
Malam menjelang,nyonya Miranda sudah berada di mansion nya,beliau sedang membantu para Art menyiapkan makan malam untuk sang suami dan putra semata wayang nya,tak di sangka beliau kedatangan tamu seorang gadis cantik
" Malam tante...?" sapa gadis cantik nan seksi itu
" Malam...wah ...kamu cantik sekali sayang, yuk kita Ngobrol di ruang tamu,El masih dikantor sepertinya...mungkin sebentar lagi pulang" jawab nyonya Miranda ramah seraya mengajak sang gadis cantik ke ruang tamu
" Ga usah tante,disini aja..tante sedang apa? Sini Cika bantu tan kalau boleh,lagian Cika kesini bukan nyari El kok tan,cuma pengen ngobrol aja sama tante" jawab gadis cantik itu yang tak lain adalah Cika,ia memang lumayan dekat dengan keluarga Altop dan juga terbilang sering ke mansion megah itu,terlebih sang nyonya rumah sangat baik dan ramah dan ia sejak dulu sering ke mansion keluarga Altop bersama kedua sahabat Gabriel saat mereka masih sekolah
" OK deh...boleh banget dong sayang...tante sering berkhayal andai punya seorang putri pasti akan menyenangkan ngelakuin ini bareng,apalagi masak bareng" jawab nyonya Miranda apa adanya dan dibalas kekehan kecil oleh Cantika
Nyonya Miranda sesaat melirik penampilan gadis cantik itu yang tampak memang sangat cantik dan memukau dan beliau yakin pasti sangat banyak pria yang tertarik pada gadis itu,tapi entah apa alasannya Gabriel selalu mengtakan pada sang mama bahwa ia tidak sedikitpun tertarik pada gadis itu bahkan sejak mereka sekolah dulu,dan hal yang sama juga dirasakan nyonya Miranda yang seakan hatinya tak tergerak untuk menjadikan gadis cantik itu sebagai menantu keluarga nya,walau beliau tau bahwa Cantika sangat menggilai putra tunggal beliau
Cantika menggunakan dress selutut berwana baby pink dan tampak sangat kontras dengan warna kulitnya dan cantik pastinya,untuk style gadis cantik itu tak perlu diragukan lagi,selain karena memang ia seorang model ia juga berasal dari keluarga terpandang,terlebih sang mama adalah seorang desainer
Cantika meletakkan tas jinjing branded nua di atas meja kecil yang terdapat di ruang sakan megah keluarga Altop,dengan sangat cekatan, tampak cantika membantu nyonya Miranda menata piring dan aneka lauk yang sang chef siapkan, gadis cantik itu memang selalu mampu menarik perhatian sekeliling nya,selain cantik ia juga feminim dan lembut,cantika juga lumayan bisa menguasai dapur,ia sengaja belajar memasak karena nyonya Miranda pernah bercerita bahwa Gabriel tidak terlalu suka makan di luar
" El masih ga suka makan diluar ya tan?" tanya Cantika seraya tangan nya terus menata rapi piring di atas meja makan
" Ya begitulah....padahal dia itu bertahun-tahun tinggal diluar negeri,tapi kemanapun ia tinggal pasti ia akan mencari chef khusus untuk nya,suka repot tu anak" jawab nyonya Miranda
" Mungkin El kurang yakin tentang kebersihannya tan" jawab Cika berpendapat
" Bisa jadi sih,entah gimana kalau dia udah nikah nanti,pasti istrinya bakal kerepotan deh dengan kebiasaan aneh dia itu,gimana kalau dapat istri yang ga pandai masak coba?" ucap nyonya Miranda seraya tersenyum
" Semoga aja El dapet istri pandai masak ya tan,dan pastinya itu salah satu kriteria El tan" jawab Cika lembut
" Bisa jadi sih,habis nya sampai sekarang El belum pernah ngenali satu wanita pun yang punya hubungan speccial ke tante selain teman-teman nya seperti kamu dan yang lain,yang ada cuma beritanya aja yang banyak teman wanita,tante aja pusing liat berita tentang skandal nya" jawab nyonya Miranda
" Mungkin El mau nikmati masa muda nya dulu tan,belum genap 21 juga tan" jawab Cika terdengar menenagkan
" Semoga saja dia cepat sadar " jawab nyonya Miranda lesu, yang di tanggapi kekehan kecil oleh Cika
" Siapa yang pinngsan ma?" tanya suara bariton tiba-tiba
" Kamu udah pulang ?papa kamu mana?..mana ada yang pingsan" jawab nyonya Miranda
