
Di Bandara Soekarno Hatta
Seorang pemuda gagah nan tampan dengan tatapan dingin dan rahang tegasnya,baru saja menuruni jet pribadi yang bertuliskan ALT Group,Gabriel melangkah dengan langkah tegab nya dan pandangan lurus kedepan,jangan lupakan wajah Arogannya yang selalu mampu membuat lawan merasa tertekan,tapi hal terbalik malah terjadi pada para wanita yang bahkan serasa ingin berteriak histeris saat melihat pahatan ketampanan pria muda itu
" Semua yang gue butuhkan udah kamu persiapkan Nik..?" tanya Gabriel pada sang Asisten pribadinya
" Sudah semua tuan dan dari laporan yang saya terima para mahasiswa disini juga terlihat sangat antusias menunggu mister Peter berkunjung,para pihak kampus juga sudah mempersiapkan penyambutan dengan semaksimal mungkin" jawab Niko pasti
" Besok kamu tinjau ke lapangan dan pastikan tidak ada kekurangan,ini merupakan kerja sama yang berkepanjangan" perintah Gabriel
" Baik tuan muda" jawab Niko yang memang dia juga percaya bahwa orang kepercaan Gabriel tidak akan berani memberikan berita yang tidak valid
Mengenai pekerjaan Gabriel merupakan seseorang yang selalu menginginkan sesuatu dengan sempurna tanpa cacat,sehingga ia selalu mendahulukan melakukan pengecekan sebelum segala sesuatu nya berjalan,ia sangat tidak suka jika pekerjaan nya memberikan hasil yang tidak memuaskan,terlebih hal itu sudah direncanakan cukup lama
Gabriel melakukan kerja sama dengan kampus besar itu bertujuan agar kampus yang bernaung dibawah yayasan keluarga Altop akan lebih dikenal diluar negeri sehingga mencapai taraf Internasional lebih maksimal lagi kedepannya,walaupun untuk saat ini kampus mereka tergolong dalam salah satu kampus terbaik,ter Elite di beberapa kota dan Negara,tapi seorang Gabriel ingin lebih baik lagi,terlebih bagi fakultas-fakultas yang mennyangkut ilmu Medis
" Kita langsung ke Mansion " Ucap Gabriel memberi perintah pada sang supir
" Baik tuan muda" jawab sang supir patuh,Niko yang duduk di samping sang supir terlihat mulai fokus pada benda canggih persegi miliknya,tak jauh berbeda dengan sang bos yang tampak serius dengan Note Book ditangan nya,mobil terus melaju dengan kecepatan rata-rata,membelah jalanan serta berlomba dengan kemacetan,di iringi dengan suasana sepi mencekam yang bahkan bagai tak berpenumpang
Hampir sekitar satu jam waktu yang mereka habiskan dari Bandara soekarno hatta menuju Mansion mewah milik kedua orang tua Gabriel,mobil mulai berbelok memasuki sebuah gerbang yang tampak megah nan mewah dengan gaya Arsitektur Eropa klasik,dari dalam mobil tampak begitu indah taman yang dihiasi berbagai jenis bunga dari dalam dan luar negeri,sehingga dapat memanjakan mata pengunjung,terlebih bagi yang sangat menyukai bunga,yang tentunya taman tersebut milik sang nyonya di mansion megah itu,wanita yang sangat di Ratukan oleh dua pria berkuasa di keluarga Altop
" Papa sama mama dimana Mbok?" tanya Gabriel pada Art senior di kediaman kedua orang tuanya,saat mbo Darmi menyambut kedatangan nya di depan pintu utama Mansion
" Tuan besar sama nyonya masih di kamar tuan muda" jawab mbok Darmi seraya menunduk hormat,walaupun beliau terbilang cukup dekat dengan pemuda tampan itu,tapi wanita sepuh itu selalu sangat menjaga batasan nya pada sang majikan,beliau tetap menunjukkan betapa beliau sangat bersahaja pada keluarga yang telah memberikan keluarga beliau pundi-pundi rupiah demi dapat melanjutkan hidup lebih baik
Itu karena keluarga mbok Darmi banyak yang bekerja pada keluarga Altop,yang berpendidikan lumayan bekerja di perusahaan Altop,di klinik nyonya Miranda,bahkan sampai yang didesa juga bekerja di perkebunan atau pertambangan milik keluarga Altop
