
" Mata kamu kenapa beb? Tanya Mira pada Alina saat keempat gadis cantik itu berada di kantin
" Tadi pas di mobil ga sengaja kena ujung hijab" jawab Alina bohong,ia merasa belum berani menceritakan semua kisah nya pada ketiga sahabatnya,walau sesungguhnya ia sangat ingin menagis dan menceritakan semuanya pada ketiga sahabatnya,seraya memeluk mereka
" Kamu yakin? Kamu ga lagi nyembunyiin sesuatu kan beb dari kita?" tanya Fiza memastikan,sedangkan Alessa tak berkomentar apapun,bukan ia tak peduli,tapi gadis cantik itu sudah terlalu sering bertanya pada Alina dan jawaban gadis itu selalu ia baik- baik saja,walau hati kecil nya tak ingin percaya,tapi ia juga tak ingin memaksa Alina
" Aya duluan boleh? mau ke akademik sebentar" tanya Alina hati-hati,ia harus segera ke ruangan Raffa untuk berbicara,tadi saat selesai ia meminta waktu pada Raffa tapi sayang pria tampan itu sudah ada janji temu dengan seseorang dan meminta agar Alina menemuinya saat jam istirahat saja
" Perlu kita temenin ga?" tanya Alessa,ia tau Alina tadi menemui Raffa dan sepertinya membuat janji,tapi lagi-lagi Alessa tak akan bertanya,ia akan mencoba sabar menunggu Alina yang akan bercerita dengan sendirinya,ia juga tak mengatakan pada Mira dan Fiza,karena ia tau dua gadis itu tak sesabar dirinya
" Ga usah aja ya,Aya bisa sendiri kok,ga lama juga" jawab Alina yakin
" Ok..hati-hati sayang" jawab Alessa santai,sedangkan Mira dan Fiza tak bisa berkomentar,keduanya akan jadi pendengar saat Alessa yang bicara,karena yang akan mereka bicarakan tetap sama dengan yang Alessa katakan
Alina mengangguk seraya tersenyum demi meyakinkan ketiga sahabatnya,walau sesungguhnya hatinya sedang sangat berdebar akan bertemu dan bicara empat mata dengan Raffa,terlebih ia ga tau nama Gabriel yang sesungguhnya
Tok tok tok
Alina mengetuk pelan pintu yang ia tau adalah ruangan Raffa setelah ia tadi memastikan pada salah satu dosen yang ia temui di ruang akademik
" Masuk..." suara bariton Raffa semakin menambah kegugupan pada diri Alina,ini untuk pertama kalinya ia akan berada disatu ruangan dengan Raffa,pria yang ia tau menjadi alasan bahkan sumber utama terjadinya kisah rumit antara ia dan Gabriel
" As--Assalammualakum Sir...." ucap Alina sopan namun sedikit gugup,walau ia sudah meminum obatnya tadi saat keluar dari kantin,namun ia masih juga gugup,ia juga harus menahan dirinya agar tak membenci pria itu,pria yang telah menjadi penyebab kekacauan dalam hidupnya
" Waalaikum salam...duduk" jawab Raffa penuh wibawa,dengan tenang mempersilahkan Alina duduk di kursi tepat di depannya,sebuah meja menjadi pembatas mereka,Alina mengangguk tanpa bersuara
" Apa yang ingin kamu bicarakan Baby..? Atau boleh saya yang lebih dulu bicara?" tanya Raffa tegas namun tetap lembut,ia sangat takut menyakiti gadis yang sangat ia kagumi itu,sampai-sampai ia memanggil Alina dengan nama akrab gadis itu saat di daerah asalnya
" Sir juga-" ucapan Alina terptong oleh Raffa
" Sssttt..jangan panggil saya Sir saat di luar ruang belajar,panggil saya Abang seperti saat pertama kita bertemu di bandara Batam" ucap Raffa lembut,namun pernyataan Raffa sedikit mengejutkan Alina
" Di- dibandara? Kapan?" tanya Alina bingung
" Beberapa tahun lalu,tepatnya saat kamu tertinggal oleh rombongan " jawab Raffa santai
__ADS_1
" Maaf saya lupa bahwa anda pernah menolong saya" jawab Alina lirih,bukan ia lupa pada orang yang pernah menolong nya,tidak ....Alina tak pernah melupakan bahwa dirinya pernah ditolong seseorang saat di bandara Hangnadim batam,namun ia tak mengingat wajah sang penolong
" Tak perlu dipikirkan...untuk wanita seperti kamu ....sangat wajar jika tak mengingat wajah seseorang,karena saat diluaran sana dipastikan akan sangat banyak orang yang bersedia menolong kamu dengan suka rela" jawab Raffa diselingi candaan ringan,namun cukup menohok bagi Alina
Alina tak menjawab,ia seakan lupa tujuan awal ia menemui pria tampan berstatus dokter dan kini malah menjadi dosen pengganti dikampus tempat Alina menuntut ilmu,lidahnya seakan kelu untuk menyampaikan tujuannya
" Kamu tau...?" tambah Raffa lagi dengan sebuah senyuman tipis,bahkan sangat tipis,hingga Alina saja tak menyadari pria tampan berkharisma itu tersenyum
" A-apa?" tanya Alina polos
" Jika saya katakan....apa kamu akan percaya?" tanya Raffa lagi seraya menatap dalam wajah Alina yang tertunduk,namun belum sempat Alina menjawab Raffa kembali mengeluarkan kata-katanya,ia seakan sengaja tak mengizinkan Alina untuk bicara terlebih dahulu
" Alina Haya....Mengenalmu bukanlah rencanaku...mengharapkan mu juga bukan kemauan ku...
