Zee Dan Vandra

Zee Dan Vandra
Menikmati Malam Kota Busan


__ADS_3

Setelah selesai makan,Vandra dan Zee duduk di balkon kamar Hotel ,keduanya menikmati pemandangan yang sangat indah kota Busan.


Sambil berdiri dan saling peluk, keduanya menikmati keindahan yang ada di depan mata mereka.


Angin yang cukup dingin sampai tidak terasa bagi mereka,karena pelukan mereka membuat tubuh keduanya hangat dan nyaman. Vandra memeluk Zee dari belakang.


Tangan Vandra yang ada di perut Zee,rupanya ngga bisa diam.tangan Vandra berjalan ke atas dan memainkan dua daging kenyal milik Zee.


"Sayang,,,,jangan kencang kencang ah,,sakit,,"


"Lagian sih ini kamu gemesin,"sambil tangan Vandra menggenggam daging kenyal itu.


"Kita pindah dalam yuk Yang,biar kita lebih leluasa mainya,"


"Boleh,,tapi gendong ,"


"Siap..."Vandra lalu mengendong Zee di depan. Zee mengalungkan tanganya di leher Vandra.


Keduanya masuk ke dalam. Sampai di dalam Vandra langsung melempar Zee ke kasur.


"Aaww...Sayang,,sakit,"Vandra malah tersenyum dan langsung menindih Zee.


Vandra yang sudah sangat menginginkannya ,langsung saja melepaskan baju yang Zee pakai.


Zee sekarang sudah polos,Vandra sangat menyukai badan Zee yang sangat mulus,putih dan montok.

__ADS_1


Vandra menciumi Zee dari wajah sampai kaki Zee tanpa ada yang terlewat.


Zee benar benar merasa di buat melayang oleh sentuhan tangan dan mulut Vandra.


Zee mengeluarkan suara suara indah dari mulutnya,yang membuat Vandra makin bersemangat.


"Yang,,,eeemmmm...."


"Iya sayang,,,"


"Aku sudah ngga tahan Sayang,,ayo lakukan,,"


"Iya Sayang,,sabar yah,,,kamu keluarkan dulu,,biar kamu merasa nikmat puas yah,,"


Jari Vandra bermain di apem Zee,dan di susul lidah Vandra ikut menikmati apem Zee juga.


"Yanggg,,,oohh,,,yanggggghhhh,,"kepala Zee sampai terangkat ke depan.


Vandra tersenyum puas karena Zee baru saja merasakan kenikmatan.


Setelah Zee lebih tenang,Vandra mulai memasukan miliknya ke apem Zee. walau kemaren sudah di jebol ,tapi apem Zee masih sempit dan susah masuk. Vandra harus bekerja keras agar bisa memasukan senjatanya itu ke dalam Apem Zee.


"Aaww,,Yang,,pelan,,sakittt..."


"Iya Sayang,,Aku akan pelan pelan kok,"

__ADS_1


Vandra mendorong dengan pelan pelan,dan akhirnya masuk,Zee langsung buang nafas karena dari tadi di tahan nya. Zee menahan rasa sakit.


Vandra mendiamkan miliknya di dalam apem Zee dulu,menunggu Zee merasa nyaman. setelah Zee merasa nyaman Vandra baru mulai mengerakkan pinggangnya dengan pelan pelan.


Keduanya saling sahut rasa nikmat. Vandra sudah berani mengajak Zee ganti posisi .Zee menikmati setiap Vandra mengajak gaya gaya yang berbeda.


Zee sudah merasakan pelepasan lagi,milik Zee sudah sangat becek,sedang Vandra belum ada tanda tanda pelepasan.


Dari milik Zee becek sampe milik Zee kering. Vandra belum juga ada tanda tanda mau pelepasan.


"Yang,,Aku sudah ngga kuat,,"


"Iya Sayang bentar lagi,tahan yah,,ini sangat nikmat ,,oohh,,sayang,,,"


Zee yang sudah lemas hanya bisa tiduran dan mengimbangi Vandra sebisanya.


"Sayangg,,tahan yah,,Aku sudah mau keluar,,"Vandra langsung menggerakan pinggangnya dengan cepat,untungnya posisi Zee sedang tiduran.


Vandra teriak kencang karena melakukan penembakan.


"Yaangggggggghhhhh,,,"


Zee juga ikut teriak karena Vandra menggerakan pinggangnya sangat cepat.


Vandra langsung ambruk di atas badan Zee,nafas mereka sama sama memburu.

__ADS_1


Vandra mencium kening Zee,setelah itu Vandra menarik senjatanya agar lepas dari apem Zee,saat senjata terlepas dari apem Zee ,keluar air kenikmatan dari apem Zee.


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih..


__ADS_2