
Sudah dua hari Vandra dan Vano berlibur di kota Pontianak,nanti malam mereka akan kembali lagi ke Jakarta,Zee rasanya belum mau di tinggal tapi kerjaan Vandra lah yang tidak bisa di tinggalnya membaut Vandra ngga bisa lebih lama lagi di Pontianak.
"Jangan cemberut gitu ah,,Aku jadi ngga tega ninggalin kamu,,"saat Ini Vandra ada di kamar Zee,tadi Vandra menjemput Zee di rumah sakit,dan mengantar Zee ke kos kosanya.
Zee akan ikut mengantar Vandra ke bandara,Vandra sebenarnya melarangnya tapi Zee memaksa ingin ikut mengantar.
"Bulan besok ke sini lagi yah,, ingat tanggal 27 hari ulang tahunku,karena hari kerja kamu harus ambil cuti,pokoknya aku akan marah kalau kamu ngga datang,ini ulang tahun Aku ada pacar selama Aku hidup,jadi Aku ingin kamu ada saat hari ulang tahunku,,"Zee sambil memeluk Vandra dengan sangat manja,sekarang keduanya sedang duduk di kasur.
"Iya,,Aku akan ingat dan akan usahakan,,"
"Jangan di usahakan dong, tapi harus,"Zee melepas pelukannya dan langsung protes.
"Iya sayang,,,Aku akan pastikan datang,ok,,"Zee tersenyum lalu memeluk Vandra lagi.
"Sekarang mandi dulu Sanah,ini sudah jam setengah 6 ,Aku harus ke bandara jam 7 soalnya,,"
"Iya,,"Zee lalu mengambil baju di lemari,dan membawanya ke kamar mandi,Vandra tiduran sambil menunggu Zee selesai mandi.
Selesai mandi Zee langsung bersiap,"Ayo Yang kita berangkat,,"
"Sudah selesai,,?"
"Sudah,,Ayo,,"
Vandra dan Zee keluar dari kamar langsung keluar ,mereka naik taxsi untuk menuju Hotel.
Sampai di Hotel Vano masih tidur,Vandra membangunkan Vano.
__ADS_1
"Dek,,bangun sudah sore,,ayo kita harus bersiap untuk pulang,"
"Iya,,lama banget sih baliknya,"sambil membuka matanya.
"Ya kan Aku jemput Zee,,"sambil Vandra merapikan tasnya.
Zee duduk di sofa sambil melihat ke Vandra yang merapikan Baju bajunya.
Vano masuk ke kamar mandi untuk cuci muka,dan ganti baju.
Sekitar jam 7 mereka berangkat menuju Bandara,Zee tetap aja nempel ke Vandra dan tangan sampai ngga lepas.
Turun dari taxsi Zee masih aja ngga mau lepas dari Vandra.
"Itu tangan kayanya dari tadi gandengan aja,kaya mau nyebrang jalan,"Vano berjalan di belakang Vandra dan Zee,keduanya dengar tapi keduanya tetap cuek.
"Jangan sedih Sayang,,bulan depan Aku akan datang lagi kok,"sambil tangan Vandra memegang pipi Zee,dan wajah Zee menghadap ke atas.
Air mata Zee malah keluar,Vano yang melihatnya malah geleng kepala,"Zee bucin apa benar sayang sih,sampai gitu banget ,"kata Vano dalam hatinya sambil terus melihat ke Zee.
"Kok malah nangis,,jangan nangis dong,,Aku jadi ikut sedih nanti,,"Vandra memeluk Zee lalu mencium keningnya.
"Sudah jangan nangis,"Zee mengangguk dan menghapus air matanya.
"Ayo kak kita masuk,,"ajak Vano.
"Iya,,,"
__ADS_1
Zee dan Vandra melepaskan pelukannya,"Dasar cengeng,,"Vano mengatai Zee cukup kencang Zee dan Vandra mendengarnya,Zee hanya diam dan bodo amat dengan perkataan Vano,Vandra mengusap kepala Zee dengan sayang.
Vandra dan Vano masuk ke dalam, Zee terus melihat ke arah keduanya,sampai tidak terlihat Zee lalu keluar dari bandara.
Esok harinya Vandra dan Vano sudah mulai kerja,"Pagi Mah Pah,,"
"Semalam Sampai jam berapa,,?"tanya mamah.
"Jam 11 mah,,"jawab Vandra.
Vano baru duduk dan ikut Sarapan,"Mah Pah,,hari Kamis besok orang tua Ratu mau datang dari Bandung,,enaknya buat pertemuan hari apa yah,,?"
"Kalau mamah sih kapan aja bisa,iya kah Pah,,"
"Iya,,bilang Ratu, Mamah sama Papah siap kapan aja untuk pertemuan keluarga,"
"Iya Pah,,"
Vano bawa mobil menuju kantor sendirian,sedang Vandra ikut Papah,Papah dan Vandra mengobrol.
"Kak,,Papah kemarin lihat Ratu sama om om di Hotel,,"
"Apa,, Papah serius,,"
"Serius,,papah kemarin makan siang di Hotel Xx sama teman teman papah,saat papah sedang makan Papah melihat Ratu bersama om om yang baru keluar dari Lif,,mereka terlihat Akrab dan Ratu juga menggandeng lengan itu laki laki,"
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...
__ADS_1