Rasa itu datang dengan sendirinya dan rasa ingin memiliki hadir begitu saja,apakah saya egois...?
Namun...tiba-tiba saya diminta untuk melupakan mu...bukanlah hal yang mudah untuk saya melakukan itu,butuh waktu yang mungkin akan lama..walau saya tau bahwa kamu bukanlah takdir saya....karena kamu telah menikah" sambung Raffa panjang lebar di hadapan Alina,membuat gadis itu merasa sangat bersalah
" Maaf...maaf kan saya jika kehadiran saya menyisakan luka di hati anda...demi Tuhan...saya tak pernah tau itu-" pinta Alina lirih,namun ucapannya kembali terpotong oleh Raffa
" Apakah kamu akan merespon perasaan saya jika saat pertemuan kita kedua di daerah mu saya menyatakannya?" tanya Raffa membuat Alina terdiam
" Karena memang itu yang diajarkan oleh Agama kita kan? Islam melarang Umat nya berpacaran sebelum halal,lalu apakah saya salah jika saya ingin mencoba menjalankan salah satu dari perintah Tuhan? " jawab Allina
" Kamu tidak salah sama sekali,justru karena itu saya semakin mengagumi kamu dan tolong beri saya waktu untuk melupakan dan merelakan kamu bersama orang lain" jawab Raffa
" Menikahlah ......menikahlah dengan wanita yang mencintai anda dok...saya mohon...tapi jika itu akan membebani anda maka abaikan permintaan saya ini" ucap Alina tiba- tiba membuat Raffa terpaku seraya menatap gadis cantik itu
" Katakan siapa yang memintamu mengatakan itu pada saya?..." tanya Raffa dengan nada sedikit emosi,suaranya naik satu oktaf
Alina tak menjawab,ia hanya terdiam dan tertunduk dalam,bagaimana ia bisa mengatakan siapa yang menginginkan semua itu,selain ia harus menjaga rahasia bahwa ia sebagia istri sementara,ia juga tak mengetahui nama pria yang telah menikahinya secara paksa itu
" Katakan Alina ....saya akan temui dia dan jelaskan bahwa tak ada hubungan apapun antara kita,dan juga kamu sudah menikah, saya akan katakan hanya saya saja yang mengagumi kamu,bahkan tanpa kamu tau" ucap Raffa tegas,ia tau Alina sangat tertekan dan ia sakit melihat gadis yang ia cintai tersakiti
" Saya tidak tau namanya dok..sungguh saya tidak mengenalnya dan sepertinya kami juga belum pernah bertemu sebelum kejadian di batam tahun lalu saat saya akan ke singapura" jawab Alina jujur
__ADS_1
" Daksud nya ...?" tanya Raffa sedikit ga paham
" Saat saya tiba di bandara Batam dan saya akan menuju pelabuhan penyeberangan batam singapore..saya diculik dan di bawa ke sebuah hotel,disana saya bertemu seseorang yang mengatakan bahwa saya telah merebut pria yang dicintai saudara nya,dan saat itu ia menunjukkan foto anda" jawab Alina jujur
" Bukankah sekarang kamu sudah menikah...lalu mengapa kamu masih berurusan dengan orang itu?" tanya Raffa bingung
" Karena yang menikahi saya adalah pria itu,dan dia mengatakan semakin cepat anda menikah maka akan semakin cepat ia membebaskan saya,saya harus bagaimana dok? " jawab Alina jujur,entah mengapa ia merasa nyaman bercerita pada Raffa,Alina seakan menemukan sosok kakak laki- lakinya pada pria tampan itu,walau terkadang ia ingin memaki pria itu karena telah melibatkan nya dalam situasi yang rumit,bahkan sangat rumit
" Jadi orang yang menikahi kamu hanya menjadikan kamu sandra nya? Siapa nama pria itu?" tanya Raffa geram
" Saya ga tau nama nya dok,kami sangat jarang bertemu terlebih bicara" jawab Alina jujur
" Lalu kamu tinggal dimana?" tanya Raffa
