
Sampai di restoran keduanya turun,Vano langsung memesan makanan,"Kamu mau pesan apa,,?"
"Saya ayam bakar aja,,"
"Itu cukup,,?"
"Cukup pak,,"
Vano lalu memesan makanan,keduanya lalu sambil mengobrol sambil menunggu makanan datang.
"Kamu apanya Rere,,?"
"Saya Tante nya,,saya adik papahnya Rere,,"
"Trus kemarin di Pontianak ngapain,,?"
"Kemarin Saya kan belum kerja jadi saya liburan ke rumah Rere,"
"Rere sama orang tuanya tinggal di Pontianak,?"
"Iya,, Papah Rere kerja di sana,tapi sekarang sudah di pindah ke Jakarta lagi,jadi sekarang Rere tinggal di rumah orang tua saya,"
"Oh gitu,,"
Makanan datang,keduanya makan dengan diam,Selesai makan Vano dan Rahma bersiap pergi,tapi saat mau keluar Mereka berpapasan dengan Ratu,,Ratu bersama asistennya akan makan juga.
Vano melihatnya biasa aja dan diam,tapi Ratu yang tersenyum senang.
__ADS_1
"Sayang,,,kamu di sini juga,,"Ratu mendekati Vano dan akan memeluknya.
"Jangan mendekat,,saya ngga mau di sentuh kamu lagi,,"
"Sayang,,kamu kok gitu,,Kitakan sebentar lagi mau menikah,"
"Cih,,menikah,,jangan mimpi kamu,,saat terakhir Saya melihatmu di kamar hotel itu,saya sudah putuskan untuk tidak lagi berhubungan denganmu,"sambil berjalan keluar,dan Rahma yang tidak tau hanya diam dan mengikuti samping Vano.
"Sayang tunggu,, Aku ngga mau,,Aku ngga mau putus sama kamu,,Aku mau nikah sama kamu,,"
"Terserah kamu mau apa ngga,,tapi saya sudah tidak mau lagi bersama kamu,,jangan mengikutiku,,pergilah,,"
"Rahma ayo kita ke mobil,,"Ratu melihat Rahma dan mengira Rahma itu pacar baru Vano langsung marah.
"Oh jadi kamu yang merebut Vano dariku,,dasar wanita murahan,,"Ratu menarik Rahma dan setelah itu dengan cepatnya..
Plakkkk,,,,,
Aaawww,,,
"Rahma,,,"Vano yang tadinya jalan di depan Rahma langsung kaget.
"Ratu apa apaan kamu,,kamu gila yah,,"
Vano langsung berjongkok dan menolong Rahma,"Jadi dia selingkuhan kamu ,,jadi kamu mutusin Aku gara gara wanita ini,,"Ratu marah marah ngga jelas.
Vano yang ngga mau terjadi keributan langsung mengendong Rahma untuk di bawa ke mobil.
__ADS_1
"Kamu bawa Ratu pergi dari sini, atau karirnya akan hancur,,"Vano berkata kepada asistenya,dan Si asisten lalu menahan Ratu agar tidak berontak dan teriak teriak karena marah marah.
"Vano,,awas kamu,,Aku ngga terima dengan semua ini,,"Ratu masih saja teriak.
Vano sudah membawa mobilnya pergi dari parkiran restoran setelah Rahma di dudukan di mobilnya.
Sudut bibir Rahma berdarah,dan Rahma kesakitan,gimana tidak langsung terluka,Rahma kecil sedang Ratu walau bandarnya kecil tapi Ratu tinggi dan dia juga sedang emosi pasti tenaganya besar.
Vano mencari apotik,setelah dapat Vano menepikan mobilnya,Vano membeli obat oleh untuk mengobati luka di sudut bibir Rahma.
Setelah dapat Vano kembali lagi ke mobil,Vano membuka obatnya lalu meneteskan ke kapas.
"Sinih menghadaplah ke Saya,,biar saya obati,"
"Ngga usah Pak,,biar saya aja yang obati sendiri,,"
"Sudah ngga papa,pasti susah kalau obati sendiri,,sini,,"Vano menarik Rahma agar menghadapnya.
Rahma akhirnya menurut,Rahma menghadap Vano,,dalam hati Rahma siap banget baru pertama kerja ikut bos udah apes gini.
"Aaawww,,,perih,,"kata Rahma.
"Tahan sebentar,,nanti juga ngga perih lagi,"kata Vano lalu sambil meniupi nya.
Tanpa mereka sadari wajah mereka sangat dekat dan Rahma melihat wajah Vano langsung deg degan karena hanya beberapa Senti saja,ini pertama kalinya bagi Rahma berdekatan wajahnya dengan seorang pria.
Mata Rahma terus melihat ke wajah Vano yang putih mulus,dan Vano belum sadar masih saja mengoleskan obat juga sambil meniupinya.
__ADS_1
Akhirnya Vano tersadar wajah mereka yang sangat dekat,dan mata mereka pun bertemu,Mata mereka saling tatap .
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih..