Zee Dan Vandra

Zee Dan Vandra
Menjelaskan


__ADS_3

Rahma di mobil juga terus saja diam,Vano jadi merasa makin tidak enak.


"Rahma,,kamu marah yah ,,"


"Ngga,,kenapa saya harus marah,,"


"Terus kenapa kamu diam saja kaya gitu,?"


"Lagi malas bicara aja,,"


"Saya mau cerita dikit ,kamu dengarkan yah,,"Rahma tidak menjawab.


"Vandra dan Zee ingin menikah dua Minggu lagi,dan Vandra selalu meledek saya, katanya Saya ngga mungkin bisa menikah barengan bersama Vandra dan Zee,karena saya ngga ada pacar,lalu saya tertantang,dan bilang pada Vandra kalau Saya bisa menikah bersama bareng dia,Vandra pun langsung ngajakin taruhan,kalau nanti ternyata Saya bisa menikah bareng bersamanya,Vandra akan belikan rumah untuk Saya,tapi sebaliknya kalau saya ngga bisa nikah bersama Vandra saya yang belikan rumah untuknya,"Vano berhenti sebentar untuk mengambil nafas,karena Rahma terus saja diam.


"Saya mengajak kamu nikah bukan untuk taruhan,tapi memang saya ingin menikah denganmu,karena Mamah saya ingin Saya bisa menikah bareng kembaran saya,menurut mamah kita lahir bareng jadi menikah juga inginnya kita barengan,biar sama sama bahagia,soal taruhan rumah saya ngga ambil pusing,mau suruh beli rumah 2 pun saya bisa dan mampu untuk kalah taruhan itu,"


"Kalau kamu ngga mau nikah dalam dua Minggu ini karena terlalu cepat menurut kamu,Saya ngga papa kok,Saya akan menunggu sampai kamu siap,kamu butuh pendekatan dan saling mengenal lebih dekat kan,?"


"Ma,,Rahma,,kamu dengar kan apa yang saya katakan,,?"


"I,,iya Pak saya dengar,,"

__ADS_1


"Kamu ngga usah berpikir yang ngga ngga,kita jalani aja seperti biasa,saya akan dengan pelan mendekati kamu agar kamu bisa menerima saya di hati kamu ,"Sambil mengambil tangan Rahma untuk di genggamnya,tangan Rahma terasa dingin.


Vano cukup lama menggenggam tangan Rahma,dan tangan Rahma sekarang jadi hangat,tidak sedingin tadi.


Mobil Vano sudah Sampai di kantor, Vano melepaskan genggamnya tanganya setelah mobil sudah terparkir.


Keduanya pun turun dari mobil,dan masuk ke dalam untuk lanjut kerja.


Sedang Vandra dan Zee mereka sedang ke Butik untuk melihat hasil gaun pengantin yang sudah di pesannya,karena dari Butik sudah menelfon dan bilang kalau gaun pengantin sudah jadi.


"Yang,,menurutku Vano sama Rahma cocok kok,Rahma terlihat sangat kalem anaknya,ngga banyak gaya gitu,,"


"Apa Mamah sama Papah kamu sudah tau kalau mereka sedang dekat,,?"


"Sudah,,orang tuaku sangat setuju,dan ingin mereka menikah bareng kita,tapi Rahma yang belum mau,karena mereka memang baru kenal sebentar,,kamu ingat ngga kalau kita pernah bertemu Rahma di Pontianak,,"


"Emang iya yah kita pernah bertemu,,"


"Ngga bertemu sih,tapi melihatnya,"


Vandra lalu menceritakan tentang Vano yang menolong anak kecil lalu Rahma adalah Tante dari anak kecil itu.

__ADS_1


"Oh iya Yang,,Aku ingat,pantas Aku kok kaya pernah melihat Rahma tapi di mana gitu,,ya sekarang Aku ingat,,"


Mobil Vandra sudah sampai di butik,keduanya turun dan masuk kedalam,di dalam oleh Pemilik Butik langsung di ajak ke ruang ganti,Zee mau mencobanya,takut gaun pengantinnya kegedean apa tidak nyaman.


Zee memakai gaunnya,setelah itu keluar agar Vandra melihatnya,Vandra langsung tersenyum melihat Zee yang terlihat sangat cantik.


Pemilik Butik juga menyuruh Vandra memakai setelan jasnya,Zee dan Vandra sudah sama sama mencobanya dan semua tidak ada masalah.


"Trimakasih Mba Ane,,saya sangat suka dengan gaunnya,"kata Zee.


"Trimakasih ya Zee kalau kamu suka,,Saya juga merasa senang kalau kamu menyukai gaun buatan saya,,"


Setelah mengobrol cukup lama,keduanya pamit ,dan gaun pengantin seta setelan jas nya akan di antar kalau sudah mendekati hari H.


Vandra dan Zee masuk ke mobil,Vandra akan mengantarkan Zee pulang ke rumahnya.


Di kantor Rahma dan Vano jadi makin dekat,Rahma sudah tidak begitu canggung kalau hanya berdua dengan Vano.


Vano juga makin perhatian ke Rahma,begitu juga dengan Rahma.


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...

__ADS_1


__ADS_2