Your Angle My Heart

Your Angle My Heart
42


__ADS_3

Gabriel memasuki apartemen pribadi miliknya yang ia rahasiakan,tempat yang ia siapkan untuk Alina tinggali sementara,karena rencanaya Gabriel akan memimdahkan Alina ke Vila pribadi miliknya yang berada di sebuah pulau yang lumayan jauh dari pemukiman warga namun tidak terlalu terpencil,karena di sekitaran pulau itu ada beberapa vila milik para orang kaya juga,namun vila milik Gabriel terpisah dari mereka dan entah mengapa ia sangat ingin Alina tinggal di vila pribadinya itu sampai tiba saatnya Gabriel membebaskan gadis cantik itu


" malam tuan muda" Sapa salah satu Art paruh baya yang bertugas sebagai chef


" Dimana dia?" tanya Gabriel dingin


"Nona sedang makan malam tuan,tadi nona ketiduran,mungkin kelelahan karena beraktifitas seharian di luar rumah" Jawab wanita paruh baya itu menjelaskan


Gabriel tak menjawab,ia hanya mengangguk dan melanjutkan langkahnya menuju meja makan,ia bisa melihat Alina yang sedang duduk seorang diri seraya menikmati makan malam nya,gadis itu tampak fokus,sedangkan Gabriel melihat penampilan Alina yang tampak sudah menggunakan dres rumahan dan hijab instannya


Tak


Tak


Tak


Suara langkah kaki disertai dentuman sepatu yang menuju arah meja makan mampu mengalihkan atensi Alina yang tengah menikmati makan malam nya,secara spontan Alina menjatuhkan sendok yang sedang ia genggam


Ting


Suara dentingan sendok yang terjatuh membentur piring mahal yang ia gunakan sebagai alat makan nya,wajah Alina berubah pias dan pucat,tampak jelas tangan nya bergetar henat disertai keringat yang mulai tampak bercucuran


SedangkanGabriel memghentikan langkahnya saat melihat Keterkejutan Alina dan perubahan ekspresi dari wajah gadis cantik itu,Gabriel dapat melihat tubuh dan tangan Alina yang bergetar dan wajahnya yang mulai dibasahi oleh keringat,entah mengapa rasanya ia sangat ingin memeluk gadis cantik itu dan menenangkan nya seperti saat di klinik waktu itu,namun Gabriel harus menyadarkan dirinya agar tak terlibat perasaan dengan gadis tawanan berstatus istrinya itu


Alina berusaha menekan rasa takutnya dan syukurnya ia berhasil walau tak sepenuhnya,untungnya ia sudah meminum obatnya saat sore tadi dan itulah sebabnya ia ketiduran saat memgerjakan tugas nya setelah ia menuanikan kewajiban tiga rakaatnya


Melihat Alina yang tampak sudah sedikit tenang,Gabriel melanjutkan langkahnya menuju meja makan,ia mendudukkan dirinya di kursi tepat di depan Alina,membuat gadis cantik itu langsung menunduk,tangannya memilin ujung hijabnya


" lanjutkan makan mu" perintah Gabriel dingin seraya memainkan ponselnya


" Saya sudah kenyang tuan" jawab Alina pelan,ia bangkit dari duduk nya setelah meminum segelas air dan hendak meninggalkan ruangan yang terasa sangat mencekam baginya,sedangkan para Atr terdiam membeku Menyaksikan pertemuan tuan dan nona muda mereka,ada rasa heran saat melihat interaksi pasangan muda itu yang terlihat sangat kaku

__ADS_1


" Temui dia..beri dia kesempatan untuk bertanya dan jelaskan padanya tentang statusmu saat ini" ucap Gabriel dingin membuat langkah Alina terhenti


" Status yang mana tuan? Status sebagai istri sementara atau status saya yang hanya seorang wanita yang sudah ternoda? mengapa saya harus memberinya kesempatan dan menjelaskan tentang siapa saya,saya bahkan tidak terlalu mengenalnya?" jawab Alina lirih


" Agar dia percaya kalau dia tidak pantas mengharapkan wanita yang sudah bersuami" jawab Gabriel terdengar egois


" Saya merasa itu semua tidak perlu,karena antara kami tidak pernah terjadi apapun,yang ingin saya tanyakan..mengapa saya harus berhadapan dengan kalian yang bahkan saya tidak memgenal siapa kalian,nama kalian dan pekerjaan kalian serta status kalian saja saya tidak tau,lalu kenapa saya harus terlibat disini,ia datang kedaerah saya sebagai relawan dan menolong para korban,tapi mengapa justru saya yang harus terperangkap disini?" jawab Alina geram


