
Tak terasa satu bulan yang Alissa pernah ceritakan pada Alina akhirnya tiba juga,ya cerita tentang akan ada kunjungan tamu penting dari luar negeri ke kampus tempat mereka menimba ilmu,tamu yang kabarnya akan membawa angin segar bagi para mahasiswa/wi cerdas dan berprestasi,bagaimana tudak,kabarnya tamu itu nanyinya akan secara langsung memberikan peluang beasiswa S2 bagi yang berprestasi di salah satu Universitas terbaik dunia
" Al kamu masih inget kan yang aku ceritain kalau kampus kita bakal ada tamu dari luar negeri? Dan kabar nya beberapa hari lagi mereka akan datang,tepatnya hari sabtu deh katanya" cerita Alissa bersemangat
" Denger-denger sih gitu,Bang Dave juga mulai sibuk menyiapkan segala sesuatunya bareng anak-anak BEM lain,sampe pulang hampir malam juga kemarin" jawab Alina
" Ish ga sabar banget deh nunggu hari sabtu" ucap Mira semangat
" Iya kamu bener Mir,kalau kamu za?" tanya Alissa antusias
" Aku juga ga sabar deh,penasaran banget sama wajah anak pemilik kampus ini yang katanya speak pangeran banget" jawab Fiza tak kalah antusias
" Emang ampe segitunya?" tanya Alina polos
" Hooh..kamu sih ga pernah mau liat kalau di ditunjukin foto-foto para pengusaha muda yang ada di majalah Bisnis,apalagi di ajakin ikutan seminar-seminar yang di adain sama para pembisnis muda" jawaba Mira,ia dan Fiza memang mengambil jurusan Management Bisnis..sehingga keduanya sering melihat para pembisnis muda kecuali Gabriel,bahkan mereka pernah beberapa kali mengikuti seminar yang di narasumberi oleh tuan Alvaro Altop yang di sebut-sebut sebagai raja bisnis itu
" Ya kan emang jurusan Al ga ada nyambungnya ke itu,coba seminar tentang kesehatan kan Al selalu usaha buat hadir,beda dengan Lisa yang papanya juga seorang pengusaha dan mamanya juga punya play groun terbesar di jakarta" jawab Alina apa adanya,biar bagaimanapun hanya Alina yang belum pernah mengikuti seminar seputar bisnis,Alissa walaupun tidak rutin namun sesekali masi menyempatkan diri untuk ikut,terlebih kaka iparnya memiliki usaha Bakery
" Tapi kan ga ada salahnya juga Alina...siapa tau disana nanti ada CEO muda atau anak pengusaha hebat yang jatuh cinta sama kamu,kayak di kampus kita ini,yang hampir semua jurusan dan tingkat kenal kamu dan Alissa" jawab Fiza
__ADS_1
" Yoi bener banget tu yang Fiza bilang,kalau Alina ada diantara kita maka akan di pastikan kita juga akan jadi pusat perhatian dan aku suka itu" tambah Alissa meninpali
" Setuju banget,karena emang dari sejak kami SMP sudah seperti itu" tambah Mira lagi
" LEBAY...." komentar pendek dari yang sedang mereka bicarakan,disaat jam istirahat atau jam kosong maka keempat gadis cantik itu akan ngumpul bareng baik itu di kantin atau sekedar ngemil di taman,Alissa menjadi dekat dengan Mira dan Fiza karena di kenalkan oleh Alina,namun karena mereka merasa cocok jadilah mereka bersahabat
******
Di kediaman keluarga Altop
" Pa kapan El sampai?" tanya nyonya Miranda,enam bulan terakhir ini nyonya Miranda metuskan untuk mulai lebih banyak menghabiskan wantunya di rumah,Arisan bareng temen-temen sosialitanya dan berencana akan meminta sang putra untuk menetap di jakarta
" Papa yakin mau mempertemukan mereka? Mama khawatir Alina akan ketakutan,histeris dan berujung kembali seperti saat mama keremu dia satu tahun lalu" tanya nyonya Miranda,ya satu bulan lalu nyonya miranda baru tau penyebab sang putra terlihat gelisah dan sering terlihat uring-uringan,terlebih setelah ia tau kenyataan bahwa gadis yang ia ancam itu adalah gadis yang sama yang menabraknya di bandara beberapa tahun lalu
" Kapan lagi ma kalau bukan sekarang? Mama dengar sendirikan yang dokter siska katakan,gadis itu akan baik-baik aja dan bahkan besar kemungkinan traumanya itu akan sembuh total setelah mereka bertemu,apalagi jika mereka bisa selalu bersama,walaupun awal pertemuan mereka pasti akan menyakiti gadis itu karena kemungkinan ia akan kembali histeris disebabkan ingatannya tentang pertemuan mereka atau apapunn yang terjadi diantara mereka akan kembali diingatannya" jawab tuan Alvaro sesuai dengan pembicaraan beliau dengan dokter yang menangani Alina
