Your Angle My Heart

Your Angle My Heart
47


__ADS_3

Di salah satu ruangan meeting yang luas dan megah..beberapa petinggi perusahaan sedang tampak serius mendengar sang atasan menyampaikan sebuah keputusan besar yang cukup mengejutkan bagi mereka,sebuah layar besar juga menampilkan peserta meeting dari beberapa cabang perusaan nya yang lain


" Mulai awal bulan depan perwakilan saya yang akan mengawasi berjalannya GA group yang ada di negara ini,jangan pernah ada yang berani melakukan pelencengan dana,kalian tau kan...saya sangat membenci penghianat" Ucap sang atasan penuh wibawa


" Bagaimana dengan rapat rutin kita tuan?" tanya salah seorang kepala divisi


" Akan tetap berjalan,tidak ada yang berubah..hanya saja perusaan pusat saya alihkan ke indonesia" jawab nya jelas


Meeting mereka berjalan lancar dan mendapatkan keputusan yang deal,Gabriel tinggal meyakinkan para koleganya yang memiliki beberapa persen saham di GA group,perusahaan yang ia bangun sendiri dan bergerak di bidang medis,berdampingan dengan yayasan keluarga sang papa yang memiliki beberapa kampus yang juga memiliki jurusan dibidang medis


Gabriel dan Niko keluar dari ruang meeting,berjalan beriringan menyusuri koridor yang menghubungkan ke ruang kerja milik Gabriel,ruang kerja Niko,pantri dan satu ruangan yang digunakan untuk menyambut tamu perusahaan


" Ada kabar apa dari jakarta?" tanya Gabriel seraya berjalan lurus


" Semuanya baik-baik saja tuan,nyonya dan tuan besar juga baik" jawab Niko pasti


" Yang lain?" tanya Gabriel dengan gaya dinginnya


" Maksud nya tuan..?" tanya Niko seakan tak paham,padahal dalam hati ia ingin tertawa,Niko sangat paham kabar siapa lagi yang ingin didengar oleh sang tuan muda


" Wanita itu...apakah Dinda tak mengatakan apapun?" ucap Gabriel masih mempertahankan wajah cool nya,ia sedikit merenggangkan dasinya,tenggorokan nya terasa tercekat


" Nona muda maksud tuan..? Nona baik-baik saja tuan,dua minggu terakhir ini jadwal nona di kampus cukup padat,sepertinya nona akan mengikuti ujian semester ganjil tuan dan dari laporan Dinda setelah ujian nona akan mengikuti beberapa acara tentang provesi nona sebagai Duta Persahabatan bersama sahabatnya yang menjadi Duta wisata tuan" jawab Niko menjelaskan panjang kali lebar


" Dia bukan nona muda di keluarga Altop,pernikahan itu hanya sementara" jawab Gabriel cuek


" Saya tau tuan...maaf,tapi Dinda juga mengatakan bahwa nona meminta izin awal bulan depan mungkin nona dan beberapa rekan nya akan mengadakan kunjungan ke beberapa negara di Asia,itu semua permintaan dari kedutaan tuan" ucap Niko lagi ,ia sengaja menyampaikan kabar itu pada sang tuan muda,guna mengetahui seperti apa reaksi Gabriel saat tau wanita yang telah ia nikahi itu akan pergi


" Perjalanan luar negeri? dengan siapa?" tanya Gabriel pelan namun masih terdengar oleh Niko


" Ya tuan...ke beberapa negara dengan para rekan nona, pegawai kedutaan dan pastinya pihak kampus juga,kabarnya pihak kampus juga melakukan promosi bahwa nona salah satu kandidat peneriam beasiswa S2 ke luar negeri dari kampus" jawab Niko jelas

__ADS_1


" Katakan pada Dinda saya tidak mengizinkan wanita itu melakukan perjalanan itu,kamu hubungi pihak kampus agar perjalanan itu di wakilkan pada orang lain saja,kalau dia menolak maka ia harus meninggalkan jabatannya itu" jawab Gabriel memutuskan


Niko nyaris melotot sempurna,sungguh tuan mudanya sangat egois dan arogan,bukan kah katanya ia tak perduli dengan kehidupan gadis itu? Lalu mengapa sikapnya seperti seorang suami yang sedang posesif pada istri nya,Niko sangat ingin tertawa se keras-keras nya


