Your Angle My Heart

Your Angle My Heart
45


__ADS_3

" Kamu hutang penjelasan sama aku" ucap seseorang yang tiba-tiba muncul disamping Alina saat gadis cantik itu menyusuri koridor akan menuju kelasnya,membuat Alina tersentak kaget,namun dengan cepat ia menguasai kegugupannya


" Maksud nya?" tanya Alina berusaha tetap tenang


" Yang kamu bicarakan dengan sir Raffa...aku dengar semuanya" jawab nya pasti wanita itu dengan nada serius,membuat Alina sangat terkejut dan jadi serba salah,ia hanya tersenyum canggung


" Apa yang kamu dengar Sa..?" tanya Alina kikuk


" Apa yang kamu bicarakan dengan babang dosen tamvan itu" jawab Alessa santai


" Saat Aya siap pasti akan Aya ceritakan,kasi Aya waktu"jawab Alina lembut,ia pasrah jika harus menceritakan mesalah yang tengah ia hadapi saat ini,karena ia yakin para sahabatnya akan memberinya dukungan dan ia juga yakin lambat laun para sahabatnya akan tau


" Kapan? Ini aja kalau ga karena aku yang ga sengaja dengar semuanya kamu ga akan mau cerita? Mungkin Tuhan memang mau kasi tau ke aku tentang masalah kamu,makanya hati aku yakin buat jemput kamu " jawab Alessa yakin, ya gadis itu adalah Alessa, ia kebetulan ingin menjemput Alina yang belum berada di kelas mereka saat ia tiba dari kantin,hal itu memnuat ia khawatir dan memutuskan untuk menjemput sahabatnya yang ternyata malah fakta mengejutkan yang ia dengar


" Besok...setelah jam kuliah kita selesai,hari ini Aya harus pulang tepat waktu" jawab Alina meyakinkan


 "Kenapa? Udsh di tunggu paksu dirumah?" tanya Alessa meledek


" Ga ada yang seperti itu ya,kamu udah dengar kan tadi" jawab Alina geram dengan ledekan Alessa


" Ga semuanya" jawab Alessa nyengir kuda


" Mira sama Fiza udah tau?" tanya Alessa,ia berfikir sangat wajar jika Mira dan Fiza sudah tau karena mereka memang sudah menjadi sahabat Alina sejak masa sekolah Dasar


" Belum...ga mungkin kan Aya kasi tau ke mereka tapi ga kasi tau kamu,kalian sama-sama sahabat Aya" jawab Alina tenang


" kalau kamu anggab kami sahabat kamu,lalu kenapa kamu ga mau berbagi masalah dengan kami,apapun itu masalahnya kita akan cari solusinya bareng-bareng beb,kita sahabatan ga cuma buat happy-happy doang,tapi kita bersahabat untuk bisa saling berbagi" Jawab Alessa bijak


" Maaf..." lirih Alina menjawab


Alessa tak menjawab,ia merangkul lembut pundak Alina yang nampak lesu,mata gadis itu tampak berkaca-kaca,Alessa yakin ...sahabatnya itu memiliki masalah yang mungkin sangat rumit sehingga sangat sulit untuk ia bagikan pada ketiga sahabatnya,atau mungkin menurut Alina itu sangat-sangat pribadi,namun apa hubungannya dengan Raffa sang dosen tampan


" Udah ga usah di pikirin,nanti kita cari waktu dan tempat yang tepat untuk kamu cerita ya,aku usahakan bakal cari tempat yang ga terlalu ramai" Bujuk Alessa lembut saat ia melihat Alina yang tampak sedikit gelisah,Alessa tau sahabat nya itu sangat tak pandai bersandiwara terlebih berbohong,Alina akan tampak gelisah jika menyembunyikan sesuatu dari seseorang


" Thanks.." jawab Alina lesu,ia masih sangat bimbang harus bercerita dari mana pada ketiga sahabatnya tentang problema nya


Huffff....


