Your Angle My Heart

Your Angle My Heart
54


__ADS_3

Alina terperangah saat melihat sebuah berita dari salah satu stasiun televisi yang terlihat sangat heboh memberitakan sebuah acara pertunangan di salah satu hotel berbintang,tampak jelas para tamu di acara tersebut bukan orang sembarangan


Bukan kehebohan atau kemegahan acara itu yang membuat Alina terkejut,tapi... orang yang menjadi bintang di acara itu,Gabriel Alvaro Altop...tampak gagah dengan jas berwarna abu-abu tua sedang berdampingan dengan seorang gadis cantik menggunakan gaun malam berwarna merah menyala,tampak kontras dengan kulitnya yang putih bak susu,keduanya tampak sangat serasi


Alina sampai menghentikan suapan bakso ke mulutnya,ia kembali terbayang saat sore kemarin Gabriel berbicara dengannya dan pergi menggunakan jas yang sama,Alina tersenyum kecut,ia berusaha mengingatkan pada hatinya bahwa hubungannya dengan Gabriel hanya sebatas perjanjian,bukan pernikahan sesungguhnya


"Kamu kenapa Al?" tanya Mira saat melihat Alina yang tampak diam terpaku saat melihat berita yang kata mereka sedang Viral


" O-oh ga ..ga da pa pa,cuma lagi liat berita itu kok sepertinya heboh banget ya" jawab Alina berusaha menyembunyikan kegugupannya,bagaimanapun hatinya sedikit nyeri saat melihat pria yang saat ini berstastus suaminya malah bertunangan dengan wanita lain


" Sadar hati...tuan mu ini bukan siapa-siapa nya,jangan lupa..bahwa tuan mu ini hanya tawanannya dan sebentar lagi kita akan bebas" monolog Alina pada hatinya


" Gimana ga heboh Al...yang tunangan itu putra tunggal keluarga Altop,keluarga kaya raya..bukan cuma kampus ini punya mereka,masih banyak banget bisnis keluarga mereka,beruntung banget kan perempuan yang jadi menantu di keluarga mereka" jawab Alessa menjelaskan


Alina hanya mengangguk-angguk seraya menyeruput susu kesukaannya,Fiza menatap Alina sedikit curiga,ia yakin sahabat cantiknya itu belum jujur menjawab pertanyaan Mira barusan,terlebih ia tau betul bahwa Alina tipe gadis yang selalu tak terlalu peduli dengan kehidupan orang lain,ia hanya akan membantu jika memang seseorang membutuhkan bantuan tanpa ingin tau alasannya


Alina berusaha melanjutkan makan nya setelah berusaha mengembalikan mood nya yang semula hampir buruk karena berita viral yang tak sengaja ia lihat


" Kamu baik-baik aja kan Dik ?" tanya suara seorang pria yang tiba-tiba berada di samping nya


Alina mengangguk dan mengarahkan pandangannya pada sumber suara saat mendengar suara yang sudah tak asing lagi untuk nya,ia tersenyum demi meyakinkan Dave sang abang,Dave tak menjawab,ia hanya mengangguk dan tersenyum tipis seraya mengusap lembut puncak kepala Alina,membuat gadis cantik itu mendongak menatapnya


Kelakuan lembut Dave itu selalu membuat para wanita yang melihatnya merasa Baper..terlebih ia termasuk salah satu mahasiswa yang sangat di idolakan di kampus mereka,bukan hanya karena wajahnya yang tampan,ia juga pintar dan kapten basket,hingga membuat ia menjadi famous dikampus nya


" Abang kok di kampus? masih ada yang belum clear?" tanya Alina saat menyadari keberadaan Dave di kantin bersamanya,sedangkan baru beberapa hari yang lalu pria itu diwisuda


" Hm...udah selesai,tapi kangen kamu..sekalian nunggu Maya" jawab Dave santai,ia menyuap bakso dari mangkok Alina ke mulutnya,membuat Alina serta ketiga sahabatnya melotot melihat tingkah Dave


