Your Angle My Heart

Your Angle My Heart
24


__ADS_3

Di kediaman keluarga Alexander


" Ma.. Alina mana?" tanya suara Dave


" Tadi katanya mau buat tugas di taman belakang,ada apa si Dave? Kamu kok seperti anak ayam kehilangan induknya aja,pulang-pulang langsung sibuk cari Alina" jawab nyonya Suci gemas pada putra bungsunya yang sangat tampak posesif pada Alina


" Dia pulang ga nunggu-nunggu Dave,padahal udah Dave bilang tunggu aja di kantin atau di mobil,Dave cuma satu jam aja latihan basketnya,tau-tau kok udah pulang naik Grab" omel Dave geram


" Mungkin dia bosan sayang ....harus nunggu kamu atau mungkin dianya ga enak harus nunggu kamu yang lagi katihan,dia pernah bilang ke mama kalau dia males banget ngadepin para fans fanatik kamu itu" jawab nyonya Suci santai


" Ngapain peduliin mereka,Dave udah bilang Dave ga peduli dan ga tertarik sama mereka" jawab Dave santai


" Jangan bilang kamu tertarik sama adik kamu ya dave,kakak kamu juga sepertinya sama" tuduh curiga nyonya Suci


" Kalau ia pun ga dosa juga kan ma.." jawab Dave ambigu


" Jangan macam-macam kamu ya Dave,mama bilang ke papa nanti,ingat dia baru sembuh dan kalian harus menjaganya untuk mama" jawab nyonya Suci memohon


" Di halalin juga untuk di jaga ma..." jawab Dave santai, si bungsu dari keluarga Alexander itu memang lebih blak-blakan Tentang apa yang ia rasakan,tapi kalau soal perasaan ia hanya akan terbuka pada sang mama dan satu satunya wanita yang telah menjadi sahabatnya sejak mereka kecil


" Anak itu.." ucap nyonya Suci geram,bukan beliau ga setuju sang putra menaruh hati pada Alina,tapi beliau lebih merasa khawatir jika Alina tidak memiliki perasaan yang sama atau tidak bisa membalas perasaannya,maka akan dipastikan ia akan mengalami patah hati


" Tuan muda Dave sayang banget ya nya sama non Alina,mereka keliatan lebih seperti pasangan kekasih dari pada kakak beradik" ucap bik Sum spontan karena terlalu gemas melihat sikap sang tuan muda pada adik angkatnya


" Entah lah bik..semoga saja semuanya baik-baik aja dan ga ada yang akan patah hati" ucap nyonya Suci lesu


" Amiiiiinn,semoga saja ya nya..." jawab bik Sum tak kalah khawatir dari sang nyonya


*****


Ditaman


" Serius banget baca apa sih?" tanya Dave tiba-tiba sudah mendudukkan dirinya di gazebo tepat di samping Alina


" Astaghfirullah....Abang..kaget tau,ish usil banget sih" geram Alina karena ia sangat terkejut dengan kedatangan Dave yang tiba-tiba,membuat ia spontan menggeser duduknya

__ADS_1


" Usilan siapa sama kamu yang ninggalin aku dikampus? Di telfon ga di angkat lagi,kebiasaan deh" omel Dave yang masih geram karena ditinggal oleh Alina


" Maaf...tadi Al liat Abang lagi seru banget latihan nya,lagian kan ada mbak maya juga tadi yang nungguin,handphone Al di kamar deh sepertinya" jawab Alina beralasan


" Tapi aku khawatir banget Al,jangan ulangi lagi ya,sumpah aku khawatir banget.." ucap Dave jujur


" Maaf ..." cicit Alina nyaris tak terdengar


" Aku maafin..." Jawab Dave lembut seraya bangkit dari duduknya,ia meninggalkan Alina setelah mengusap lembut puncak kepala Alina yang terbungkus hijab,Dave tak pernah bisa marah pada gadis cantik yang sangat ia sayangi itu,ia tak pernah sanggup melihat Alina menangis ,ingatannya akan langsung kèmbali ke satu tahun yang lalu saat mereka pertama kali bertemu dimana Alina yang tiba-tiba histeris dan menangis karena ketakutan