"Saya juga kurang tau,sepertinya di apartemen,karena saat keluar pengawal yang mengawal saya selalu membawa saya menggunakan lift khusus yang langsung menuju basement tanpa melewati lobby,yang saya tau kami sering melintasi jalan xxxxx " kawab Alina jujur,ia harus jujur ,ia berharap Raffa mengenal Gabriel dan akan menemui pria itu dan menjelaskan semuanya hingga ia akan dibebaskan
Alina tak perduli lagi dengan statusnya yang akan menjadi janda di usia yang bahkan masih sangat muda,mungkin itu yang terbaik mengingat ia juga bukan gadis yang masih suci,ia sudah ternoda,yang Alina inginkan saat ini adalah hidup tenang tanpa tekanan dari siapapun
" Apartemen jalan xxxx? Lift khusus? Itu tak akan mungkin bisa di dapatkan oleh sembarang orang,hanya pemilik nya yang bisa memiliki Unit khusus seperti itu,tapi pemiliknya bukan orang indo,dia pembisnis yang berasal dari luar dan juga tidak menetap di indonesia" monolog Raffa bingung dan Alina memdengar nya
" Wajah nya memang tak seperti orang indo,lebih ke bule-bulean gitu dok,tapi ia mahir bahasa indo,sejak setelah kami menikah dua bulan lalu baru semalam kami bertemu lagi,kata orang suruhannya ia berada di luar negeri dan lebih sering menetap disana dok,apakah dokter mengenal nya?" tanya Alina penuh harap
" Maaf....saya kurang yakin saya mengenal nya,mungkin teman dekat saya mengenalnya,karena keluarga nya juga keluarga pembinis hebat dan go internasional " jawab Raffa yakin
Alina tak menjawab lagi,ia hanya diam,hati kecil nya sedikit kecewa saat Raffa mengatakan ia tak yakin mengenal orang yang terlibat salah paham dengan Alina,Raffa tau Alina sedikit mecewa dengan jawabanya,namun apa mau dikata...ia juga bukan orang yang berkuasa dan juga bukan terlahir dari keluarga yang memiliki power yang kuat,papa nya hanya pegawai di kedutaan
" Tapi saya janji akan coba cari tau siapa orang yang sudah salag faham pada kamu,kamu tenang saja,saya akan jelaskan semuanya pada orang tersebut" bujuk Raffa lembut demi meyakinkan Alina
" Saya tunggu janji anda dok dan saya juga berharap agar anda segera menikah,agar semua kesalah pahaman ini akan berakhir,terimakasih atas waktu yang anda luangkan untuk saya" ucapan Alina semakin membuat Raffa yakin bahwa Alina sangat lelah dengan semuanya
" Kamu tidak perlu berterimakasih,disini saya lah yang salah,saya sumber semuanya...maaf kan saya" Raffa menjawab dengan nada bersalahnya
Alina tak menjawab,ia hanya berusaha menunjukkan sebuah senyuman pada Raffa yang justru membuat Raffa sakit melihat senyuman yang ia tau sangat dipaksakan oleh Alina" Saya izin kembali ke kelas dok" ucap Alina sopan
" Ya...waktu istirahat mu juga akan segera berakhir" jawab Raffa mengerti
__ADS_1
" Permisi dok" Alina meminta Izin meninggalkan ruangan itu,tanpa keduanya sadari seseorang mendengar hampir semua percakapan mereka,membuat seseorang tersebut merasa sangat terkejut bahkan nyaris shock,ia tak ingin percaya,tapi telinga nya jelas mendengar Alina sudah menikah dan gadis itu seakan terlibat skandal dengan Raffa yang ia tau adalah dosen mereka saat ini
" Silahkan....hati-hati baby...jaga diri kamu baik-baik dan yakinlah kamu akan bisa meraih cita-cita mu,saya akan terus mendukung mu walau dari jauh sekalipun" ucapan puitis Raffa mampu memunculkan semburat merah dipipi Alina,bagaimanapun ia gadis muda yang juga akan gampang terbawa perasaan,terlebih itu dari pria muda dan tampan seperti Raffa,yang bisa dikatakan termasuk dalam kriteria pria idaman Alina