
Vano masuk ke dalam ruangannya sambil tersenyum karena ternyata Rahma sekarang jadi sekertaris nya.
"Kok bisa sih dia kerja di sini,,ini kebetulan apa sudah rencana Tuhan yah,,"kata Vano sambil duduk dan berfikir.
Lalu Vano lanjut kerja karena kerjaan sangat banyak,sekitar jam 10 Vandra mau ke ruangan Vano,dan Vandra lewat meja Rahma.
"Selamat siang,,,"Vandra menyapa Rahma,Rahma yang tadinya menunduk lalu mendongak.
Vandra melihat Rahma seperti tidak asing,Vandra merasa pernah melihatnya tapi ngga tau di mana.
"Pak Vano kok ada di luar,,kapan keluarnya,,?"Vandra tersenyum karena Rahma mengira dirinya Vano.
"Makanya kalau kerja jangan nunduk aja,jadi ngga lihat saya keluar kan,"Jawab Vandra sambil masuk ke dalam.
Rahma sedang mengingat,"Kalau tadi pak Vano keluar pasti Aku lihat lah,ngga mungkin ngga lihat,orang pintu depan mejaku kok,aneh banget sih,,"Kata Rahma yang bingung sendiri.
Vandra langsung duduk,"Dek,,itu sekertaris kamu kok Aku kaya pernah lihat,,dimana yah,?"
"Iya dulu Kaka pernah lihat saat kita di Pontianak,saat kita lagi naik taxsi menuju hotel ,Aku menyapa anak kecil dan seorang gadis,ya gadis itu Rahma,,"
"Oh iya Aku ingat,,Dia namanya Rahma,,?"
"Iya,,Aku juga pertama lihat kaget kak,kenapa dia ada di sini,soalnya kemarin Aku pernah bertemu dengannya lagi saat menemani mamah di acara ulang tahun klinik milik Kak Dinda,"
"Oh gitu,,jodoh kamu mungkin,"
"Apa sih kak,,Aku lagi ngga mau mikirin cewe dulu ah,,bikin pusing,,"
"Bener nih bikin pusing,, katanya dah pengin nikah,,tuh depan ada yang bening,,"
"Udah jangan bahas yang lain,,ada apa Kaka ke sini,,?"
"Nanti siang tolong kamu yang temui orang dari PT Cipta ,dan bilang ke mereka jangan terus mengulur waktu,"
__ADS_1
"Emang mereka masih saja belum kasih rincian,,"
"Belum,,makanya nanti kamu yang ke sana,Aku ada rapat sebentar sama Papah sama pemegang saham di anak perusahaan,"
"Ya udah nanti Aku yang ke sana,,"
Saat keduanya asik mengobrol Rahma masuk karena harus ada yang di tandatangani Vano,Sebelum masuk Rahma ketuk pintu dulu.
Saat buka pintu Rahma diam mematung dulu depan pintu dengan melihat ke arah Vandra dan Vano.
Vano dan Vandra tersenyum,"Ada apa Rahma,,?"
"Eemmm ini ada yang harus di tandatangani Pak Vano,"Rahma menjawab dengan pelan dan bingung,dan Rahma tetap masih berdiri saja .
"Kemari lah biar saya tandatangani,,"ini Vandra yang bicara,membuat Rahma makin bingung.
"Saya bingung mana yang pak Vano,,kayanya mata saya sedang eror,,"
"Mata kamu ngga eror,,Kesini lah,,Saya yang Vano,,"Vandra masih saja iseng.
"Rahma dia Kaka kembar ku namanya Vandra dia juga kerja di kantor ini ,dan ruangannya ada di atas,,"Vandra tersenyum saat Vano menjelaskannya.
"Udah kemari lah,,"Rahma berjalan pelan mendekati Vano,lalu setelah dekat memberikan map yang harus di tandatangani Vano.
"Nanti siang kamu ikut Saya keluar,kita akan ada kerjaan di luar,,"
"Baik pak,,"
"Ya udah keluarlah,,"Rahma langsung keluar dengan berjalan cepat,Rahma rupanya tidak menyangka kalau Vano punya kembaran yang sangat mirip,apa lagi tadi Vandra terus saja mengerjainya membuatnya malu dan deg degan.
"Ya Tuhan,,kenapa sangat indah sekali sih ciptaan mu,,sampai bikin Aku deg degan dan takut bercampur malu depan mereka,,"kata Rahma sambil mengusap dadanya.
Vandra tertawa kencang di dalam ruangan Vano,Vandra rupanya masih ingat gimana Rahma terlihat kaget sampai bengong ,"Ya Tuhan itu anak lucu banget sih,,kelihatan polos banget,,umur berapa dia Dek,,"
__ADS_1
"Dia masih kecil Kak,, kasihan jangan di ledekin lagi,,nanti dia ngga betah lagi kerja di sini,,Rahma baru mau 20 tahun,,"
"Oh pantas,,lucu aja tau Dek,,"masih sambil senyum senyum.
"Ya udah Kaka pergi dulu,,ingat yah nanti siang pergi ke PT Cipta,"
"Iya,,,"Vandra pun keluar setelah selesai bicara.
Saat buka pintu Rahma melihat kalau Vandra keluar,Rahma yang malu berdiri tapi terus menunduk.
Vandra tersenyum tapi sambil pergi,setelah Vandra naik lif Rahma langsung bernafas lega.
"Syukur lah dia sudah pergi,,"kata Rahma pelan.
"Aku harus cari perbedaan mereka nih,,kalau ngga Aku nanti salah bisa bisa malu sendiri,,"kata Hati Rahma berkata.
Siangnya Vano mengajak Rahma keluar,"Ayo kita pergi sekarang,,"Rahma kaget karena Rahma kira mau makan siang dulu.
"Tapi Pak kita ngga makan siang dulu,,?"
"Kita makan siang di luar saja,sekalian kita pergi ke PT Cipta,,"
"Baik Pak,,"Rahma langsung mematikan komputer dan mengambil tasnya.
Keduanya pun turun ke bawah,Rahma mengikuti Vano menuju parkiran.
Keduanya sudah sampai di depan mobil Vano,Vano masuk ke pintu kemudi sedang Rahma mau duduk di belakang.
"Kamu ngapain duduk di belakang,emang Saya supir kamu,,"Rahma kaget' dan bingung.
"Trus saya harus duduk di mana,,?"
"Di sini,,depan sama Saya,,"Rahma lalu turun dan pindah ke depan duduknya.
__ADS_1
Vano pun membawa mobilnya menuju restoran di mana biasanya dia makan.
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...