
Rahma langsung memiringkan duduknya karena malu,dan mukanya pasti merah,sedang Vano mengambil hpnya yang bunyi lalu mengangkat nya.
"Iya Halo Mah,,"
"Mamah dan Papah juga Kak Vanda mau jenguk Papah Zee di rumah sakit, kita mau makan di lua ,mba mamah suruh ngga masak,Adek makan di luar aja yah,,"
"Oh iya Mah,,"
Setelah itu telfon di matikan,Vano melihat ke Rahma yang sudah sibuk lagi,padahal Rahma masih merasa deg degan dan pura pura biasa aja.
"Kok dia biasa aja sih,padahal kan tadi kita hampir,,"Vano bicara dalam hatinya tapi tidak di lanjut .
"Sudahlah,,lanjut kerja aja,"
Keduanya jadi sama sama diam,dan sedikit canggung,sekitar jam tujuh lewat 5 menit ,Vano mengajak Rahma pulang.
"Kita lanjut besok aja,sekarang kita pulang,ini sudah malam,"
"Baik Pak,"jawab Rahma pelan.
Keduanya membereskan kertas yang berserakan di meja,setelah itu keduanya keluar bersama.
Keduanya berjalan ke arah lif,dan kantor sudah sangat sepi,Rahma berjalan mensejajarkan dengan Vano karena takut,Vano rupanya tau.
"Kamu kenapa,,kamu takut,,"Rahma hanya mengangguk.
"Di sini kan terkenal angker,"Vano menakuti Rahma.
"Apa sih pak jangan bikin takut deh,"Rahma justru langsung berlari ke arah Lif,itu membuat Vano tersenyum.
Rahma lalu menekan tombol agar pintu Lif terbuka,setelah terbuka keduanya masuk,Rahma berdiri menjauh dari Vano, Vano langsung menakut nakuti lagi.
__ADS_1
"Kamu ngapain jauh gitu berdirinya,awas di pojokan suka ada,,"belum selesai Vano bicara Rahma sudah mendekat ke Vano.
"Pak saya takut beneran,,jangan bikin saya takut dong,,"
"Saya ngga menakuti kamu,tapi memang di situ suka ada,,"
"Udah ah pak jangan bicara lagi,"
Saat lif sudah di loby dan akan menekan tombol buka,tiba tiba lampu mati dan Lif ngga bisa ke buka.
"Aaaaa,,,Pak saya takut,,bapa di mana,,"Rahma berteriak ketakutan,Vano langsung ambil hp untuk senter.
"Kemari lah,,mendekat,,"Rahma mendekat ke Vano.
Vano menggedor gedor pintu Lif agar ada yang dengar,"Tolong,,apa ada orang di luar,,"
Rahma terlihat ketakutan,Vano langsung menelfon ke ruang keamanan yang di kantornya.
"Halo,,pak tolong saya kejebak dalam Lif,,"kata Vano.
"Cepatlah,,saya ada di lif kedua dari kiri,"
"Iya pak,,"telfon mati.
Rahma yang ketakutan terus menempel ke Vano,Vano merangkul pundak Rahma dengan tangan satunya,dan tangan satunya memegang hp untuk senter.
Rahma sudah berkeringat,"Jangan takut ini hanya ada masalah dengan aliran listrik,kita tidak akan lama di sini ,pasti akan keluar,,"Rahma hanya mengangguk pelan,dan tangan memegang baju Vano dengan kencang.
"Tapi Pak,,saya sudah ngap,,"Vano melihat Rahma lemas langsung takut.
"Bertahan lah,,"Vano melepaskan pelukannya di pundak Rahma,lalu Vano mengusap keringat Rahma di keningnya.
__ADS_1
Lalu saat tangan Vano masih mengusap kening Rahma,lampu menyala ,keduanya langsung mengucap syukur dan Rahma reflek memeluk Vano.
"Sudah pelukannya nanti lagi,sekarang ayo kita keluar,,"ternyata saat Rahma memeluk Vano pintu Lif sudah di tekan petugas keamanan dari depan,jadi tidak lama pintu Lif terbuka dan 3 keamanan melihat Rahma yang sedang memeluk Vano.
Rahma lalu melepaskan pelukannya,dan Rahma melihat 3 orang' keamanan yang sedang melihatnya langsung menunduk malu,Vano tersenyum.
Vano lalu mengandeng tangan Rahma yang masih dingin untuk keluar dari Lif.
"Gimana listrik sudah di perbaiki,,?"
"Sudah Pak,,"
"Ya sudah,,saya pergi dulu,tolong besok jangan lagi ada kejadian seperti ini,"
"Siap Pak,,"
Vano masih menggandeng tangan Rahma yang sudah tidak begitu dingin lagi menuju parkiran mobil.
"Ayo masuk,Saya akan mengantar kamu pulang,"Rahma yang masih takut dan lemas hanya menurut,lalu masuk ke dalam mobil setelah Vano membukakan pintu.
Setelah Rahma masuk,Vano juga masuk ke dalam mobil,Vano mengambilkan botol mineral yang ada di bangku belakang untuk Rahma.
"Minum dulu,,biar lebih tenang,,"Rahma mengambilnya dan minum langsung.
Vano juga minum,keduanya sampai habis setengah botol,selesai minum Vano menjalankan mobilnya untuk pergi dari parkiran kantor.
Rahma menyandarkan kepalanya di sandaran mobil,ternyata Rahma masih sedikit takut dan lemas,Rahma sambil memejamkan matanya.
"Kita makan dulu yah,,"
"Maaf Pak saya mau pulang saja,Saya sudah ingin istirahat,,"
__ADS_1
"Baiklah kalau gitu,"Vano mengantar Rahma sampai rumahnya.
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...