" Papa langsung ke kamar mungkin, trus tadi mama bilang semoga cepat sadar" jawab Gabriel seraya duduk di kursi
" Bik...mau minum dingin dong" ucap nya lagi pada bik Sum sang ketua Art
" Oh itu..bukan orang pingsan..tapi mama berdoa supaya kamu cepet sadar,mama pusing dengar berita skandal kamu" jawab nyony Miranda geram
" Mereka aja ma yang suka buat berita aneh-aneh itu,cuma ke pesta dengan pasangan yang beda-beda aja di jadikan berita" jawab Gabriel santai
__ADS_1
" Cuma kamu bilang? kamu ga takut kalau nantinya ga akan ada perempuan baik-- baik yang mau jadi istri kamu?" tanya sang mama geram
" Emang ada ya ma perempuan yang sanggub nolak anak mama ini?El jadi curig kalau sebenarnya mama tu bukan pusing sama berita konyol itu,pasti ada yang lain ni" curiga Gabriel pada sang mama
" Mama doain semoga aja kamu jatuh cinta sama seseorang dan wanita itu akan nolak kamu secara terang-terangan" jawab sang mama geram
Sedangkan Gabriel tidak merespon ucapan sang mama,ia bangkit dari duduknya dan melengos meninggalkan ruang makan,ia ingin membersihkan dirinya sebelum makan malam,tapi sebelum benar-benar meninggalkan ruangan itu tak lupa Gabriel menyapa Cika yang dibalas dengan senyuman lembut khas gadis cantik itu
Sedangkan nyonya Miranda menggeleng seraya memutar bolamatanya,jengah dengan tingkah arogan sang putra,beliau berharap agar sang putra terhindar dari yang namanya pergaulan dan sexx bebas, demi apapun nyonya Miranda termasuk dalam salah satu wanita yang anti sexx bebas dan alkohol,walaupun beliau terbiasa hidup di berbagai negara dan memiliki suami seorang pembisnis hebat dan pengusaha sukses,tapi sang suami juga bukan tipe pria ssperti itu,tuan Altop tipe pria setia pada pasangan
" El itu entah menurun dari siapa sifat Arogan dan play boy nya itu,padahal papa nya itu ga pernah punya banyak wanita,bahkan mantannya aja cuma satu kata Oma nya El" ucap nyonya Miranda tak habis pikir
" Sabar aja tan..El pasti berubah" jawab Cika lembut
" Nunggu kena karmanya mungkin tu anak baru berubah" jawab nyonya Mirand geram
" Tante bisa aja" komentar Cika seraya tertawa renyah
Dua puluh menit berlalu kini keluarga tuan Alvaro ditambah tamu cantik mereka yaitu Cika,semuanya sudah duduk di kursi masing- masing,mereka akan makan malam seperti biasanya,suasana tampak tenang dan hangat dengan adanya obrolan kecil dari mereka,terlebih mama Cika juga bekerja sama dengan ALT group dan juga Cika adalah salah satu Brand Ambassador ALT group yang bergerak di bidang fashion
" Bagaimana butik mama kamu lancar?" tanya nyonya Miranda pada Cika
" Lumayan tan,tapi mama kan lebih fokus mendesain untuk ALT group tan,di butik itu ga terlalu banyak rancangan mama tan,apalagi di butik hampir di khususkan gaun-gaun pesta dan pengantin tan" jawab Cika apa adanya,karena ALT group memang tidak memproduksi gaun pengantin,mereka lebih banyak memproduksi pakaian casual dan formal,serta pakaian seragam sekolah atau kantor
" Mama memang hebat kalau urusan mendesain tan,Cika aja suka iri sama keahlian mama mendesain baju tan" jawab Cika
" Jangan bilang mama pengen pake gaun pengantin lagi" komentar Gabriel konyol
" Bukan untuk mama tapi untuk calon istri kamu nantinya,makanya cepat bawa mama calon mantu" jawab nyonya Miranda ketus
" Mama tenang aja,kalau udah waktunya pasti El bawa pulang,ini juga lagi usaha ma" jawab Gabriel ambigu
Obrolan mereka terhenti saat sepasang hils terdengar menggema memasuki ruang makan nan megah itu,di ikuti suara pantofil yang juga menuju mereka
" malam semua nya..." sapa Cantika dengan wajah dan suara ceria nya
" Malam...sayang..kok pulang ga kabari aunty sayang..?" tanya nyonya Miranda semangat
" Ada Raffa jug?,duduk kita kita makan bareng,kalian pasti belum makan malam kan?" tanya nyonya Miranda seraya menyambut ramah pemuda tampan pujaan hati sang keponnakan
" Udah tante...."
