Zee Dan Vandra

Zee Dan Vandra
Vano Merasa Nyaman


__ADS_3

Besok harinya Rahma ke kantor tidak mau naik Lif,rupanya Rahma masih takut gara gara semalam terkunci di dalam Lif bersama Vano.


Rahma harus naik tangga 10 lantai ,sampai di lantai 10 nafas Rahma ngos ngosan,saat sedang berdiri mengatur nafas dan mengusap keringat,Vano melihatnya.


"Rahma,,kamu ngapain dari situ,?"mata Vano melihat Rahma berdiri di pintu yang akan masuk ke tangga darurat.


"Kamu naik lewat tangga,,?"belum juga Rahma menjawab Vano sudah bertanya lagi.


"I,,iya Pak,saya naik tangga,,soalnya saya masih takut gara gara semalam,"


"Ya Tuhan Rahma,kamu tuh cape capein diri sendiri deh,,udah ayo kita ketempat kerja kita,"


"Iya pak,,"


Rahma berjalan mengikuti Vano menuju meja kerjanya,Vano langsung masuk kedalam ruangan ya,Rahma duduk di kursi kerjanya dan langsung minum.


"Huhhh,,capek juga yah naik tangga,"kata Rahma bicara sendiri.


Rahma lanjut kerja,sekitar jam 10 Vano memanggilnya,"Nanti siang kita akan bertemu sama orang dari PT Cipta lagi,kita akan makan siang bersama,"


"Iya Pak siap,,"


"Ya sudah kamu boleh keluar,"


Rahma pun keluar dari ruang Vano,dan lanjut kerja lagi.


Saat Rahma sedang bekerja tiba tiba ada wanita yang datang ,dan wanita itu ternyata Ratu.


"Mba,,mba,,tunggu,,"Rahma menghalangi Ratu untuk masuk ke dalam ruang Vano.


"Apa,,oh kamu wanita yang waktu itu,ternyata kamu cuman sekertaris,,awas kamu Saya mau masuk,"


"Tunggu Mba,saya harus tanya pak Vano dulu,kalau ada tamu,"


"Ngga perlu,,awas minggir,,,"Ratu mendorong Rahma agar menyingkir,dan Rahma pun hampir jatuh.

__ADS_1


Ratu langsung masuk ke dalam,Vano melihat Ratu masuk sangat kaget.


"Ngapain kamu kesini,,keluar,,,"Bentak Vano pada Ratu.


"Maaf Pak,,Dia memaksa masuk,,,"kata Rahma sedikit takut.


"Ya ngga papa,,"Rahma yang takut ke Ratu mendekat ke Vano.


"Ada apa kamu kesini,cepetan bicara biar kamu cepat pergi,,"


"Kamu dendam sama Aku gara gara Aku selingkuh sampai kamu mau menghancurkan karirku sebagai model,,!"Vano yang ngga merasa langsung kaget.


"Apa kamu bilang menghancurkan karir kamu,,kamu menuduhku,,Aku sudah ngga peduli yah dengan kamu ,buat apa Aku nyari masalah dengan kamu lagi,,"sambil jari Vano Menujuk ke wajah Ratu.


"Jangan bohong kamu,,kamu pasti marah kan sama Aku gara gara kamu ngga jadi nikahin Aku,,cih,,,dasar laki laki pecundang,,"


"Tutup mulut kamu Ratu,,!!,"Tangan Vano sudah ke angkat ke atas,dan akan memukul Ratu,Rahma langsung menahan nya.


"Pak Jangan,,,jangan lakukan,,ini ngga boleh,,dia perempuan,,jangan kasar keperempuan pak,,"Ratu juga sudah kelihatan takut.


"Mba,,saya mohon pergilah,,jangan buat masalah di sini,,"Rahma menyuruh Ratu pergi.


Ratu keluar dari ruangan Vano, Rahma masih memegang tangan Vano,Rahma melihat Vano yang masih marah,lalu mengusap dada Vano.


"Sudah,,jangan marah lagi,,dia sudah pergi,,"Vano menarik nafasnya.


"Boleh saya memelukmu,,"Rahma diam sesaat , Rahma lalu mengangguk,Rahma rupanya kasihan kepada Vano.


Vano memeluk Rahma dan rasanya sangat nyaman,"Rasanya sangat nyaman,diam lah,saya ingin masih memelukmu,,"kata Vano, Rahma serba bingung,karena Vano sudah memeluknya sekitar 5 menitan.


Saat Vano masih memeluk Rahma,tiba tiba pintu terbuka,dan ternyata Papah Hendra.


GHemmm,,,


Papah berdehem,dan Vano yang melihat papah langsung sedikit kesal karena mengganggu,Rahma melihat direktur utama yang datang merasa malu dan menunduk.

__ADS_1


"Ada apa Pah,,?"


"Ini kantor,,ngapain kalian peluk pelukan,kalian itu bukan muhrim ngga boleh itu,,"


"Iya Pah Vano tau,,ada apa papah ke sini,,?"


"Nanti siang kamu ada janji bertemu orang dari PT Cipta kan,?"


"Iya Pah,,kenapa,,?"


"Berikan map ini pada mereka,itu adalah berkas berkas yang mereka harus tandatangani,"Vano melihat ke berkasnya.


Papah melihat ke Rahma,"Rahma kamu betah kerja di sini,,"


"Betah pak,,"


"Vano galak ngga,,"


"Ngga pak,Pak Vano baik,"


"Oh baik, syukurlah,,apa kalian pacaran,,"


"Papah,,apa an sih,,"Vandra yang menyahut.


"Papah tanya ke Rahma,,kenapa kamu yang jawab,"


"Kita ngga pacaran Pak,"


"Oh ngga pacaran,tapi kenapa tadi kalian pelukan,kalau kalian pacaran bilang saja,saya setuju kok,"


"Pah,,udah ah, jangan bahas yang tadi,,Rahma kasihan dia sudah malu itu,,"Vano melihat pipi Rahma yang memerah.


"Ya baiklah Papah ngga bahas lagi,tapi kalau kalian pacaran dan mau menikah , Papah sama Mamah pasti akan setuju,,"


Rahma dan Vano saling tatap, karena papah benar benar bikin keduanya merasa malu dan ngga nyaman.

__ADS_1


Vano lalu menyuruh Papah untuk keluar dari ruang kerjanya,kalau papah lama lama di ruangannya pasti keisengan Papah makin jadi.


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih..


__ADS_2