" Huffff....Aku ga akan pernah membiarkan air mata kamu menagis lagi karena kesedihan ...walaupun aku belum tau rasa apa yang ada dalam hati aku untuk kamu,satu yang pasti aku ingin melihatmu selalu tersenyum dan aku ingin itu karena aku.." batin Dave seraya melangkah meninggalkan Alina yang tampak kembali fokus pada bukunya


Dave melangkah memasuki rumah,menaiki tangga menuju kamar miliknya yang bersebelahan dengan kamar milik Alina,sampai di kamar Dave memutuskan untuk segera mandi Dan melaksanakan Shalat Ashar nya,semenjak ada Alina bersama keluarga mereka,secara perlahan mereka mulai taat beribadah dan kehangatan keluarga mereka semakin terasa


Tak terasa akhirnya jam menunjukkan akan tiba waktu Maghrib,suara lantunan Ayat Suci Alquran juga mulai terdengar dari beberapa Masjid terdekat,menyadarkan Alina dari keasyikannya membaca,ia segera merapikan peralatannya dan membopongnya dengan sebelah tangannya,ia meninggalkan taman belakang rumah itu menuju dalam


" Loh..sayang...kamu baru dari taman belakang? Mama kira kamu udah di kamar " tanya nyonya Suci


" Ia ma keasyikan bacanya,jadi lupa waktu ..papa udah pulang ma?" jawab Alina dengan senyuman kimuk


" Materi tentang Gizi untuk balita ma" berarti bang Gerald juga keluar kota ya ma?" tanya Alina,entah mengapa ia masih sering merasa sungkan pada Gerald,apalagi dengan sikap Girald yang tergolong Dingin


" Abang ga ikutan ,katanya itu seminar para Dokter senior dan khusus Dokter bedah dan sekaligus mereka ngadain kayak Reunian para Ikatan Dokter bedah gitu sih katanya" jawab sang mama


" O...Al ke atas dulu ya ma" jawab Alina


" Iya..langsung mandi ya sayang,jangan mandi terlalu mlm nanti kamu flu" ingat nyonya Suci pada gadis kecilnya


" Siap ma.." jawab Allina seraya berjalan menaiki tangga menuju kamarnya,,membuat nyonya Suci menggeleng melihat sang gadis,beliau tidak pernah menyangka kehadirannya kembali menghidupkan keceriaan keluarga mereka yang sempat hilang karena kepergian putri bungsu keluarga mereka


" Non Alina selain cantik dan pintar juga baik dan lembut banget ya nya,bibik suka kasian liat non Alina kalau keinget masa-masa non Alina pertama datang,kira-kira siapa ya nya orang yang tega nyakiti gadis baik-baik seperti non Alina? " ucap bik Sum haru


" Iya bik,saya bersyukur banget kedatangan nya membuat semangat anak-anak kembali seperti dulu lagi bik,papa nya juga keliatan sayang banget sama Alina bik,saya juga ga percaya ada orang yang sanggup nyakiti gadis sepertinya bahkan diusianya yang masih sangat muda,rasanya saya ga pernah ingin mengingat masa terburuk nya itu bik,sungguh itu sangat menyakitinya" jawaban setuju dari sang nyonya besar


Di kamarnya Alina langsung menuju kamar mandi setelah meletakkan buku-bukunya di atas nakas,tak lupa ia menyiapkan buku-buku yang akan ia butuhkan esok di kampus,sepuluh menit waktu yang Alina butuhkan untuk di kamar mandi,ia langsung menggunakan pakaian rumahnya,tepatnya sepasang piama bercelana panjang dan sebuah hijab instan,ia langsung melaksanakan kewajiban tiga rakaatnya sebelum nantinya ia akan turun untuk makan malam bersama sang mama dan Dave,Gerald terbilang jarang pulang ke kediaman tersebut,ia lebih memilih tinggal di apartemen milik nya,terlebih kedua sahabatnya Rayhan dan Ethan sering berkunjung ke apartemen miliknya,Gabriel lah yang paling jarang bersama mereka,walaupun demikian persahabatan mereka masih tetap sangat baik

__ADS_1


Berbeda dengan Dave..di dalam kamar ia masih bertelfon ria dengan satu-satunya sahabat wanitanya,teman semasa kecilnya hingga keduanya meranjak dewasa masih saling support apapun yang ingin mereka lakukan