" Udah Aunty ..." jawab keduanya kompak
" Kebetulan tadi kami abis ada pertemuan dengan beberapa Dokter yang mengajukan kerja sama dengan rumah sakit tan,karena El lagi di jakarta ya sekalian aja tan kami terbang ke sini,habisnya tuan muda Fabriel sekarang sibuk terus tan" jawab Cantika apa adanya
__ADS_1
" Memang nya pertemuannya dimana?" tanya tuan Alvaro
" Di Bali uncle...mereka kebanyakan dokter muda lulusan universitas terbaik di luar negeri dan dari hasil penelitian sih mereka lulusan terbaik dengan nilai terbaik uncle,makanya itu Tika sama Raffa mau nanya pendapat El" jawab Cantika menjelaskan
" Kirain mau bahas soal pernikahan kalian,kalau menyangkut tenaga medis mas Raffa pastinya lebih tau" jawab Gabriel santai,membuat Raffa tersenyum kikuk,sedangkan Cantika langsung melotot sempurna
" Lo itu jangan suka ngawur deh El kalau ngomong" geram Cantika
" Kok ngawur sih mbak..? Gue itu ngomong apa adanya,kalian itu satu profesi,sering bareng,kenal juga udah lama,salah nya dimana? Ga cocok? Kalau ga cocok ga mungkin kalian sama-sama nyaman bareng kemana-mana" jawab Gabriel santai
" Lo sendiri nih sama Cika..? Kapan?" balas Cantika meledek,masalahnya ia tau kalau sang adik sepupu tidak memiliki rasa apapun pada Cika,pertanyaan Cantika membuat jantung Cika berdebar hebat
" Kami....? Ga lebih dari temen dan akan terus seperti itu,iakan Ci?" jawab Gabriel santai,membuat hati Cika sakit seakan diremas kuat
" Ia mbak...kami kan emang temen dari SMP " jawab Cika lembut,sebisa mungkin ia menutupi kesedihannya
" Lo masih berharab si bocil bau minyak telon? " ledek Cantika
" Siapa juga yang berharab ma tu bocil" bantah Gabriel cepat
" Berharap ngak...nyariin ia" ledek Cantika lagi
Tanpa menjawab Gabriel lansung bangun dari duduknya dan meninggalkan meja makan,namun sebelum benar-benar keluar dari ruangan itu ia melihat Raffa seraya berkata" ga usah nyari yang ga pasti mas ...halalin aja tuh yang udah di depan mata" ucap Gabriel ambiggu dan setelahnya ia tersenyum smirk ke arah Cantika
" El...lo ya bener-bener...,ga usah dengeri dia Raf" ucap Cantika geram
" Udah ga usah perduliin dia,yuk kita ngobrol di ruang keluarga aja" ucap nyonya Miranda
Sedangkan Cika ia langsung kehilangan semangatnya dengan ucapan Gabriel tadi,selama ini Gabriel belum pernah membantah secara langsung tentang hubungan mereka,walaupun pemuda tamapn itu juga belum pernah memperjelas hubungan mereka
" Tan...Cika langsung pulang aja ya tan,takut kemaleman nanti,terimakasih makan malam nya " ucap Cika saat mereka sudah berada di ruang keluarga
" Gitu ya...? Ya sudah deh,kamu sih ga mau bawa supir tadi pas kesini,jadinya buru-buru pulang kan" jawab nyonya Miranda
" Lain wantu Cika pasti main lagi kok tan" jawab Cika lembut
" ya udah tan,om,mbak dan mas Cika izin pulang ya" tambah Cika ramah
" Ia ....hati-hati ya" jawab yang lainnya kompak
Akhirnya Cika meninggalkan kediaman mewah keluarga Altop dengan hati terluka,ia mengusap lembut kristal bening yang mengalir di pipi mulus nya,Cika memasuki mobilnya meninggalkan mansion kelurga Altop,ia menuju kerumah salah satu sahabatnya
Sedangkan di mansion keluarga Altop,perbincangan hangat masih berlangsung hingga pukul 22 malam,yang akhirny Raffa memutuskan meminta izin pulang pada keluarga Altop,sedangkan tuan Alvaro dan sang istri juga memutuskan untuk beristirat,hal yang sama juga dengan Cantika
Namun berbeda dengan Gabriel...pemuda tampan berjuta pesona itu masih duduk termenung di balkon kamarnya,pertemuan perdana nya dengan gadis satu tahun lalu mampu menguasai hampir setengah dari pikirannya,dan ia masih bingung apa yang harus ia lakukan,minta maaf kah? Agar mimpi buruk nya tak lagi datang,tapi hari ini juga Raffa berada di jakarta,bagaimana kalau mereka bertemu,pasti Cantika akan sangat sedih,sungguh Gabriel merasa dilema
__ADS_1