
Vano masih saja duduk di depan Hotel,dan belum mau masuk,menurut Vano itu kan pernikahan Vandra ngapain dirinya masuk,nanti malah di ledekin sama sodara dan lainya kalau ngga ikut nikah bareng.
Vano juga melihat rombongan penghulu yang cukup banyak,sekitar ada 6 orang,"Itu rombongan penghulu kok datang banyak banget,ngga ada kerjaan lainya apa.di kantor mereka,,"kata Vano dalam hatinya sambil geleng geleng kepala.
Di dalam Rahma dan Zee sudah terlihat cantik,keduanya memakai kebaya yang sama,dan make up juga yang sama,Keduanya ada di satu ruangan,di hotel ini juga semua keluarga menginap,Papah dan Mamah sudah memesan kamar pengantin di hotel ini juga,dan memesannya yang paling mahal.
Vandra sudah bersiap duduk di tempat untuk ijab,ada dua pasang meja,yang satu untuk meja Vandra dan Zee dan yang satu untuk Vano dan Rahma.
"Mah,,Adek mana kok ngga kelihatan,,?"tanya Papah,bukan hanya papah aja yang nanyain Vano,tapi sodara yang lainya dari tadi juga nanyain dan nyariin.
"Kayanya masih di luar Hotel Pah,"
"Di luar Hotel,,ngapain di sana,,?"
"Ngga mau masuk katanya,,"Mamah sambil senyum,Papah hanya menggeleng.
"Semua sudah siap dan penghulu sudah datang,kok malah masih di luar aja,emang Adek belum tau,,?"
"Belum,,orang Adek ngga mau masuk,jadi belum tau,udah Sanah Papah ajak masuk,biar Adek belajar mengucapkan ijab,"
"Iya,,Papah akan panggil,"
Papah keluar dari Hotel mencari Vano,Samapi di depan Hotel Papah menengok kanan kiri untuk mencari Vano.
"Oh itu dia,,ngapain di situ sendirian ,,"Kata Papah sambil berjalan mendekati Vano.
"Dek,,ayo masuk,,acara sudah mau mulai,"
"Ngga ah Pah,,itu kan acara Kaka,Adek ngga di butuhkan kan di dalam,"
"Eh siapa bilang,udah ayo masuk,"Papah menarik tangan Vano seperti anak kecil aja.
Papah menarik nya terus sampai masuk kedalam,"Pah lepas,,Adek bisa jalan sendiri,"
"Ngga,,pasti kamu nanti keluar lagi,"
__ADS_1
"Ngga Pah,,Adek janji,,kaya gini malu Pah,"
"Baiklah Papah lepas,tapi harus ikut masuk,"Vano jawab iya.
Sebelum berjalan Papah merapikan jas Vano agar rapih,"Sudah ayo jalan,,"Papah dan Vano berjalan beriringan masuk ke dalam.
Vano dan Papah sudah masuk ,dan orang sudah banyak yang datang,Semua melihat ke Vano ,karena orang sudah pada tau Vano juga calon pengantin.
Vano makin berjalan masuk dan melihat Vandra yang sudah duduk di depan penghulu,Papah mengajak Vano duduk di bangku sebelah Vandra duduk.
Vano hanya menurut,saat Vano duduk dan di depanya ada dua bapak bapak yang langsung bertanya padanya sedikit bingung.
"Mas Vano apa sudah siap,,?"
"Siap,,siap untuk apa ya Pak,,?"bapak yang bertanya tersenyum.
"Wah Mas nya seneng bercanda juga yah,ya siap untuk nikah Mas,,"
"Nikah,,yang nikah kan Kaka saya Vandra pak, bukan Saya,"
"Mah,ada apa sih ini,?"Mamah tersenyum.
"Sayang,, kita buat kejutan buat Adek, hari ini Adek dan Rahma akan menikah bareng Kaka sama Zee,,"
"Tapi Mah kan Rahma ngga ada,"
"Siapa bilang Rahma ngga ada,,Rahma ada di dalam , Rahma kemarin itu ngga pergi ke Pontianak,itu ada Mamah dan kakanya,,"Mamah menujukkan Mamah Rahma dan kakanya juga,Mamah Rahma tersenyum.
"Mah,Pah,ini beneran,,kok bisa sih,"Vano seperti masih tidak percaya dan sangat kaget,Mamah dan Papah tersenyum.
"Apa yang ngga bisa di lakuin Papah sama Mamah Dek,mereka kompak banget buat kejutan buat kamu,"Vandra yang bicara.
"Jadi Mas Vano ngga tau kalau mau menikah hari ini,?"tanya Pak penghulu,Vano jawab ngga.
"Kalau gitu Mas Vano belajar dulu untuk ijab,agar nanti pas mulai tidak kesusahan,"
__ADS_1
"Iya Pak,saya belum latihan,apa Bapak mau ajari saya,?"
"Iya mari Saya ajari,,"Vano sedang belajar mengucapkan ijab.
Kaka Rahma sudah duduk depan Vano sebagai wali,dan Papah Zee juga sudah duduk depan Vandra,lalu pak penghulu menyuruh pengantin wanita untuk keluar.
Mamah Rahma,Mamah Dea dan Iza istri Beni menjemput kedua pengantin wanita,saat pengantin keluar semua orang melihat kearah mereka,Kedua pengantin sangat cantik.
Vano yang sedang belajar ijab sampai berhenti karena matanya terus melihat ke arah Rahma.
"Ya Tuhan ini benar benar nyata,Aku akan menikah dengan Rahma sekarang, terimakasih ya Tuhan atas semua kebahagiaan yang kau berikan pada ku,ini benar benar kejutan terindah yang pernah Aku dapatkan,,"kata Vano dalam hatinya.
"Mas Vano,,Mas,,"pak penghulu terus memanggil Vano,dan Vano langsung kaget.
"Kita latihan sekali lagi yah, biar nanti lancar,mba nya kan nanti datang kesini jadi ngga usah terus di tatapnya,"Vano langsung mengangguk dan malu,karena di depanya ada Kaka Rahma.
Zee dan Rahma sudah duduk di dekat pasangan masing masing,Vandra dan Zee langsung melempar senyum,keduanya sama sama bahagia.
Beda dengan Rahma dan Vano, keduanya justru merasa malu dan grogi,apa lagi Vano yang takut ngga hafal.
Pak Penghulu mulai dengan Vandra dan Zee,Vano di suruh untuk melihatnya,karena Vano ternyata masih grogi,keringat Vano sudah bercucuran di kening.
"Dek,,jangan tegang gitu,,yang perlu kamu ingat itu Rahma yang akan jadi istri kamu,biar hati kamu senang,,"kata Kak Rizki sambil membantu mengelap keringat Vano.
"Tetep aja Kak, Vano tetap grogi,"Kak Rizki tersenyum.
Rahma juga sebenarnya merasa grogi,tapi Rahma bisa menutupinya,Rahma terus menunduk.
Vandra sudah mengucap ijab,dan pak penghulu langsung bertanya Sah,,saksi dengan kompak menjawab Sah.
Sekarang tinggal Vano yang melakukan ijab,Vandra dan Zee langsung merasa lega.
Gimana dengan Vano yah,grogi ngga tuh saat mengucapkan ijab karena nikahnya ngedadak,kita lanjut besok yah kak,,,,
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...
__ADS_1