
Mata Vandra terbuka lebar saat melihat handuk yang Zee pakai melorot ke bawah,dan Zee pun polos.
Pemandangan indah walau hanya berapa detik tapi membuat otak Vandra ngga bisa berfikir,Zee langsung mengambil handuknya dan menutupi badanya lagi.
"Yang,,kok kamu di sini sih,bikin kaget aja,,Sanah keluar takut mba lihat ,bisa jadi masalah kalau mba ngadu papah,,"sambil merapikan handuk Zee terus bicara,sedang Vandra tetap diam sambil terus melihat Zee.
"Yang,,kok diam sih,sudah Sanah keluar,Aku mau ganti baju dulu,,"bukanya Zee ke lemari ambil baju,Zee justru mendekati Vandra.
"Mba lagi pergi ke pasar ,tadi kata mba Bang Beni telfon papah minta di buatkan minuman Jahe ,jadi mba lagi cari bahanya ke pasar,"
"Oh gitu,,mba lagi pergi,,"Zee berbalik mau ke lemari,tapi Vandra menahannya.
Vandra menarik Zee dan Zee jadi jatuh di pangkuan Vandra,"Aduhh,,kamu ngapain sih Yang,"sambil tangan satunya Zee terus memegang handuk agar tidak lepas.
"Diam lah,,"Vandra langsung memeluk Zee yang duduk di pangkuannya,Zee menghadap depan dan membelakangi Vandra.
"Aku mau ganti baju dulu,,"
"Tunggu bentar,diam lah,,kamu wangi banget sih ,,"sambil menciumi pundak Zee,perbuatan Vandra justru membuat Zee merinding,dan bulu kuduk sampai berdiri.
"Yanggg,,,"Kata Zee pelan sambil suaranya di tahan.
Vandra terus menciumi pundak Zee dari kanan ke kiri,kulit punggung Zee yang mulus putih dan wangi membuat Vandra terbuai.
__ADS_1
"Yangg,,eemmm,,,sudah yahhhh,,"tangan Zee mencoba menarik tangan Vandra agar melepaskan pelukannya.
"Aku rasanya sudah sangat menginginkan kamu,,"Zee tau kalau Vandra sudah terang*sang.
"Sabar,,kita kan katanya mau nikah ,tunggu kita nikah dulu ya, biar lebih enak dan tidak nambah dosa,"
"Iya,,makanya Aku mau kita nikahnya secepatnya,,Aku juga ngga enak nahan gini,"
Zee sudah merasa milik Vandra bangun karena mengganjal di bawah bokongnya.
Makanya Zee sudah cepat cepat ingin bangun,karena rasanya ngga nyaman.
"Sayang,,lepas yah tanganya,Aku mau pakai baju dulu,,"akhirnya tangan Vandra terlepas,Zee buru buru bangun.
Zee ambil baju di lemari dan membawanya ke kamar mandi,Zee ganti baju di dalam kamar mandi.
"Ya Tuhan,,kenapa rasanya masih terasa sih,"sambil memegang pundaknya.
Vandra menjatuhkan badanya di kasur dan mengusap wajahnya kasar.
"Aduhhh,,cobaan ,,,Aku harus kuat,tidak lama lagi Vandra kamu akan memiliki nya,kamu harus sabar,,,"Vandra menyemangati diri sendiri.
Zee sudah ganti baju,Zee pun keluar,Zee lalu menyisir rambutnya,Vandra sambil tiduran menatap Zee terus.
__ADS_1
Zee tersenyum saat menengok ke Vandra yang sedang menatap ke arahnya.
"Udah yuk kita turun,,"Sambil bangun dari duduknya Zee mengajak Vandra,Zee sudah terlihat cantik.
"Bantu Aku bangun,,"Zee mendekati Vandra lalu membantu menarik tangan Vandra.
Eh ternyata Zee tidak kuat ,dan akhirnya Zee jatuh di atas badan Vandra,ternyata Vandra memang sengaja.
"Aaawww,,,"
Vandra langsung memeluk Zee,"Kamu sengaja ya Yang,,"Vandra hanya tersenyum.
Vandra lalu menekan kepala Zee ke bawah agar Vandra lebih mudah mencium Zee,Saat bibir Zee sudah menempel di bibir Vandra,Vandra langsung melu*matnya dengan rakus.
Zee sudah ngga bisa mengelak karena tangan Vandra menahan badan nya dan lehernya.
Akhirnya Zee pun menikmati ciuman itu,Vandra melepaskan tangan yang memegang leher Zee karena Zee sudah menikmati ciuman nya.
Vandra lalu menggulingkan badan Zee ke samping,dan Vandra mengubah posisi menjadi Zee yang di bawah.
Mereka tidak melepaskan ciumannya,dan terus lanjut,Vandra yang miliknya sudah bangun menekan ke inti tubuh Zee,Zee merasa sakit tapi karena sakit nikmat Zee pun menikmatinya.
Saat Vandra dan Zee sedang menikmati kegiatan nya itu pintu di ketuk oleh mba.
__ADS_1
"Non,,Non Zee,,,"
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih..