
Vandra dan Vano sudah masuk ke kamarnya masing masing,Vandra dan Zee yang melihat kamarnya terlihat indah langsung tersenyum senang,kasur banyak di tebar bunga mawar,tidak hanya di kasur tapi di lantai nya juga banyak bertebaran kelopak bunga mawar.
Sedang Vano dan Rahma yang melihat kamarnya begitu indah makin grogi,keduanya sama sama melihat ke arah kamarnya yang banyak sekali bunga mawar.
"Indah sekali yah kamarnya,"Kata Vano pelan.
Rahma hanya mengangguk dan terlihat malu,"Ayo kita duduk,"Rahma lalu berjalan pelan menuju ranjang saat Vano mengajak jalan,kaki Rahma berjalan sambil menginjak bunga Mawar yang sangat harum.
Kamar juga sangat wangi bunga mawar,keduanya duduk dan saling diam,karena mereka masih ngga percaya sudah menikah.
Beda dengan Vandra,Vandra langsung tiduran di kasur dan memainkan kelopak bunga mawar nya dengan di awur kan ke Zee,seakan Zee kejatuhan bunga Mawar.
Zee tersenyum senang saat Vandra melakukanya,,kelopak bunga mawar menempel di kepala dan juga baju kebaya Zee.
"Apa kamu bahagia sayang,?"
"Iya Sayang,Aku sangat bahagia,,akhirnya kita sudah menikah,"
"Aku juga sangat bahagia,,"Vandra lalu menarik Zee dan Zee jatuh di atas badan Vandra.
"Kamu sangat cantik sayang,,"sambil mengusap pipi Zee yang ada di atasnya,jadi hanya badan Zee yang jatuh di dada Vandra,sedang kakinya masih di lantai,Zee posisi duduk.
Zee tersenyum karena di puji Vandra,"Kamu juga tampan Yang,malah sangat tampan,Aku sangat bahagia jadi istri kamu Yang,"Zee sambil mengusap rambut Vandra.
"Cium dong,,"Vandra memonyongkan bibirnya.
__ADS_1
Cup...
Zee langsung menciumnya sekilas,"Yah kok bentar sih,,lagi,,"
"Yang,,nanti malam aja yah,kalau sekarang takut nya kebablasan,"
"Ya ngga papa kalau kebablasan,kan kita sudah sah ini,,"
"Tapi kan tadi Mamah udah pesan,ngga boleh macam macam dulu,Aku ganti baju dulu aja ya Yang,sudah ngga nyaman nih,,"
"Iya,,mau di bantuin ngga,,?"
"Ngga usah,nanti aja kalau Aku perlu bantuan Aku panggil kamu,,"sambil bangun dan berdiri.
Zee masuk ke kamar mandi,Zee mau melepaskan kebaya dan lainya.
Wajah sudah bersih dari make-up,sekarang tinggal kebaya,kebaya Zee sangat gampang di buka karena kancingnya di depan.
Zee sangat gampang membuka kebayanya,tapi tidak dengan Rahma,ternyata kebaya yang Rahma pake kancingnya di belakang,karena kemarin Rahma mau menikah dadakan,jadi kurang teliti sama kancing kebaya,karena asal muat dan pas di badan Rahma aja kemarin ngukur nya.
"Aduh,,gimana ini,Aku ngga bisa lepasnya,"Rahma kebingungan di dalam kamar mandi.
Vano menunggu Rahma ganti baju cukup lama di kamar mandi,Vano sudah kebelet pipis padahal.
Vano Akhirnya mengetuk pintu kamar mandi,"Rahma,,kamu sudah selesai belum,saya mau pipis nih,,"kata Vano.
__ADS_1
Rahma di kamar mandi jadi bingung,karena Vano mengetuk pintunya lagi,Rahma membuka pintu dengan pelan.
Vano yang melihat Rahma masih pakai kebaya sedikit kaget,karena sudah dari tadi di dalam kamar mandi kok belum selesai ganti kebayanya.
"Kenapa belum ganti baju,katanya udah ngga nyaman pakai Kebaya,,?"tanya Vano.
"Emm,,kancingnya ada di belakang,Saya ngga bisa lepasnya,"sambil menunduk Rahma bicara.
"Oh gitu,ya udah nanti Saya bantu,tapi sekarang Saya mau pipis dulu,kamu keluar dulu aja,"Rahma mengangguk lalu keluar dari kamar mandi.
Vano masuk kamar mandi,dan Rahma yang merasa malu duduk di pinggir kasur,"Ya Tuhan,,kenapa Aku bodoh banget sih, kenapa kemarin nurut aja saat Mamah pilih kebaya ini,rasanya malu banget ini Aku ke Mas Vano,,"Rahma bicara sendiri sambil tanganya menarik kebaya yang di pake.
Vano pun keluar dari kamar mandi,Vano mendekat ke Rahma.
"Sinih saya bantu lepasin kancing kebayanya,"kata Vano,tapi Rahma yang malu terus menunduk dan diam.
"Kamu ngga usah malu,kita kan sudah menikah,kalau kamu mau minta tolong ke orang lain justru nanti di ketawa in,karena ada Saya malah minta tolong ke orang,sudah sinih bangunlah,,"Vano menarik pelan tangan Rahma agar berdiri,Rahma hanya menurut dan diam,Vano lalu di belakang Rahma dan Vano mulai melepaskan kancing kebaya satu persatu.
Rahma terus diam dan menunduk,tanganya menggenggam karena merasa tegang,kancing satu persatu lepas,Vano sudah bisa melihat punggung mulus milik Rahma,dan mata Vano terbuka lebar.
"Ya Tuhan,,punggungnya sangat mulus dan putih"kata Vano dalam hatinya.
Rahma makin tegang saat tangan Vano tiba tiba menyentuh punggung nya,badanya terasa dingin,dan jantung berdetak cepat.
Rahma menggigit bibirnya karena Vano mencium pundaknya yang polos,Rahma juga menahan nafasnya saat bibir itu menyelusuri pundak Rahma.
__ADS_1
"Massss...."
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...