" kamu jangan berfikir yang aneh- aneh, saya hanya tidak mau kalau sampai dia keceplosan dengan statusnya" ucap Gabriel dingin,ia seakan tau apa yang Niko pikirkan saat ini


" Tidak tuan muda" jawab Niko cepat,seraya menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan * Apakah tuan muda nya ini canayang?* batin Niko heran karena sang tuan muda seperti sangat ahli membaca isi hati seseorang


Gabriel tak menjawab,ia segera memasuki ruangan nya yang sudah di bukakan pintu oleh sang sekretaris cantik yang selalu stanby di meja kerjanya yang terletak tepat di samping pintu ruangan Gabriel


" Taun baru saja Dinda mengirimkan salah satu foto nona yang sedang mendapingi beberapa tamu dari kedutaan" ucap Niko yang sangat suka memancing reaksi Gabriel


" kirimkan ke ponsel saya" jawab nya dingin setelah mendudukkan dirinya di kursi kebesarannya,sebelah tangannya cekatan meraih berkas yang tersusun di mejanya,membaca dan mempelajarinya dan melanjutkan membubuhkan tanda tangan di bagian yang telah ditentukan


" Siiittt" umpat nya geram saat ia menatap layar handphone nya yang baru saja menerima sebuah notif dari Niko,yaitu sebuah foto Alina yang tengah berada di sebuah pantai,Dinda diam-diam memotret Alina yang sedang menikmati keindahan pantai,gadis penyuka pantai dan hujan itu memeang selalu eksited setiap kali ia berada di pantai atau saat melihat hujan,Alina akan melupakan segala masalahnya jika ia sudah melihat pantai dan hujan



" Apa-apaan wanita itu Niko?" tanya Gabriel emosi,wajahnya memerah menahan amarah,tangan nya meremas kuat berkas dan ponsel yang ia pegang di kedua belah tangannya,giginya gemeletuk,kilatan amarah tampak jelas dimatanya,membuat Niko dan sang sekretaris terdiam kaku


" Ma-maksudnya tuan?" tanya Niko gugup,ia sangat tau sang tuan muda sangat tempramen


" Siapa yang kasi izin wanita itu pergi? Bukankah tadi kamu mengatakan bahwa jadwalnya di kampus sangat padat?" tanya Gabriel berang,ia membanting berkas yang tadi ia pegang,tatapannya tajam menatap sang asisten


" Mungkin Itu termasuk salah satu kegiatan kampus tuan..." jawab Niko bingung,masalahnya ia juga kurang paham tentang profesi dan kegiatan sang nona mudanya,yang ia tau nona mudanya itu gadis yang sangat berprestasi sejak pertama kali ia mencari profil gadis multi talenta itu,hadis yang Niko tau seorang anggota Paskibra terbaik dari kotanya,pemegang Baki terbaik dan pernah menjadi anggota pengibar Bendera di istana merdeka ibu kota


Dan saat menjadi seorang mahasiswa Alina juga sangat berprestasi,beberapa kali mengikuti debat bahasa,depat politik dan juga ia menyandang sebagai Duta persahabatan,sungguh Niko amat sangat mengagumi gadis yang memiliki kecantikan dan kepintaran nyaris sempurna itu,andai Alina tak terlibat skandal dengan sang tuan muda,mungkin...Niko akan berjuang mati-matian demi memenangkan hati gadis itu


" Dengan tebar-tebar pesona seperti itu? Hapus fotonya yang ada di ponsel kamu" ucap Gabriel masih dengan nada emosi,dadanya kembang kempis


" Ba-baik tuan muda" jawab Niko cepat,secepat kilat ia melakukan yang sang tuan muda perintahkan,walau hati kecilnya sangat berat melakukan itu,andai tak memikirkan hidupnya kedepannya rasanya ia sangat ingin merebut sang nona muda dari tuan muda nya yang super gengsi itu

__ADS_1


Gabriel kembali duduk di kursi kebesarannya,ia memijat pelipisnya pelan,kepala nya terasa berdenyut tiba-tiba membayangkan sang istri yang pasti akan banyak mata yang menatapnya


