
Rahma makin kaget saat mendengar perkataan Vano yang tiba tiba bilang ingin dirinya jadi istrinya.
"Lepas Pak ,,saya mau pulang,,Bapak makin ngawur bicaranya,,"Rahma mencoba melepaskan tanganya dari tangan Vano yang memegangnya.
Setelah terlepas Rahma berjalan dengan cepat,Vano mengejarnya.
"Rahma Tunggu,,"Rahma tidak mau dengar perkataan Vano,dan Rahma terus berjalan,Vano karena ngga ngga mau jadi tontonan orang,hanya mengikuti Rahma dari belakang.
Baru lah saat sampai di luar Mal,Rahma mau naik taxsi,tapi Vano menarik tangan Rahma dan membawanya ke mobilnya,Rahma terus berusaha melepaskan tangan Vano,tapi Vano tidak mau melepasnya.
"Diam lah,,kamu ke sini sama saya,dan Saya sudah izin mamah kamu,kalau kamu tidak pulang sama ,saya ngga enak sama Mamah kamu,ayo Masuk Saya antar kamu pulang,"Vano membuka pintu mobilnya.
Rahma akhirnya masuk,di dalam mobil Rahma terus saja diam,Vano jadi merasa tidak enak.
"Maaf kalau kamu tidak suka dengan pengakuan saya yang ingin menikah dengan kamu,tapi Saya ngga becanda,Saya serius,,"Rahma tetap diam tidak mau bicara,Membuat Vano makin ngga enak dan diam.
Mobil pun sampai rumah Rahma,dan Rahma langsung turun tanpa bilang ke Vano.
Vano tetap ikut turun dan masuk ke dalam juga,di dalam rumah Mamah Rahma hanya diam melihat anaknya langsung masuk kamar dengan wajah cemberut.
"Malam Tante,,,"sapa Vano.
"Malam Vano,,kok pulangnya cepat,kalian ngga jadi nonton,,"
__ADS_1
"Iya Tante,,kita ngga jadi nonton,,"
"Loh kenapa ngga jadi nonton,,pantas saja Rahma kelihatan ngambek,,,"
"Iya Tan ,,jadi ceritanya,,,,"Vano menceritakan kejadian tadi saat di bioskop dari A sampai Z,Mamah yang mendengarnya sedikit kaget dan ada senangnya juga.
"Tante mau tanya dulu,Kamu mau ngajakin nikah ke Rahma itu serius atau main main,,dan kalian apa sudah dekat atau sudah pacaran,,?"
"Saya serius Tan,saya cinta dan sayang ke Rahma makanya mau ajakin nikah,tapi memang sih saya sama Rahma belum ada hubungan atau setatus pacaran,kita hanya berhubungan sebagai atasan dan sekertaris,,"
"Pantas saja Rahma terlihat kesal,orang kamu tiba tiba ngga ada angin ngga ada hujan ngajakin nikah,dan kalian ngga ada hubungan apa apa selain hubungan kerja,"
"Trus saya harus gimana ya Tan,,?"
"Boleh deh Tan,tolong bantuin Vano,,"
"Siap,,nanti Tante bantuin ,"
"Kalau gitu saya pamit pulang dulu ya Tan,"
"Iya,,hati hati yah,,pulangnya,,"Vano jawab iya.
Setelah Vano pulang,mamah ke kamar Rahma,"Sayang,,mamah masuk yah,"
__ADS_1
"Iya Mah,,masuk aja,"Mamah masuk dan Rahma sudah ganti baju rumahan.
"Vano tadi sudah cerita ke mamah tentang kalian tadi di bioskop,"Rahma diam saja.
"Kamu kenapa marah sayang,,?Vano tadi bilang ke mamah dia tuh serius ingin menikah sama kamu,"
"Gimana ngga marah Mah,tiba tiba dia bilang ingin menikah dengan Rahma,sedang kan kita itu ngga ada hubungan apa-apa selain hubungan kerja,"
"Tapi tadi Vano bilang dia cinta dan sayang sama kamu loh,"
"Itu pasti bohong Mah,orang kalau cinta dan sayang pasti kelihatan,tapi Rahma selama ini ngga merasakan kalau Pak Vano itu cinta sama Rahma Mah,"
"Ya mungkin cara Vano mengungkapkan cinta ke kamu beda,coba kamu pikir pikir pernah ngga Vano itu berbeda sama kamu, ya dari bicara apa gerak tubuhnya,?"Rahma lalu berfikir.
"Ngga tau ah Mah,Rahma ngga mau mikirin tentang Pak Vano,Rahma mau makan aja,ayo Mah kita turun,'Mamah dan Rahma keluar dari kamar dan menuju tempat makan.
Vano sudah sampai rumah,dan ternyata rumah sangat ramai,karena keluarga Zee sedang ke rumah untuk makan malam,tapi tidak hanya makan malam saja,mereka juga sedang membicarakan tentang pernikahan Zee dan Vandra.
Vano tadinya mau ke kamar ,tapi karena di panggil mamah suruh ikut gabung, akhirnya Vano pun gabung,karena ngga enak kalau sampai tidak ikut gabung.
Vano hanya jadi pendengar saja,dan pernikahan Vandra dan Zee dua Minggu lagi.
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih..
__ADS_1