
Vandra sudah keluar dari ruangan Vano,dan Vano lanjut kerja lagi,jam 12 kurang 5 menit,Vano menyudahi pekerjaannya,Vano mau mengajak Rahma makan siang.
"Rahma,,kita makan sing dulu yuk,"
"Silakan kalau bapak mau makan siang,saya nanti aja,saya soalnya sedang nanggung kerjaan,"
"Saya mau ajak kamu makan diluar,apa kerjaannya ngga bisa buat nanti,?"
"Ini tinggal dikit pak,nanggung,saya mau selesaikan dulu,"
"Ya udah kamu selesaikan aja dulu,saya tungguin kamu,"Vano duduk di bangku depan meja Rahma.
Vano terus saja melihat ke Rahma membuat Rahma tidak nyaman dan tidak Kosentrasi untuk menulis.
Rahma Akhirnya tidak melanjutkan nya tapi membereskan meja kerjanya.
"Apa sudah selesai,,?"Rahma menggeleng.
"Mau saya di kerjakan nanti saja,"
"Oh,,ya udah ayo pergi,,"
"Saya ngga usah ikut bisa ngga pak,saya mau makan di kantin saja,?"
"Ngga bisa,kamu harus ikut,sudah ayo kita pergi,"
Rahma sebenarnya sangat malas,karena Vano sekarang menurutnya sikapnya jadi membuatnya sungkan.
Keduanya berjalan menuju mobil setelah turun ke bawah,Vano sekarang jalanya sekalinya ingin beriringan,biasanya Rahma berjalan selalu di belakangnya.
Sampai di mobil, pintu mobil di bukakan oleh Vano agar Rahma masuk ,"Masuk lah,"Rahma hanya bisa menurut dan masuk ke dalam.
Vano menjalankan mobilnya menuju restoran,sampai di restoran Rahma buru buru buka pintu mobil,dan keluar,Vano juga keluar dari mobil.
"Ayo masuk,"Ajak Vano,Rahma mengangguk,karena Rahma jalanya pelan dan jalanya di belakang Vano,Vano yang ngga sabaran lalu mengambil tangan Rahma dan di gandeng nya,"Jalanya pelan amat sih,,"kata Vano.
Rahma cukup kaget dan melihat ke arah tanganya terus yang di gandeng oleh tangan Vano,Rahma hanya bisa diam.
Sampai di dalam Restoran Vano melihat ada Vandra dengan Zee yang sedang makan siang juga.
__ADS_1
"Kalian makan di sini juga,?"Vano langsung berkata,Vandra dan Zee menengok melihat Vano yang sedang menggandeng Rahma.
"Iya,,kamu mau makan juga,ayo kita gabung aja,"Vandra yang menyuruh gabung.
"Kita gabung aja sama mereka yah ,,"Vano bilang ke Rahma, Rahma hanya bisa mengangguk,dan menarik tanganya pelan dari genggaman tangan Vano.
Vano menarik bangku ,Rahma kira buat dirinya,ternyata malah menyuruh dirinya duduk.
"Ayo duduk,,"Rahma benar benar merasa malu dan grogi,apa lagi ceweknya Vandra dari tadi memperhatikan nya.
"Ma,,Mau pesan apa,,?"
"Terserah Bapak aja,"
"Ya udah,Saya mau pesan ikan bakar,ngga papa kan,?"
"Iya ngga papa,,"katanya pelan.
Vano lalu memesan makanan dan minum.
"Rahma,,kenalkan ini Zee calon istri saya,"Vandra mengenalkan Zee ke Rahma.
"Saya Rahma,,"keduanya saling bersalaman.
"Kamu pacarnya Vano,,?"Zee bertanya,Vano yang mendengarnya diam saja dan ingin tau juga apa jawaban dari Rahma.
"Bu,,bukan,,saya sekertaris pak Vano,,"
"Oh sekertaris,,tapi kalian kaya sepasang kekasih,,"Vano terus saja membiarkan Zee bertanya,sedang dirinya sok sibuk dengan hp nya.
"Ngga kok,,kita ngga pacaran,"jawab Rahma pelan.
"Kirain kamu sudah pacaran sama Vano,soalnya Vano pengin nikah bareng sama Saya,,Saya sama Zee dua Minggu lagi mau nikah ,,dia ngga mau kalah soalnya tuh,pengin nikah bareng sama kita,"
"Apa sih kak,,udah deh jangan bahas itu,"
"Oh pantas Pak Vano langsung mengajak nikah ,"dalam hati Rahma bicara.
"Rahma Aku minta no telfon kamu boleh ngga,?"kata Zee.
__ADS_1
"Boleh Kak,,"Rahma panggil Zee kak memang umurnya beda 2 sampai 3 th tua Zee.
Keduanya saling tukar no telfon,Setelah itu ke empatnya makan bersama,saat Rahma sedang mengambil daging ikan bakar,Vano membantunya karena Rahma sedikit kesusahan.
"Sudah pak jangan kebanyakan,ini buat bapak aja setengah nya,"Rahma mengambil daging ikan di piringnya lalu di berikan pada piring Vano.
"Saya mau sambal kecapnya,,"Rahma lalu mengambilkan nya dan menyiram sambal kecap ke ikannya.
"Cukup ngga Pak,"
"Sudah cukup ,,makasih,,"
Zee dan Vandra hanya saling tatap saja sambil tersenyum melihat Vano dan Rahma yang terlihat romantis.
Makan sudah pada abis,Rahma cuci tangan duluan,"Dek,,kamu sama Rahma pacaran apa ngga sih sebenarnya,,?"
"Aku niatnya sedang pendekatan kak,jadi pelan pelan aja,soalnya kemaren Aku ngajak nikah,dia malah marah,karena Aku di bilang aneh tiba tiba ngajakin nikah,"Vandra tertawa mendengarnya.
"Seriusan kamu di tolak,,"Vano hanya mengangguk.
"Cewek itu juga butuh pendekatan lah,langsung tembak gitu ya dia takut,"
"Aku pasti menang ini,,siap siap kamu belikan Aku rumah,,,"
"Kalian taruhan,,,?"tanya Zee.
"Iya Kita taruhan,,,"jawab Vandra.
"Taruhan apa,,?"
"Kalau Vano ngga bisa nikah bareng sama Aku,dia harus belikan rumah buatku,tapi kalau Vano bisa nikah bareng kita,Aku belikan rumah buatnya,,"
"Oh gitu,, pantas Vano langsung ngajak nikah aja ke Rahma,,"
Ternyata Rahma dengar perkataan mereka bertiga, mereka bertiga cukup kaget,Rahma langsung wajahnya terlihat kesal.
"Van,,Aku sama Zee pergi dulu yah,,"Vandra dan Zee malah kabur,sedang Vano jadi bingung karena tau pasti Rahma marah.
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...
__ADS_1