" Abang...kenapa ga pesan lain kalau mau" omel Alina,bagaimanapun ia merasa sedikit sungkan dengan tingkah Dave,mereka baru satu tahun bersama sebagai abang beradik,terlebih bukan saudara kandung


" Pengen yang ini Aya...mama sama papa kangen kamu tuh" ucap Dave cuek dengan omelan Alina, ia meraih gelas dan menyeruput air putih dingin milik Alina

__ADS_1


" Alasan...bilang aja ga bermodal,besok deh Aya ke rumah,biar lengkap ada semua " jawab Alina setelah meledek Dave,rencana nya ia akan mengunjungi orang tua angkatnya itu besok,karena akhir pekan


Dave tak menjawab,ia hanya mengangguk mengiyakan,tangannya meraih handphone dari saku celananya,ia memutuskan meninggalkan Alina, karena Maya sang sahabat sudah menunggunya di parkiran


" Aku duluan ya...Maya udah nunggu" ucap Dave pada Alina yang dijawab anggukan oleh gadis cantik itu serta sebuah senyuman cantik,membuat jantung Dave menjadi tak sehat


" Cie...yang abis di samperin abang kesayangannya?" ledek Fiza sengaja memancing reaksi Alina


" Apaan coba...? Aneh" jawab Alina heran,ia ga paham bahwa sang sahabat tengah menggoda nya


" Apaan..apaan?,kamu ga nyadar apa kalau kelakuan nya ke kamu itu ga kebiasaan abang ke adiknya,trus juga akhir-akhir ini lebih jalas nampak bedanya" jawab Mira geram karena sahabat nya yang satu ini sangat tidak peka dengan perhatian dari lawan jenis


" Kalian aja mungkin salah liat" jawab Alina santai,ia kembali melanjutkan makan nya,hingga terhenti bahkan nyaris tersedak


" Masih ada yang kamu sembunyikan dari kami kan? Jujur..ada apa dengan berita viral itu?" todong Alessa tiba-tiba


" Janji jangan bilang Aya mimpi ya..." ucap Alina dan langsung di jawab anggukan kepala oleh ketiga sahabatnya


" WHAATTTTT" pekik ketiga sahabat Alina sehingga membuat seisi kantin menatap mereka


" Sorry..sorry..." pinta Alina canggung,karena teriakan ketiga sahabatnya menyita hampir seisi kantin


" Hussst...berisik" ucap Alina geram seraya membekap mulut salah satu sahabatnya


" Ka-kamu...yakin Al?" tanya Mira meyakinkan


" Hem....bahkan jas yang dia pakai itu jas yang sama dengan jas yang dia pakai pas pergi dari apartemennya kemarin sore" jawab Alina yakin


Ketiga sahabat Alina terdiam bagai kesambet,Alessa mencerna dan kembali mengingat siapa Gabriel serta seperti apa sepak terjang keluarga Altop


Alessa menatap Alina lama,sampai ia yakin sahabatnya itu sedang tak berbohong dan ia mulai percaya saat sedikit demi sedikit puzle-puzle dari ciri-ciri pria yang pernah Alina ceritakan memdekati si tuan muda Gabriel Alvaro Altop,ia juga mulai mengingat beberapa bodyguard yang mengawasi Alina serta mobil yang beberapa bulan ini mengantar dan menjemput kemanapun Alina pergi

__ADS_1


" Aku percaya...kalau suami nya Alina bukan orang kaya dan berpengaruh mana mungkin keluarga nya Kak Dave ga bisa nolak saat dia nikahi Alina walau apapun alasannya,tapi kita kan tau nama besar keluarga mereka itu berasal dari keluarga Altop,walau tak dipungkiri dokter Alexander itu memang sudah di akui salah satu dokter terbaik di indonesia bahkan juga di kenal di luar negeri,apalagi beliau lulusan salah satu Universitas kedokteran terbaik di Dunia" jelas Alessa menjabarkan alasan ia percaya pada pengakuan Alina