Gabriel hanya mengangguk paham dan kembali melanjutkan langkahnya menaiki tangga menuju kamar pribadi miliknya,ia merebahkan tubuhnya sesaat diatas ranjang King Size miliknya,baru setelahnya ia melangkah kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket akibat perjalan yang mencapai 18 jam
Dalam jet pribadi keluarganya memang memilki fasilitas yang sangat lengkap,tapi ia sangat jarang jika samapai mandi dan berganti pakaian di dalam perjalanannya
Sedangkan Niko langsung menuju Apartemennya menggunakan mobil pribadi miliknya yang selalu ada di mansion sang bos,ia juga harus beristirahat mengingat jadwalnya esok yang akan di pastikan cukup padat
__ADS_1
Dilantai bawah nyonya Miranda tampak sudah berada di meja makan,membantu para Art yang tampak baru mulai akan menyiapkan makan malam untuk keluarga sang majikan,nyonya rumah itu memang sangat suka ikut membantu para Art menyiapkan hidangan untuk keluarga nya,nyonya Miranda selalu menginginkan yang terbaik untuk keluarganya
" El sudah sampai ya mbok?" tanya nyonya Miranda pada mbok Darmi,kepala Art itu selalu berada di dekatnya jika sang nyonya sedang beraktifitas di dapur
" Udah nya..sekitar 30 menit yang lalu,sekarang sepertinya masih dikamar,tuan muda juga tadi menanyakan nyonya dan tuan besar" jawab mbok Darmi dan di balas anggukan kecil oleh nyonya Miranda
Setelah merasa semuanya cukup,nyonya Miranda memutuskan meninggalkan meja makan dan akan memanggil sang putra kesayangannya untuk makan malam bersama sesuai dengan peraturan rumah itu yang mengharuskan setiap anggota keluarga yang berada dirumah maka harus makan secara bersama
" El sudah sampai kan ma? " tanya tuan Alvaro pada sang istri saat keduanya bertemu di dekat tangga tepat saat pria paruh baya itu keluar dari kamar mereka
" Sudah pa,ini mama mau manggil El ke kamarnya,papa tungggu di meja makan ya" jawab nyonya miranda diiringi dengan sebuah senyuman lembut untuk sang suami
" Ok...sayang.." jawab tuan Alvaro seraya sedikit mengusap lembut pipi mulus sang istri,wanita yang masih sangat cantik di usia nya saat ini,belahan jiwa seorang Alvaro Altop,wanita yang sangat beliau cintai dan wanita yang telah memberinya seorang putra yang sangat tampan dan cerdas
Nyonya Miranda tersenyum seraya menggeleng melihat tingkah romantis sang suami,beliau kembali melanjutkan langkah menaiki tangga satu demi satu untuk menuju kamar sang putra tersayang nya,walaupun di mansion itu juga tersedia lif tapi mereka sangat jarang menggunakana nya,kecuali untuk menuju lantai tiga atau menuju roof top
Tok..tok...tok
" El..." panggil sang nyonya rumah lembut
" Masuk aja ma ga di kunci" terdengar jawaban dari suara bariton nan tegas yang tak lain adalah pemilik kamar tersebut
Ceklek...
" Papa udah nunggu tu di meja makan" ucap nyonya Miranda saat sudah berada di dalam kamar sang putra,yang ternyata sedang berdiri di depan cermin
" Ia ma..ini El udah mau turun juga kok,mama sehat kan?" jawab Gabriel seraya bertanya tentang keadaan sang mama dan langsung memeluk wanita yang sangat ia sayangi itu dan dibalas dengan usapan lembut sang mama di punggung kokoh nya
" Baik..selama kamu ga buat mama kecewa maka mama janji akan selalu baik-baik saja" jawab sang mama sedikit Ambigu seraya masih mengusap punggung sang putra,tak di pungkiri wanita paruh baya itu sangat merindukan putra semata wayangnya,walau baru satu bulan yang lalu mereka bertemu di singapura saat Gabriel melakukan pengecekan tahunan pada rumah sakit miliknya yang berada di singapura,yang ia percayakan kepemimpinannya pada Raffa dan Cantika
" Maksud mama El sering buat mama kecewa?" tanya Gabriel sedikit heran dan bertanya,karena seingat nya sampai usianya memasuki 21 tahun ini yang kedua kalinya sang mama mengatakan kata-kata itu,pertama saat sang papa memutuskan untuk memindahkan nya dari jakarta ke singapura dan itu terjadi karena kesalahannya,tapi hari ini? membuat Gabriel harus berfikir keras
