
Tiga hari berlalu setelah pembicaraan Gabriel dan Niko tentang rencana kepulangannya ke Indonesia,dan disinilah mereka sekarang dengan dikawal beberapa bodyguard,Gabriel tiba hampir tengah malam karena penerbangan mereka terhambat oleh cuaca buruk,Gabriel langsung diantar menuju Apartemen pribadi miliknya sesuai dengan perintahnya,begitupun dengan Niko yang juga memiliki Aparatemen digedung yang sama dengan sang bos yang hanya berbeda lantai,karena unit milik Gabriel sudah dipastikan berada di unit vvip apartemen mewah tersebut
Saat berada di jakarta Gabriel memang terbilang jarang berada di mansion kedua orang tuanya,ia lebih sering pulang ke aprtemen pribadinya atau ke pant house salah satu hotel milik keluarganya,terlebih kedua orangtuanya yang juga jarang berada di jakarta dan lebih sering berada di singapore,baru akhir-akhir ini tuan Alvaro dan sang istri sering berada di jakarta
" Nik..." Panggil Gabriel pada sang asisten saat keduanya sudah berada dalam litf
" Ya tuan" jawab Niko sopan
" Kosongkan jadwal saya besok sampai setelah waktu makan siang,kita akan berkunjung ke Word medika,sekalian saya ingin menemui Mbak Tika..sepertinya ada yang tidak beres" jelas Gabriel panjang lebar,bukan tanpa alasana ia curiga pada sang kaka sepupu,karena setelah pulang dari daerah bencana itu,Cantika belum sama sekali menghubunginya dan itu bukan kebiasaan Cantika
" Baik tuan " jawab Niko patuh tanpa banyak bertanya
Saat lift berdenting tanda bahwa mereka sudah sampai di lantai yang mereka tuju,bos dan sang asisten itu langsung keluar dari benda kotak persegi itu setelah pintunya terbuka,Niko masih setia mendampingi Gabriel sampai di unit sang tuan muda,ia harus memastikan bahwa sang bos sudah ingin istirahat dan tidak membutuhkan lagi dirinya barulah ia ke unitnya sendiri untuk beristirahat
" Kamu bisa istirahat dan jangan ganggu saya sampai pukul 7 pagi besok" perintah Gabriel
" Baik tuan ..saya permisi" hanya jawaban itu yang selalu Niko ucapkan saat sang bos memberikan titah ,tak pernah sedikitpun ia berani membantah,walaupun sesekali ia ingin bertanya tentang alasan sang bos,karena Niko tau bahwa sang bos dingin dan arogannya itu sangat tidak suka saat ada orang yang ingin tau alasan tentang keputusannya
Gabriel memasuki aprtemennya setelah menekan beberapa digit angka rahasia sebagai akes untuk membuka pintu apartemennya tersebut,Gabriel memutuskan untuk mandi dan merendam tubuhnya sesaat dengan air hangat baru setelahnya ia akan langsung istirahat,hal yang sama juga dilakukan oleh Niko di unit miliknya,ia juga harus beristirahat untuk memulihkan staminanya untuk menghadapi aktifitasnya esok yang sangat jarang santai
********
Keesokan paginya..Gabriel sudah siap dengan pakaian formalnya dan akan segera turun ke lobby,tak tinggal Niko yang sudah sejak setengah jam lalu setia menunggunya dan mereka langsung menuju rumah sakit milik Gabriel
Disinilah mereka sekarang di salah satu ruangan meeting yang tersedia di rumah sakit tersebut,Gabriel dan ketiga sahabatnya sedang mengadakan meeting yang terbilang dadakan,termasuk Raffa dan juga beberapa dokter lainnya,rumah sakit milik Gabriel itu sudah berjalan hampir dua tahun dan di pimpin oleh Gerald karena ia memang berasal dari keluarga medis,sedangkan Raffa ia sebagai dokter umum sebelum nantinya ia akan memimpin cabang rumah sakit tersebut yang sedang Gabriel bangun di singapore,sedangkan Cantika ia seorang psikolog
" Kapan lo nyampe?" tanya Ethan yang merasa sedikit heran karena Gabriel tiba-tiba ngajakin meeting,keempatnya kini sedang berkeliling karena Gabriel yang ingin melihat fasilitas dan tata letak ruang pada rumah sakit tersebut,Gabriel juga memeriksa taman-taman yang terdapat di rumah sakitnya dan memastikan taman tersebut mampu memberikan kenyamanan pada pasien ataupun keluarga pasien yang mungkin merasa jenuh saat berada lama di dalam ruangan rawat inap,sedangkan Raffa ia sudah harus kembali ke ruanganya karena ia harus memberikan pelayanan pada para pasiennya di poly yang melakukan rawat jalan
" Semalam" jawab Gabriel singkat membuat Ethan dan Rayhan mendengus kesal,berbeda dengan Gerald yang memang lebih santai saat menghadapi Gabriel ,karena kedua pemuda itu hampir memiliki karakter yang sama,hanya saja Gerald tidak arogan dan terkesan sedikit lebih lembut
