
Tokk,,Tokkk,,,
Vandra dan Zee sama sama kaget mendengar suara ketukan pintu ,Zee membuka matanya dan Vandra menghentikan permainan bibirnya.
"Pintunya kamu yang buka ya Yang,,Aku ke kamar mandi dulu,,"Zee langsung bangun dan masuk kamar mandi.
Vandra mengusap wajahnya kasar,lalu berjalan ke arah pintu dan membukanya.
Ternyata pengantar makanan yang datang,setelah pintu kembali di tutup ,Vandra memanggil Zee di kamar mandi.
"Sayang,,ayo keluar,ini makan nya sudah datang,,"Zee yang dengar lalu keluar dari dalam kamar mandi.
"Sayang,,kamu pesan banyak banget makanya,"Zee melihat Vandra yang sedang menata makanan di meja.
"Iya sengaja,kamu katanya lapar,udah ayo makan,,"
Vandra melihat Zee yang tidak pakai jaketnya,hanya pakai tentop saja,"Yang,,Aku ngga bisa konsentrasi makan ini,,"
"Kenapa,,kok bisa ,emang makan butuh konsentrasi,,"Zee duduk sambil mengambil gorengan udang dan di makanya.
__ADS_1
"Iya butuh,,jaket kamu mana sih,?"Zee baru sadar kalau dirinya ngga pakai jaket.
"Ya Tuhan,,"Zee lari ke kamar mandi untuk mengambil jaketnya yang tadi di bawanya ke kamar mandi.
Ternyata jaket Zee jatuh dan basah,"Ya Tuhan,,ada ada aja sih,pake jatuh segala,,bodohnya kamu Zee,,"Zee berkata sendiri dan menyalahkan diri sendiri.
Zee keluar dan menujukan jaketnya yang basah,"Ya udah taro aja di sofa,siapa tau nanti kering,udah ayo kita makan,Aku juga udah lapar nih,,"
Zee kembali duduk setelah jaketnya di lebarkan di sandaran sofa,Zee lalu duduk dan ikut makan.
Vandra makan sedikit membelakangi Zee,jadi keduanya duduk bersebelahan,tapi Vandra duduk agak miring dan memunggungi Zee.
"Aku menghindari kamu Yang,,"
"Kenapa gitu,,"
"Aku ngga bisa konsentrasi makan lihat dada mu itu,,"Zee tersenyum juga malu sebenarnya,tapi mau gimana lagi,dia juga udah lapar.
"Aku juga mau,tapi mau gimana lagi,ya udah sih kalau kamu mau lihat lihat aja,lagian kan hanya bagian atas aja yang kelihatan,,"
__ADS_1
"Tapi tetap aja,,walau dikit tapi belahan dadaku yang bikin ngga konsentrasi,"Zee tersenyum.
"Anggap aja ini rezeki buat kamu Yang,,udah duduknya yang benar,Aku aja membolehkan kamu lihat kok,,asal kamu jangan pegang,itu ngga boleh,,nunggu kita nikah dulu kalau itu,"
Vandra membenarkan duduknya,dan keduanya lanjut makan,"Yang tau ngga,,Dadaku ini Aku rawat dengan sangat baik loh,biar suamiku nanti puas dan tidak akan mencari atau melirik dada wanita lain,bukan hanya dada bagian inti tubuhku juga Aku rawat dengan baik,"Zee bicara sambil terus mengunyah makanan,tidak tau yang di sampingnya sudah diam karena otaknya trefeling kemana mana.
Saat Zee mau bicara lagi Vandra langsung melarangnya,"Yang sudah cukup,kamu jangan bicara lagi,kalau kamu sampai bicara lagi,Aku perko*sa kamu sekarang juga,,"Zee yang mendengarnya langsung melotot.
"Ya lagian kamu tuh Yang,,Aku sudah menahannya dari tadi kamu malah bicara ke arah yang indah indah itu,Aku jadi pengin,nih Adiku sampai bangun,,"Vandra bangun dari duduknya dan berdiri lalu menujukan Adiknya yang ada di dalam celananya bangun.
Zee melihatnya dengan mata terbuka kaget,dan bibirnya tersenyum.
"Seneng kamu yah Yang, lihat Aku kesiksa kaya gini ,,"
Zee justru tertawa dengan kencang,karena melihat wajah Vandra yang menurutnya lucu.
"Awas kamu Yang,nanti akan Aku balas,,"Vandra kembali duduk dan kanjut makan dengan menahan sesak di celananya.
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...
__ADS_1