraya jemarinya lincah mengetik diatas keyboard laptop yang berada di atas pangkuannya


Keduanya tengah duduk di ruang tengah apartemen itu,ruangan yang tampak sangat megah dengan interior yang terlihat mewah,seakan menunjukkan siapa pemiliknya


Sedangkan para Art dan Dinda sibuk bersembunyi di balik tembok,mereka sangat penasaran apa yang akan sang tuan dan nona muda mereka bicarakan,mengingat selama mereka dipekerjakan di tempat itu belum pernah sekalipun mereka melihat pasangan muda itu duduk bersama dan bicara,terlebih ini permintaan dari Alina



" Tuan pernah berjanji akan membebaskan saya jika dokter Raffa sudah menikah,dan itu sudah terjadi bahkan sudah berjalan dua bulan lamanya,apakah saat itu sudah tiba?" tanya Alina lirih,ia bahkan tak berani menatap mata tajam seorang Gabriel Alvaro Altop


" Itu hanya ucapan,bukan janji dan saya bisa mengubahnya kapan pun saya mau" tambah Gabriel lagi dan itu terdengar sangat egois di telinga Alina


" Mengapa begitu? Bukankah anda sendiri yang memutuskan itu? Bukankah laki-laki sejati itu yang dipegang ucapannya?" tanya Alina geram,entah mengapa emosinya sangat cepat muncul jika berhadapan dengan pria itu


" Kamu tidak berhak menuntut apapun dari saya,kamu itu hanya...." ucapan Gabriel terpotong oleh suara lantang Alina


" Hanya tawanan anda? Itu maksud nya tuan Gabriel Alvaro Altop? Saya sangat tidak menyangka jika pria yang menikahi saya secara paksa adalah seorang putra dari keluarga yang sangat terpandang,karena perlakuan anda pada saya sangat tidak bisa dicerna secara logika" ucap Alina sinis,entah darimana ia memiliki keberanian itu


Deg...


Jantung Gabriel berdetak kuat,ia tidak menyangka bahwa Alina sudah mengetahui identitas dirinya dan ia yakin gadis cantik itu juga sudah tau tentang pertunangan nya beberapa hari lalu


" Saya sedang banyak pekerjaan,bisakah kita bicarakan itu lain waktu?" tanya Gabriel pelan,ia memang sedang sangat banyak pekerjaan ditambah dengan rencana sang mama yang berencana akan mempercepat pernikahannya,Gabriel bingung apa yang harus ia putuskan,sedangkan ia belum bisa meyakini hatinya


" Kapan? Sampai tunangan anda datang dan menuduh saya sebagai pelakor?" tanya Alina geram


" Bagaimana mungkin kamu yang akan di tuduh pelakor? Bukankah kamu itu istri ku? sedangkan dia hanya tunangan ku saja" jawab Gabriel enteng tanpa menatap wajah Alina,ia serius dengan pekerjaannya,hati kecilnya sangat bahagia saat Alina mau bicara banyak padanya


" Istri simpanan maksud anda?" Jawab Alina geram dengan suara sedikit keras,ia sampai berdiri dari duduk nya, membuat Gabriel mengangkat wajahnya menatap sang istri


" Siapa bilang kamu istri simpanan? Apakah aku pernah mengatakan itu? Apakah saat sebelum pernikahan aku mengatakan aku menikahimu untuk menjadikanmu simapnan ku? " Tanya Gabriel dingin,tatapannya intens menatap wajah cantik nan teduh sang istri


" Lalu apa namanya kalau bukan simpanan?tawanan berkedok istri,istri di atas kertas? atau istri kontrak?, Mana ada seorang pria beristri melakukan pesta pertunangan yang begitu megah dengan wanita lain? " jawab Alina setengah berteriak,rasanya ia sangat ingin memukuli wajah pria tampan yang menurutnya sangat menjengkelkan


" Bukankah aku sudah mengatakan padamu agar tidak terpengaruh dengan berita diluar sana,cukup percaya pada ku" tanya Gabriel terdengar lebih lembut seraya memdekati Alina setelah meletakkan laptopnya di atas meja


" Percaya pada anda? Siapa anda sehingga saya harus percaya hanya pada anda? Kita bahkan tidak pernah bertemu sebelum malam itu,apakah saya harus percaya pada orang yang telah menghancurkan saya?" tanya Alina marah,pipi chubby nya basah oleh air matanya


" Aku suami mu Alina Haya.." jawab Gabriel dingin,entah mengapa hatinya panas saat mendengar Alina yang seakan tak menganggap dirinya


" Suami...tapi tunangan wanita lain?demi Tuhan Saya tidak masalah denagan pertunangan anda,tapi tolong lepaskan saya...saya hanya..." ucapan Alina terhenti karena kelakuan Gabriel

__ADS_1


CUP...