" Hust ....jangan kencang-kencang ngomong nya,Aya takut" jawab Alina lugu


" Ya ampun Al ....apa yang kamu takutin? Mereka ngebuli kamu? Bilang kamu halu? Atau mereka mau bilang kamu ja la ng? ga perlu takut,aku yakin 100% suami kamu itu bakal lindungi kamu,buktinya kamu selalu di awasi,dikasi supir plus bodyguard juga" jawab Alessa santai


" Tapi kan dia ga mau ada yang tau tentang pernikahan kami,lagian juga pernikahannya pernikahan siri..ga berbadan hukum negara" jawab Alina polos


" Apaun itu,mau siri atau apalah namanya,status kamu itu tetap istri nya, kamu berhak pertahankan suami kamu,terlepas bagaimanapun hubungan kalian,kalau dia ga terima kenapa dia ga lepasin kamu? " jawab Fiza protes


" Kan Aya cuma tawanan sementara nya" jawab Alina sendu


" Apapun itu..emang kamu ikhlas suami kamu di ambil wanita lain?" tanya Mira geram


" Ga ikhlas kalau suami beneran,beda dengan kami ...menikah karena tujuan sesuatu bukan untuk hidup bersama" Jawab Alina sendu


" Trus pernikahan kallian ga beneran? Cuma pura-pura gitu? Dia ngucapin ijab Qabul atas nama lengkap kamu,didalam Masjid,dihadiri saksi dan dinikahkan oleh pemuka Agama yang menjadi wali Hakim kamu,apa itu bukan pernikahan beneran? " tanya Mira heran pada sahabatnya yang terlalu polos


" Atau mungkin kamu masi takut sama dia? atau benci? Lupain Al..dia bukan orang sembarangan,lagian tuh cewek ga lebih cantik dari kamu,seksi sih ia,tapi...aku yakin kamu lebih seksi kalau pakai kayak dia" komentar Alessa lagi


" Aya ga benci sama dia,takut juga udah ga terlalu,tapi hati kecil Aya ga bisa lupain kejadian itu,dia udah buat hidup Aya seakan ga ada artinya lagi,Aya bahkan jijik dengan tubuh Aya sendiri" jawab Alina dengan suara tertekan,sekuat tenaga ia menahan emosinya agar tak meledak,walau pada kenyataannya ia sangat ingin berteriak sekencang mungkin


" Mungkin itu cara Tuhan mempertemukan kalian Al,buktinya dia masih ingat wajah kamu bahkan setelah satu tahun berlalu" jawab Fiza mencoba membuat Alina berpikir positif dan membuka hatinya untuk mempertahankan pernikahan nya


" Tapi Aya ga sanggup,tiap liat wajah nya kilasan kejadian malam itu selalu datang dan Aya benci kejadian itu" jawab Alina jujur


" Kalau memang gitu..minta orang keoercayaan dia buat hubungi dia,bilang kalau kamu mau bicara serius,minta dsngan tegas agar dia putusin hubungan kalian itu" saran Mira tegas


" Akan Aya coba nanti malam" jawab Alina ragu,masalahnya ia takut pria arogan itu akan mengamuk


Alina dan ketiga sahabatnya kembali melanjutkan belajar mereka sampai jam kuliah mereka masing-masing selesai dan mereka memutuskan untuk langsung kembali ka kediaman masing-masing,mungkin fisik dan hati mereka terlalu lelah untuk sekedar nongkrong bareng seperti biasanya

__ADS_1


Hal yang sama juga Alina lakukan,ia langsung menuju apartemen,,namun ia memiliki rencana lain,yaitu akan mengunjungi kediaman keluarga angkatnya dan ia memutuskan akan menginap di kediaman keluarganya itu,selain kangen Alina juga ingin menenangkan pikirannya sebelum esok ia akan berbicara dengan Gabriel,karena ia yakin ia harus memiliki stok kesabaran dan keberanian saat akan bertemu dan bicara dengan pria yang kini berstatus suaminya itu


__ADS_2