
Saat mata mereka saling pandang,tangan Vano masih menempel di bibir Rahma,dan Vano tiba tiba menekan tanganya membuat Rahma kesakitan.
"Aaawwww,,,sakit,,"sambil Rahma mendorong tangan Vano.
"Ah iya maaf,,saya ngga sengaja,,"
Rahma langsung menghadap depan ,sebenarnya ngga sakit banget,tapi karena malu jadi biar ngga terlihat aja.
Rahma sebenarnya merasa deg degan juga,"Apa masih sakit,,?"
"Sudah ngga Pak,,"
"Ya udah kita jalan sekarang yah,,"Rahma hanya mengangguk.
"Tadi itu pacar bapak yah,,?kok sadis gitu sih pak,"tanya Rahma yang penasaran,Vano ngga langsung jawab membuat Rahma ngga enak.
"Ngapain sih Rahma kamu nanya nanya urusannya Bos,,mau itu pacar kek apa kek bodo amat,,emang enak di cuekin,"Rahma memarahi diri sendiri karena Vano masih diam ngga mau jawab pertanyaannya.
"Tadi itu mantan pacar saya,kita sudah putus,,sudah yah jangan bahas dia,,dia wanita ngga waras,,"Rahma hanya mengangguk karena itu aja sudah bersyukur di jawab.
Di lain tempat Papah Zee sedang sakit,dan di rumah sendirian hanya dengan mba.
"Pak,,saya telfon mas Beni yah,"kata mba ke papah Zee.
"Ngga usah mba,,nanti saya juga sembuh kalau sudah minum obat,"
"Tapi bapak sudah dua hari sakitnya,,"
"Ini sudah lebih baik kok,,"
Mba lalu keluar dari kamar papah Zee,dan mba sampai dapur telfon Beni langsung.
"Papah sakit,, kenapa baru bilang mba,,"
"Bapa yang larang saya kasih tau Mas Beni,"
__ADS_1
"Ya udah saya kesana sekarang,"
Beni dari kantornya langsung pulang ke rumah dulu untuk jemput istrinya,mereka mau jenguk papah bersama.
Sampai di rumah papah ,Beni dan istrinya masuk ke kamar,sedang anak Beni di luar bersama pengasuhnya.
"Pah,,,"
"Kalian datang,,"
"Papah sakit kenapa ngga kabarin Beni sih,,"
"Papah cuman pusing aja kok,,nanti minum obat juga sembuh,,"
"Tetap Pah jangan di sepelekan sakit,,"
Istri Beni yang Dokter langsung memeriksa Papah,"Pah ini papah darahnya tinggi makanya pusing,kita ke rumah sakit aja yah, bahaya kalau di biarkan,"
"Berapa darahnya Sayang,,?"
"200 Mas,,"
"Ngga usah,papah minum obat saja,"
"Ngga Pah sekarang kita berangkat,"
Papah akhirnya di bawa ke rumah sakit,Beni menelfon Zee.
"Kamu pulang sekarang,papah sedang sakit dan darahnya tinggi sampai 200,,"Zee kaget,Zee sebenarnya pengin langsung pulang tapi dia bingung ,pasti ngga bisa dapat cuti.
"Kak,,Zee juga pengin pulang,tapi Zee ngga mungkin dapat cuti lagi,,"
"Kamu masih mentingin kerjaan dari pada papah,!"Beni marah.
"Ngga gitu kak,,tapi Aku pasti kena SP,,"
__ADS_1
"Sekarang kamu mengundurkan diri saja,kamu bisa cari kerja di rumah sakit Jakarta,apa bila perlu ngga usah kerja kalau ribed begitu,,"
"Kak,,Aku tinggal 3 bulan setengah kok habis kontrak,,"
"Kamu mau nunggu sampai habis kontrak baru pulang gitu maksudnya,,kamu tuh ngga kasihan sama papah,,"Beni marah marah istri Beni Iza lalu mendekati nya.
"Mas,,sabar jangan marah marah gitu,kalau papah dengar nanti papah kepikiran lagi,,"Beni lalu membuang nafasnya agar lebih lega.
"Sekarang kamu pulang,kalau kamu dapat SP biar sekalian kamu keluar dari situ,kamu ngga usah takut kalau rumah sakit minta ganti rugi,pulang sekarang,,"Beni sangat marah,dan Akhirnya Zee pun memutuskan pulang.
Zee langsung Mita izin,tapi Zee hanya di kasih cuti 3 hari,Karena pikiran Zee sedang kacau Zee tidak mengabari Vandra kalau pulang ke Jakarta.
Jam 3 sore Zee sudah naik pesawat,dan jam 5 sore Zee sudah sampai di rumah sakit di mana papahnya di rawat.
Zee langsung memeluk Papahnya sambil menangis.
"Kamu jagain papah,,Kaka mau pulang dulu untuk mandi,nanti malam Kaka ke sini lagi,"
"Iya kak,,"
"Zee Aku pulang dulu yah,,"kata Iza istri Beni.
"Iya,,makasih sudah jagain papah,"
Beni dan Istrinya lalu pulang,Zee menemani Papahnya.
Vandra menelfon Zee untuk bertanya sedang apa karena ini sudah jam 9 malam,"Aku lagi di rumah sakit Medina,Papah sakit,,"
"Rumah sakit Medina,papah kamu sakit,,kamu lagi di Jakarta,,?"
"Iya,,,"
"Kenapa baru kasih tau kalau kamu di Jakarta,"
"Aku lupa,,"
__ADS_1
"Ya Tuhan Zeee,,,Aku kesitu sekarang,,"telfon mati dan Vandra langsung berangkat ke rumah sakit.
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...