Dengan satu hentakan dari Gabriel,gadis cantik berdress baby pink itu kini berada dalam dekapan sang suami,dengan sangat cepat Gabriel menyatukan bixxx keduanya dan me-lu-mat nya lembut,membuat tubuh Alina menegang seketika karena shock dengan perlakuan sang suami


" Emmm" Alina meronta dan berusaha terlepas dari rengkuhan seorang Gabriel Alvaro Altop,tapi sayang ...tenaganya tak seberapa di bandingkan sang suami yang memiliki tubuh layaknya seorang atlet


Gabriel menghentikan pangutannya saat merasakan Alina kesulitan bernafas,ia jugs merasakan pipinya basah oleh cairan bening yang keluar dari mata indah Alina,tandanya gadis cantik itu menangis


" Tidurlah dikamarmu..demi Tuhan pekerjaan ku sedang sangat menumpuk dan jangan pernah lagi telingaku mendengar bibir ini mengatakan bahwa kamu adalah simpanan ku,ingat itu" bujuk Gabriel lembut seraya menyatukan kening mereka,bahkan hidung mancung keduanya saling bersentuhan,mata tajamnya menatap intens Alina yang tampak sedikit bergetar


Tanpa mengatakan apapun Alina memgangguk,seakan terhipnotis ia melangkah mengikuti Gabriel yang menuntunnya menaiki tangga menuju kamar utama apartemen itu,kamar yang selama ini ditempati oleh Alina


" Tidur lah..aku akan jelaskan semuanya nanti jika waktunya sudah tepat dan kamu siap menerima semuanya,cukup percaya pada ku" ucap Gabriel lembut


Alina tak menjawab lagi,ia berjalan memasuki kamarnya dengan perasaan gamang,antara percaya dan tidak tentang apa yang Gabriel lakukan padanya,bukan ia bahagia namun tak juga marah,tapi ia benci pada dirinya yang tak berdaya dihadapan Gabriel


" Tolong tinggalkan saya,saya ingin sendiri" pinta Alina lirih namun bernada tegas


Gabriel tak menjawab,ia hanya mengangguk seakan Alina melihatnya,tanpa kata ia meninggalkan Alina di kamarnya seperti apa yang wanita cantik itu inginkan,fisik dan pikiran Gabriel terlalu lelah untuk memikirkan hal yang lain lagi,pikirannya dipenuhi dengan bagaimana cara ia agar bisa membatalkan pernikahan yang sedang sang mama rencanakan


Setelah melakukan ritual bebersih muka dan mengaplikasikan skincare malam dan mengganti pakaian nya,Alina melangkah kan kakinya menuju balkon,ia menyandarkan tubuhnya di besi pembatas seraya menatap langit malam yang tampak indah dengan ribuan bintang


" Ya Allah hamba sangat sadar,bahwa setiap hal yang datang dan terjadi didunia ini tidak luput dari Qada dan Qadar Mu ..


Kesedihan datang agar hamba bisa lebih bersabar dan memperbaiki diri ini lebih baik lagi..


Kebahagiaan kesenangan datang agar hamba bisa lebih bersyukur atas segala limpahan bahkan jutaan nikmat Mu...


Ya Allaah hambamohon..


Jaga hamba..


Jaga keluarga hamba ..


Jaga suami hamba ...


Jaga anak-anak hamba kelak..


Jaga kami dari segala marabahaya dan aib dunia fana ini dan selamatkanlah kami dunia dan Akhirat Mu


Amiiiiiinnnn.....