" Tapi mama khawatir pa,mama ga tega kalau harus kembali melihat keterpurukan Alina seperti tahun lalu,rasanya mama sangat membenci pelakunya yang ternyata putra mama sendiri,tapi mama janji akan balas anak papa itu" jawab myonya miranda
" Mama tenang aja,ga perlu khawatir berlebihan,ini sudah waktu yang paling tepat kata Dokter siska,atau mama rela gadis itu lebih dulu dijadikan menantu sahabat mama atau orang lain,itu terserah mama" jawab tuan Alvaro mantap
__ADS_1
" Terserah papa aja deh,mama ngikut aja,tapi papa janji siapkan dokter terbaik untuk dia,mama ga mau dia kenapa-napa,kelakuan anak papa aja bikin mama merasa berdosa banget sama dia,apalagi kalau sampai kita naykiti dia juga" jawab nyonaya Miranda memutuskan
" Pasti ma....papa janji akan lakukan yang tebaik untuk gadis itu,bahkan papa udah siapakan dokter luar negeri kalau samapi gadis itu ga bisa sembuh dan ga mau nerima putra kita,maka papa akan bawa dia ke dokter luar negeri agar menghapus sebagian ingatannya terutama tentang putra kita" jawab pasti tuan Alvaro
" Ok..mama percaya dan dukung papa sepenuhnya dan untuk cara mendekatkan mereka,mama punya cara sendiri,yang pasti untuk saat ini Alina jangan sampai tau kalau El itu putra kita dan mama akan bilang ke Suci,dan Alina juga ga boleh tau semua yang udah kita lakuman ke dia selama ini,semua pertolongan kita cukup kita dan keluarga Suci aja yang tau" ucap nyonya Miranda yakin
" IYa mama tenang aja dan papa juga setuju dengan ide mama,papa juga pasti akan dukung rencana yang akan mama buat untuk mereka,yang terpenting mereka harus bersama,walaupun kita belum tau pasti sejauhmana putra kita menyakiti gadis itu dan semoga saja tidak sampai ketahap sefatal yang kita tau,walaupun mama bilang sahabat mama liat ada tanda bekas putra kita" ucap tuan Alvaro lirih,beliau masih berharap bahwa sang putra tidak benar-benar menodai gadis belia itu
" Mama juga berharap nya gitu pa,tapi dari traumanya dan tanda itu,bikin harapan mama seakan sirna pa,mama bahkan sempat mengutuk pelakunya yang ternyata putra mama sendiri,dan mama ga bisa bayangkan saat Cantika tau tentang semua ini,dia pasti akan sangat merasa bersalah pada Alina,terlebih dia lebih dulu mengenal gadis itu,membayangkan nya aja udah bikin kepala mama mau pecah rasanya pa" ungkap nyonya Miranda
" Kita usahakan yang terbaik dan semoga ini benar-benar yang terbaik untuk keduanya dan juga yang lainnya ma" jawab tuan Alvaro
Keduanya memutuskan meninggalkan taman belakang karena waktu yang semakin sore,membuat nyonya Miranda memutuskan akan membatu menyiapkan hidangan untuk menyambut sang putra semata wayang,geram memang jika mengingat kesalahannya yang begitu kejam menyakiti gadis belasan tahun yang bahka belum memiliki KTP,bahkan ingin marah dan memberinya hukuman berat yang telah berbuat keji dengan menodai gadis yang tak bersalah,tapi saat tau alasannya membuat sedikit terharu tentang kentataan bahwa ia sangat menyayangi sang kaka sepupu,walau pada kenyataannya tindakan sang putra tetap salah
Nyonya Miranda benar-bebar fokus pada apa yang tengah beliau lakukan,membuat para Art di mansion itu kagum dengan rasa sayang sang nyonya besar pada putra sematawayangnya
" Ada lagi yang di butuhkan nyonya?" tanya mbok Darmi sebagai kepala pelayan di mansion itu,beliau dulu juga pengasuh Gabriel,walaupun ada babysiter tapi keluarga Altop tetap memberi kepercayaan mengasuh sang tuan muda
" Sepertinya udah cukup mbok,saya tinggal ke kamar ya mbok,mau mandi..gerah banget udah mbok" jawab nyonya Miranda yang di angguki paham oleh sang Art
__ADS_1