" Shiiiit" geram Gabriel,konsentrasi nya buyar seketika setelah melihat foto yang dikirimkan oleh Dinda,rasanya ia sangat ingin menghukum wanita itu dengan cara mengurungnya agar tidak pergi sesuka hatinya


" Katakan pada Dinda agar membatasi wanita itu keluar dari apartemen,saya tidak mau identitas nya akan tercium media,sehingga akan diketahui oleh keluarga Altop" perintah Gabriel setelah pria itu terdiam beberapa saat


" Baik tuan muda" Niko hanya bisa menjawab patuh perintah sang tuan muda,sedangkan sang sekretaris hanya berdiri kaku saat melihat kemarahan sang CEO muda itu,walau ia tak mengetahui pasti apa masalah sang tuan muda,tapi ia yakin itu adalah masalah wanita,tapi ia juga penasaran..wanita mana yang berhasil memancing emosi sang tuan muda


" Kamu ngapain masih berdiri disitu?" tanya Gabriel tiba-tiba pada sang sekretaris yang usianya tiga tahun lebih tua dari nya,ia baru menyadari diruangan nya masih ada sang sekretaris


" Sa- saya menunggu berkas yang harus anda tandatangani tuan" Jawab sang sekretaris gugup,jantung nya terasa ingin copot,rasa takut dan kagumnya pada sang tuan muda bercampur jadi satu


" Kamu tunggu di mejamu,Niko akan membawakannya untuk mu,dan satu lagi saya tidak ingin menerima tamu hari ini" perintah nya pada sang sekretaris yang langsung diangguki oleh wanita cantik bertubuh semampai itu


" Ba-baik tuan" jawab sang sekretaris patuh,ia melirik Niko sesaat mengisyaratkan bahwa ia butuh berkas itu cepat,Niko yang paham langsung mengangguk pelan seraya mengerjabkan matanya memberi isyarat bahwa ia paham apa yang diinginkan sekretaris tersebut,wanita yang termasuk salah satu sahabatnya saat mereka kuliah dulu


Gabriel tak menjawab,ia bangkit dari duduknya dan berjalan menuju dinding kaca yang berada di belakang meja kerjanya,ia membelakangi Niko,matanya menatap lurus kedepan,seakan ia tengah menikmati pemandangan hiruk pikuk keramaian jalanan kota besar di pusat kota negara maju tersebut


Ingatannya kembali pada satu tahun lebih yang lalu,Gabriel merasa hidupnya seakan sangat kacau setelah ia kembali bertemu dengan Alina,jika beberapa tahun lalu ia hanya mengagumi dan sangat penasaran dengan mata indah nan teduh gadis yang menabraknya di bandara,ia masih bisa menghilangkan bayangan itu


Tapi setelah pertemuan kedua mereka...entah apa yang terjadi pada dirinya,Gabriel seakan candu dengan aroma tubuh gadis itu,rindu dengan tatapan indah nan teduh gadis itu,dan tangis memohon gadis itu seakan membuat ia tak pernah ingin dekat dengan wanita manapun,sungguh membuat Gabriel frustasi


" Saya akan memeriksa berkas yang dibutuhkan hari ini tuan" ucap Niko membeeitahukan sekaligus meminta izin pada sang tuan muda


" Hemm" Gabriel berdehem singkat,mengisyaratkan ia mengizinkan Niko melakukan itu


" Bawa semuanya keruangan mu...saya mau semdiri" ucap Gabriel lagi setelah ia terdiam beberapa saat


" Baik tuan" patuh Niko menjawab seraya meraih cepat semua berkas yang berada di meja sang tuan muda,ia lebih lega mengerjakan semua itu di ruangan kerjanya dari pada diruangan sang bos yang sedang dilanda emosi


Niko meninggalkan ruangan Gabriel dengan membawa berkas di tangannya,ia sedikit menghela nafas,pekerjaan nya semakin bertambah sejak sang tuan muda bertemu dengan Alina satu tahun lebih yang lalu,mood sang tuan muda selalu berubah-ubah dan bertambah parah sejak pernikahan yang katanya sementara itu terjadi,yang munkin akan menjadi bom atom yang suatu saat akan meledak dan menghancurkan keegoisan sang tuan muda,atau bahkan mungkin menghancurkan kehidupan sang tuan muda

__ADS_1


__ADS_2