Alina menghembuskan nafas berat nya,ingin rasanya semua itu mimpi saja,walau ia harus tidur panjang tak masalah,asalkan saat terbangun ia tak menghadapi masalah serumit saat ini


" Udah deh..santai aja,enak loh nikah muda ..tapi kasian abang aku harapan nya harus pupus" ucap Alessa meledek Alina


" Maksud nya?" tanya Alina bingung

__ADS_1


" Aku punya kakak laki-laki namanyan Jonathan...dia suka sama kamu katanya sejak pandangan pertama saat kamu jadi salah satu peserta di pengibaran Bendera saat memperingati hari kemerdekaan" jelas Alessa menjawab penasaran Alina


" Dimana? Kok kamu ga pernah bilang?" tanya Alina heran


" Di jakarta...Aku ga mau nanti kamu hindari aku" jawab Alessa jujur


" Ga jelas" ucap Alina malas


Alessa tak menjawab,ia hanya tersenyum menampakkan gigi putihnya yang tersusun rapi,membuat gadis itu semakin tampak cantik


Keduanya berjalan menyusuri koridor kampus menuju kelas mereka,ada satu mata kuliah lagi yang harus mereka ikuti sebelum akhirnya pulang


Di ruangan nya Raffa merasa sangat frustasi memikirkan permintaan Alina agar segera menikah agar gadis itu terbebas dari kesalahpahaman yang telah menyakitinya


Tapi masalahnya dengan siapa ia harus menikah?, dimana ia harus mencari wanita yang mau ia nikahi sementara sampai Alina terbebas dari seseorang, hanya satu nama yang menjadi harapan besar nya yang akan bersedia menolong nya,tapi apakah mungkin ia meminta bantuan segila itu pada wanita yang notabennya adalah sahabatnya,terlebih Raffa sangat tau dari keluarga mana wanita itu


Raffa takut akan menyakiti sahabatnya,ia sangat menyayangi sahabatnya itu,Raffa tak ingin persahabatan nya akan hancur karena dirinya,Raffa lebih menyayangi hubungan persahabatan nya dibandingkan dengan perasaan nya,tapi yang memintanya untuk menikah adalah wanita yang ia cintai,wanita yang harus menderita karena dirinya,disengaja atau tidak ...tapi nyatanya Alina bermasalah karena Raffa


Huffff


Raffa menarik nafas nya dalam dan menghembuskan secara kasar, andai di kamarnya ia yakin ia sudah berteriak sekencang mungkin dan menghempaskan semua barang- barang nya


Raffa menjambak kuat rambutnya,sungguh ia merasa sangat frustasi dengan masalah yang justru lebih rumit dari saat ia menangani pasiennya di ruang operasi,ini menyangkut hati,cinta dan perasaan serta sebuah rasa yang harus ia gadai demi kebaikan gadis yang ia kagumi,tapi apakah ia akan bisa dan sanggub,apakah keputusan nya kelak tak akan menyakiti hati wanita yang ia pilih untuk menyelesaikan masalahnya,wanita yang setia menjadi sahabatnya sejak masa putih biru


" Tuhan...bantu hamba menghadapi semua ini,beri hamba petunjuk ...jalan mana yang harus hamba ambil hingga bisa mencapai tujuan tanpa melukai hati yang lain" batin Raffa seraya menengadah menatap langit-langit ruangan nya,ia mengusap kasar wajahnya


Shiiit....umpat Raffa geram saat di lacak yang ternyata tak satu orangpun dari pemilik apartemen itu yang ia kenal,hanya satu nama yang ia tau bukan orang indinesia,melainkan asli inggris,dan ia yakin tak mengenal orang itu,,bahkan sepertinya bertemupun ia belum pernah dengan pemilik apartemen itu


******


Ditempat lain...


" Tuan...Dinda melaporkan bahwa nona sudah menemui tuan Raffa dan bicara" lapor Niko sang asisten pribadi


" Hm.." jawab sang tuan singkat seraya berjalan keluar dari salah satu ruang VIP sebuah resto ternama,ia barusaja mengadakan meeting dengan salah satu kliennya yang menjadi pemasok obat-obat ber merk dengan standar internasional ke rumah sakit miliknya


Seorang supir muda dengan sigab langsung membukakan pintu saat sang tuan muda dan sang asisten tampak keluar dari resto menuju parkiran,supir yang sudah mengabdi beberapa tahun itu sudah mulai paham,bahwa sang tuan muda sangat dingin,melebihi tuan besarnya,walaupun ia jarang bertemu dengan sang tuan muda,namun sejak beberapa tahun terakhir ia selalu menjadi supir pribadi jika saat sang tuan muda berada di jakarta


" Kita langsung ke kantor tuan?" tanya Niko saat sudah berada dalam mobil


" Hem" lagi sebuah jawaban sungkat yang keluar dari bibir bos muda itu,matanya terfokus pada layar note book di tangan,sesekali sebelah tangan nya memijat pelan pelipisnya,tak ada yang tau apa yang sedang ia lihat dan apa yang sedang ia pikirkan


" Siapkan penerbangan,kita ke xxxxx nanti malam dan katakan pada para Manager untuk mempersiapkan rapat saat kita tiba disana,saya mau semua divisi hadir " perintah Gabriel pada Niko