__ADS_1


Doa Alina dalam renungan nya,ia memang tak sendiri,ia memiliki sahabat yang sangat baik,ia memiliki keluarga angkat yang sangat menyayanginya bahkan mereka memperlakukannya layaknya keluarga kandung dikediaman mereka


Tapi lagi-lagi Alina tak ingin melibatkan mereka dalam masalahnya,ia seakan malu pada orang-orang terdekatnya,mengingat begitu banyak masalah dalam hidupnya akhir-akhir ini,andai waktu bisa diputar kembali ia sangat ingin langsung menerima tawaran sang Abi yang mengatakan bahwa dirinya mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikannya ke Tarim...( Negeri seribu Ulama)


Deg


Jantung Alina seakan berhenti berdetak saat sepasang tangan kekar mengukung nya dari belakang,aroma maskulin khas parfum limited menguar di penciumannya,memberikan rasa tenang yang belum pernah Alina rasakan dari orang lain kecuali dari Almarhum sang Abi dan abang sematawayang nya


" Jangan pernah berpakaian seperti ini saat ada aku di sini atau jangan lupa kunci pintu kamar mu,jika tak ingin aku menjadikanmu istri diatas ranjang secepatnya" bisik Gabriel lirih tepat di telinga Alina,membuat Alina terdiam bagaikan patung


Cup


Tangan Alina kuat mencengkram besi pembatas balkon itu saat ia merasakan sapuan lembut di lehernya,Gabriel mengecup lembut leher jenjang Alina yang ter ekspos karena gadis cantik itu mencepol asal rambutnya,kebiasaan ia saat mencuci muka dan memakai skincare malamnya


Tak lupa Gabriel meninggalkan jejak nya di leher putih bersih bak susu itu,setelahnya Gabriel langsung berbalik meninggalkan Alina yang masih berdiri kaku,awalnya ia hanya ingin memastikan apakah Alina baik-baik saja,namun ia memutuskan masuk lebih dalam saat melihat tak ada Alina di atas ranjang,yang ternyata Gabriel melihatnya sedang berada di balkon


Shiiiit


Umpat Gabriel menggeram,ia berjalan cepat menuju kamarnya yang berada tepat di samping kamar Alina,bagaimana tidak ...ia melihat Alina menggunakan tank top dan hot pants,mencetak jelas lekuk tubuh gadis itu,rasanya Gabriel sangat menyesal mendatangi kamar itu yang berujung ia harus berendam malam-malam,belum lagi pekerjaannya masih banyak


******


Dilain tempat..nyonya Miranda sedang sangat sibuk menyiapkan segala sesuatu nya untuk acara pernikahan sang putra,walaupun Gabriel meminta acaranya tertutup dan tanpa adanya wartawan,tapi beliau tetap menyiapkan sebuah acara yang cukup mewah di salah satu hotel terbesar milik keluarga Altop yang terdapat di jakarta


" Pastikan keberadaannya,awasi terus..saya ga mau sampai kalian tak mendapatkan info yang akurat hingga hari yang sudah saya tentukan,dan satu lagi...kumpulkan semua bukti yang saya minta tentang wanita itu" perintah nyonya Miranda pada seseorang melalui handphone nya


" Baik nyonya ...saya sudah pastikan tuan muda menempatkan nona di pant house apartemen xxxxx milik salah satu teman tuan muda yang berkebangsaan inggris,dan semua bukti yang nyonya minta juga sudah berada di tangan saya,besok akan saya serahkan pada nyonya Suci" jawab orang tersebut yang tampak sedang duduk di lobby sebuah apartemen mewah


" Bagus...pastikan untuk tanggal yang saya tentukan gadis itu tak meninggalkan apartemennya" perintah lagi dari nyonya Miranda


" Baik nyonya" jawab paruh orang suruhannya itu


Nonya Miranda tersenyum puas setelah mendapatkan info akurat dari sang informan suruhannya,beliau melangkah ceria dengan wajah sumringah menuju ruang kerja sang suami, beliau yakin rencana yang beliau susun bersama sang sahabat akan berhasil dan beliau yakin sang putra tidak akan lagi bisa membantah dan berkilah lagi


" Aunty kenapa kok mukanya kayak lagi happy banget?" tanya Cantika saat keduanya bertemu di dekat tangga,gadis cantik itu baru turun dari kamrnya,ia berencana mengambil air minum


" Nati kamu juga akan tau sayang..aunty mau ke uncle dulu ya" jawab nyonya Miranda tersenyum jahil


" Is..pake rahasia--rahasia segala lagi" omel Cantika geram,seraya melanjutkan langkah nya menuju dapur bersih


Sedangkan nyonya Miranda tak menjawab,beliau henya menggeleng seraya tersenyum puas melihat sang keponakan yang tampak mendengus geram dan penasaran

__ADS_1


__ADS_2