" Jadi Alina langsung pulang kan..ga singgah ke toko lagi..?" Tanya Maya sahabat Dave,entah mengapa gadis cantik itu juga sangat menyayangi Alina,walaupun ia tau sang sahabat,pria yang diam-diam ia cintai sejak masa putih biru mencintai gadis itu,tapi baginya Alina bukanlah penghalang baginya untuk mendapatkan Dave,karena memang ia yang belum memiliki keberanian untuk memgakui perasaannya pada sang sahabat dan Alina mengetaui itu serta sangat mendukung perasaan Maya untuk Dave,bahkan Alina berjanji akan berusaha sebisa mungkin mendekatkan mereka


" Ia dia langsung pulang,gue nyampe rumah dia lagi baca buku di taman belakang" jawab Dave seraya menghela nafas lega,Alina memang bekerja part time di toko roti milik keluarga sahabatnya,keluarnga tuan Alexander sempat tidak setuju tapi Alina memohon dan ia bekerja hanya empat hari dalam seminggu,akhirnya setelah mendengarkan nasehat dari dokter yang menangani Alina dengan berat hati tuan dan nyonya Alexander memberihan gadis muda itu izin,agar membuatnya lebih sering berinteraksi dengan orang luar dan itu cukup berhasil,terbukti dari Alina yang tampak tak terlalu gelisah saat bertemu dengan orang asing,terutama lawan jenis


" Syukur deh kalau dia udah di rumah,gue sempat khawatir juga tadi,sampe-sampe ga sabar nunggu telfon dari lo,ya udah deh lo lanjut kegiatan lo,salam buat si baby cantik sama tante juga ya" ucap Maya mengakhiri pembicaraan mereka tersebut


" Ok ntar gue sampein,thanks banget ya lo udah khawatirin adek gue" jawab Dave tulus


Keduanya mengakhiri panggilan mereka,Dave meletakkan handphone nya diatas nakas betsamaan terdengar ketukan pintu bersama suara lembut Alina memanggilnya


Tok...tok..tok


" Bang...turun yuk,mama udah nunggu tuh " Ajak Alina didepan pintu kamar Dave


" Ia sebentar Al..Abang beresin ini dulu" jawab Dave dari dalam kamarnya,padahal pemuda tampan itu baru akan menuju walk in closet


" Ya udah..Al turun duluan ya" jawab Alina seraya langaung meninggalkan kamar tersebut tanpa menunggu jawaban dari dalam


Alina langsung menuruni tangga dan menuju ruang makan,tampak sang mama sedang asyik membantu bik Sum menata makan malam di meja


" Malsm ma..bik.." sapa Alina seraya mengecup singkat pipi mulus nyonya Suci


" Malam sayang..Abang kamu mana?" jawab nyonya Suci seraya bertanya


" Di kamar..sebentar lagi turun katanya,sini Al bantu" jawab Alina seraya meraih piring di tangan nyonya Suci dan menatanya di meja


" Makasih sayang..." ucap nyonya Suci dengan senyuman sumringah nya


" Sama-sama mama canti ku" jawab Alina centil


Bik Sum yang melihat itu hanya tersenyum haru,beliau tak menyangka gadis yang setahun lalu tampak sangat menyedihkan itu kini menjadi gadis yang tampak ceria,tanpa mereka semua ketahui hampir setiap malam ia bermimpi buruk dan berujung dengan ia menangis hingga tertidur,hal yang sama juga dilakukan oleh Dave,pemuda tampan itu sedang memperhatikan interaksi dua wanita tersayang nya yang tampak saling menyayangi,membuat sudut bibir Dave tertarik dan tanpa ia dan yang lain sadari ternyata Gerald juga menyaksikan semua itu,membuat hatinya menghangat dan semakin mengagumi dan menyayangi sang adik angkat


Gerald sangat bahagia melihat Dave dang adik tampak kembali bersemangat setelah kehadiran Alina dan ia juga yakin bahwa sang adik juga jatuh cinta pada adik angkat mereka,dan Gerald sudah bertekad untuk tak akan jatuh cinta lagi pada Alina,ia akan mundur demi Dave dan ia akan menyayangi Alina layaknya Dave sang adik kandung

__ADS_1


__ADS_2