Keempatnyabmelanjutkan agenda keliling mereka dan berakhir di kantin berniat untuk sekedar minum kopi dan melanjutkan obrolan mereka yang bisa jadi penting atau hanya untuk sekedar bercanda saja
Jangan lupakan betapa hebohnya berita atas kehadiran Gabriel di rumah sakit itu,para pekerja dan pengunjung sangat mengagumi sososk yang menjadi trending topik itu,mereka belum tau aja bahwa sosok yang sangat mengagumkan itu adalah pemilik dari rumah sakit itu,mereka mengira Gabriel adalah klien Gerald sang Manager
__ADS_1
" El...program besiswa yang kita adakan di kampus bokap lo udah terrealisasi dan itu khusus untuk jurusan kedoteran dan Farmasi,gue minta bokap sama nyokap Gerald yang nangani semuanya termasuk yang di singapura dan itu udah di setujui sama bokap nyokap nya" jelas Ethan
Bukan tanpa Alasan Ethan milih kedua orang tua Gerald karena mereka memang berprofesi sebagai tenaga ahli medis ,Ethan memiliki seorang kaka laki-laki yang berprofesi sebagai seorang fotografi dan sudah cukup terkenal,ia juga memiliki seorang adik perempuan yang kini baru saja menyelesaikan sekolah menengahnya dan akan melanjutkan study nya di kampus tuan Alvaro
Reyhan ...memiliki seorang kakak perempuan yang berprofesi sebagai dokter Anak disalah satu rumah sakit di jakarta dan juga rumah sakit milik gabriel itu,serta seorang adik laki-laki yang berstatus sebagai mahasiswa,sama seperti adik Gerald dan keluarga mereka menjalin hubungan cukup baik,termasuk dengan Cantika,Raffa juga memiliki dua orang adik,laki-laki dan perempuan,hanya Gabriel dan Cantikalah yang anak tunggal
" Atur aja gimana baiknya,gue mau untuk jurusan Farmasi dan kedokteran rumah sakit kita yang akan jadi donatur utamanya,dengan begitu saat mereka lulus nanti kita akan langsung merekrut mereka menjadi tenaga medis disini,maka itu pastikan mereka itu orang-orang yang berkompeten,cerdas dan berkualitas " jawab Gabriel tegas
" Gue setuju sama rencana lo El,dengan begitu kita akan sedikit menghemat waktu untuk melakukan perekrutan" jawab Gerald setuju dengan ide Gabriel
Obrolan mereka terjeda sejenak karena kedatangan Cantika yang menyapa mereka
" Sejak kapan lo ada di indo? " tanya Cantika heran
" Semalam" jawab Gabriel singkat,sekilas ia memperhatikan wajah sang kakak sepupunya yang terlihat jelas ada gurat kesedihan di wajahnya dan tampak tatapan matanya yang sedikit sendu,bukan tatapan ceria seperti Cantika yang biasanya,dan hal itu semakin membuat Gabriel curiga telah terjadi sesuatu pada sang kakak
" lo baru dateng? Tumben telat?" tanya Gabriel sedikit menyelidik,karena Cantika termasuk gadis yang sangat menghargai waktu
" Heem .....gue tadi ada sedikit urusan,tapi gue udah izin kok sama Gerald,iya kan Rald" jawab Cantika berusha terlihat santai,sedangkan Gerald langsung mengangguk paham tentang situasi
" Kalian lanjutin ngobronya ya,gue mau ke poly...by semuanya" ucap Cantika mwminta izin undur diri
" Trus tadi Mbak kesini mau ngapain?" tanya Rayhan heran
" Hehehe...mau liat adek gue yang paling tampan ini,yang udah bikin heboh santero Word Medika" jawab Cantika jujur dibarengi dengan cengiran kuda
" Lebay lo" ledek Gabriel masih berusaha menutupi rasa penasarannya
Cantika tidak menjawab cibiran Gabriel,ia langsung melangkah meninggalkan kantin dengan memasang senyuman semanis mungkin,walau pada kenyataannya hatinya sedang tidak baik-baik saja,bagaimanapun ia harus bisa bersikap se profesional mungkin saat menghadapi pasiennya yang kebanyakan anak-anak,sejak semalam Cantika sudah bertekad untuk melupakan cintanya untuk Raffa yang ternyata benar-benar sangat mengagumi Alina,Cantika langsung menengadahkan wajahnya saat mengingat kejadian malam tadi
Flashback
Kemarin sore saat dari rumah sakit Cantika memutuskan bekunjung ke kediaman keluaga Raffa,ia mengira Raffa tidak berada di rumah orang tuanya,tapi saat tiba disana ibunya Raffa mengatakan bahwa ada Raffa dan Raffa sedang istirahat dikamarnya serta langsung meminta pada Cantika untuk membangunkan Raffa karena mamanya Raffa sudah tau sejak dulu Cantika dan putranya adalah sahabat,mamanya Raffa juga sangat menyukai Cantika,karena selain cantik dan pintar,Cantika juga sangat sopan
