
Vano dan Vandra keluar dari kamar hotel,itu juga Zee yang menyuruh karena Zee mau bicara berdua dengan Zee.
Zee duduk sebelah Rahma,"Itu Kamu masih sakit,,"Rahma hanya mengangguk karena malu.
"Ngga usah malu,Aku juga merasakannya kok."
"Apa ada obatnya Kak,soalnya Rahma sampe ngga bisa jalan,bener bener sakit,"Zee tersenyum mendengar pengakuan Rahma.
"Ada kok,,ini Aku bawain buat kamu,"Zee memberikan plastik kecil pada Rahma yang isinya obat.
Rahma mengambil plastik yang berisi obat dari tangan Zee.
Rahma mengambil obatnya satu ,lalu mau meminumnya .
"Di minum sehari 3 kali,biar cepat sembuh,"
"Iya Kak,,"
"Aku hari ini mau belanja ke Mal,kamu mau ikut ngga,,?"
"Rahma pengin sih Kak jalan jalan,tapi buat aja jalan susah,Rahma besok aja deh kak jalan jalanya,hari ini Rahma mau istirahat aja,"
"Iya sih benar,ya sudah kalau gitu Aku pergi sama Vandra aja,besok baru sama kamu dan Vano,"
"Iya Kak,"
"Oh iya Ma,,semalam kamu sampai berapa ronde sih sampai ngga bisa jalan gini,?"
__ADS_1
"Apa sih Kak,jangan di bahas ah,,malu,,"
"Ngga usah malu,suami kita tuh kembar dan pasti badan dan tenaganya juga ngga jauh beda, Vandra bisa sampai 3 kali kalau minta,Aku sampai tepar kalau meladeninya,"Rahma mendengarnya sedikit kaget karena memang ngga jauh beda sama Vano.
"Milik Vandra gede dan panjang lagi,Aku Samapi kaget dan takut saat baru pertama melihatnya,tapi saat sudah masuk ke inti kita,uuhh,,bikin Aku merem melek karena nikmat,"Rahma hanya mendengarkan saja karena malu kalau mau cerita seperti itu.
"Kamu tau ngga Ma,sekarang Aku justru ketagihan loh,,kamu juga nanti pasti kaya Aku deh bisa ketagihan, tenang aja Ma sekarang sakit karena baru ,tapi nanti lama lama ngga kok,justru bikin nagih,kamu ngga usah takut yah,semua wanita ngalamin kok,"
"Iya Kak,makasih buat pemberitahuannya,Rahma jadi ngga begitu takut lagi,"
Saat keduanya masih asik mengobrol,Vano dan Vandra datang,"Kalian sudah selesai mengobrol belum,?"tanya Vandra.
"Sudah kok Yang,,"
"Ya udah ayo kita pergi,,katanya mau jalan jalan,"
"Iya kak,makasih buat obatnya ya Kak,"
"Iya sama sama,,dah,,"sambil melambaikan tangan nya.
"Dek Aku pergi dulu,"
"Iya,,hati hati kak,"
Setelah Zee dan Vandra pergi, Vano mendekati Rahma.
"Tadi di kasih obat apa Yang,?"
__ADS_1
"Obat penghilang rasa sakit,biar lukanya cepat kering,"
"Emang kamu terluka,? luka kenapa,,!"
"Mas,,ih ya luka ininya Rahma,biar Rahma kalau jalan ngga sakit lagi,"
"Oh luka itu,,sudah di minum belum obatnya,?"
"Sudah,,tadi Rahma udah minum satu,"
"Ya sudah kalau gitu,semoga nanti sore sudah sembuh,biar nanti malam kita jalan jalan ya Sayang,"
"Iya Mas,,"
"Ya sudah kita tidur yuk,"
Vano sudah tiduran di kasur,dan menarik Rahma untuk di peluknya.
Vandra saat ini sedang menemani Zee belanja,Zee benar benar menagih janji Vandra semalam,yang mengizinkan belanja sepuasnya.
"Yang,,ini kamu sudah banyak belanja loh,kamu apa ngga capek ,istirahat dulu yuk,"Vandra sudah memegang 5 tas belanjaan.
Saat ini keduanya ada di Mal ternama di kota Busan.Vandra dari tadi ngga lihat nominal sudah berapa banyak uang yang di habiskan Zee,tapi Vandra hanya merasa capek.
"Belum Sayang,Aku belum capek,kalau Kamu capek duduk aja dulu,Aku mau pilih sendal sama sepatu,"
Akhirnya Vandra mencari tempat duduk ,dan membiarkan Zee memilih apa yang dia mau.
__ADS_1
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...