
Zee mengantar Vandra sampai taxsi,setelah Vandra pergi Zee langsung masuk ke dalam,saat mau buka pintu,tangan Zee ada yang menariknya dan langsung membawanya ke samping rumah.
"Robin,,,kamu tuh bikin kaget aja sih,,"
Yang menarik tangan Zee adalah Robin,Zee yang sudah menganggapnya teman dekat hanya mengikutinya saja.
Robin langsung memeluk Zee,"Kamu kenapa,,jangan gini ah,,nanti ada orang yang lihat,Aku ngga enak,,"
"Diam lah,,sebentar aja,,"Zee diam.
"Kamu kenapa sih ,,?"
"Dia menyakitiku,,dia telah berselingkuh,,Aku baru saja putus,,"Zee diam karena bingung harus gimana.
"Yang sabar yah,nanti juga kamu dapat ganti kok,,"
"Zee,,kamu ngapain peluk pelukan sama dia,,brengsek,,"
Bugghh..Bugghhh..
"Aahhh,,Vandra,,setop jangan,,Vandra,,sudah,,"Ternyata yang datang Vandra,Vandra melihat Zee bersama Robin sedang pelukan,Vandra pun marah.
Zee terus menarik Vandra dari belakang ,agar tidak lagi memukuli Robin.
"Kamu belain dia hah,,,apa kamu suka di peluk sama dia,,"
"Van,,,bukan gitu,,udah nanti Aku jelaskan,,"Zee sambil menarik Vandra ke belakang,sedang Robin yang sedang patah hati tidak ada tenaga untuk menangkis pukulan Vandra terjatuh ke lantai.
"Biarkan dia memukulku Zee,,biar Aku mati,Aku ingin mati saja Zee,,"Robin bicara sambil terkapar di lantai.
"Kamu jangan bicara sembarangan Bin,,kamu itu jangan lemah cuman gara gara putus,nanti juga kamu akan dapat gantinya,"
"Tapi susah Zee cari yang kaya dia,,"Robin menangis.
"Dia habis putus sama pacarnya,,?"tanya Vandra,dan Zee mengangguk.
Zee lalu membantu Robin bangun,"Sudah jangan menangis,malu kalau anak anak lihat,masa Dokter tampan gini putus cinta kok nangis,,"Robin berdiri,dan sudut bibirnya masih mengeluarkan darah karena tonjokan dari Vandra,juga perutnya Robin terasa nyeri.
"Maaf Aku memukulmu,,soalnya Aku ngga suka Zee kamu peluk tadi,"kata Vandra,Robin hanya mengangguk lalu berjalan masuk ke dalam.
"Kamu kenapa balik lagi Van,,?"
"Aku ngga mau jawab,,panggilnya pake nama,"Zee tersenyum tipis.
"Sayangg,,kamu kenapa kok balik lagi,apa ada yang ketinggalan,,?"
"Iya sayang,,dompetku tertinggal di kamar mandi kamu,,"
"Oh,,ya udah Aku ambil kan dulu yah,,"Vandra menunggu di depan,dan Zee masuk ke kamarnya.
__ADS_1
Ternyata di ruang tv sudah sepi,Zee langsung ambil dompet Vandra,setelah di ambil Zee keluar lagi untuk memberikan dompetnya.
"Ini,,"Vandra mengambilnya.
"Makasih ya Sayang,Aku pergi dulu,ingat besok sore Aku tunggu di hotel,"
"Iya,,"
Vandra pergi dengan taxsi dan Zee masuk ke kamarnya,Zee langsung tidur karena sudah malam.
Pagi hari Zee berangkat ke rumah sakit,Zee berangkat bersama yang lainya menggunakan mobil jemputan dari rumah sakit.
Sampai di rumah sakit Zee langsung lanjut seperti biasanya,memeriksa pasien pasien ya.
"Dokter Zee,,"
"Ya Sus ada apa,,?"
"Ada pasien kritis baru datang di UGD,"
"Oh iya,ayo kita kesana,"Zee dan suster dengan cepat menuju UGD.
Sore pun datang,dan sekarang sudah waktunya Zee pulang.
"Sus,,Saya pulang duluan yah,"
"Dokter ngga ikut mobil jemputan,"
"Oh iya Dok,hati hati di jalan,"
"Iya sus,,"
Zee keluar dari rumah sakit,sampai di loby Zee naik taxsi untuk pergi menuju hotel.
"Halo,,"Hp Zee berbunyi saat di dalam taxsi yang melaju.
"Sudah pulang,?"ternyata Vandra.
"Sudah,ini lagi di taxsi mau ke situ,"
"Oh,,ya udah Aku tunggu yah,"Zee jawab iya dan telfon pun mati.
Tidak lama Zee pun datang,Zee yang capek langsung menuju kasur dan tiduran.
"Capek yah,,?"sambil menyusul Zee ke kasur.
"Hemm,,iya,,laper juga,,soalnya Aku belum makan siang ,,"
"Aku pesanan makanan dulu yah,"Zee jawab iya.
__ADS_1
Vandra memesan makanan hotel,setelah pesan Vandra mendekati Zee lagi.
"Sudah Aku pesan,tunggu yah,,"
"Iya,,"
"Apanya yang capek,,?"
"Kaki ,lengan sama pundak,"
"Sinih Aku pijitin,,"
"Ngga usah ah,kaya bisa pijitin aja,"
"Aku bisa dong,kamu mau coba,,sinih tengkurap biar Aku pijitin,"
"Siapa takut,,"Zee lalu tengkurap,Vandra memijit kaki Zee dulu.
"Enak,,?"
"Enak,,"
Vandra terus memijit Kaki Zee secara bergantian,Zee sangat menikmatinya.
"Sayang,,buka dulu jaket kamu,biar Aku enak memijitnya,"
"Tapi Aku pakai tentop,,"
"Ya ngga papa emang kenapa,?"
"Malu,,"
"Ya nanti bagian depan kamu bisa tutupi sama jaket,"Zee menurut,saat Zee membuka jaketnya Vandra melihat nya,Vandra bisa melihat lengan dan pundak Zee yang putih.
Zee buru buru menutup depanya,"Buru buru amat sih nutupnya,"Zee hanya diam karena malu.
Vandra mulai memijit pundak Zee,"aaww Yangg,,jangan kencang kencang,,sakit,"
"Iya sayang maaf,,"Vandra dengan pelan memijit nya,mata Vandra melihat ke arah bawah ketek Zee,karena terlihat daging Dada yang menonjol.
Ternyata milik Vandra dengan pelan bangun,apa lagi Zee menggulung rambutnya ke atas agar Vandra memijit lehernya ngga susah.
Padahal ini pertama kalinya Vandra memijit ,tapi Vandra langsung bisa,Vandra lama lama ngga kuat,bibirnya dengan pelan mencium tengkuk leher Zee,dan Zee pun kaget langsung merasa panas dingin,karena Vandra menciumnya tidak hanya di satu titik,tapi turun ke pundak.
"Yanggg,,,"Kata Zee pelan ,lalu memejamkan matanya dan menahan nafas,tangan Zee sampai mengepal.
Vandra terus saja menciumi dan menjilatinya,saat keduanya sedang sama sama terbakar, suara ketukan pintu pun berbunyi.
Tokkk,,,tokk...
__ADS_1
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...