
Vano membaca pesan Rahma,Vano merasa lega karena Rahma dan Mamahnya sudah sampai Pontianak.
Vano langsung menelfonnya,ternyata no telfon Rahma mati dan ngga bisa di telfon.
"Ini kenapa hpnya ngga bisa di telfon sih,apa hpnya mati,ya sudah lah nanti kan bisa telfon lagi,"Vano lalu tiduran di kasurnya sambil memainkan hpnya.
Vandra di kamarnya sedang menelfon Zee,mereka berdua memang di pingit,tapi orang ada hp ya sama aja bohong,mereka masih bisa komunikasi.
"Yang,,Aku sudah ngga Sabar nunggu hari besok,,"kata Vandra.
"Sama Yang,Aku juga ngga sabar nunggu besok,,"
"Besok sore semoga kita sudah sah jadi suami istri yah Yang,acara kita besok ngga ada halangan,"
"Iya Yang Amin,oh iya Yang,,emang Vano sama Rahma beneran mau nikah bareng kita besok,,?"
"Apa,,masa,,kata siapa kamu Yang,,kok Aku ngga denger,"
"Masa sih,,Aku di kasih tau Mamah kamu,tadinya Aku ngga percaya tapi saat Aku tanya Rahma,Rahma bilang benar besok mau nikah bareng kita,"
"Kalau benar mati deh Aku,,"
"Loh kok mati,emang kenapa,bukanya seneng mau nikah bareng sama sodara kembarnya,"
"Ya Aku jadi kalah taruhan yah,"
"Ya Tuhan!! kamu tuh kenapa sih suka sekali taruhan Vandra,,,!!!!"Zee kesal dengarnya.
"Taruhan apa lagi sih sama Vano ,,?"
"Aku harus belikan rumah ke Vano kalau Vano bisa nikah bareng kita,tadinya Aku sudah seneng Vano yang kalah dan akan belikan rumah buatku,tapi sekarang malah Vano yang menang,"
"Lagian sih jadi orang seneng banget sama taruhan gitu,sukurin tuh belikan rumah ke Vano,ya udah dulu Aku mau makan laper,"Zee mematikan telfonya sambil kesal.
Vandra bangun dari tidurnya,dan langsung keluar kamar,Vandra mau ke kamar Mamahnya karena mau bertanya apa benar Vano mau nikah bareng.
"Mah,Kaka masuk yah,"sambil ketuk pintu kamar mamah.
__ADS_1
"Iya Kak,masuk aja,"Kata Mamah dari dalam kamar.
Vano buka pintu dan masuk ke dalam,"Mah,,apa benar besok Adek sama Rahma mau nikah bareng Kaka,?"
"Kaka tau dari Zee yah,?"
"Iya,,bener ngga sih Mah,?"
"Iya bener,tapi Adek belum tau,ini kejutan buat Adek,Kaka jangan bilang bilang yah,"
"Iya,,tapi kok tiba tiba mereka mau nikah bareng sih Mah,bukanya Rahma belum mau,"
"Mamah aja ngga tau kalau Rahma ternyata mau nikah, Mamahnya Rahma yang bilang,jadi Mamah yang memang ingin Kaka sama Adek nikah bareng,Mamah langsung siapin semuanya,"
"Emang kenapa sih Kak,kok kaya ngga seneng gitu,ini pasti gara gara taruhan kan,"Vandra mengangguk.
"Makanya jangan suka taruhan,apa pun itu taruhannya,yang namanya taruhan itu tetap tidak baik,"Papah yang dari tadi diam lalu ikut bicara.
"Iya Pah,,"
Vano di kamarnya masih bolak balik di atas kasur dengan kesal,karena Rahma ngga bisa di Telfon.
Vano yang ngga bisa telfon Rahma dari sore terlihat bete,sedang Vandra yang kalah taruhan wajahnya juga terlihat Bete.
Mamah dan Papah hanya saling pandang dan tersenyum."Dek,,wajah kamu kenapa Sayang,kenapa terlihat bete gitu,?"
"Adek emang lagi kesal Mah,Rahma dari sore ngga bisa di hubungi,"
"Oh cuman gara gara ngga bisa telfon Rahma,ya mungkin hp Rahma lagi kehabisan baterai,"
"Masa dari sore sih Mah,,mah minta no telfon Mamah Rahma dong,Adek mau tanya ke mamahnya aja,"Mamah terlihat bingung.
"Oh iya entar Mamah kasih,sekarang makan dulu aja yah,"Vano jawab iya.
Selesai makan Vano beneran menelfon Mamah Rahma,dan hp mama Rahma juga ternyata tidak bisa di hubungi,Vano benar benar kesal,malam ini Vano tidur cukup larut malam,sekitar jam malam 12 ,Vano ngga bisa tidur karena terus berusaha telfon Rahma.
Pagi harinya sekitar jam 6 pagi,Vandra sudah terlihat Rapi dan akan siap berangkat ke Hotel,karena acara ijab akan di lakukan di hotel pukul 9 pagi,dan di lanjut pesta pernikahannya pukul 7 malam di hotel yang sama.
__ADS_1
Mamah melihat Vandra yang sudah rapi sekarang mau melihat ke Vano,ternyata Vano masih tidur.
"Ya Tuhan,,Adek,,ayo bangun,,"Mamah sambil menarik slimut .
"Apa sih Mah,,Adek masih mengantuk,,"
"Ini sudah pagi,ayo bangun,,kamu harus bersiap,,"
"Adek kan bisa nanti malam aja datangnya Mah,,"
"Ngga,,Adek harus bangun sekarang,masa Adek ngga datang ke pernikahan Kaka nya sih,ayo buruan,,"Mamah menarik tangan Vano agar bangun.
"Mah,,malas ah,,"
"Ngga pake males,ayo,,"Mamah menarik Vano ke kamar mandi.
Setelah Vano masuk kamar mandi,mamah.menyiapkan Jas yang akan di pakai Vano.
Vano keluar dari kamar mandi,Mamah masih ada di kamar vano karena agar Vano cepat bersiap.
"Mah,,kok Adek pake jas kaya gini sih,,nanti di kira Adek yang akan nikah loh,,"
"Udah jangan banyak bicara,sekarang pakai,Mamah akan kesini lagi dan Adek sudah harus siap,ngerti,,,"Mamah sedikit mengancam.
Mamah keluar dari kamar Vano dan sarapan bersama Papah dan Vandra,Vano rupanya sudah ke luar,dan penampilannya sama dengan Vandra.
"Ayo Dek,,sarapan dulu biar nanti ngga lemas,"Vano ngga menjawab tapi mengambil piring untuk sarapan.
Selesai sarapan ke empatnya naik mobil, Mamah di mobil merapikan rambut Vano yang sedikit berantakan.
"Nah,,gini dong,jadi terlihat ganteng kan,,"kata Mamah,tapi Vano tetap aja diam.
Mobil akhirnya sudah sampai di Hotel tempat acara akad ,ke empatnya turun,Kaka Zara bersama suami sudah datang,begitu juga sodara lainya.
Vano yang terlihat malas tidak mau ikut masuk dulu,dan bilang akan menyusul,Mamah dan Papah pun membiarkannya.
Padahal di tempat acara terpampang tulisan pernikahan Vandra Zee dan Vano Rahma,coba kalau Vano ikut masuk ,pasti sudah langsung bisa lihat namanya terpampang jelas di tempat acara.
__ADS_1
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...