__ADS_1
Tanpa menolak,seperti biasanya Cantika langsung menaiki tangga menuju lantai dua dimana letak kamar Raffa,Cantika ingin bersikap seperti biasanya,sehingga ia sudah berada tepat di depan pintu bewarna coklat,Cantika mengetuk pintu tersebut seraya memanggil Raffa beberapakali namun tidak ada jawaban,membuat Cantika memutuskan untuk langsung masuk,ia membuka secara perlahan dan melongokkan kepalnya tapi tetap sama tidak ada tanda-tanda keberadaan Raffa,membuat Cantika memutuskan untuk masuk lebih dalam
" Raff...Raffa...gue masuk ya" Ucap Cantika seraya terus melangkah secara perlahan memasuki kamar dengan didominasi warna coklat dan putih gading,aroam parfum khas sang pemilik kamar langsung memasuki indra penciuman Cantika dan itu mampu menenangkan nya
" Raffa..." Panggil Cantika lagi saat sudah berada di tengah-tengah kamar Raffa,dan akhirnya Cantika menuju balkon saat setelah ia mendengar suara gemercik air di dalam kamar mandi kamar tersebut,yang artinya Raffa sedang mandi dan sangat tidak mungkin ia menunggu di dalam kamar itu,karena Cantika yakin Raffa pasti akan keluar dengan bertelanjang dada,membayangkannya saja sudah membuat jantung Cantika berdetak kencang
Perlahan Cantika menuju balkon kamar milik Raffa dan berniat ingin menikmati pemandangan sore hari dari balkon,tapi fokusnya teralihkan saat matanya melihat ke arah sofa yang terdapat di balkon tersebut,tampak tumpukan foto dan sebuah kamera digital serta Laptop milik Raffa tergeletak di atas meja tepat di depan sofa tersebut
Dengan rasa penasaran Cantika langsung mendekati meja itu dan duduk di sofa tersebut,ia meraih salah satu foto yang tertumpuk di meja itu ,saat Cantika membukanya ternyata adalah foto seorang gadis cantik yang Cantika sangat tau siapa gadis itu
" Alina....baby..." gumam Cantika saat melihat foto tersebut dan hampir semua nya adalah foto Alina,dengan mata berkaca-kaca dan tangan yang sedikit bergetar cantika meraih kamera digital milik Raffa dan melihat isinya yang ternayata memang berisikan begitu banyak fofo-foto Alina dengan berbagai kegiatan,membuat Cantika tau bahwa Raffa mengambil foto tersebut secara diam-diam
" Raffa....ternyata kamu benar-benar jatuh cinta padanya Raf..hati aku sakit banget Raf" lirih Cantika dalam hatinya,Cantika mengambil beberapa lembar foto tersebut dan menyimpannya ke dalam tasnya,dan berencana akan meninggalkan kamar tersebut,tapi terpaksa ia batalkan karena kehadiran Raffa
" kok lo ga manggil gue ka?" tanya Raffa seraya tangannya asyik mengusap rambutnya dengan handuk kecil,ia sudah memakai pakaian santai saat dirumah
" Udah...sampe capek gue manggil lo,ternyata lo di kamar mandi,ya udah deh gue putusin buat nunggu disini,tante siska nyuruh gue manggil lo katanya lo belum makan" jawab Cantika berusaha biasa saja seraya tersenyum untuk menutupi kesedihan di wajahnya
" Oh ..ok..sebentar gue beresin ini dulu" jawab Raffa seraya melangkah mendekati meja,dengan cepat Raffa membereskan semuanya dan membawanya ke kamar, dan langsung di letakkan di atas nakas
********
Di lain tempat
" Al...kapan jadwal keberangkatan kamu?" tanya Mira dan Fiza saat ketiganya sedang duduk di kantin sekolah,mereka baru saja selesai mengikuti Ujian Akhir Nasional mereka dan itu adalah hari terakhir,lega itu yang mereka dan teman-teman kelas 12 lainnya rasakan,walaupun mereka belum tau hasilnya nanti,harapan mereka semoga semuanya mendapatkan hasil yang memuaskan
"Mungkin awal bulan depan,karena para calon mahasiswa yang melalui jalur beasiswa harus mengikuti beberapa tes lagi,yang pasti setelah acara perpisahan disekolah" jawab Alina pasti
" Semoga semua nya lancar ya Al dan kami yakin kamu pasti akan lulus di tes selanjutnya" jawab Mira memberikan semangat pada Alina
" Ia Al kamu harus terus semangat dan kamu pasti bisa,yang terpenting kamu jangan lupakan kami ya" tambah fiza dengan wajah haru,bagaimana mereka tidak sedih,sejak sekolah dasar sampai menengah mereka bersekolah di sekolah yang sama,masa anak-anak hingga putih abu- abu mereka lalui bersama
" Insya Allah Al ga akan lupain kalian,kalian juga jangan lupain Al ya saat kalian sudah ada teman baru di kampus nanti" jawan Alina sedih
__ADS_1
Ketiganya melanjutkan obrolan mereka yang terkadang aneh dan tak berfaedah,ketiganya juga mengatur rencana untuk jalan bareng sebelum perpisahan mereka