Gabriel berfikir apakah sang mama mengetahui sesuatu..? Tapi apa..?tentang kejadian antara dia dan gadis itu satu tahun lalu? Itu terlalu mustahil,mengingat gadis itu tak sedikitpun meninggalkan jejaknya,bahkan sepray bekas gadis itu tidur sudah tak lagi terpasang di ranjang itu saat Gabriel kembali ke hotel tersebut dan berkas tentang gadis itu juga sudah Gabriel buang ke ting sampah bahkan satu minggu sebelum ia bertemu dengan gadis itu
__ADS_1
Dan Gabriel juga sudah memastikan CCTV di kamarnya itu belum aktif dari sejak kamar itu selesai,baru setelah kejadian itu ia memerintahkan pada Niko untuk mengaktifkan semua CCTV yang terdapat di pant house dan kanar nya,jadi sangat mustahil jika ada seseorang yang melakukan penyadapan pada CCTV pant house nya itu
" Tentu tidak..mama percaya putra mama seorang pria yang cerdas dan bertanggung jawab" jawab nyonya Miranda masih sangat santai
Sedangkan Gabriel masih mencari jawaban dari kata-kata sang mama yang ia yakin penuh dengan makna,tapi pada siapa ia harus bertanggung jawab? Gadis itu? Gadis belia satu tahun lalu? Ia bahkan tidak melakukan sesuatu yang fatal,hanya memberikan sedikit ancaman,apakah sang mama tau dari sang para ansk buah Niko yang melakukan tugas itu?,tapi itu juga sangat mustahil mereka berkhianat,karena kesetiaan mereka benar-benar telah teruji
" Mama ngomong nya seakan-akan aku sudah menghamili anak gadis orang diluar sana" jawab Gabriel berusaha sedikit melucu
" Berani kamu lakukan itu? Apalagi pada gadis baik-baik dan kamu tak bertanggung jawab? Itu artinya putra mama seorang pengecut,tapi juga betapa bodoh nya kamu jika kamu menghamili wanita tidak baik,karena kamu memilih keturunan mu terlahir dari rahim sembarang wanita,karema siapapun wanita yang datang pada mama menuntut pertanggung jawaban dari kamu dengan bukti yang cukup maka mama dan papa akan menjadikan dia istri kamu,jadi ....sebelum melakukan kesalahan itu,pikirkan terlebih dahulu" ucap sang mama tenang namun terdengar sangat tegas
" Mama tenang aja...aku ga akan melakukan hal sebodoh itu apa lagi pada wanita sembarangan,aku juga mmenginginkan keturunan aku lahir dari wanita baik-baik dan hebat seperti mama dan aku yakin mama juga pasti menginginkan menantu seorang wanita terhormat dan baik,dan aku berjanji akan mencoba mencari yang seperti itu" jawab Gabriel meyakinkan sang mama
" Emang kamu tau wanita seperti apa yang mama impikan untuk menjadi menantu keluarga ini?" tanya sang mama seraya mulai melangkah menuruni tangga
" Seperti apa memang nya? Mana aku tau pasti ma,kan mama belum pernah tu bahas kriteria menantu idaman mama"jawab Gabriel yang langsung melangkah mengikuti sang mama menuruni tangga
" Yang pastinya baik,lemah lembut,sopan,mencintai suami dan keluarganya,cerdas dan cantik point plus nya,mau dari keluarga manapun mama ga perduli,dan satu lagi kalau bisa yang taat dan berhijab, duh pasti mama akan sangat bahagia dan bangga dapat menantu seperti itu,tapi apakah mungkin ada ya??" jawab nyonya Miranda drama
" Itu speak Bidadari ma...semoga ada dan akan jadi menantu mama" jawab Gabriel santai
" Amiiinn...mama tunggu janji kamu itu" jawab sang mama lagi yang di balas dengan gidikan bahunya sesaat
Keduanya sampai di ruang makan yang tampak sang kepala keluarga sudah menunggu.
" Malam pa" ucap Gabriel sekedar menyapa sang papa
" Malam...bagaimana boy...lancar kan semuanya?" jawab pria paruh baya itu di sertai sedikit pertanyaan ringan
" Pasti pa" jawab Gabriel sinngkat dan yakin
" Semoga dan papa Doakan yang terbaik buat kamu" jawab tuan Alvaro santai
" Thanks pa" jawab Gabriel tak kalah yakin nya dan makan malam pun dimulai dengan keadaan sangat tenang,namun dengan isi pikiran yang masing-masing sedang sangat gelisah namun sulit untuk di ungkapkan
__ADS_1