
Cup...
Zee membuka matanya lebar karena kaget Vandra mencium bibirnya,walau sekilas tapi ini untuk pertama kalinya bibir Zee di cium oleh laki laki.
Vandra tersenyum melihat wajah Zee yang terlihat kaget,dan memeluknya lagi.
"Apa ini ciuman pertamamu,,?"tanya Vandra berbisik di telinga Zee,Zee sangat malu saat di tanya seperti itu,pipinya sampai memerah dan Zee tidak menjawab pertanyaan Vandra.
Saat Vandra mau melepaskan pelukannya,Zee tidak mau dan terus memeluk Vandra karena Zee masih malu dan masih merasa pipinya merah.
"Enak yah peluk badan ku,,sampai ngga mau lepas ,,"Sambil senyum bicara Vandra membuat Zee mencubit lengannya.
"Awww,,,sakit sayang,,,ya udah kalau masih mau peluk ngga papa,Aku mau kok,,"sambil mengusap kepala Zee.
Zee merasa nyaman di dalam pelukan Vandra,rupanya bau badan Vandra membuat Zee merasa nyaman.
Setelah merasa pipinya sudah tidak memerah,Zee melepaskan pelukannya .
"Sudah peluknya,,"Zee mengangguk.
"Aku pulang yah,,"
"Pulang,,ngga,,ini baru jam 8 kok,,nanti aja,,Aku antar pulang ok,,"
"Tapi naik taxsi yah,,"
"Iya,,,"jawab Vandra.
Zee bangun dan berjalan ke kasur,,lalu Zee menjatuhkan badanya ke kasur,"Enaknyaa,,tiduran di kasur empuk,,"
"Emang kasur kamu di kos kosanya ngga enak,,?"tanya Vandra sambil ikut menyusul ke kasur.
"Ngga,,soalnya kasurnya udah lama ,,"
"Mau ganti yang kaya gini kasurnya,"Vandra sudah duduk di pinggir kasur.
"Ngga usah,,buat apa di ganti,orang 6 bulan lagi udah ngga di situ kan,"
"Iya juga sih,,"
Vandra ikut tiduran dan memiringkan badanya,kepalanya di sangga dengan tangannya.
"Tidur sini aja yah temani Aku,,?"
__ADS_1
"Ngga,,ngga mau,, Aku takut ,"
"Takut kenapa,,emang Aku mau menggigit mu,"
"Takut ada setan dan kita nanti khilaf,"Vandra malah tertawa.
"Kok tertawa,,emang iya kan,,kalau kita berduaan kaya gini ada setan' lewat itu bahaya,,"
"Itu mah tergantung dari kita aja,kalau kita memang menginginkannya ya pasti terjadi,tapi kalau kita tidak menginginkannya,ngga mungkin itu terjadi,apa kamu menginginkannya,?"
"Enak aja ngga lah,,Aku ngga mau,Aku ingin menyerahkan apa yang selama ini Aku jaga untuk suamiku,biar nanti di malam pertama tidak hambar,"
"Tapi kalau nyicil dikit boleh dong,"
"Ngga,,"Zee suaranya cukup kencang dan bangun dari tidurnya.
Zee lalu ke kamar mandi untuk menghindari Vandra,karena Zee merasa kalau dekat dekat Vandra terus takut terkena kata kata manisnya.
"Mau kemana,,?"saat Zee bangun.
"Mau ke kamar mandi,kenapa mau ikut,,"
"Mau kalau kamu izinkan ,,"sambil senyum senyum,sedang Zee hanya geleng kepala.
"Van,,Aku mau pulang,"
"Ya udah ayo,,"
Vandra mengambil dompet,setelah itu keduanya keluar dari kamar hotel sambil bergandengan.
Vandra menyetop Taxsi di depan hotel,karena ini sudah cukup malam jadi ngga baik kalau jalan.
Sampai di kos kosan Zee,Vandra ikut masuk,"Zee Aku mau numpang kamar mandi dulu yah,,"
"Iya,,tapi nanti pulangnya naik taksi lagi yah,"
"Iya,,"
Keduanya masuk ke dalam,dan ternyata di ruang tv banyak orang,ada sekitar lima,itu campur suster dan Dokter,semua melihat ke Zee dan Vandra.
"Zee kamu sudah pulang,,"
"Iya,,"
__ADS_1
"Kapan pulang,,Trus itu siapa,,"Sambil menujuk Vandra.
"Oh iya kenalkan Ini Vandra,calon suamiku,"Suma yang di situ kaget,karena mereka pikir Zee pacaran dengan Robin.
"Serius ini calon suami kamu,,trus Robin,,?"
"Robin,,,Robin tuh temen,,kita ngga ada apa apa,'
"Seriusan,"Zee mengangguk.
"Sayang,,Aku masuk dulu yah,,"Vandra memangil sayang padanya di depan teman temanya,membuat Zee malu tapi suka.
"Iya,,"
Vandra berjalan ke kamar Zee,dan kelima cewek itu langsung menatap kearah Vandra yang pergi.
"Gehhmmm,,,itu calon suamiku yah,jadi maaf jangan terlalu lama menatapnya,"kata Zee membuat temanya tersenyum ngga enak.
"Kamu Nemu di mana sih orang kaya dia,ganteng banget,,Gila,,"
"Iya,,kalau ada lagi mau dong,,yang seperti itu,"
"Kayanya orangnya romantis lagi,,"Zee hanya tersenyum.
"Ya udah yah semua,Aku ke kamar dulu,"
"Iya,,"Setelah Zee masuk kamar semuanya membicarakan Vandra pacar Zee yang ganteng pakai banget.
"Van,,,sudah dari kamar mandinya,,?"Zee masuk kamar Vandra sudah duduk di kasur.
"Sudah,,Zee sinih deh Aku mau ngomong,"Zee mendekat.
"Apa,,?"
"Kita kan udah jadi pasangan nih,bisa ngga kita panggilnya jangan nama aja,soalnya ngga enak di dengerin nya,,"
"Trus Aku panggil kamu apa,Mas,,Kaka apa abang,,"
"Sayang aja,gimana,,kita sama sama panggil sayang,,"Zee tersenyum dan mengangguk, Vandra memeluknya dan mencium rambut Zee.
"Aku sayang kamu,,"
"Aku juga Sayang kamu,"
__ADS_1
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...