
Vano sudah pulang dari rumah Rahma,dan saat ini Vano ada di mobil yang melaju dengan cepat menuju rumah nya.
Sampai di rumah Vano mencari mamahnya,"Mah,,Mamah,,"
"Apa sih Dek,pulang pulang teriak teriak,"Vandra yang sedang tiduran di sofa terasa terganggu dengan suara Vano.
"Hehee,,,maaf,,mamah mana kak,,"
"Ada di kamarnya lah,"
"Oh,,ya udah Aku ke sana deh,,eh tapi tunggu,,kenapa hari ini Kaka ngga ke kantor,?"
"Aku ada urusan tadi,,makanya ngga bisa kekantor,,"
"Urusan apa sih sampai ngga bisa ke kantor,di kantor tuh tadi ada sedikit masalah karena ngga ada Kaka,untung aja Aku bisa menghendel nya,"
"Aku habis beli cincin pernikahan,Aku sama Zee kan mau nikah,,kalau kamu kapan,,"Sambil senyum meledek.
"Ngga usah meledek gitu,lihat aja nanti,Aku juga akan menikah,,"
"Menikah sama siapa,,sama nyamuk,haha,,"Vandra benar benar puas sekali meledek Vano.
"Lihat aja nanti,ayo kita taruhan,Aku pastikan kita akan menikah bersama,jika nanti Aku yang menang,Kaka harus belikan Aku rumah sedang kalau Aku yang kalah Kaka akan Aku belikan rumah,gimana deal..?"Vandra duduk lalu berfikir.
"Ok,, Aku mau,,deal,,"keduanya salaman tanda setuju.
Setelah itu Vano lanjut berjalan ke kamar Mamahnya.
"Mah,,mamah,,"sambil ketuk pintu kamar .
__ADS_1
"Iya,,"
Pintu terbuka dan ternyata Papah yang buka pintu.
"Ada apa,,?"
"Mamah mana Pah,?"
"Lagi mandi,,"
"Oh,,ya udah deh nanti Adek kesini lagi Pah,"Papah jawab iya,Vano pergi papah tutup pintu.
Saat makan malam,Vano langsung bicara ke mamahnya.
"Mah,,ternyata mamah nya Rahma teman mamah arisan yah,?"
"Kok mamah ngga pernah bilang,"
"Ya mau ngapain bilang ke kamu,orang kamu ngga nanya,,"
"Trus apa Mamah yang masukin Rahma buat kerja di kantor,"
"Iya,,kata Mamah Rahma,Rahma lagi cari kerja,Trus Mamah tanya papah ada lowongan ngga di kantor,kata Papah ada,ya udah Mamah suruh Rahma ke kantor,"
"Oh gitu,Trus kenapa Rahma jadi sekertaris Adek Pah,?"
"Papah butuh sekertaris kamu di tempat lain,jadi ya Rahma buat ganti sekertaris kamu,"Vano hanya mengangguk.
"Gimana sama Rahma Dek,ada kemajuan ngga kalian,kalau ada kemajuan kalian nikah bareng aja sama Kak Vandra,"Vandra yang dengar langsung bicara.
__ADS_1
"Emang Rahma nya mau sana Adek,pasti ngga bakalan mau deh Kaka jamin,"
"Eh Kaka sembarangan yah,Rahma pasti mau sama Adek ,Adek aja yang belum yakin sama Rahma,kalau Adek sudah yakin Adek pasti yang akan menikah duluan dari pada Kaka,"
"Jangan banyak omong deh Dek,tapi buktikan,Kaka tuh sudah mulai siap siap,jadi kamu pasti akan kalah,,"
"Kalah,,kalian lagi taruhan,?"papah langsung bertanya.
"Hehee,,iya Pah,kita sedang taruhan,Adek yang ajakin,dia bilang bisa nikah bareng sama Kaka,tapi pacar ma calon aja ngga punya,eh dia nantangin Kaka,"
"Iya Dek benar kamu yang ajak taruhan,?"
"Hehe iya Pah,"
"Kamu tuh Dek macam macam aja pake taruhan gitu,nikah itu ngga buat mainan loh yah,"
"Iya Mah,Adek tau kok,,"
"Apa taruhan kalian,,?"tanya papah.
"Kalau adek kalah harus belikan rumah buat Kaka,dan itu sebaliknya juga Pah,"
"Terserah kalian mau taruhan apa,yang penting buat Adek jangan sampai hanya gara gara ingin menang taruhan nanti sembarangan nikahin cewek,nikah itu ngga boleh main main,ngerti kamu Dek,"
"Iya Pah,Adek tau,,"
"Ya udah sekarang lanjut makan,nanti keburu dingin itu makanan,"Keduanya jawab iya.
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih..
__ADS_1