" Lakukan yang saya perintahkan" tambah Gabriel egois


"Bebaskan saya malam ini juga....maka saya akan melakukan apa yang anda perintahkan,sudah cukup saya jadi boneka anda selama dua bulan,saya ingin melanjutkan hidup saya secara normal,bukan dibawah bayangan orang lain" jawab Alina terdengar sedikit berani


" Kamu mau bebas?" tanya Gabriel menyeringai


" Ya" jawab Alina pasti


" Berikan hak saya malam ini, saya sudah memenuhi kewajiban saya...dan sekarang lakukan kewajiban mu" jawab Gabriel sinis


Wajah Alina pias dengan tubuh yang tiba-tiba bergetar saat mendengar ucapan Gabriel baru saja,ia memundurkan tubuhnya beberapa langkah seraya menggeleng" Aya ga mau" racaunya dengan suara lirih,semua itu tak luput dari perhatian Gabriel dan dalam hitungan menit Gabriel bisa melihat tubuh Alina terhuyung ke belakang dan akan segera jatuh jika saja Gabriel telat satu langkah


Gabriel meletakkan tubuh Alina perlahan di atas ranjang king size dan menarik selimut menutupi sebagian tubuh gadis itu,sesaat Gabriel terpaku menatap wajah polos yang tampak sangat putih bersih dan halus,tak tampak polesan make up walau sedikitpun di wajah itu,bibir indah nya tampak pink alami,bulu matanya lentik di padu dengan alisnya yang tersusun rapi dan tebal,hidungnya kecil dan mancung dengan dagu yang tampak sedikit terbelah,sungguh Gabriel mengagumi semua yang ada pada gadis itu


Dengan segera Gabriel menggeleng menyadarkan pikirannya yang tengah mengagumi Alina,dalam keadaan pingsan seperti itupun Alina tetap tampak menggoda dimata Gabriel" Kamu sungguh meresahkan cil" gumam Gabriel nyaris tak terdengar


" Umi...Abi...tolong Aya...Aya takut" lirih Alina tiba-tiba dengan mata terpejam,membuat Gabriel tersadar dari lamunannya,ia melihat kegelisahan Alina dan keringat mulai membasahi wajahnya,,entah mengapa Gabriel merasa sakit melihat semua itu


Perlahan Gabeiel mennaiki ranjang dan meraih tubuh Alina,Gabriel mendekap erat tubuh indah yang terasa sangat pas untuk ia peluk dan inilah yang sesungguhnya Gabriel inginkan sejak ia datang tadi,ada rasa aneh yang menggebu saat ia melihat Alina pertamakali secara langsung setelah dua bulan yang lalu


" Tenang ada aku" bisik Gabriel seraya mengusap lembut punggung Alina,wajah gadis itu menelusup di dada bidang nya,mencari posisi paling nyaman,tak berselang lama terdengar nafas teratur Alina yang menandakan gadis cantik itu tertidur,Gabriel ingin meninggalkan Alina tapi hatinya terasa berat,batin nya berkata ingin terus bersama gadis itu


Shiit...mpat Gabriel geram saat Alina semakin menyusup ke dada bidang nya,hal itu membuat suhu tubuhnya seakan memanas,biar bagaimanapun ia lelaki normal,terlebih di usia nya saat ini yang mulai menuju usia pria dewasa,21 tahun genap usianya,apalagi tubuh gadis itu memiliki ukuran yang sangat pas disetiap tempatnya ditambah kulit halus gadis itu seakan melambai memanggil setiap kaum adam untuk menjamah nya

__ADS_1


" Abang ....dia jahat.. Aya takut,Aya takut " racau Alina lagi dalam tidurnya


" Hussst...ada aku sayang..." bujuk Gabriel sangat lembut seraya melepas hijab Alina dan mengusap lembut rambut panjang indah gadis itu,seraya mengecup dalam puncak kepala Alina dan menghirup aroma menenangkan yang menguar dari rambut dan tubuh sang istri


Malam semakin larut membuat Gabriel tanpa sadar tertidur di ranjang yang sama dengan Alina dengan posisi saling berpelukan mesra layaknya pasangan suami istri yang sangat romantis,seakan keduanya tak ingin melepas kehangatan yang kini menyelimuti tubuh mereka dan Gabriel merasakan ini tidur ternyamannya setelah leristiwa setahun lalu,begitupun Alina yang merasa sangat nyaman dalam dekapan sang suami,mimpi buruknya satu tahun lalu tak muncul