__ADS_1


" Baik tuan" jawab Niko patuh


" Satu lagi ..katakan pada Willy agar mengadakan rapat virtual saat hari itu juga,dan semua perusahaan cabang lainnya,saya akan mengumumkan kepindahan kantor pusat" Tambah Gabriel tegas dan jelas


Saat sedang bekerja,memimpin rapat,meeting dan memberi perintah, bos muda itu terlihat sangat dewasa dan berwibawa,aura kepemimpinan nya sangat kentara,tak menyangka ia baru berusia 21 tahun,hanya wajah nya yang tak bisa menyembunyikan bahwa dirinya masih sangat muda


" Baik tuan" lagi-lagi Niko menjawab patuh,ia meraih Tablet kerja miliknya dan mulai mengirimkan perintah yang baru saja Gabriel ucapkan,ia tau sang tuan muda tak menyukai keterlambatan,terlebih jika menyangkut tentang pekerjaan


*****


Di kantor pusat Altop Group


" Pa ...papa ngerasa aneh ga sama El..? Mama rasa ada yang aneh deh sama anak itu" ucap nyonya miranda tiba-tiba,beliau tengah mengunjungi sang suami di kantor nya,seraya membawakan makan siang untuk pria paruh baya itu


" Aneh gimana? Mama nih yang mulai aneh,curigaan terus sama anak nya" jawab tuan Alvaro santai,beliau sibuk membubuhkan tandatangannya pada beberapa berkas yang tersusun di meja kerjanya


" Tentang permintaan kita untuk mindahin kantor pusat GA group, tahun lalu dia langsung nolak tanpa kompromi,katanya dia nyaman disana,tapi beberapa bulan ini dia ga jawab saat mama minta dia menetap dan mindahin kantor pusat GA ke indonesia" jawab sang istri menjelaskan


" Mungkin karena satu tahun terakhir ini dia tau mama udah jarang ikut papa perjalanan bisnis,mama lebih milih sering menetap di mansion" jawab tuan Alvaro positif thingking


" Bisa jadi juga sih,tapi mama kurang yakin sama dugaan papa" jawab nyonya Miranda yakin


" Terserah mama aja,turs gimana dengan calon menantu idaman mama itu? Ga jadi mau dikenali ke El? Atau mama udah nyerah?" tanya tuan Alvaro sedikit meledek sang istri


" Mama masih bingung pa ...pertemuan pertama mereka beberapa bulan lalu aja langsung bikin Alina pingsan dan shock,gimana mau ngenali coba? Kasian Alina pa...takutnya traumanya kembali kambuh" jawab nyonya Mianda bimbang


" Putra kita yang akan menyembuhkan trauma itu ma...yang perlu mama pastikan persaan putra kita ke Alina itu seperti apa?,mama bisa meyakinkan El kalau gadis itu tepat untuk nya,usahakan ga akan ada yang tersakiti atau malah saling menyakiti" jawab Tuan Alvaro bijak


" Itu dia yang mau mama pastikan dulu pa,makanya mama minta dia menetap di indonesia supaya sesekali mama bisa pertemukan mereka secara diam-diam" jawab nyonya Miranda yakin,sedangkan tuan Alvaro hanya mengangguk-angguk saja


Keduanya asyik mengobrol seraya menikmati makan siang di ruang kerja sang pimpinan,hingga kehadiran seseorang menghentikan obrolan mereka


Tok tok tok


" Masuk" perintah tuan Alvaro saat pintu ruangan beliau diketuk di jam istirahat


" Ada mama...? " tanya pria muda yang memasuki ruangan itu setelah mendapat izin dari sang pemilik ruangan


" Mama antar makan siang untuk papa,kamu sudah makan sayang?" Nyonya Miranda menjawab lembut seraya bertanya


" Oh...El udah makan,kebetulan tadi ada meeting diluar,sekalian aja jamu mereka" jawab Gabriel santai


Gabriel mendudukkan dirinya tepat di samping sang mama,tangannya aktif menscrol pesan masuk,ia tak nyadari jika sang mama sedang meneliti nya

__ADS_1


" Ada apa sih di ponsel kamu? Asyik banget,mama sampe di cuekin gini" ngambek sang mama pada sang putra


" Cuma masalah kerjaan aja kok ma,mana ada El cuekin mama..Cup" Sebuah kecupan ia daratkan di pipi sang mama yang masih terlihat sangat cantik,Gabriel menjawab santai seraya meletakkan handphone nya di atas meja sofa yang berada tepat didepannya


__ADS_2