Suara menggema di Masjid terdekat mengusik tidur Aliana,mata indah gadis itu mengerjab menyesuaikan dengan cahaya lampu yang menyilaukan,ia belum menyadari posisi tidurnya saat ini,namun karena Alina merasa sedikit berat di bagian perutnya membuat ia meliahat kearah perutnya secara perlahan dan betapa terkekejutnya saat ia melihat sebuah tangan kekar melingkar indah di atas perut ratanya


Alina hampir mengeluarkan teriakan histeris saat matanya menatap sosok Gabriel yang tengah tertidur lelap disamping nya,sesàat ia terpana dengan ketampanan Gabriel,tapi seketika ia tersadar dan dengan spontan ia menjerit histeris,membuat Gsbriel sangat terkejut hingga terbangun


" Ada apa .....hem..?" tanya Gsbriel lembut seraya mengucek matanya menyesuaikan dengan cahaya lampu,namun saat matanya terbuka sempurna..dan saat itu juga ia terkejut melihat tubuh Alina yang menegang namun sesaat kemudian langsung terkulai lemas tak sadarkan diri


" Aya....." seru Gabriel spontan menyambar tubuh Alina yang masih berada disisinya,hingga membuat keduanya terhempas dikasur dengan posisi Gabriel berada diatas tubuh Alina


Deg...


Jantung Gabriel seakan berhenti berdetak saat matanya menatap wajah tepat berada diatas wajah Alina,ia tertengun menatap wajah cantik Alina yang tampak bagaikan putri tidur,mata gadis itu terpejam rapat menampakkan bulu matanya yang sangat lentik,dikedua sudut mata indah itu tampak mengalir kristal bening..membuat hati Gabriel terasa perih


Cup...


Tanpa disadari Gabriel mengecup dalam kedua mata indah Alina...menatapnya lagi dalam seraya meresapi apa yang sebenarnya ia rasakan saat berada seintim itu dengan gadis belia tersebut


Cup...


Lagi Gabriel mengecup dalam Alina,namun berganti di bibir ranum tanpa polesan itu,membuat Gabriel memejamkan matanya sesaat seraya menyatukan keningnya dengan kening Alina,Gabriel meresapi debaran hebat di jantung nya,debaran yang belum pernah ia rasakan saat dekat dengan wanita-wanita yang mendekatinya


" Apakah aku segitu menakutkanmu hingga membuatmu hampir selalu tak sadarkan diri setiap kali melihat ku? Sedangkan diluarsana begitu banyak wanita yang berharap bisa menatapku sepuasnya,katakan pada ku siapa Kamu sebenarnya? Hingga kita harus terjerat benang merah ini?" tanya Gabriel dengan suara lirih seakan ia sedang frustasi


Tangan kekar Gabriel mengusab lembut rambut panjang Alina,merapikan helaian halus yang menutupi sebagian wajah putih gadis cantik itu,lagi--lagi Gabriel tertengun dengan wajah halus lembut Alina,kulitnya selembut kulit bayi dengan bibir pink Alami,bibir yang tadi sempat ia kecup dan seolah akan menjadi candu untuk nya


"Apakah Tuhan sengaja menciptakan mu begitu nyaris sempurna...? Kewarasanku seakan sirna saat melihat mu,katakan apakah hatiku sungguh-sungguh membencimu? Jika itu benar...lalu kenapa juga hatiku seakan terpennjara oleh wajah mu hem...jawab Alina Haya Altop..." ucap Gabriel geram dengan dada naik turun,ia seakan frustasi dengan dirinya dendiri

__ADS_1


Gabriel menuruni ranjang melangkah menuju kamar mandi,ia ingin berendam untuk menenangkan hati dan pikirannya serta hasrxxnya yang tiba-tiba muncul saat bersama Alina,gadis yang sangat ingin ia benci tapi justru membuat hatinya seakan terpenjara dengan bayangan gadis cantik itu


Gabriel meninggalkan Alina yang masih belum sadar dari pingsannya,walaupun ada rasa khawatir...namun ia berusaha untuk tak ingin peduli,terlebih ia sudah tau dari dokter yang menangani Alina bahwa Alina akan sadar seiring rasa takutnya berkurang " mungkin itu terjadi karena ia belum meminum obatnya atau karena ia terkejut dan takut sehingga ia merasa terancam Tuan" itulah jawaban dari sang dokter saat Gabriel bertanya ketika ia membawa Alina yang pingsan di kantin kampus di pertemuan perdana mereka setelah satu tahun tak bertemu


__ADS_2